Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Kelabu

Gadis Kelabu

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Identitas Tersembunyi / Action / Epik Petualangan / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Big.Flowers99

Di sebuah tempat, memiliki sesuatu perbedaan mungkin terlihat menarik dan menjadikannya unik. Namun, pada tempat tertentu hal itu justru dianggap sebagai malapetaka.

Hal inilah yang dialami oleh seorang gadis bernama Aleyna. Ia terlahir dengan fisik yang berbeda dengan orang-orang pada umumnya. Sebagian besar orang yang melihatnya akan menganggap sebagai penyihir. Bahkan karena perbedaan ini, nyawanya hampir terancam.

Beruntung ada seorang pendekar yang telaten merawat serta menjaganya di tempat yang aman.

Akan tetapi, apakah itu cukup? Apakah hidup Aleyna akan tenang? Bagaimana caranya supaya mematahkan anggapan orang-orang kepadanya selama ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Big.Flowers99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keanehan

"Kita dimana, Zelene??"

"Aku tidak tahu..... Di sana, aku melihat pucuk menara. Mungkinkah itu sebuah kerajaan??"

"Coba kamu gunakan penglihatan ajaibmu."

"Aku baru saja menggunakan energi besar untuk berpindah ke sini."

Aleyna dan Zelene tiba di tengah-tengah hutan yang lebat. Zelene mengambil sebuah bola yang bersinar lalu menghilang ketika dipegangnya. Aleyna menanyakan tentang bola itu. Zelene memberitahu bahwa sesaat sebelum Edolie dan teman-teman Aleyna diculik, ia sempat melihat ada lubang portal dimensi. Dengan cepat Zelene melempar bola tersebut.

Zelene memperkirakan tempat mereka saat ini sudah sangat jauh dari posisi awal. Berdasarkan dari lamanya mereka berpindah, jika ditempuh dengan jalan kaki atau berkuda membutuhkan waktu selama satu hari.

Sambil menelusuri hutan, Aleyna ingin diajari cara berpindah seperti tadi oleh Zelene. Akan tetapi, Zelene tidak dapat mengajarinya karena Aleyna mempunyai caranya sendiri.

"Ya, apa itu? Setidaknya, ada teknik dasarnya, Zelene," ucap Aleyna.

"Teknik dasar dari setiap kekuatan berbeda-beda, Aleyna. Aku energi cahaya, kau energi petir, itu saja sudah berbeda," jelas Zelene. Aleyna tertunduk lesu. Zelene menghiburnya bahwa suatu saat nanti, Aleyna dapat melakukannya.

"Tunggu, Zelene. Tanaman sebelah sini terbakar, tetapi di sisi sana tidak."

Aleyna menemukan keanehan di hutan tersebut, dimana di sisi kirinya ada tanaman yang terbakar memanjang sampai entah kemana. Sementara di sisi kanannya, tidak terbakar.

Aleyna menduga ada kebakaran hutan. Zelene menyangkalnya. Menurutnya, jika hutan terbakar seharusnya seluruh hutan terbakar habis. Sepertinya, itu dibuat oleh seseorang dengan suatu tujuan.

"Aha! Aku tahu. Mungkinkah ini jejak yang dibuat oleh Ibu Edolie??"

Zelene mengernyitkan dahinya. Ia mempertanyakan cara Edolie membuat jejak tersebut yang terlihat rapi dan teratur.

"Zelene, ibu Edolie mempunyai kekuatan api. Mungkin saja ibu membuatnya dengan cara mengalirkan energi ke kakinya lalu diubah menjadi api yang dapat membakar tanaman yang dipijaknya. Tujuannya untuk memberitahu kepada kita dimana lokasi mereka ditangkap," jelas Aleyna.

"Apa alasan Guru melakukan itu??" tanya Zelene. Seketika, Aleyna kebingungan dengan maksud pertanyaannya. Zelene menduga Edolie mengetahui mereka berdua mengikutinya melalui portal dimensi.

"Kita ikuti saja jejak itu, Aleyna," ajak Zelene.

Mereka berdua segera mengikuti jejak tersebut sampai akhirnya tiba di suatu bangunan. Aleyna mendengar kegaduhan dari dalam. Ia segera berlari karena kuatir teman-temannya terluka.

"Yeahhh!! Akhirnya!! Bagus, Geya!!"

"Eee.... Indra. Lihatlah."

"Oh, Aleyna."

"Hmm..."

Baru saja Aleyna sampai di pintu depan, tiba-tiba pintu tersebut terhempas. Beruntung tidak mengenai Aleyna. Indra hanya menyengir saja dan berdalih ia tidak tahu-menahu ada Aleyna di balik pintu tersebut.

"Kalian berdua aman?? Tidak terluka??" tanya Edolie sambil mengamati Aleyna.

"Ya, Bu. Aku baik-baik saja, sebelum terkena pintu dari dia," jawab Aleyna sambil menatap tajam Indra.

Lalu pandangan Edolie beralih pada Zelene yang sedang mengamati keadaan sekitar. Ketika Edolie hendak mendekatinya, Zelene memberi isyarat untuk tidak bergerak. Aleyna memberi gestur tubuh mempertanyakan tindakannya.

"Ada Nasar," bisik Zelene. Aleyna menaikkan sebelah alisnya. Edolie dengan segera menarik Zelene dan mengajak yang lainnya melarikan diri.

Seketika, ada sesuatu yang mengejar mereka. Indra bertanya-tanya hewan apa itu. Zelene menjawab itu adalah seekor burung Nasar. Indra protes mengapa burung tersebut mengejar mereka? Bukankah burung tersebut hanya memakan makhluk yang sudah mati?

Zelene tidak tahu apa alasannya, tetapi ada keanehan pada mata mereka. Seperti ada yang mengendalikannya.

"Semuanya!! Cepat masuk!!"

"Putri Kae??"

Di ujung sana, tepatnya pada sebuah gerbang besar, ada Putri Kae tengah menahan pintu gerbang supaya tetap terbuka. Edolie dengan cepat melempar satu per satu anak didiknya.

"Teknik Api : Dinding Api."

Sebelum masuk, Edolie berbalik badan lalu menyemburkan api dari mulutnya. Alhasil, ada dinding api yang membuat burung tersebut melarikan diri.

"Syukurlah. Dimana Indra??" Edolie celingukan mencari Indra ketika sudah di dalam.

Lalu terdengar suara yang tidak jelas. Rupanya, Indra tersungkur di tumpukan jerami. Indra mengaku Edolie melemparnya cukup kuat sampai-sampai mendarat di tempat yang nyaman.

"Bagaimana caranya Anda dapat sampai sini??" tanya Zelene kepada Putri Kae.

Putri Kae menjelaskan bahwa ia sempat melarikan diri saat diculik. Langsung saja ia mencari yang lain, namun tidak berhasil. Ketika sedang mencari-cari, ia menemukan sebuah gerbang besar yang tidak terkunci. Karena penasaran, ia membukanya dan melihat keadaan sekitar.

Tidak ada siapapun. Sebelum menelusuri lebih jauh, ia sudah melihat Indra berlari terbirit-birit.

"Padahal, tidak hanya aku saja yang begitu," gumam Indra.

"Itu karena kamu yang paling depan," balas Putri Kae.

Edolie memimpin jalan menuju kerajaan Kiri. Sebenarnya, ia tidak tahu persis dimana kerajaannya. Mendengar namanya saja belum pernah. Sekian lama mereka berjalan, Edolie merasa tidak menemukan bangunan apapun. Sepertinya, ia mengambil jalan yang salah. Lebatnya hutan membuat pandangan Edolie terbatas.

Indra mempunyai ide dengan meminta Geya mengangkatnya ke atas menggunakan kekuatannya. Dengan begitu, Indra dapat melihat apa yang ada didepannya dengan mudah.

"Terdengar konyol, namun bolehlah. Silakan," ucap Edolie setuju.

"Kamu siap, Indra??" tanya Geya sambil menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya.

"Hehe, jangan kencang-kencang Geya. Aku takut kau menghempaskanku sampai ke langit ketujuh," ucap Indra sambil menyeringai.

Berkali-kali mencoba belum berhasil juga. Kekuatan angin Geya tak mampu mengangkat tubuh Indra lebih tinggi dari pohon. Edolie duduk bersimpuh, sabar menyaksikan anak muridnya beraksi.

"Kalian tahu?? Ibu sudah mengajarkan kalian cara memanjat pohon dengan cepat dan benar," ucap Edolie.

"Benar, Bu. Ketika kita memanjat pohon, maka kita dapat me.... Benar juga! Mengapa kita repot-repot melakukan ini."

Edolie mendengus kesal, sementara Indra menyeringai saja. Walau begitu, ide Indra tidak terlalu buruk, hanya kurang tepat.

"Bagaimana keadaan di atas sana, Indra??!!"

"Anginnya kencang, Bu!!"

"Maksudku, apa kamu melihat sesuatu yang bagus di sana??!!"

"Oh iya!! Aku melihat pucuk menara di ujung sana!!"

"Ayo kita ke sana."

"Sampai di sini saja kalian menjagaku. Aku bisa sendiri ke sana, sepertinya aman."

Semua orang terheran-heran dengan pernyataan Putri Kae. Aleyna menolak dan ingin terus menjaga Putri Kae sampai benar-benar sampai di kerajaan Kiri. Sudah menjadi tanggungjawab mereka untuk menjaganya sampai tujuan.

Namun, Putri Kae menolak dan meyakinkan mereka bahwa di depan sana sudah aman. Edolie memilih mengalah. Baginya, berdebat hanya akan membuang waktu saja. Dengan terpaksa, Aleyna menurut.

Tak lupa, Edolie mengingatkan Putri Kae untuk selalu berhati-hati. Mereka akan berjalan dengan lambat supaya jika Putri Kae berteriak meminta bantuan, dengan cepat mereka akan membantu.

Indra merasa lega dengan selesainya misi ini. Ia tidak sabar menghitung uang yang didapatkannya selama ini. Ada sesuatu yang ingin ia dapatkan dari hasil misinya selama ini.

"Untuk dibelikan apa uangnya, Indra??"

"Kuda."

-------

Di sebuah istana besar, ada seorang gadis muda bergaun panjang berwarna biru muda. Rambutnya panjang sepunggung berwarna abu-abu. Di kepalanya, terpasang mahkota yang indah.

Ia berjalan menuju balkon istana lalu menikmati keindahan hutan di sekitarnya.

"Yang Mulia, rencana Anda menemukan seseorang berkekuatan petir telah berhasil. Apa rencana selanjutnya?" Ada lima orang di belakangnya datang lalu memberi hormat kepadanya.

"Entah. Yang sedang kupikirkan adalah apa reaksi ayah melihatku seperti ini?? Terkejut?? Atau beliau ingin menghukumku karena menipunya?? Aku tidak sabar menantikan hal itu." Gadis itu tersenyum lalu memutar tubuhnya menghadap kelima orang di belakangnya.

"Gadis petir sudah kita temukan. Sisa tiga orang lagi. Dengan begini, kita siap menghadapi Raja Slecht, Si Raja Kegelapan."

Aku harus segera menemukan tiga orang lagi. Apa aku harus berakting kembali?? Sudahlah, akan kupikirkan nanti. Beruntung, Keres tidak dapat mendekati anak itu. Padahal, kunci segel ada padanya.

Sebelum itu, aku ingin memberi kejutan hangat untuk ayahku sekaligus menghabisi pengkhianat yang sebenarnya di sana.

1
Gareng Baskoro
lanjut up thor 🙏
Gareng Baskoro
up terus thor pembacanya sudah nungguin cerita nya jangan pelit dong thor upnya
Gareng Baskoro: saya tunggu secepatnya cerita ini up thor kalau g ntar saya marah nih soalnya seru cerita ny dan saran saya thor teruskan aja tentang petualangan ny jangan ada dulu romansa cinta cintaan karna buat pembaca bosan kalau sudah ada cinta cintaan 🙏
total 2 replies
Daisuke Jigen
Menyelami emosi
turquoise sea
Sumpah, endingnya bikin hati berbungaa, moga-moga ada lanjutannya🤗
Big.Flowers99: Ditunggu kak /Smile//Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!