Indonesia
NovelToon NovelToon
Bang Duda

Bang Duda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:10.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: fieThaa

Perpisahan dengan mantan istrinya Ayanda Rashani membuat seorang Rion Juanda menutup hatinya untuk wanita lain. Karena kesalahan dan kebodohannya serta luka yang terus menerus ia torehkan untuk Ayanda, akhirnya Ayanda memilih untuk pergi meninggalkannya.

Hanya penyesalan yang kini Rion rasakan. Dirinya masih nyaman sendiri dan sudah merasa bahagia meski hanya berdua dengan putri semata wayangnya. Sedangkan mantan istrinya sudah bahagia dengan suami barunya.

"Aku akan menyimpan cinta ini hingga akhir hayatku." Itulah janji yang selalu diucapkan oleh Rion kepada Ayanda setelah mereka berpisah.

Adakah wanita yang mampu membuat Rion move on dari bayang-bayang masa lalunya?

Atau Rion akan terus menikmati kesendiriannya? Menyimpan cintanya hanya untuk mantan istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. New Life

Belum ada setengah jam pergi meninggalkan Sheza, hati Azka mulai khawatir tak karuhan. Azka mencoba menghubungi nomor Sheza namun nomornya selalu saja di luar jangkauan.

"Semoga kamu baik-baik saja di sana. Besok aku akan kembali lagi, tunggu aku," gumamnya.

Dengan air mata uang terus bercucuran, Sheza berlari ke lantai atas mengambil tasnya. Dinda yang baru keluar dari ruangan Rion melihat Sheza dengan penuh tanda tanya.

Sheza pun pergi meninggalkan kantor sebelum jam pulang kerja. Rion yang sedari tadi berada di dalam mobil, mengejar Sheza. Menghadang Sheza yang hendak menghentikan taksi.

"Maafkan aku," ujar Rion yang kini tengah menarik tangan Sheza.

"Lepas," teriak Sheza.

"Aku mohon jangan pergi," pinta Rion dan menarik tubuh Sheza ke dalam pelukannya.

Hati Sheza sangat sakit mendengar permintaan Rion. Dia membiarkan Rion memeluk erat tubuhnya. Dia tidak akan melawan untuk saat ini.

Pelukan Rion pun mengendur, Rion menyeka air mata yang membasahi pipi Sheza. Menatap matanya sangat dalam.

"Anggap saja ini pelukan terakhir untuk kita," ucap Sheza dan berlalu meninggalkan Rion.

Rion benar-benar tidak percaya dengan apa yang diucapkan Sheza. Hatinya sakit dalam sekejap.

"Mas, kamu sedang apa?" Kini, Dinda sudah berada dibelakangnya.

Sebelum membalikkan badannya, Rion menarik nafas dalam dan memasang wajah semanis mungkin agar Dinda tidak curiga.

"Aku antar pulang," ucap Rion yang langsung menuju mobilnya.

Hanya keheningan yang tercipta di dalam mobil. Dinda tahu jika Rion sedang tidak baik-baik saja. Raut kesedihannya nampak sangat jelas.

"Udah Mas pulang aja istirahat. Biar aku yang jaga sendiri di rumah sakit," ucap Dinda sebelum turun dari mobil Rion.

Rion hanya menjawab dengan sebuah anggukan. Dan berlalu meninggalkan rumah sakit. Rion kembali ke kantor, dan berniat untuk tidur di sana. Dia ingin menjelaskan semuanya kepada Sheza esok hari.

Hanya kepiluan yang kini Rion rasakan. Hatinya sangat mencintai Sheza tapi tubuhnya tak bisa menolak semua permintaan Dinda. Apapun yang Dinda minta selalu disetujui. Belum lagi masalah uang yang harus dia dapatkan kurang dari seminggu ini.

"Arrgghh," teriaknya.

Ucapan seseorang dengan wajah seperti mayat hidup terngiang-ngiang di kepalanya.

Jaga dia untukku, dan menikahlah dengannya.

Rion memejamkan matanya sejenak. Jika dia tidak menyetujui permintaan orang itu, mungkin ini semua tidak akan pernah terjadi. Dan dia tidak akan pernah terikat seperti ini. Harusnya sekarang dia sudah bahagia dengan Sheza.

Di tempat lain, Sheza sudah mantap dengan keputusannya. Dia akan mengubur dalam cintanya untuk Rion. Rion dan juga Nando tidak ada bedanya. Hanya ingin mempermainkan hatinya.

"Cukup sampai di sini aku mencintaimu," gumamnya.

Sheza mencoba untuk memejamkan matanya. Dia teringat akan ungkapan cinta Azka. Kebaikan Azka kini berputar-putar di pikirannya. Bibirnya sedikit melengkung. Hanya Azka yang dapat mengerti Sheza dan juga hatinya. Hanya Azka yang memperlakukannya layaknya wanita yang patut dihargai.

"Aku butuh kamu, Ka," lirihnya.

Pagi harinya Rion sudah menunggu Sheza. Dia ingin menjelaskan semuanya supaya Sheza tidak pergi darinya. Rion hanya keluar masuk ruangannya, berharap Sheza sudah datang. Akan tetapi, wanita yang Rion tunggui belum juga datang, angka jam sudah menunjukkan pukul delapan.

Suara ketukan pintu Rion terdengar. Wajah muram Rion berubah seketika. Dia pun langsung membuka pintu.

"Ini Pak ada titipan dari Mbak Sheza," ucap Pak Karyo. Dia pun memberikan map cokelat kepada Bossnya.

"Harusnya itu dikasih ke Pak Arya. Berhubung Pak Arya sedang berada di toko cabang, beliau menyuruh saya untuk memberikan ini ke Bapak." Setelah menjelaskan semuanya Pak Karyo pamit untuk melakukan tugasnya kembali.

Matahari yang baru saja menyinari wajah Rion, kini berganti mendung kembali. Dengan hati was-was Rion membuka map cokelat itu. Dia hanya bisa menghela nafas berat, apa yang dia takutkan terjadi. Map cokelat itu berisi surat pengunduran diri Sheza.

Dengan hati yang kacau, Rion meninggalkan kantornya dan akan menemui Sheza sebelum semuanya terlambat. Dia tidak ingin menyesal untuk kedua kalinya.

Mobilnya berhenti di depan kosan Sheza. Dengan langkah lebar Rion menuju kosan Sheza, namun sang pemilik kosan lah yang muncul dari dalam.

"Bukannya ini kosan Sheza?" tanya Rion.

"Neng Sheza udah tidak ngekos di sini lagi. Dari semalam dia sudah pindah," jawab si pemilik kosan.

Rion semakin bersalah, hatinya sungguh tak tenang. Dia pun tetap melanjutkan mencari Sheza. Berkali-kali ponselnya berdering namun selalu dia abaikan. Kini waktunya dia memperjuangkan cintanya.

Rion berhenti di warung bakso, namun lagi-lagi Sheza tidak ada. Dan sudah satu bulan ini Sheza sudah tidak bekerja sampingan lagi di sana.

Rion mencoba menghubungi Sheza, namun sepertinya nomor Rion di blok oleh Sheza. Hanya kegeraman yang nampak pada wajah tampan Rion.

"Aku harus mencari kamu kemana lagi?" gumam Rion dengan wajah yang frustasi.

Dia mengingat-ingat baju yang dipakai oleh Azka. Kurir dari sebuah restoran cepat saji yang terkenal. Rion pun melajukan mobilnya ke restoran tersebut yang berada tak jauh dari kantornya.

Tanpa basa basi Rion langsung menanyakan Azka kepada para pegawai. Akan tetapi, semua karyawan di sana tidak ada yang mengenal Azka. Rion pun semakin geram. Tujuan terakhirnya adalah rumah Ayanda. Rion berpikir pasti Ayanda tahu di mana Sheza sekarang.

Setelah tiba di apartment Ayanda, Rion dengan tak sabar menekan bel. Dua insan manusia yang sedang bercinta dan menyelami kenikmatan dunia hanya dapat menggerutu kesal. Ayanda yang sudah memakai pakaiannya langsung membukakan pintu.

"Sheza mana?" sergap Rion.

Ayanda hanya mengerutkan dahinya tak mengerti. "Sheza mana?" teriak Rion yang kini mengguncang-guncang tubuh Ayanda.

Dengan kasar Gio mendorong tubuh Rion. "Jangan kasar sama istri gua," geram Gio.

Ayanda langsung berhambur memeluk tubuh suaminya. Ada ketakutan di raut wajah Ayanda. Seperti melihat kemarahan dan kemurkaan Rion tiga belas tahun lalu yang tega mengusirnya.

"Mana Sheza?" teriak Rion lagi dengan suara yang sudah menggema.

Plak!

Tamparan keras dari tangan Ayanda mendarat dengan sempurna di pipi Rion. Ayanda menatap Rion dengan penuh kemarahan.

"Apa harus selalu dengan ditinggalkan membuatmu sadar akan kesalahanmu?" ucap Ayanda penuh dengan emosi.

"Harusnya cukup aku aja yang kamu sakiti dan khianati jangan sampai ada korban lagi," tambahnya.

Rion hanya menunduk dalam mendengar ucapan dari Ayanda.

"Menikahlah dengan masa lalu mu agar kamu tidak menyakiti hati wanita lain. Akan aku serahkan lima toko cabang untukmu dan juga masa lalu mu. Tapi, aku mohon menjauhlah dari hidupku. Jangan pernah menampakkan diri di hadapanku," jelasnya.

Ayanda berlalu meninggalkan Rion yang sedang menunduk dalam. Perkataan Ayanda bak pedang tajam yang menusuk hatinya.

"Perjuangkan cinta lu, jika lu emang serius," ucap Gio seraya menepuk bahu Rion.

Di dalam kontrakan kecil, Sheza tersenyum bahagia seolah tidak ada duka dan luka yang pernah datang kepadanya.

"New life, melupakan semuanya yang telah terjadi. Dan memulai untuk bahagia lagi," gumam Sheza.

***

Hay ...

Aku ucapkan terimakasih banyak kepada kalian yang udah baca karya remahan aku. Komen kalian kemarin ruar biasah ...

Makasih banyak 🙏

Peluk hangat dariku ...

Jangan lupa like, komen dan juga vote ya

Happy reading semua ...

1
sum mia
katanya rumah kosong tapi kok terus penghuninya terbangun .🤭🙏🙏
adning iza
waahhhh meweekkk bget dg kisahy radit
adning iza
knp ftoy ngga muncul ya thoorr apa sudh kehapus kahh
Humay Uum
Kya asanti anang dan krisdayanti nih mah 🤣🤣🤣🙏
adning iza
mewekkk parah sih ini
adning iza
duhh jd ngga sbar mau ke critay echa sma radit tp mau habisin bang duda dlu lahh
adning iza
resky dimas spa ya thoorr kok mendadak lupa
adning iza
dinda kah
adning iza
mewek parah si ini abaikan amanda lahh
adning iza
amanda semakin edan
adning iza
amanda² pikiran lo bner² ngga tulus
adning iza
begitu lbih baik.cha
adning iza
tinggal sma kakek genta aja cha
adning iza
smp skrag aq msih brusha untuk ikhlas spert ayanda dn sllu ingetin anak² sllu doain bpky dmna pun brada smoga baik² sja
adning iza
keren sihh arya
adning iza
jgan bkin mati lahh thoorr
adning iza
dokter adhittama itu yg nanganin echa waktu koma bukn ya thoorr
adning iza
riza sengaja ingin echa membencinya krn ada alasany kah
adning iza
kalo riza smp slingkuh matiin aja thorr
adning iza
waahhhh spa lgi nihhh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!