namaku seira Aurora artis ibu kota dengan imange seksi dan penuh dengan skandal.
ceritaku dimulai saat aku tidak sengaja bertabrakan dengan seorang Gus Hanif dan berciuman dengan dia.
sejak saat itu gus Hanif terus muncul dihadapan ku,mengikutiku.dengan alasan ingin mempertanggungjawabkan kejadian yang tanpa sengaja itu.
bahkan secara terang terangan ia mengatakan ingin menikahi ku, alasannya? membimbingku.
aku tertawa sumbang bagaimana mungkin artis dengan imange buruk sepertiku bisa menikah dengan anak seorang kiay.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aqilaarumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab33
"Tim kami menolak untuk berdamai."
"Kami tidak merasa melanggar apapun disini."
" Anda lupa pada tgl 27 Juli Anda terlambat memposting brand kami diakun media sosial anda."
Bibir seira dan Hana terkatup, atmosfer ruangan terasa membeku.
Seira menatap hana.hana mengeleng berusaha mengingat ngingat kembali.
" Tapi waktu itu seingat saya,pihak f lah yang terlambat mengirim barangnya kepada kami."
" Kami tetap pada rencana awal,kami akan menempuh jalur hukum."
Pak heli berdiri dengan rahang yang tegas,kepala seira terasa berat.
" Sampai jumpa disidang."
" Hana kita harus bagaimana?"
Hana terdiam,satu nama terlintas didalam benaknya.
" Hana! Kenapa kamu malah bengong,kita harus bagaimana sekarang?"
" Mereka seperti ingin menjatuhkan kamu seira, beberapa kali kita mencoba mediasi mereka menolak kita terus, padahal sudah jelas jelas dikotrak kita tidak melanggar kontrak sama sekali."
Distudio 5
Gus Hanif hampir tidak fokus dalam tausyahnya , ingatannya terlempar kebeberapa jam lalu saat tidak sengaja mendengar percakapan seira ,Hana dan seorang laki laki berkemeja putih.
Fikiranya diliputi kekhawatiran pada seira.
" Ternyata dia punya masalah sebesar itu,pantas saja semalam ia terlihat resah,tapi kenapa dia tidak cerita apa apa sama saya."
" Gus kenapa?"
" Saya lagi mikirin istri saya,Dy."
" Lo kenapa lagi dengan istri sampean."
" Dia lagi kena masalah."
" Masalah apa?"
" Nanti saya jelaskan? Saya hanya minta kamu membantu saya Dy."
" Bantu apa Gus.?"
" Tolong Carikan saya pekerjaan tambahan, saya harus ngumpulin uang untuk membantu istri saya."
<<<<<
Seira mengrenyit kan dahi saat ia pulang tapi tidak ada lagi Gus Hanif yang menyambutnya dengan senyuman yang menurut pria itu senyuman termanis yang pernah ada didunia ini.
Ia menyalakan lampu kamarnya yang gelap gulita.
Kosong.
Tidak ada laki laki dengan tingkat kepedean luar biasa tingginya berada dikamar ini.
" Kemana dia?"
Hinngga satu alis seira terangkat..
" Baguslah paling tidak malam ini aku tidak lagi menjawab 1000 pertanyaan dari mulutnya itu.'
Ia melanjutkan langkah kakinya menuju kamar mandi, hingga ia keluar dari kamar mandi.
Masih saja kosong, tidak ada tanda tanda keberadaan Gus Hanif disana.
" Dia kemana sih."ucapnya lagi berusaha menepis perasaan khawatirnya.
" Ah bodoh gue mau tidur,ngak usah mikirin Gus itu seira,Lo pun sekarang ada masalah."
Ia menghempaskan tubuhnya kekasur, berusahaemejamkan Matanya.
Pagi harinya Gus Hanif tidak kunjung pulang.membuat seira sedikit merasa aneh dengan ketidakhadiran laki laki itu.
" Mi,Gus itu kemana sih."?
" Cie yang udah mulai nyariin suaminya."
" Mi,ngak usah ngegoda gitu,seira serius.biar bagaimana pun semua orang tahu kalau dia itu suami aku,kalau dia sampai kenapa Napa gimana? Semuanya pasti nyalahin aku lagi."
" Cie ngak usah khawatir gitu."
" Cihhh siapa sih yang khawatir."
" Hanif tadi malam telpon mama katanya dia ada urusan."
" Urusan apa.?"
" Ya mami Ngak tahu.tanya aja sendiri.dia kan suami kamu.seharusnya kamu harus tanya dong kedia, jangan terlalu dingin lah sama suami kamu.sampai sampai dia itu ngasih kabarnya kemami."
" Andai mami tahu, anakmu ini lagi kena masalah.malah aku terus disuruh mengerti laki laki itu" Gumamnya dalam hati.
" Seir kok diam."
Hmmm
" Makan sarapan kamu cepetan, katanya hari ini kamu ada pemotretan pagi."
" Ia mi."
" kalau makan,mukanya jangan ditekuk gitu pamali."
" hahh ia mi."