Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33
...Thomas mendatangi pemilik kos dan meminta dengan sopan agar Tasya dan Gabriel bersedia pindah tanpa merasa kasihan atau curiga....
...Pemilik kos menganggukkan kepalanya paham dan menyarankan agar kedua bersaudara itu segera pindah ke kos lain dengan alasan bangunan kos miliknya akan segera direnovasi total....
...Sebagai bentuk ganti rugi dan kompensasi atas ketidaknyamanan tersebut, Thomas memberikan sejumlah uang kepada pemilik kos....
...Tak lama setelah itu, seorang ibu-ibu pemilik kontrakan baru yang lebih bersih dan layak yang sudah diatur oleh Thomas yang menghampiri Tasya dan Gabriel....
...Ia menawarkan kamar kos yang nyaman dengan harga sewa yang sangat terjangkau....
...Saat mereka sedang membereskan barang-barang, ponsel Gabriel mendadak berdering....
...Dari seberang telepon, seorang HRD dari perusahaan besar mengabarkan bahwa Gabriel diterima bekerja di sana dengan posisi dan gaji yang sangat memadai....
...Gabriel menggenggam ponselnya erat-erat, matanya berkaca-kaca menahan haru....
...Ia melirik ke arah Tasya yang menatapnya bingung....
..."Pasti, ini semua ulah Tante Ratri, Sya." bisik Gabriel dengan suara bergetar....
...Air mata Gabriel akhirnya menetes dan ia menarik tubuh adiknya dan memeluk Tasya erat-erat....
...Ketulusan dan kebaikan hati wanita yang pernah mereka sakiti begitu dalam sungguh tak terbatas....
..."Sekarang ayo kita menata semuanya," ucap Gabriel sambil mengusap air matanya dan mengurai pelukan....
..."Besok Kakak mulai kerja di tempat baru. Kita buktikan kalau kita bisa berubah."...
...Tasya tersenyum penuh haru, menggenggam erat tangan Gabriel....
..."Semangat ya, Kak! Kita pasti bisa!"...
...Thomas yang memperhatikan interaksi hangat dan kepasrahan kedua bersaudara itu dari dalam mobilnya tak sanggup menahan rasa haru....
...Melihat perubahan sikap Gabriel dan Tasya yang kini begitu santun, pekerja keras, dan saling menguatkan, perlahan air mata Thomas menetes di pipinya....
..."Sebetulnya mereka itu anak-anak yang baik." gumam Thomas pelan sambil mengusap sudut matanya....
...Ia mengingat kembali masa lalu mereka yang kelam....
...Dimana semua keangkuhan dan kesombongan Tasya serta Gabriel dulu bukanlah murni sifat asli mereka, melainkan hasil bentukan dan pengaruh buruk dari orang tua kandung mereka, Indra dan Imelda....
...Didikan yang salah, keistimewaan yang berlebihan, serta niat jahat kedua orang tua mereka dulu telah membutakan hati mereka....
...Kini, setelah terpisah dari pengaruh buruk Indra dan Imelda serta harus merasakan kerasnya roda kehidupan di bawah, benih kebaikan yang pernah ditanamkan oleh Ratri semasa mengasuh mereka akhirnya tumbuh kembali....
...Thomas menghela napas lega, menyalakan mesin mobilnya, lalu bergegas pergi untuk melaporkan kabar bahagia ini kepada Devandra dan Ratri....
...Kemudian Thomas kembali ke rumah Devandra dan Ratri untuk melaporkan perkembangan situasi Tasya dan Gabriel....
...Di ruang keluarga yang tenang, Thomas berdiri di hadapan Devandra dan Ratri yang duduk berdampingan....
..."Semua sesuai dengan rencana, Pak, Bu," lapor Thomas dengan suara yang mantap namun penuh kehangatan....
..."Ibu kos yang lama sudah menyampaikan alasan renovasi, dan saat ini Gabriel dan Tasya sudah pindah ke tempat kos baru yang jauh lebih bersih, aman, dan layak."...
...Ratri mendengarkan dengan saksama, raut cemas di wajahnya perlahan memudar....
..."Lalu bagaimana dengan Gabriel, Thomas?"...
..." Gabriel sudah menerima telepon dari pihak perusahaan teman Pak Devandra, Bu," lanjut Thomas sambil tersenyum tipis....
..."Mulai besok, ia sudah resmi bekerja di sana. Tadi malam, saya sempat memperhatikan mereka dari jauh."...
...Thomas terdiam sejenak, mengenang momen mengharukan di gang sempit itu....
..."Mereka berdua benar-benar sudah berubah, Bu. Gabriel bahkan sempat menangis dan memeluk Tasya saat tahu ia dipanggil bekerja. Dia sadar betul bahwa semua kemudahan ini adalah bentuk kebaikan dari Bu Ratri."...
...Mendengar penuturan Thomas, sudut mata Ratri berkaca-kaca....
...Ia menyandarkan tubuhnya pada Devandra yang mengusap pundaknya lembut....
..."Terima kasih banyak ya, Thomas," ucap Ratri tulus....
..."Aku lega mendengarnya. Biarlah mereka berjuang dengan keringat mereka sendiri sekarang. Itu akan menempa mereka menjadi manusia yang lebih bijaksana."...
..."Terima kasih, Thomas. Pekerjaanmu selalu memuaskan. Sekarang kamu bisa istirahat dulu."...
..."Baik, Pak, Bu. Saya permisi dulu," pamit Thomas seraya membungkuk hormat lalu melangkah keluar....
...Di meja makan, Sandra dan Rizal yang baru selesai makan ikut menyimak percakapan tersebut....
...Sandra menghela napas lega, rasa simpati menyelimuti hatinya....
..."Semoga Kak Gabriel dan Tasya benar-benar bisa menata hidup mereka ya, Ma," tutur Sandra pelan....
..."Aamiin, Sayang. Setiap orang berhak dapat kesempatan kedua kalau mereka benar-benar mau berubah," jawab Ratri dengan senyuman penuh kedamaian, siap menyongsong hari-hari barunya bersama keluarga tercinta dan calon buah hati yang dikandungnya....
...Setelah Thomas pamit pergi, Ratri yang sedang duduk bersantai di sofa tiba-tiba memegang perutnya....
...Anehnya, rasa mual yang biasanya menyiksa saat membayangkan atau mencium aroma makanan mendadak hilang tanpa bekas....
...Mata Ratri berbinar-binar penuh dengan keinginan yang mendadak muncul....
...Ia menoleh ke arah Devandra yang sedang membaca berkas di sampingnya....
..."Mas." panggil Ratri dengan nada manja yang jarang sekali ia tunjukkan....
...Devandra langsung mengalihkan pandangannya dari berkas, menatap sang istri dengan penuh perhatian....
..."Iya, Sayang? Mau apa? Ada yang terasa sakit atau mual lagi?"...
...Ratri menggelengkan kepalanya cepat sambil tersenyum lebar....
..."Nggak mual sama sekali, Mas! Tapi, aku ngidam mendadak nih."...
..."Ngidam apa, Hm? Sebutkan saja, nanti Mas suruh orang buat belikan atau Mas yang cari sendiri."...
...Ratri memiringkan kepalanya, memamerkan cengiran tanpa dosa....
..."Aku ingin es teler, tapi bukan di mangkok atau di gelas."...
..."Ma, ini sudah malam. Dan, Mama ingin minum dimana, Ma?" sahut Rizal yang mendadak muncul dari dapur sambil membawa buah apel. ...
...Sandra juga ikut menengok penasaran dari meja makan....
..."Aku mau es teler yang disajikan di dalam teko," ucap Ratri mantap dengan mata berbinar-binar....
..."Teko plastik yang besar itu lho, Mas! Biar puas minumnya pakaikan sedotan panjang!"...
...Devandra tertegun sejenak. Matanya berkedip dua kali membayangkan es teler yang lengkap dengan alpukat, nangka, kelapa muda, es batu, dan kuah santan manis, lali diaduk di dalam sebuah teko....
..."Di dalam teko, Sayang?" tanya Devandra memastikan, menahan tawa yang hampir pecah....
..."Iya, Mas! Harus di teko! Kalau di mangkok aku nggak mau," rengek Ratri sambil melipat kedua tangannya di dada, berpura-pura cemberut....
...Rizal dan Sandra yang mendengar itu langsung meledak tertawa....
..."Aduh Mama! Ngidamnya ajaib banget! Malam-malam ingin minum Es teler di teko?" gelak Rizal sambil memegangi perutnya....
..."Biar kekinian ya, Ma? Es teler jumbo ala teko rumah!" timpal Sandra ikut tertawa....
...Devandra menggeleng-gelengkan kepala penuh rasa gemas....
...Ia bangkit dari sofa, mengecup dahi istrinya dengan penuh kasih sayang....
..."Siap, Kanjeng Ratu. Apapun demi bumil dan si bayi. Rizal, Sandra, ayo bantu Papa bikin atau cari teko bersih di dapur!" seru Devandra sigap, disambut sorak-sorai gembira kedua anaknya yang siap mengeksekusi permintaan ngidam ajaib sang mama....
...Devandra, Rizal, dan Sandra langsung menyebarkan diri ke dapur untuk mencari teko yang sesuai dengan kriteria Ratri....
...Setelah menggeledah lemari penyimpanan, Sandra menemukan sebuah teko plastik transparan berukuran besar yang biasa digunakan untuk menyajikan es teh saat acara keluarga....
..."Nah, ini dia tekonya! Masih bersih dan bening!" seru Sandra gembira sambil memamerkan teko tersebut....
..."Sip! Sekarang tinggal isiannya," sahut Rizal sigap....
..."Biar makin cepat, aku meluncur ke pasar senggol membeli dua porsi es teler, nanti kita tuang dan racik ulang di dalam teko ini!"...
..."Boleh, Zal! Beli yang komplit ya, alpukat sama nangkanya minta diperbanyak," pesan Devandra seraya memberikan uang kepada Rizal....
Riza melajukan motornya menuju ke pasar senggol.
...Tak sampai dua puluh menit, Rizal kembali membawa dua kantong besar es teler segar....
...Dengan kompak, Devandra, Rizal, dan Sandra bekerja sama meracik isi es teler tersebut ke dalam teko transparan....
...Mereka menambahkan ekstra susu kental manis dan es batu sesuai permintaan Ratri, lalu menancapkan dua buah sedotan ulir yang sangat panjang....
...Devandra membawa teko berisi es teler itu ke ruang keluarga seperti membawa sebuah piala kemenangan....
...Ratri yang sedang bersandar di sofa seketika membelalak gembira, matanya berbinar-binar....
..."Wah! Beneran di dalam teko!" pekik Ratri girang bagaikan anak kecil yang baru mendapat hadiah....
..."Ini dia, Es Teler Spesial ala Teko Raksasa untuk Bumil tercinta," ucap Devandra sambil meletakkan teko tersebut dengan hati-hati di meja depan Ratri....
...Ratri langsung menyeruput kuah es teler yang manis dan gurih itu menggunakan sedotan panjang....
...Wajahnya memancarkan kepuasan luar biasa saat menikmatinya....
..."Emmm, segar banget! Mas, coba deh, enak banget!"...
...Devandra, Rizal, dan Sandra tertawa bersama melihat kepuasan di wajah Ratri....
...Suasana rumah baru malam itu terisi oleh kehangatan, gelak tawa, dan kebahagiaan keluarga kecil yang tengah menyambut anggota baru mereka....
keluarga baru ratri juga udh bahagia ,,
semoga si indra ma Imelda gx perlu deh kluar dr penjara ,, ganggu aj nnti dy bisa nya ,,
org yg km sakiti ,,
msh peduli Dan cemas dg kondisi kalian ,,
alhamdullah tasya Dan Gabriel juga udh punya pekerjaan masing2 ,,
bahagia selalu kalian semua
semoga jalan kalian di permudah ,,
krn semua org pernah berbuat salah ,,
hingga mereka berdua pun pantas mendapat kesempatan kedua buat berubah ,,
semoga setelah ini cuma kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
udh deg2an ,,
baru juga masalah satuu beres ,, dtg masalah lain ,,
semoga ratri cepat di temukan Selamat sampai lgi di Jakarta ,, ,,