Indonesia
NovelToon NovelToon
The Thirteen Fault

The Thirteen Fault

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:454
Nilai: 5
Nama Author: whimsy quinn

Jackly Ellesmere Zloty- dia adalah pamanku yang galak dan posesif. Tapi, dia selalu menuruti permintaanku. asal tidak bersangkutan dengan satu orang yang begitu di bencinya. yaitu.. Papa.
~BillbyImona

Tidak hanya kami.. semua orang pasti bertanya-tanya siapa sebenarnya Billby itu?
~tigabujangprancis
#family drama with romcom

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon whimsy quinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Secrets In The Kitchen

"Siapa emang? Jangan bikin aku penasaran deh!" desak Angel lagi, semakin tidak sabar.

"Ceylon," ucap Bolivia singkat dengan senyuman penuh arti.

Mendengar satu nama itu disebut, raut wajah Angel yang tadinya tegang seketika sirna. Matanya langsung berbinar-binar cerah, memancarkan binar persetujuan yang mutlak.

Respon Angel ini ternyata sama persis seperti respon Austen sebelumnya. Tadi, setelah Billby berlari ke lantai atas untuk mandi, Bolivia dan Austen memang sempat melanjutkan obrolan serius mereka mengenai perjodohan Jack.

Awalnya, Austen sangat kurang setuju dan takut Jack akan mengamuk. Namun, begitu Bolivia membisikkan nama Ceylon, Austen langsung memberikan lampu hijau tanpa ragu sedikit pun.

"Serius?!" pekik Angel kegirangan, memegang pundak Bolivia.

"Iya, serius!" Bolivia mengangguk mantap. "Makanya aku rasa kalau Jack belum tahu sekarang pun enggak apa-apa. Lagian dia belakangan ini lagi super sibuk karena ada masalah besar di sekolahnya. Jadi, aku berniat mau ngurus semua persiapannya sendiri dulu di balik layar."

Angel manggut manggut paham, namun sedetik kemudian ia teringat sesuatu. "Kalau dari pihak ceweknya gimana? Ceylon-nya sendiri sudah tahu belum?"

"Entah ya... tergantung Pisca sudah ngasih tahu dia apa belum," jawab Bolivia sembari mengangkat mangkuk coklat lelehnya, lalu mencampurkannya dengan adonan telur dan gula yang sudah disiapkan Angel.

"Beberapa hari lalu aku teleponan sama Pisca. Iseng-iseng aku bilang kalau lagi nyari calon istri buat Jack. Terus aku coba tanya, gimana kalau calonnya itu Ceylon. Eh, si Pisca malah langsung setuju banget! Gitu ceritanya."

"Oh... gitu ya... tapi kan mereka sekarang ini lagi di luar negeri, Lip. Bagaimana mau ketemuan?" tanya Angel mengingatkan fakta bahwa keluarga Pisca sudah cukup lama menetap di luar.

Bolivia tersenyum lebar, seolah semua rencana ini memang sudah diatur oleh semesta. "Nah, itu dia! Kebetulan banget, mereka katanya mau balik dan menetap lagi di Indonesia sekitar lima mingguan lagi."

Angel langsung mengguncang pundak Bolivia dengan heboh, ikut merasakan kebahagiaan yang membuncah. "Wah... kalau itu sih namanya memang kekuatan jodoh! Enggak bakal lari ke mana!" seru Angel bersemangat, membayangkan betapa serasinya Jack dan Ceylon jika bersanding nanti.

Di tengah tawa serealistis itu, kedua wanita itu kembali melanjutkan aktivitas baking mereka yang sempat tertunda, kini ditemani dengan bayangan pesta pernikahan megah yang sudah mulai tersusun rapi di kepala Bolivia.

•••

Billby kembali memfokuskan dirinya pada layar laptop. Gadis kecil itu melanjutkan sesi schooling-nya di kamar bernuansa merah muda tersebut dengan tenang. Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama ketika terdengar suara ketukan pelan di pintu kamarnya.

Tok..tok..

"Eneng Billby, dipanggil ke bawah sama Nenek. Sudah waktunya makan siang," ucap si Bibi dari balik pintu.

"Iya, Bi! Billby turun!" seru Billby penuh semangat.

Mendengar kata makan, Billby langsung menutup laptopnya asal.

Alih-alih berjalan dengan anggun layaknya anak perempuan pada umumnya, Billby langsung membuka pintu dan lari tunggang langgang menuruni anak tangga

Sepertinya berjalan santai memang tidak ada dalam kamus hidupnya; ia selalu saja berlari ke mana-mana dengan lincah.

Begitu sampai di area dapur, Billby mengerem langkahnya dan langsung berseru ceria. "Hai! Billby datang!" ucapnya seraya melempar senyum manis dan melambaikan tangan mungilnya ke udara.

Namun, sedetik kemudian gerakan tangannya terhenti. Matanya membulat lucu saat menangkap sosok wanita paruh baya lain yang sedang berdiri di dekat wastafel. "Eh... ada Nenek Anan?" pekik Billby kaget sekaligus senang.

Angel—yang biasa dipanggil Nenek Anan oleh Billby—terkekeh geli melihat kedatangan cucunya yang selalu heboh.

Usai mencuci tangannya hingga bersih, Angel dengan penuh kasih sayang menarik salah satu kursi makan agar Billby bisa duduk.

Sementara itu, Bolivia—alias Nenek Bobo—sedang sibuk menata beberapa mangkuk lauk pauk di atas meja marmer

Billby menopang dagunya dengan kedua tangan, matanya berkedip-kedip menatap barisan makanan yang menggugah selera. "Ini yang masak Nenek Bobo sama Nenek Anan?" tanyanya penasaran.

"Iya, sayang. Kami berdua yang masak," jawab Bolivia lembut sembari tersenyum.

"Berarti Nenek Anan sudah lama di sini?" selidik Billby lagi.

Angel ikut mendudukkan diri di samping cucunya itu. "Tadi habis Kakek Auau pergi ke kampus, Nenek Bobo langsung nyuruh Nenek kesini. Katanya sekalian mau ngegosip," tutur Angel blak-blakan.

Kakek Auau—panggilan Billby untuk Austen—memang seorang dosen di Universitas Paradise. Meskipun belum lama ini Austen sudah dinyatakan pensiun secara resmi, namun pria itu tidak benar-benar lepas dari dunia akademis.

Pada hari-hari tertentu, Austen masih sering datang ke kampus untuk mengecek dan memberikan ACC pada skripsi mahasiswa bimbingannya, atau sekadar ikut serta dalam rapat-rapat penting universitas.

Mendengar kata 'ngegosip', jiwa penasaran Billby langsung meronta. Ia mencondongkan tubuhnya ke arah Angel dengan mata berbinar. "Terus tadi Nenek ngegosip apa?"

Angel seketika tertawa renyah melihat ekspresi kepo cucunya, sementara Bolivia hanya menggeleng-gelengkan kepala.

"Rahasia ya?" tebak Billby dengan wajah sedikit cemberut saat melihat kedua neneknya malah saling melempar senyum penuh arti.

Bolivia meletakkan beberapa piring berisi nasi hangat, buah-buahan segar, serta segelas minuman di depan Billby.

"Enggak rahasia, kok. Nanti juga Billby bakal tahu sendiri," sahut Bolivia menenangkan.

Billby mulai menyendok nasinya, namun tiba-tiba gerakannya terhenti lagi. Hidung mungilnya kembang kempis, mengendus udara di sekitar dapur dengan saksama. Wajahnya berubah menjadi sangat bingung. "Kok... Billby ada nyium bau-bau brownies ya?"

Mendengar ucapan polos cucu mereka yang memiliki penciuman setajam detektif itu, Angel dan Bolivia spontan tertawa bersamaan.

"Kenapa kalian ketawa? Beneran ada ya? Kok Billby gak dikasih?" berondong Billby berturut-turut, merasa dicurangi karena aroma fudgy brownies yang manis itu benar-benar pekat di indra penciumannya. Tapi, mengapa di depan nya tidak ada sepotong brownies pun.

"Dikasih, sayang... pasti dikasih. Tapi makan nasi sama lauknya dulu sampai habis, brownies-nya buat akhiran sebagai pencuci mulut," ujar Bolivia lembut sembari mengusap rambut cucunya.

Mendengar janji manis itu, Billby akhirnya menurut. Mereka bertiga pun mulai menikmati makan siang bersama dengan tenang dan diselingi obrolan ringan. Namun, di tengah-tengah suapannya, sebuah pertanyaan tiba-tiba terlintas di kepala Billby.

"Oh ya Nek, kenapa Kakek Roro belum pulang? Kakek masih di Inggris?" tanya Billby menatap Angel.

Billby mengingat betul, saat pergi ke Inggris beberapa waktu lalu, Nenek Anan tidak pergi sendirian melainkan ditemani oleh suaminya, Kakek Roro (Roey).

Namun, anehnya saat pulang ke Indonesia, Angel justru kembali sebatang kara tanpa sang suami. Bahkan sampai detik ini, kakeknya itu belum juga menampakkan batang hidungnya di rumah depan.

Angel menghela napas panjang, mengingat kejadian di bandara luar negeri tempo hari yang sukses membuatnya geleng-geleng kepala. "Itu semua gara-gara Om Rerex. Dia ngamuk waktu kami berdua mau pulang ke Indonesia. Padahal Nenek sama Kakek sudah jalan diam-diam biar gak ketahuan, eh... tiba-tiba dia malah muncul di depan pintu masuk bandara."

1
chill
tinggalin jejak dong 😍
chill
jangan lupa di like ya..🙏
chill
komentar ya say.. buat motivasi penulis baru💪🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!