"Kau terlalu banyak menyimpan kebohongan sehingga kejujuran mu di pandang semu sekarang."
Kepergian Reno bukan lah sesuatu yang salah, aku yang salah disini aku paham arti perginya. "Jangan pergi! jangan tinggalkan rumah."
Dia amat marah setelah berita itu sampai ke telinga nya...
yukk buruan cari sepenggal kalimat ini dibalik cerita aku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMI ADRIELLA20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Quality time
Berminggu-minggu lamanya Kak Reno menimbulkan kabarnya kepadaku ,meminta alamat rumah entah apa tujuannya aku juga Tidak diberitahu .setelah pesan alamat rumah terkirim ,dia mengatakan akan datang menemui aku untuk makan malam .
Tidak ada hal yang spesial di hati untuk pertemuan makan malam formalitas seperti ini , seperti lalu-lalu ini selalu bertemu di tempat titik temu. Satu tas isi belanja penuh dengan coklat diberikan kepadaku setibanya bokongku menyentuh kursi ,obrolan manis bercampur personal melarutkan waktu berjam-jam .sampai akhirnya genggam tangan mengubah sisi hidupku , karena melingkarkan cincin kecil sebagai pengikat dan meminta sebagian waktu hidupku . keringat muncul deras, jantung berdetak tak berkaruan.
"Apakah waktu mengenalnya sudah cukup ?" dengan jemari saling merangkul penuh tatapan terpesona ." Jadilah teman hidup ku sampai nafas ini habis,"
aku mengangguk pelan berteman senyum manis di ujung bibir, kecupan manis di jemari memang bukan serial cinta- cinta pada umumnya . "Ini bukan suatu hal yang mengikatmu ,tapi bagiku Ini adalah sebuah tanda bahwa aku telah menandai mu sebagai perjuangan ku selanjutnya, menunggu sampai kau mau untuk ku persunting."
"Kalaupun kau memilih untuk tidak menjadi milikku ,tak ada penyesalan untukmu dan tak ada keberatan untukku .soal pertanyaanmu ,Apakah waktu pengenalan sudah usai ?belum .tapi aku tidak mau Kehilangan momen ini ,kita sama-sama saling mengenal dan memahami ."
Momen kami diabadikan oleh kak Reno sendiri,dia mengubah seluruh sampul media sosialnya menggunakan foto jemari tanganku sudah berisi dengan cincinnya .ragam komentar diberikan di media sosial dan itu adalah hari pertama di mana ,aku dan kak Reno saling mengikuti dan berteman di media sosial ,tak ada tag khusus hanya kami dan kesadaran menerima hubungan ini, aku mengikuti postingan Kak Reno bukan hanya sekedar mengikuti namun juga dengan kesadaran menerima hubungan ini sebagai bagian hidupku .
Perlahan obrolan kami sudah mulai tentang perasaan resah dan marah ,akhirnya satu sifat buruk ku diterima baik oleh kak Reno yaitu kalau aku marah memilih untuk pergi dan diam ,Begitu juga dengan Kak Reno. Cara kami marah sangat buruk bukan ?
Kami membentuk satu kesepakatan ,,,di mana kalau misalnya nanti salah satu di antara kami ada yang marah haruslah dibujuk supaya tidak terjadi perpisahan .untuk pertama kalinya Aku melihat senyum yang berbeda dari wajah kak Reno.
perpisahan oleh waktu diakhiri dengan senyumanmu yang amat manis ,kak Reno memberikan usapan lembut di kepalaku seperti yang ingin mengajak-ngajak rambut tapi bukan itu tujuannya ,"Hati-hati ya kapan-kapan nanti aku yang jemput dan antar" mungkin itu bentuk salah satu rasanya menyayangiku.
Iya ter-tunggu menatapku pergi jarak kejauhan ,ku pandangi coklat yang dibawakan tadi dan kini ada cincin emas melingkar di tanganku .mengingatkan tujuanku untuk mendapatkan dia telah divalidasi.
'Aku sudah sampai ya ' mengirim pesan untuk dia .kabarku disambut oleh gambar Iya masih lanjut nongkrong dengan beberapa teman-temannya ."istirahat ya," tak ada panggilan romantis kah ? tiba-tiba hati kecilku berbisik, Apa karena paksaan kakaknya makanya Kak Reno memastikan hubungan ini ? Kalau dipikir-pikir masuk akal juga Bagaimana bisa kami menjalin hubungan dengan secepat dan semudah ini.
Pertemuan di kantor membuat resah Rencananya aku akan lakukan observasi atas produk kami di desa terpencil Bandung ,dan berakhir di wilayah Sumatera .untuk masing-masing daerah mau makan waktu 1 bulan lamanya.
Kan itu kayak sosialisasi juga sampai pemasangan perangkat dan juga ikut mengawasi kinerja pemasangan ,kalau-kalau kinerjaku bagus bisa ada benefit tambahan untukku .namun itu tantangannya aku tidak dapat selalu aktif dengan handphone ,aku sampaikan kepada Kak Reno saat itu juga ,dia malah mengirimkan sebuah bukti bahwasanya saat ini jabatannya mengalami kenaikan betapa beruntungnya kami mengalami cinta disaat financial terjaga Namun waktu yang tidak mungkin untuk kami terus bersama.
Malam hariku kini berbeda ,aku sudah menemukan seseorang yang dapat diajak bicara soal hari-hariku .tempat tidur menjadi Saksi bisu obrolan kami .
"Makanya itu aku bingung, aku terima nggak ya tawaran itu ? Tapi masuk ke pedalaman dan kerja di lapangan."
"Emangnya kenapa ?"
"Takut aja nanti hitam gosong kayak kamu,"
"eh Nona ,biar sa kulit hitam begini tapi dompet merah semua isinya, kam sudah makan kah ?Aku sedang memasak .mantap !"
Random banget ini anak ,jam 22.32 masih makannn . "Astaga!!! porsi makan Tolong dijaga." Kata aku sambil tertawa.
Yahh malah tambah lauk dan nasi dia, memang ...
"Tau nggak sih ,masak belum juga pelantikan masih kabar-kabar gitu sudah di todong untuk bandar-in teman gimana menurutmu ? "
"Kalau misalnya ada buat minum kopi doang enggak apa-apa ,misalnya waktu atau dananya nggak memungkinkan nggak usah buat aja penolakan yang lembut gitu."
"Ia juga ya,"
"Jangan tidur dulu Hehh! Baru makan juga," sekarang nggak bisa bebas hidupmu banyak aturan kalau sama aku, "kau gak merasa tertekan?"
"untuk?"
"Kebebasan mu? Kayaknya dari kemarin aku banyak banget larang-larang kamu,"
"Jujur sih nggak ya ,malah mikirnya sekarang udah ada yang perhatian dan kasih masukan .kalau soal tertekan ataupun dikekang Make sense lah namanya juga membangun suatu hubungan nggak mungkin sesuka hati bersikap kan ? Jadi kamu juga nanti begitu cuman belum Aku larang aja ."
Saling mengobrol dan mengobrol sampai salah satu diantara kami tertidur ,akhirnya om- om 32 tertidur lelap perasaan tenang.
Jam menunjukkan pukul 05.00 pagi aku sudah mulai berkemas menyiapkan segala hal yang perlu ,sementara ia masih tertidur pulas .lucu ....
Panggilan masih terus berjalan. Begini toh namanya handphone panas oleh panggilan telepon, baru ngerasain.
'Kamu kerja?'Kamu aku sekarang ya. Entah apa maksudnya ngechat pakai handphone satu lagi,
"Handphone kamu dua?" Ia terkejut, berulang kali menoleh mungkin lupa melakukan panggilan di handphone satu nya lagi. Ia tertawa layaknya tawanan tertangkap basah, "Ehh,belum mati?" Astaga enggak tau mau marah apa sama dia.
"Iya, ini pribadi, yang aku pake telepon nomor buat kampus sama pekerjaan."
" Bukan buat selingkuh?"
"Kadang, atau mungkin nanti." Nyebelin banget sihh, kan jadi hilang senyum sumringah pagiku. "Kan masih nanti."
"Goblok sih kalau itu, kamu dah tau bisa di percaya malah mendua. Enggak ada hebat nya kalau sampai anda ngelakuin itu!"
"ampun doro." Ahhhh jelek banget komunikasi sama kamu, ngeselin...sebel banget sumpah, enggak ada manis-manis nya obrolan sedari tadi.
"Eh mau ikan lagi enggak? Aku kirim nanti sore ya."
"Ikan sebanyak itu kamu beli?"
"Enggak,ada bapak nelayan baik banget kasih ke aku kalau tangkapan nya lumayan... ibarat kata besti gue lah." Kalau kalian pembaca setia ku pasti kalian sadari kalau ini ada sudah menggunakan setidaknya 5 logat daerah untuk menanggapi setiap ucapan ku.
"weekend mungkin hari terakhir kita ketemu ya ?mau motoran bareng-bareng ?"
Aku mengangguk, kak Reno tersenyum.