Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 — Dibawah Semut Debu

Ha-ha-ha!

Tawa Yang Hu menggema memenuhi seluruh area. Tatapannya yang semula santai kini berubah menjadi serius.

"Jian Wushuang! Aku benar-benar tidak percaya kau sampai menggunakan Teknik Terlarang!"

Jian Wushuang terdiam sesaat, sebelum akhirnya berkata dengan suara keras.

"Yang Hu, bagaimana kalau kau diam saja dan terima kematianmu!"

Jian Wushuang melesat seperti anak panah, diikuti Liu'er yang bergerak tepat di belakangnya.

Keduanya membentuk segel dengan cepat.

Liu'er menatap tajam ke arah Yang Hu. Di belakang tubuhnya, sebuah pedang spiritual berukuran besar perlahan muncul, memancarkan tekanan yang mengerikan.

"Bunuh!"

WUSSSHHH!!!

Pedang spiritual itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju Yang Hu.

Di sisi lain...

Li Tianxuan menarik napas dalam-dalam.

Pertempuran kali ini bukan lagi sekadar tentang bertahan hidup. Dia harus mengalahkan seluruh murid yang berada di hadapannya, sementara energi spiritual di dalam tubuhnya mulai menipis.

Li Tianxuan berpikir sejenak, mencari cara untuk membalikkan keadaan.

Hingga akhirnya, pikirannya tertuju pada Giok Serpihan Jiwa Dewa.

Dia mengeluarkan giok tersebut dan memperlihatkannya di hadapan seluruh murid yang sejak awal mengincar harta miliknya.

Dalam sekejap, semua murid terpana.

Keindahan Giok Serpihan Jiwa Dewa membuat pandangan mereka terpaku.

"Serang! Rebut Giok itu!"

"Semuanya! Bunuh bocah itu!"

Melihat para murid mulai bergerak ke arahnya, Li Tianxuan yang berada dalam kondisi terdesak justru menutup kedua matanya.

Seketika...

Waktu seakan berhenti.

Segala sesuatu di sekelilingnya membeku. Tidak ada satu pun yang bergerak.

Giok Serpihan Jiwa Dewa mulai memancarkan cahaya yang semakin terang.

Seberkas cahaya emas keluar dari dalam giok tersebut, lalu melesat menuju dahi Li Tianxuan dan masuk ke dalam tubuhnya.

Lautan Jiwa.

Kesadaran Li Tianxuan berpindah ke dalam Lautan Jiwa.

Ketika kedua matanya terbuka, sebuah lautan luas terbentang di hadapannya hingga sejauh mata memandang.

Namun...

Tepat di ujung sana, terdapat setetes cahaya emas yang bersinar terang.

"Apakah itu...?"

Sebelum Li Tianxuan sempat menyelesaikan ucapannya, tetesan cahaya emas itu tiba-tiba melesat dengan kecepatan luar biasa menuju dirinya.

SWUSSHHH!!!

Cahaya emas tersebut menghantam dadanya dengan keras.

"Ughhh..."

Kesadaran Li Tianxuan langsung terhempas dan jatuh ke dalam lautan.

"Apa yang terjadi?"

Tubuh kesadarannya terus tenggelam hingga akhirnya benar-benar menyentuh dasar Lautan Jiwa.

"Di mana ini?"

Li Tianxuan perlahan berbalik.

Saat itulah, pupil matanya mengecil.

Di hadapannya berdiri sebuah singgasana yang begitu besar.

Di atasnya, seorang pria gagah duduk dengan satu tangannya menopang tubuhnya.

Di belakang sosok tersebut, dua panji besar berkibar perlahan.

Sementara di atas kedua panji itu, terdapat lingkaran Rune raksasa yang dipenuhi tulisan-tulisan kuno.

Melihat sosok tersebut, hati Li Tianxuan bergetar hebat.

Tangannya mengepal erat.

Begitu erat hingga kukunya menembus telapak tangannya sendiri.

Sosok yang telah merenggut seluruh miliknya...

Sosok yang telah menghancurkan Kota Tai...

Sosok yang telah menghancurkan seluruh keluarganya...

Kini berada tepat di hadapannya.

"KAU!!!"

"DEWA TERKUTUK!"

Li Tianxuan menunjuk sosok tersebut dengan amarah yang membara.

Dendam yang telah terkubur selama bertahun-tahun seketika meledak begitu melihat sosok di hadapannya.

"MATILAH!"

SWUSSHHH!!!

Li Tianxuan melompat menerjang sosok tersebut.

Sebuah pedang panjang muncul di tangannya, memancarkan cahaya yang berkilauan.

Pedang itu bergerak lurus menuju dada sang Dewa.

Namun, tepat ketika ujung pedangnya hampir menyentuh tubuh sosok tersebut...

Dewa itu perlahan menutup matanya.

Dalam sekejap...

Waktu seakan berhenti sepenuhnya.

Tubuh Li Tianxuan membeku di udara.

"Apa yang terjadi?"

"Kenapa aku tidak bisa bergerak?"

Sosok Dewa itu perlahan membuka matanya.

Tatapannya jatuh kepada Li Tianxuan.

Tatapan itu begitu dalam dan dingin, seolah-olah sedang memandang seekor semut yang tidak berarti.

"Bocah..."

Suaranya terdengar tenang.

"Sepertinya kau masih belum memahami perbedaan kekuatan kita."

Dewa itu terdiam sesaat.

"Kalau begitu, akan kutunjukkan kepadamu seperti apa perbedaan kekuatan kita sebenarnya."

Klik!

Dewa itu menjentikkan jarinya.

Dalam sekejap...

Kesadaran Li Tianxuan tersentak.

Dunia di sekelilingnya seolah pecah.

Kesadarannya seperti menembus ruang dan waktu, melintasi bintang-bintang dan planet-planet yang tak terhitung jumlahnya.

Bahkan...

Kesadarannya terus bergerak keluar dari tatanan semesta yang seolah tidak memiliki ujung.

Hingga akhirnya...

Dia mencapai sebuah tempat yang bahkan tidak lagi memiliki semesta.

Sebuah kehampaan yang begitu luas terbentang tanpa batas.

Li Tianxuan terdiam.

Di tengah kehampaan tersebut, sosok Dewa Terkutuk berdiri dengan tenang.

Di tangannya...

Dia menggenggam sebuah bola spiral kecil.

Di dalam bola itu terdapat seluruh tatanan semesta.

Seluruh bintang.

Seluruh planet.

Seluruh kehidupan.

Semuanya hanya berada di dalam genggaman tangannya.

Li Tianxuan membeku.

Untuk pertama kalinya, dia benar-benar memahami betapa jauhnya perbedaan kekuatan di antara mereka.

Dirinya...

Bukanlah apa-apa.

Bahkan bukan seekor semut.

Lebih tepatnya...

Dia hanyalah setitik debu yang dapat lenyap kapan saja hanya dengan satu hembusan angin.

Tatapan Dewa Terkutuk kembali tertuju kepadanya.

"Apakah kau mengerti sekarang..."

Suaranya menggema di dalam kehampaan.

"Seberapa jauh perbedaan kekuatan kita?"

1
Ilham Yono
👻👻👻👻⚔️
Nandan Waluya
Mampir mampir 🔥
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!