Vony gadis lugu dari pedesaan, muda dan cantik. ia di jual oleh bibinya dan menikah dengan pria duda bernama Hades Prawira yang menderita impoten.
Setelah menikah Vony justru iba dan berjanji akan membantu Hades untuk sembuh. di tengah pernikahan Vony tahu jika yang membuat Hades impoten adalah mantan istrinya sendiri Kasandra. Wanita itu sengaja menyuntikan obat khusus berdosis tinggi pada Hades hingga menyebabkan ia menderita impoten.
Mampukan Vony mengembalikan keperkasaan Hades serta meluluhkan hati pria yang sedingin salju itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Pertunjukan
Kasandra menelpon dokter Arman yang berada di Jerman. ia mengatakan jika Hades sedang mencari dirinya.
"Aku akan mengirimkan sejumlah uang dan kau jangan pernah kembali kemari! Hades mencari mu. semua bisa runyam kalau dia tahu yang sebenarnya!" kata Kasandra di telepon.
"Baiklah, tapi sampai kapan aku harus di negeri orang? aku ingin pulang aku rindu negaraku!" kata dokter Arman.
"Pulanglah jika kau ingin meringkuk di penjara!"
Kasandra masih ingat, waktu itu ia membebaskan Arman dari penjara karena kasus penjualan obat ilegal. Kasandra meminta Arman untuk memberikan obat yang bisa membuat Hades memiliki kelainan yaitu Impoten.
Dokter Arman bersedia, sebagai balas budi ia membantu rencana Kasandra dan Victor. ia berikan obat yang di minta Kasandra.
Malam itu Hades dan Kasandra masih berstatus suami istri, dengan kejam Kasandra memberikan obat itu kedalam minuman Hades lalu ia memberikannya. setelah meminumnya Hades seperti tidak bertenaga, lemas dan tidak bisa bangun dari tempat tidurnya. setelah itu ia di diagnosa menderita Impoten.
"Ingat Kasandra, obat itu punya masa kadaluarsa di dalam tubuh manusia. jika imunnya kuat dan pola hidupnya sehat, efek dari obat itu akan hilang dan orang itu akan kembali normal" kata dokter Arman.
"Apa?! kenapa kau baru mengatakan sekarang?!"
Kasandra meradang, ia cemas jika dugaannya benar kalau Hades sudah sembuh dari kelainan itu.
"Bagaimana ini?!"
Kasandra panik dan menutup telepon.
Victor yang baru pulang dari kantor langsung menghampiri Kasandra yang berdiri gelisah di ruang tengah.
"Ada apa? kenapa kau gelisah begitu?" tanya Victor.
"Sayang, aku baru menelpon dokter Arman. dia bilang obat yang dulu ia berikan untuk Hades ada masa kadaluarsa di dalam tubuh manusia. apa dugaan ku benar kalau Hades sudah sembuh? dia pasti sedang mencari tahu kenapa dia dulu bisa sakit!"
"Mencari tahu apa? kalau memang Hades sembuh yasudah, biarkan saja. dia tidak akan menemukan bukti apapun selama Arman masih tutup mulut!"
"Bagaimana jika Arman buka mulut?" tanya Kasandra.
"Sebelum dia melakukannya maka lenyapkan dia" kata Victor dengan suara tenang.
Kasandra terdiam, tidak ada jalan lain. daripada harus masuk penjara lebih baik melenyapkan saksi satu-satunya.
"Aku setuju" jawab Kasandra sembari memeluk Victor.
***
Hades mengganti stelan jasnya dengan kemeja hitam. penampilannya terlihat lebih santai, ia memutuskan untuk pergi ke pertunjukan Vony di kampus. Hades meminta Aldo untuk mengundur pertemuan dengan para kolega jadi besok malam. Hades tidak memberi tahu Vony jika dirinya akan datang ke pertunjukan.
"Ini bunga yang anda pesan tuan" Aldo membawakan buket bunga untuk di berikan kepada Vony.
"Apa dia akan senang jika aku memberi bunga ini?" tanya Hades ragu.
"Tentu saja tuan"
"Gadis itu tidak pernah meminta apapun padaku, perhiasan, barang-barang mahal ia tidak pernah menyebutnya di hadapanku. apa dia benar-benar sepolos itu?"
"Saya rasa begitu, bahkan kalung berlian senilai sepuluh miliar yang anda berikan, nona Vony menolak untuk menyimpannya dan menyerahkan kembali pada saya. sudah saya kembalikan ke brangkas di ruang kerja anda"
Hades terdiam menatap buket bunga di hadapannya. terlalu sederhana, apakah Vony akan senang menerimanya. ia ragu,
"Booking meja VVIP di restoran Marion, aku akan dinner dengannya setelah pementasan selesai"
"Baik tuan"
Hades pergi ke pementasan, semua tamu duduk di kursi masing-masing sesuai nomor yang tertera di undangan.
Hades duduk dengan tenang menyaksikan pementasan di mulai. begitu Vony keluar dan tampil di atas panggung, ia terlihat sangat memukau dengan kostum gaya Victoria yang di kenakan olenya. ia beradu akting dengan seorang pria muda, tampan dan terlihat bak pangeran. Dada Hades terasa bergemuruh menyaksikan pertunjukan itu.
Siapa pemuda itu? sepertinya dia menghayati sekali memegang tangan Vony!
Hades mulai terlihat gelisah di tambah Vony dan lawan mainnya semakin mesra menjiwai cerita yang mereka mainkan.
Awas jika ada adegan ciuman!
Hades berperang dengan pikirannya sendiri, bukannya menikmati pementasan ia justru gelisah tak karuan.
Untunglah di adegan akhir tidak ada ciuman antar tokoh utama. mereka hanya berdansa di iringi musik klasik yang menyentuh dan membuat babak akhir terlihat romantis.
Tepuk tangan bergemuruh dari bangku penonton. Hades tersenyum sembari bertepuk tangan. ia memandang Vony dari tempat nya duduk.
Rupanya Vony baru menyadari jika Hades datang memenuhi undangannya. Vony langsung turun dari panggung berjalan menghampiri Hades.
"Kau datang? Bagaimana menurut mu pertunjukan nya?" tanya Vony dengan mata berbinar.
"Lumayan" jawab Hades singkat. ia gengsi mau memuji penampilan Vony di atas panggung.
"Ini" Hades menyerahkan buket bunga dengan cuek. Hades terlihat tidak mesra apa lagi romantis seperti tokoh pangeran di atas panggung tadi.
Vony tertawa kecil, ia sudah paham sifat suaminya.
"Terimakasih, aku senang sekali" Vony berjinjit mengecup pipi Hades.
Hades nampak terkejut tapi ia membiarkannya. rasanya menyenangkan saat Vony mengecup pipinya.