Indonesia
NovelToon NovelToon
Godaan Paman Mantanku

Godaan Paman Mantanku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​"Sayang, aku ke toilet sebentar ya," ucap Sean halus, sambil menepuk pelan jemari Aura yang berada di atas pangkuan.

​Aura mengangguk pelan, memberikan senyuman terbaiknya. "Jangan lama-lama ya, Sean."

​Sean berdiri dan melangkah menjauhi meja makan melingkar itu, menghilang di antara kerumunan alumni yang sedang asyik mengobrol. Aura kembali menyesap minuman dinginnya, mencoba menikmati suasana. Namun, jarum jam seolah berputar lambat. Lima menit berlalu, lalu sepuluh menit, hingga tak terasa hampir 15 menit Sean tak kunjung kembali ke meja mereka.

​Rasa khawatir dan curiga mulai merayapi pikiran Aura. Dengan menghela nafas panjang, ia berpamitan singkat pada teman-teman seangkatannya lalu berdiri untuk menyusul kekasihnya. Langkah kakinya yang beralaskan gaun anggun dan sepatu hak tinggi mengayun perlahan menyusuri lorong katering yang agak remang-remang menuju area toilet.

​Namun, sebelum langkahnya benar-benar sampai di depan pintu toilet pria, langkah Aura terhenti seketika.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Panggilan Di Sunyi nya Sore

​Kamar kontrakan sederhana itu diselimuti suasana tenang. Cahaya jingga matahari sore menerobos pelan melalui celah tirai jendela, membiaskan bayangan lembut di atas tempat tidur tempat Aura terlelap. Rasa lelah yang menumpuk setelah hari-hari penuh tekanan akhirnya terbayar dengan tidur siang yang sangat nyenyak.

​Kringgg... Kringgg... Kringgg...

​Suara dering nyaring dari ponsel yang tergeletak di atas meja nakas mendadak memecah keheningan. Aura tersentak pelan dari tidurnya. Ia mengusap matanya yang masih terasa berat, lalu mengulurkan tangan meraih benda persegi tersebut.

​Layar ponselnya menampilkan sebuah nomor telepon kantor berawalan kode area Jakarta—nomor resmi yang tampak begitu formal dan elegan. Aura segera menegakkan posisinya, menetralkan suaranya yang sedikit serak akibat bangun tidur, lalu mengusap tombol hijau untuk menerima panggilan.

​"Selamat sore, halo?" sapa Aura lembut namun tetap profesional.

​"Selamat sore. Apakah betul ini dengan Nona Aura Kirana?" suara seorang pria bersikap formal namun ramah mengalun dari seberang telepon.

​"Iya betul, saya sendiri," jawab Aura, jantungnya mendadak berdegup kencang secara naluriah.

​"Saya dengan Gunawan dari tim Tim HRD A&P Group," ujar suara di seberang sana yang seketika membuat Aura menahan napasnya. "Kami ingin menyampaikan kabar baik terkait sesi wawancara yang Nona jalani pagi ini. Berdasarkan hasil evaluasi jajaran direksi dan keputusan mutlak dari CEO kami, Nona Aura Kirana dinyatakan lolos dan diterima bergabung di divisi Analisis Data A&P Group."

​Dada Aura serasa meledak oleh kebahagiaan dan rasa tidak percaya. Air mata haru hampir saja menetes dari sudut matanya, namun ia menahannya dengan sekuat tenaga.

​"Terima kasih banyak, Pak! Terima kasih atas kesempatan yang diberikan," ucap Aura dengan nada suara yang bergetar penuh rasa syukur.

​"Sama-sama, Nona Aura. Surat penawaran kerja resmi dan rincian kontrak akan kami kirimkan melalui email lusa. Nona dijadwalkan mulai masuk kerja pertama pada hari Senin depan pukul delapan pagi. Mohon persiapkan dokumen pendukung lainnya."

​"Baik, Pak Gunawan. Saya pastikan akan siap tepat waktu," balas Aura mantap.

​Setelah panggilan berakhir, Aura memeluk ponselnya erat-erat di dada. Sebuah helaan napas lega luar biasa lolos dari bibirnya. Perjuangan dan kesendiriannya di kota ini akhirnya membuahkan hasil manis. Ia tidak hanya berhasil berdiri sendiri setelah dikhianati, tetapi juga diterima di perusahaan raksasa impian banyak orang—tanpa sedikit pun menyadari bahwa keputusan mutlak di balik kelolosannya berasal dari jemari Arsenio Pratama.

"Akhirnya aku bisa memulai hidup baruku," ucap Aura pelan.

​Kalimat itu meluncur dari bibirnya bagai sebuah janji suci pada diri sendiri. Air mata haru yang menetes di pipinya kini tak lagi memancarkan kesedihan, melainkan kelegaan murni atas perjuangan keras yang berbuah manis. Di dalam ruangan kontrakan kecil yang sederhana ini, Aura merasa beban berat yang menindih dadanya selama bertahun-tahun seolah terangkat sepenuhnya.

​Ia berdiri dari tepi tempat tidur, melangkah menuju jendela kecil dan menyibak tirainya lebar-lebar. Angin sore yang sejuk berhembus menyapu wajahnya, membawa serta harapan baru yang begitu hangat. Tidak ada lagi ketergantungan pada rasa cinta semu dari Sean, tidak ada lagi bayang-bayang kebingungan akan masa depan, dan tidak ada lagi rasa kesepian akibat diabaikan oleh keluarganya sendiri.

​Mulai hari ini, ia adalah Aura Kirana yang baru—seorang wanita mandiri yang siap menaklukkan kerasnya kehidupan ibu kota dengan pijakan kakinya sendiri. Karier impian di perusahaan raksasa A&P Group telah menantinya di depan mata.

​Dengan semangat yang membara, Aura mulai merapikan barang-barang di meja kerjanya, menyiapkan setelan pakaian terbaik yang akan ia kenakan di hari pertama kerja nanti, dan menyusun target-target baru untuk kehidupannya. Senyum manis kini menghiasi wajah cantiknya tanpa ragu sedikit pun.

​Namun, di balik kebahagiaan dan optimisme yang tengah membuncah di dadanya, roda takdir tetap berputar di tempat yang tak terjangkau oleh bayangannya. Aura sama sekali belum menyadari bahwa takdir tidak hanya memberinya pekerjaan baru, tetapi juga membawanya masuk kembali ke dalam lingkaran kehidupan Arsenio Pratama—pria dingin nan berkuasa yang kini bukan sekadar penyelamat malamnya, melainkan atasan tertinggi yang memegang penuh kendali atas dunia barunya.

1
Ryuu
Keren
Ryuu
semangat😍
Ade Chubi
dua pilihan itu ,dua dua nya menguntungkan tuan CEO
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!