Indonesia
NovelToon NovelToon
Pernikahan Sendiri

Pernikahan Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Perjodohan
Popularitas:13k
Nilai: 5
Nama Author: ginevra

Di usia pernikahan yang baru dua bulan seharusnya pasangan suami sedang hangat-hangatnya memadu kasih. Namun tidak begitu dengan pernikahan Rana dan Jax. Meskipun mereka adalah pengantin baru, tapi tidak ada api cinta diantara keduanya, dingin, kaku, tanpa suara. Apakah ada cinta diantara mereka? atau mungkin semua hanyalah rumah tangga kosong?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ginevra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sang Iblis 18+

PERINGATAN KERAS (TRIGGER WARNING):

Episode ini ditujukan khusus untuk pembaca dewasa (18+). Cerita di dalamnya memuat penggambaran eksplisit mengenai kekerasan ekstrem, penyiksaan fisik, darah, dan pembunuhan (gore). Harap bijak dan pastikan Anda nyaman dengan konten ini sebelum melanjutkan.

.

.

Lemas menjalar ke seluruh tubuhnya, membuat kakinya gemetar dan akhirnya merosot jatuh ke lantai. Di dalam kepala Dania, dunia yang tadinya tenang mendadak runtuh menjadi kepingan kepanikan yang menyesakkan dada. Pikiran-pikiran buruk langsung berputar liar tanpa kendali, membayangkan segala kemungkinan terburuk yang bisa menimpa sang ibu. Ruangan terasa mendingin seketika, dan setiap detak jarum jam kini terdengar seperti hitung mundur yang mencekam di tengah ketakutan yang merenggut seluruh kekuatannya.

"Tidak... Ibu," gumamnya.

Satu detik setelah kejatuhannya, ia mengerahkan segala kekuatannya untuk dapat menopang tubuh, berjalan keluar dari tempat yang sudah melindunginya seminggu belakangan ini.

Dania mempercepat langkahnya, menyambar sepeda yang telah ia parkirkan di halaman depan Puskesmas. Namun tubuhnya yang lemas dan kaki gemetarnya membuat kemampuan bersepedanya menjadi sangat payah. Berulang kali ia terjatuh lalu bangun dan terjatuh lagi, membuat orang di sekitarnya tak bisa melepas perhatiannya.

"Adek tidak apa-apa?" Tanya security yang berjaga di pos keamanan.

Matanya mulai menggelap seolah tidak aa kehidupan disana. Hatinya mengutuk, bagaimana bisa ia senang-senang sendirian di rumah teman berjam-jam dan malah meninggalkan ibunya seorang diri.

"Dek?"

Dania tak menghiraukan. Langkahnya kembali ia pacu menuju tempat yang sudah tak ingin ia kunjungi lagi.

Ia mulai berlari meski sedikit terseok sisa jatuh dari sepeda. Pandangannya lurus fokus pada jalanan hingga ia tak mendengar seseorang yang memanggilnya berulang kali.

"Aku harus cepat!" Lirihnya dalam engahan dada yang naik turun.

Tanpa senjata, tanpa bantuan, hanya Dania seorang diri yang berlari sangat kencang seolah nyawanya tergantung pada lajunya. Ia sudah tak bisa berpikir lagi, yang terpenting sekarang hanya menolong Ibunya yang berani ia tinggal.

.

.

.

Meski matahari masih sayup-sayup menyinari, tapi rumah yang sudah ia tinggalkan selama seminggu itu terlihat sangat suram. Kanan-kiri yang hanya berupa pepohonan rindang menambah aura mencekam.

Namun Dania tidak boleh takut. Di dalam sana ada nyawa ibunya yang harus ia selamatkan.

Sorot matanya melihat sekeliling, mencari sesuatu yang kuat untuknya membela diri. Perlahan ia mendekati pintu yang tak dikunci, membawa sekop yang tergeletak di tanah sisa digunakan menanam bunga.

Kreeek...

Dengan sangat hati-hati Dania membuka pintu itu, namun hanya sepi yang menyapa. Kakinya terpaksa menjelajah lebih dalam di setiap sudut rumah dengan pencahayaan yang kurang karena rindangnya pohon yang menaungi rumah.

"Bu... Ibu... Hiks!"

Meski ia sudah berusaha sekuat tenaga menahan bulir-bulir air mata, tapi akhirnya tangisannya mengalir juga.

"Ibu..."

Masih dengan langkah penuh kehati-hatian Dania membuka pintu kamar Ibunya. Gemetar di tubuhnya tak kunjung tertenangkan, malah semakin menjadi-jadi. Tiba-tiba hawa dingin menyeruak di tengkuknya, seolah pintu yang ia buka sedikit kini terbuka lebar.

Namun ia tak menghiraukannya, karena pemandangan di depannya telah menyita seluruh perhatiannya, tangisannya, dan kepanikannya.

"IBU... TIDAKKKK!"

Tepat di depan matanya, tubuh kurus kering Ibunya tergeletak begitu saja di lantai tanah. Genangan cairan merah yang bersumber pada luka di perut membanjiri sampai sedikit menyentuh ujung kaki Dania.

"Tidak.... Ku mohon Ibu!"

Tangan kecil Dania menekan kencang luka itu hingga membuatnya ikut bersimbah darah. Namun suhu dingin yang menyentuh tangan Dania, tak bisa begitu saja ia hiraukan. Meski ia berusaha sekeras apapun, tak akan mengubah kenyataan kalau ibunya telah tiada.

"Ibu.....aaaaargh!!! Hiks I-ibu"

"Hiks hiks hiks Hahaha.. Hahaha," tangisan yang luar biasa menjelma menjadi tawa kegilaan.

"Keluar kamu brengsek!!!"

Dania bangkit dari simpuhnya, menggenggam erat sekop yang awalnya ia letaknya di samping tubuh ibunya.

"Dimana kamu! Hadapi aku Pengecut!!!"

"Hahaha, pemandangan yang sungguh mengharukan,"ucap suara menjijikan yang ternyata berada tepat di belakang Dania.

Ia berdiri tegak dengan resleting yang terbuka setengah seolah meneriakkan apa yang dia lakukan pada tubuh dingin Ibu Dania.

"Aduh nak, kamu kesininya kecepetan. Ayahmu ini bahkan belum menyelesaikannya." Lidahnya terjulur menjilat ujung bibirnya.

Dania mengencangkan genggamannya pada sekop, mengacungkannya lurus ke arah ayahnya.

"Wuwuwu... Tenang nak, ayah nggak akan kasar ke kamu. Ya... Kamu cukup menyelesaikan kewajiban ibumu. Nanggung nih, kkkkkk!"

Dia gila, sungguh gila!

Dania adalah anaknya sendiri, darah dagingnya. Tapi nafsu itu telah menutup mata dan hatinya..

Grep!

Adam dengan mantap mencengkram sekop yang Dania acungkan tanpa berkedip. Genggamannya begitu kuat, melebihi kekuatan dania yang masih berusia sebelas tahun. Hingga akhirnya sekopnya terlempar begitu saja keluar kamar.

"Haha... Sekarang jadilah anak baik dan menurut."

"Pergi!!! Jangan mendekat!!!" Teriak Dania, mundur gemetar sampai tak sadar kakinya menginjak darah ibunya yang mengalir.

"Loh katanya suruh hadapi? Ini ayah hadapi loh... Sini anakku sayang!"

"Tidak!!! Tolong! Tolong! Mmmph!"

Dengan gerakan cepat, tangan besar Adam membekap mulut Dania.

"Ssuttt... Diam..." Suaranya pelan hampir berbisik.

"Mmmmph...mph..." Dania berusaha sangat keras melepaskan tangan Adam namun tentu saja tak berhasil.

Bugh!!!

Adam memukul titik vital di leher Dania dengan pisau tangannya dan akhirnya ia terkulai tak sadarkan diri.

"Baiklah anakku sayang, mari kita bersenang-senang, kkkk!"

Adam membuka penuh resleting celananya, lalu membuka rok Dania.

"Wkwkkwkwwk..." Tawanya mengiringi gerakan kotornya menjamah tubuh anaknya sendiri.

"Nnghhh...." Perlahan kesadaran Dania mulai kembali.

"Sssutt... Sebentar Dania, sebentar lagi."

Begitu sadar, Dania mendorong kuat tubuh Adam yang berada di atasnya. Lalu ia menendang bagian vital Adam hingga ia terjungkal.

"Argh! Dasar anak nakal! Sini kamu!!!!"

Sekuat tenaga, Dania bangkit dari lantai dan mulai lari keluar kamar.

"Hah hah hah," napasnya terengah dengan darah yang terus mengalir dari pahanya.

"Mau kemana kamu!!" Adam masih saja mengejar Dania dan kini ia membawa sekop yang terpental tadi.

Terseok tapi tak berhenti, Dania masih berlari di tengah jalan dengan sawah terbentang di kanan kiri, sedangkan hari mulai gelap.

"Tolong... Siapapun," pintanya dalam hati.

"Ah!!!!" Selalu saja ada batu yang menghalangi, hingga Dania terjatuh.

"Apakah ini akhirnya?" Matanya terpejam seolah telah menerima nasib buruk di depannya.

"Hahaha," tawa Adam kembali menggelegar.

Adam ikut bersimpuh, merangkak mendekati Dania yang gemetar.

"Hmm... Ayo Dania, sedkit lagi oke. Ini nanggung sekali."

DUGGGG!!!!!

Seseorang telah memukul kepala Adam dengan botol kaca dari belakang. Membuat cairan merah seketika mengalir deras.

Lalu

Brak!!!

Tubuh Adam tergeletak.

"Kakak.... Aku panggil-panggil kok nggak denger."

Mata Dania terbelalak, napasnya masih tersengal.

"Jax? Sedang ap--"

Melihat tangan kecil Jax yang menggenggam ujung botol membuatnya sadar bahwa dia lah yang memukul kepala Adam.

"Habisnya orang itu ngejar-ngejar kakak sih."

Dania tidak menyangka, dengan langkah kaki kecil Jax bisa mengejarnya sampai di jalan sepi ini. Lalu tangan buntalan kapas itu bisa sangat keras memukul.

"Kamu melihat kakak di rumah itu?" Entah kenapa pertanyaan itu yang pertama keluar dari mulut Dania.

"Rumah, rumah apa? Kakak larinya kenceng banget, aku jadi ketinggalan, hehe."

"Argh..." Ternyata Adam belum sepenuhnya terkalahkan.

"Jax, kamu bisa lari kesana dulu? Tunggu kakak ya..." Dania menunjuk pada arah di belakang Jax.

"Jalan terus... Terus... Dilarang menoleh ya. Kalau menoleh kamu akan kalah," ucap Dania.

"Oke..." Jax menuruti perintah.

Lalu saat Jax sudah cukup jauh, Dania mengambil botol kaca yang ditinggalkan Jax dan Dugg! Dugg! Dugg!

Dania berulang kali menghantam kepala ayahnya sampai ia benar-benar tak bergerak.

1
❥␠⃝ ͭ🍁Hs' Arrasy🍒
pintu ditutup. Dania posisi di luar kamar atau di dalam kamar nih🤣🤣🤣🤣 hush. bercanda
Fairuz
ternyata dania doesen, sangat keren 👍
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
saya juga ikut senang. moga aja jax semakin sayang dan baik sama dania
internona Nerrazurri
pukul sja si Jacx Dania,biar kapok
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ Kartika Candra Buwana
makanya jax, jangan sakiti dania lagi ya. ga enak kan tadi rasanya
Ay
wow ad yg mulai cembukur ni yeeee🤭
Ay
🤣🤣🤣 nnt biar ke korea dulu buat oplas biar agn mncung dikit 🤭
Ay
knp si jax mmbnci neneknya?
Ay
kumur pke lasterin yg bnyk biar gk bau mulut😄😄😄
Ay
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bagus Dan ksh phm dia klo mulutnya bau krn blm skat gigi 😄😄
Ay
heleh itu kn mau mu /Proud/
Ay
basuh dulu jigong lo itu, sikat gigi aja blm udh mnta sarapan/Smug/
Ay
nggk ush km bangunin, nnt klo dia lpar jg bkal bangun sndr
Ay
jgn lupa baca nopelku jg Dan, wkwkwk
Ay
teh sariwangi bersama biskuit roma kelapa selalu menjadi andalan keluarga kita, halah malah ngiklan/Facepalm/
iorlif
ternyata Dania yang menampar nya agar jax sadar
Filan
ya kalian berdua emang gila. saling mencintai tapi saling menyakiti. Makanya pikiran jangan dibuat terlalu rumit dan mengada-ada.
Filan
Iya. Kenapa Dania enggan marah dan enggan melepaskan?
Vivenn
bagus deh pisah ajaa Cowonya juga suka mabuk mabukkanmm
𓆩♡🍒Mochi🍒♡𓆪
mantab dah. istrinya yg JD dosen. lama² aku rasa jax bakal jatuh cinta sih sama Dania.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!