Kematian beruntun datang menghantui desa ujung pandang, banyak warga yang meninggal secara mendadak dan akhirnya menimbulkan fitnah kejam di dunia iblis.
Arwah suci bernama Sukma harus membersihkan nama, dia mendapatkan tuduhan keji bahwa dia yang sudah menyebar racun tersebut.
sebab kematian para warga sangat mengerikan dan para dokter juga tidak menemukan ada yang janggal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Santet Davin
Davin terbaring lemas ketika sejak tadi malam dia terus saja muntah-muntah dan merasakan pandangan ini begitu kabur, yang jauh lebih mengerikan lagi Tadi malam dia merasakan sendiri bagaimana tubuh ini seperti dipanggang oleh sesuatu dan ada yang menginjak tepat pada bagian dada sehingga untuk bernafas saja terasa begitu sesak sekali.
Salsa sudah panik dan dia memang berniat untuk minta tolong kepada Purnama namun Davin melarang karena dia beranggapan ini hanya sakit biasa, sebab tidak semua sakit selalu berhubungan dengan alam gaib dan itu Davin terus berusaha untuk berpikir positif agar tidak ada hal yang jauh lebih buruk lagi menimpa dirinya.
Sungguh sulit sekali untuk melupakan apa yang telah terjadi sehingga dia terus terbayang bagaimana sosok yang tadi malam menginjak tepat pada bagian dada itu, Davin tidak mengatakan kepada Salsa karena dia tidak mau bilang nanti sang istri justru akan bertambah panik dan mulai berpikir bahwa itu bisa saja adalah efek dari racun mengerikan.
Davin sebenarnya juga kepikiran bahwa mungkin saja ini adalah racun seperti yang telah menyerang tubuh Andi, Namun karena telah bertahan sampai pagi seperti ini maka dia pun berpikir bahwa ini adalah masalah lain, sebab racun itu tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menggerogoti tubuh manusia.
Hanya butuh waktu beberapa detik saja untuk membuat nyawa manusia hilang dari tubuh ini, Davin pun berpikir bahwa itu bukanlah racun seperti yang telah menimpa para warga desa yang ada di sini sehingga dia bisa untuk tetap tenang sampai sore nanti dan bila penyakit ini masih tak kunjung hilang maka Davin baru akan meminta bantuan kepada Purnama.
''Kalau menurut aku terlalu lama bila menunggu sampai nanti sore.'' Salsa berkata dengan agak kesal.
''Purnama sedang banyak pikiran karena dia sibuk mengurus tentang para warga sini.'' Davin merasa tidak enak.
''Ya tapi aku takut juga kalau nanti kamu malah terkena serangan yang tidak beres.'' Salsa jadi sedih juga.
''Hueeeek.''
''Kan! kamu lihat itu, kamu muntah kelabang!'' Salsa berteriak keras karena dia memang merasa ketakutan.
''Hueeeek.''
''Astaga ini bagaimana? pokoknya aku akan minta bantuan kepada mbak Purnama ini!'' Salsa sudah tidak tahan lagi.
''Minum, Sa!'' dengan terengah-engah Davin meminta minum kepada sang istri.
Salsa berlari menuju arah dapur untuk mengambil segelas air agar Davin bisa meminum air tersebut, mata Davin memperhatikan dengan seksama kelabang yang ada di atas lantai itu bergerak ke sana kemari dengan begitu liar, Bahkan dia juga sama sekali tidak menyangka bahwa rombongan kelabang ini keluar dari dalam perut dia.
''Ayo minum ini.'' Salsa memberikan segelas air.
''Ya allah sakit sekali dada ku.'' keluh Davin.
''Udah kamu tunggu saja, aku yang akan mendatangi Purnama untuk minta tolong!'' Salsa bergegas keluar dari dalam kamar
''Dia sedang sibuk, biar kami yang akan melihat.'' ujar wanita cantik dengan penampilan yang begitu norak sekali.
''Ini manusia apa peliharaan Mbak Pur ya.'' Salsa terdiam sesaat.
Bagaimana dia tidak tertegun karena saat ini yang berdiri di depan mata adalah dua wanita cantik dengan memakai legging berwarna macan ungu dan yang satu lagi memakai motif kupu-kupu Pelangi, lengkap juga dengan rambut berwarna perak itu sehingga membuat mata yang melihat terasa begitu mencolok sekali.
''Kau lupa pada kami atau bagaimana?'' Maharani menatap Salsa.
''Eh anu, oh ini Maharani dan Nilam.'' Salsa tergugup dan baru bisa menguasai diri.
''Emang kami setiap saat bertambah cantik.'' Nilam tersenyum sambil menghampiri Davin.
''Kalian memang cantik namun norak, lagi pula niat sekali pakai lipstik hitam pekat.'' gumam Salsa.
''Apa?!'' Nilam dan Maharani serentak menoleh.
Salsa yang mendapat pandangan seperti itu tentu saja menjadi kecut dan tidak berani lagi untuk banyak bertanya kepada mereka, sungguh sangat mengerikan tatapan dua kuntilanak ini bila sudah di singgung soal penampilan meski penampilan mereka juga sangat tidak biasa itu.
''Ini nama nya santet.'' Nilam berdiri sambil menyentuh tepat pada bagian perut Davin yang bergumpal.
''Siapa yang sudah membuat santet untuk diriku?'' Davin agak kaget mendengar hal itu.
''Masalah Siapa yang menyantet itu adalah masalah belakangan, sekarang yang penting adalah kita mengeluarkan dulu santet ini.'' Nilam memainkan kuku yang begitu panjang berwarna kuning.
''A.. apa kau akan membelah perutku dengan kuku itu?!'' Davin sudah berpikiran kemana-mana.
Senyum Nilam merekah setelah menyadari bahwa Davin memiliki rasa takut kepada dia, tahu sendiri bahwa kuntilanak ini sangat tidak bisa dipancing untuk menjadi usil sehingga ketika dia mendengar pertanyaan itu maka sifat usil langsung keluar dari dalam diri Nilam.
''Ya!'' Nilam mengangguk pasti sehingga Davin yang mendengar menjadi bertambah pucat.
''Tapi apa tidak Ada cara lain?'' Salsa juga takut.
''Hemm sepertinya sih tidak ada, jadi lebih baik Kalau aku langsung membelah sekarang dan kemudian merobek pada bagian sini.'' Nilam Berkata sambil tersenyum.
''Eh anu, itu terdengar sangat menakutkan sekali.'' Salsa merinding dan dia tidak mau kalau nanti sang suami mengalami nasib buruk.
''Aku ganti dengan member lain saja kalau Mbak Purnama belum sempat untuk datang ke sini.'' Davin tidak mau kalau dia sampai ditangani oleh mereka berdua.
''Loooh, kenapa malah mau ganti member?'' Maharani sudah mendekat dan mempersiapkan senjata.
''Tolong jangan langsung menyiksa seperti itu karena aku tidak sanggup menahan rasa sakit.'' Davin berusaha bangkit untuk melarikan diri.
''Kau Jangan takut seperti itu karena kami bukan malaikat pencabut nyawa.'' Maharani berusaha untuk tetap menenangkan pasien mereka kali ini.
''Dia adalah manusia sungguhan dan kalau mati nanti aku tidak mau jadi janda.'' Salsa menutupi tubuh Sang suami.
Dieeeeeek.
Belum tempat Davin mengambil aba-aba untuk mempersiapkan diri agar bisa kabur, Nilam sudah memukul keras perut Davin menggunakan tebu hitam bercabang dua karena mereka sudah mencari tebu itu ketika mendapat kabar dari Sagara bahwa Davin telah terkenal santet juga sama seperti Purnama.
''Eeeegkkk!'' mata Davin melotot karena ini sungguh sangat menyakitkan untuk dia saat ini.
''DAVIIIIN.'' Salsa juga menjerit karena dia takut bilang sang suami akan meninggal dunia.
Wuuuuutt.
''Aku berhasil mendapatkannya!'' Nilam berteriak dan di tangan dia muncul segumpal benda berwarna hitam pekat.
Tidak lain dan tidak bukan itu adalah santet yang telah dibuat oleh dukun suruhan dari Prakasa, terlambat sedikit saja makanya wa Davin akan melayang karena santet itu menggerogoti tepat pada bagian dalam dan akan bertahan selama dua puluh empat jam di tubuh korban yang menjadi tujuan.
Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.
penasaran siapa ya yg sudah membangkitkan arwah iis🤔
sudah ku duga pasti member usil ini👻