Masih Dalam Revisi ,🙏🙏🙏
Jika ada yang membaca ulang mungkin berbeda cerita. Untuk memperbaiki alur cerita.
Safira harus terlibat masalah dengan Presiden direktur di Perusahaannya. Semakin Safira berusaha menghindar, Sang Presiden semakin menindasnya.
Masalah demi masalah harus Safira hadapi, demi masa depan yang harus ia lewati.
Keteguhan hati Safira, bisakah membuat sang Presdir melunak dan mempermudah hidupnya ??
Cek segera Di tiap episodenya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 34 Salah Siapa
Sebenarnya Author mau Up dari tadi siang... Tapi takut batal puasanya ,,,😀😀😀😀
🌼🌼🌼🌼Happy reading 🌼🌼🌼🌼🌼
Suara musik berdentum dengan keras, banyak orang melenggak lenggok kan tubuhnya mengikuti irama musik yang keras. Tidak sedikit orang yang sudah tidak sadar dengan kelakuan mereka, karena pengaruh minuman haram, dan di sanalah kini Ryder berada. Entah sudah berapa gelas yang sudah ia tenggak untuk melupakan pertengkaran nya dengan Ayahnya tadi sore. Ryder terus menuang sebuah minuman wine ke dalam gelasnya, sekalipun ia sudah merasakan berat di kepalanya. Pusing dan berat yang di rasakan Ryder sekarang ini. Ken sudah berkali kali melarang Ryder, untuk menghentikan minumnya, namun sama sekali tidak diindahkan oleh Ryder, ia terus saja menambah dengan menuangkan terus wine dari botol ke dalam gelas
" Cukup Ry... Kamu sudah sangat banyak minum, aku nyakin kamu akan terlambat bangun besok pagi. Biar aku antar ke kamar pribadimu sekarang " ujar Ken seraya menjauhkan gelas dan botol minuman keras itu dari jangkauan Ryder. Ken berusaha memapah tubuh Ryder yang sudah tidak berdaya.
Selepas kepergian Ayahnya, Ryder lebih memilih klub malam untuk menghilangkan bebannya. Sejak pukul tujuh malam, sampai sekarang pukul sebelas malam, Ryder baru mau menurut diajak pulang. Ken dengan setia memapah sahabat sekaligus atasan nya itu ke kamar Pribadinya. Banyak wanita yang menggoda dan menawarkan diri untuk menemani Ryder, namun Ryder justru memarahi wanita wanita itu, ia sama sekali tidak tertarik dengan tubuh tubuh mulus wanita itu.
" Ken bawa aku pulang. " pinta Ryder, walau ia sudah dalam keadaan mabuk, ia masih memikirkan keadaan Safira di rumahnya. Ia akan tenang jika ia bisa menemani wanita itu malam ini, ia takut Ayahnya bisa berbuat nekat, karena emosi tadi siang.
" Apa kau nyakin ?? " jawab Ken, karena biasanya Ryder tidak pernah mau untuk pulang ke rumah, selepas bertengkar dengan Ayahnya.
" Jangan banyak bicara. Turuti saja mauku. " ungkap Ryder dengan sempoyongan dan memijat mijat kepalanya yang terasa pusing.
Karena tak ingin bertengkar dengan sahabatnya yang sedang mabuk, Ken pun benar membawanya pulang kekediaman Ryder.
Ken melihat jam di pergelangan tangan nya, sudah menunjukan pukul dua belas malam ketika sampai di halaman rumah Ryder. Lampu lampu sudah padam, hanya security saja yang masih terjaga dan beberapa penjaga rumah Ryder. Dengan di bantu salah satu penjaga, Ryder di bawa masuk, sedangkan Ken, begitu melihat Ryder sudah di urus oleh sang penjaga memilih kembali pulang. karena besok dialah yang akan menghendel semua pekerjaan Ryder selama agi hari, karena dapat di pastikan, besoknya Ryder akan bangun kesiangan.
Ryder di papah sang penjaga menuju kamarnya, sang penjaga mengetuk pintu terlebih dahulu, karena ia sudah mendengar gosip yang beredar di lingkungan rumah jika Ryder pulang membawa istri.
" Turunlah. Aku bisa masuk sendiri. " ucap Ryder berandar tembok, kemudian memutar gagang pintu, ia membuka perlahan kemudian masuk dan menutup kemudian menguncinya kembali. Dengan berjalan sempoyongan Ryder menuju ranjang kebesaran nya, ia menjatuhkan tubuhnya tanpa beban seolah tidak ada makhluk lain di ranjang itu selain dirinya. Namun naas karena ia jatuh tepat di tubuh Safira yang sedang tidur telentang di sana terlebih dahulu, membuat Safira terkejut bukan kepalang dan reflek membuatnya berteriak.
" Ah....... Siapa kamu ?? " teriak Safira yang terkejut, karena ruang kamar itu hanya di terangi lampu malam di atas nakas saja, sehingga tidak terlalu jelas wajah orang yang menindihnya, terlebih ia baru saja membuka mata setelah bangun dari tidur nya. Ryder pun tak kalah terkejut mendengar teriakan Safira, ia menengadahkan kepala nya, yang semula bersemayam di dada Safira, kemudian menatap ke bawah, melihat wajah orang yang berani meneriakinya.
" Gadis bodoh. Berani sekali kami teriak teriak di depanku. " ucap Ryder dengan intonasi sudah seperti merancau. Safira mencium aroma alkohol dari mulut Ryder, membuatnya membeku, karena seketika saja aliran darahnya seakan berhenti, hawa hangat yang semula ia rasakan, kini berubah dingin dan mencekam. Safira terbayang ketika ia di perkosa oleh Ryder karena pengaruh minuman haram tersebut, haruskah malam ini terjadi hari yang naas seperti dulu lagi.
" Menyingkirlah Tuan. " ucap Safira berusaha mendorong tubuh Ryder yang berada persis di atasnya, seraya ia berusaha menyingkir. Namun sayang setiap gerakan Safira justru membangkitkan jiwa kelakian Ryder. Karena memang tubuh Ryder yang tinggi besar membuat Safira kesusahan dalam mendorong.
" Tuan Anda berat sekali.... menying...... "
Belum sempat Safira melanjutkan perkataan nya Safira sudah di bungkam oleh Ryder dengan bibirnya. Safira hanya mampu membulatkan matanya, menatap dalam wajah Pria yang sedang menciumnya ini. Tak ada perlawanan lagi dari Safira ketika Ryder terus memperdalam ciumannya berbeda ketika dahulu ia di renggut kesucian nya oleh Ryder.
Safira berpikir, dahulu ia selalu menjaga mahkota nya, namun ternyata kekasihnya berselingkuh, dan susah payah ia berusaha menjadi wanita baik baik agar mendapatkan jodoh yang baik, namun pada akhirnya justru mendapat pengkhianatan yang berujung pada kematian Bapaknya. Mungkin karena Safira juga sudah lelah dengan kesendirian atau memang naluri wanita Safira yang sudah tidak muda lagi. Bagaimana pun dia juga wanita dewasa dan normal, terlebih dia juga sudah lelah menjalani kesendirian nya, sehingga membuat Safira berfikir mungkin rasa saling memberi dan menerima ini akan ia jalani selama menjalani rumah tangga dengan Ryder. Apalagi jika ia menyalurkan hasrat ini, ia tidak akan berdosa karena Ryder sudah menikahinya, walaupun hanya sebatas pernikahan siri, setidaknya ia sudah halal dalam hubungan intim ini.
Ryder terus memperdalam ciumannya, dan tangan pun mulai turun menyingkap selimut yang membungkus tubuh Safira sehingga menghalangi aktivitas Ryder, sedangkan Safira masih diam saja, dan sedikit menyadarkan dirinya agar tidak menerima sentuhan Ryder. Safira mencoba mendorong tubuh Ryder kembali, tapi tak bisa. Ryder sudah terlanjur terbakar kabut gairah yang menjalar di sekujur tubuhnya. Tangan Ryder menyusuri setiap lekuk tubuh Safira membuat Safira merasakan panas di sekujur tubuhnya. Ciuman Ryder turun di leher dan meninggalkan jejak merah kebiruan disana, membuat Safira melenguh merasakan sesuatu yang tak biasa ia dapatkan. Tangan Ryder sudah mulai menyingkap piyama yang Safira kenakan ke atas. Dan tangan Ryder pun ikut naik keatas sampai di puncak dada Safira. Tak berhenti di sana karena telapak tangan Ryder menyusup kedalam pembungkus dada Safira. Begitu hangat yang Ryder rasakan. Ciuman Ryder pun mengikuti tangan nya dan berhenti di puncak dada Safira, membuat Safira semakin terbawa suasana. Safira pun juga menyalahkan dirinya, mungkin diri ya sudah gila karena sekarang ia sama sekali tidak melakukan perlawanan, namun justru ia ingin mendapatkan sentuhan yang lebih dari ini, dan lebih dalam lagi.
Bersambung.........
Lanjut nggak Ya......???😀😀😀😀 Yang Mau lanjut giftnya dong.... 🤩🤩🤩🤩
lanjut ah
luv you thor....💕💕💕