Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Majikan

Dinikahi Majikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Single Mom / Pengganti / CEO / Ibu Pengganti / Cintapertama
Popularitas:44.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alin Aprilian04

Follow ig aku yah buat liat visualnya @author_alin

Seorang wanita yang rela menikah dan mengandung buah hati sang majikan demi untuk membuat hidup orang tua beserta saudaranya lebih baik. Namun baru empat bulan kehamilan, Azizah memilih pergi menjauh dari kehidupan Arga karena ia takut sang anak akan di bawa oleh pria yang berselisih umur 12 tahun dengannya itu.

Dan empat tahun kemudian, saat sang anak sudah besar, Arga kembali menemuinya di saat yang tak sengaja. Lalu Arga ingin kembali bersamanya, namun Azizah tidak sudi kembali lagi berumah tangga dengan pria itu. Kebencian Azizah semakin menjadi pada Arga, setelah ia tahu bahwa Arga adalah penyeban meninggalnya kedua adiknya.

"Aku mohon, kembalilah padaku. Ayo buka lembaran baru kembali. Kita mulai dari awal lagi semua ini."

"Pergilah, aku sudah tidak ingin ada urusan lagi dengan mu. Kamu sudah menghancurkan hidupku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alin Aprilian04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terjatuh

"Gimana kalau kita naik jetski?" tanya Agam.

"Ayoo, Eh tapiii... " Azizah menggangtungkan pembicaraananya.

"Udah gak usah takut. Anggap aja aku Kakak mu. Arga menitipkan mu padaku, jadi gak usah khawatir, ok?"

"Gimana kalau kita mainnya sendiri-sendiri, Kak?" tanya Azizah. Agam mengerti dengan apa yang di inginkan Azizah. Disisi lain Azizah sangat menginginkan bermain Jetski, tapi disisi lain juga mungkin Azizah tidak mau terlalu berdekatan dengan Agam yang bukan mukhrimnya.

"Yaudah deh, Ayo. Tapi kamu bisa gak? Kakak khawatir nanti kamu jatoh," ucap Agam seraya memandang wajah cantik nan alami Azizah tanpa bosan.

"Bisa dong, Kak. Ayo kita main sekarang Kak!"

Azizah tampak antusias. Agam bergerak untk menyewa dua jetski. Dan kini keduanya pun bersiap untuk bermain melajukan jestki itu menelusuri pantai yang indah itu. Azizah tampak riang, Agam melihat wanita itu sejak tadi tak berhenti tertawa. Agam yang kini ada di samping Azizah pun tampak bermain pelan mengikuti Azizah. Meski dalam hati Agam ada rasa khawatir, tapi rasa itu mengalahkan melihat kegembiraan Azizah saat ini.

Arga tak menyangka, ternyata jika sudah mengenal lebih dekat, Azizah adalah wanita periang. Tidak seperti yang di lihatnya selama ini. Karena saat pertama kali melihat Azizah, Agam melihat Azizah sebagai sosok wanita yang anggun dan pendiam juga pemalu. Tapi setelah akrab, Azizah begitu asyik dan lucu saat berbicara seperti anak kecil yang manja.

"Kak ayo kejar, Zizah!"

"Hati-hati, Zizah. Jangan kenceng-kenceng mainnnya," teriak Agam saat melihat Azizah yang terlalu bersemangat sehingga melajukan jetskinya dengan kecepatan tinggi.

"Seru, Kak. Ayo kejaaarr!"

"Yeee... Yuhuuuu!"

Azizah merasa semua bebannya menghilang seketika. Sudah lama ia tak pergi liburan, jangankah untuk pergi liburan, untuk makan pun Azizah sangat sulit mendapatkan uangnya. Masa remajanya di rampas oleh pernikahan yang tidak di inginkan. Juga merawat si kecil Zio yang merupakan titipan dari Tuhan untuknya.

Kini Azizah begitu menikmati momen yang indah ini. Akhirnya ia bisa tertawa lepas lagi tanpa air mata dan juga kepura-puraan. Ia bahkan sudah lupa kapan terakhir dia tertawa lepas seperti ini.

"Terimakasih Ya Allah atas nikmat ini." gumam Azizah dalam hatinya.

Azizah menelusuri lautan itu hingga kini berada hampir di tengah lautan. Agam sampai khawatir, pria itu terus mengikuti Azizah dan mengingatkannya agar kembali ke tepi pantai.

"Zizah, kembali. Ini sudah terlalu jauh!" teriak Agam.

"Iya, Kak." Azizah langsung memutar balikan arah. Dan kini melaju menuju ke tepi pantai dengan kecepatan yang semakin tinggi. Agam berada di belakang Azizah saat ini. Bukan tak bisa mengimbangi kecepatan Azizah, hanya saja Agam ingin menjaga Azizah takut terjadi apa-apa.

"Ayo kejar, Kak!"

"Zizah, hati-hati." Teriak Agam. Dan benar saja, Azizah tak bisa mengimbangi tubuhnya karena terlalu mengendarai dengan cepat. Hingga kini tubuhnya terjatuh ke laut lepas itu. Untung saja Azizah memakai pelampung sehingga aman. Namun kini ombak besar tiba-tiba menuju Azizah. Agam begitu khawatir, seketika jantungnya berpacu lebih kencang.

"Azizah cepat naik!" teriak Agam seraya membantu Azizah untuk naik ke jetskinya. Azizah sedikit kesusahan, namun akhirnya berhasil karena Agam sedikit memangkunya. Melingkarkan tangan kokohnya di pinggang ramping Azizah.

Agam pun mengendarai jetskinya dengan kecepatan tinggi menghindari ombak yang besar mendekatinya.

"Pegangan, ini berbahaya!" ucap Agam seraya membawa tangan Azizah untuk pegangan ke pinggangnya. Azizah pun menurut karena takut akan terjadi hal yang tidak di inginkan karena kini keduanya berada di tengah lautan.

Setelah berada di tepi pantai, akhirnya Agam sedikit tenang. Setidaknya disini tidak terlalu bahaya. Dan betapa bergetarnya hatinya saat ia menyadari tangan Azizah kini memeluknya meski ada jarak di antara keduanya. Agam mengulum senyum, betapa bahagianya ia saat ini dimana tangan Azizah untuk pertama kalinya menyentuhnya dengan erat.

Dan kini keduanya pun turun. Agam mengusap wajahnya pelan mencoba untuk tidak terlihat salah tingkah di depan Azizah.

"Dasar gadis nakal. Kata Kakak juga jangan terlalu cepat ngendarainnya," gerutu Agam seraya memberi Azizah satu botol air putih.

"Maaf, Zizah terlalu kesenengan, Kak. Tapi tadi seru banget tahu, Ka!" ucap Azizah riang. Lalu ikut duduk di sebelah Arga.

"Iya seneng, tapi akhirnya buat jantung mau copot," canda Agam. Azizah menyengir kuda.

"Nanti lagi yuk, Kak?"

"Gak, gak boleh. Bisa bahaya kalau di ulangi lagi. Kecuali di setirinya sama Kakak," ucap Agam. Keduanya langsung akrab, dan Azizah pun tak merasa lagi canggung di dekat Agam. Ia menganggap Agam sebagai Kakaknya sendiri. Mengingat selama ini, ia begitu kesepian. Setelah ada Agam yang dapat mengerti dirinya dan mampu membuatnya tertawa membuat Azizah merasa beryukur karena merasa ada teman yang tulus padanya.

Agam memesan makanan untuk di nikmati keduanya. Azizah menginginkan mie instan ramen serta susu hangat. Begitupun juga dengan Agam yang memesan makanan yang sama. Sebagai dokter, ia sangat memerhatikan kesehatannya. Dan untuk pertama kalinya lagi setelah dua tahun ini dia memakan mie instan kembali demi menemani Azizah.

Di daerah ini tidak ada restoran. Yang ada hanya warung kecil yang menyediakan makanan instan bagi para pengunjung pantai ini.

"Enak?" tanya Agam saat melihat Azizah begitu lahap memakannya.

"Enak, Kak."

"Jangan terlalu pedas, nanti sakit perut," ucap Agam seraya menghentikan tangan Azizah yang hendak menambahkan cabai lagi ke mangkuknya.

"Satu lagi aja, Kak. Gak enak kalau gak pedes."

"Gak baik buat kesehatan, Zizah."

"Huhuu... Gini yah kalau punya Kakak dokter. Cerewet!" kekeuh Azizah. Agam kembali mengulum senyum mendengarnya.

"Dasar gadis kecil tukang ngeledekin orang!"

"Hehehehe." Azizah tersenyum. Keduanya merasa begitu nyaman saat mengobrol bersama. Apalagi Agam, ia tak menyangka Azizah akan menerimanya dengan baik seperti ini.

***

Malam telah tiba. Suara deburan ombak meramaikan suasana disana. Agam memutuskan untuk menginap di salah satu penginapan disana. Namun tentunya ia berbeda kamar dengan Azizah. Azizah tidur bersama Zio, sedangkan kamarnya berada di sebelah kamar Azizah. Begitupun juga dengan Mira, Agam memesankan kamar untuk Mira tepat di sebelah kamar dirinya.

Jam kini menunjukan pukul 7 malam. Agam mengajak Azizah untuk keluar melihat pantai di malam hari.

"Zio sayang, mau ikut Bunda gak?"

"Ngga Bunda, Zio mau disini aja. Zio takut liat laut malam-malam gini," ucap anak itu dengan lucunya.

"Sama Om Dokter di gendong, mau gak?"

"Ngga ah, Om. Zio mau main mobil-mobilan aja."

"Ya udah deh, kalau gitu. Bunda sama Om Dokter mau keluar dulu yaa sebentar," ucap Azizah mengelus puncak kepala sang anak.

"Iya Bunda."

"Mir, tolong jagain Zio yaa!"

"Baik, Tuan." ucap Mira pada sang majikan.

Kini Agam mengajak Azizah untuk menikmati pantai di malam hari. Keduanya kini duduk di salah satu rumah makan untuk menyantap makanan khas daerah ini. Ikan bakar kakap merah kini terlihat menggoda lidah. Juga berbagai ikan lainnya kini di sajikan di depan meja untuk makan malam keduanya. Minumam jahe hangat kini tampak pas untuk menghangatkan tubuh.

Agam begitu terpana melihat kecantikan Azizah yang kini tengah memakai setelan baju berwarna putih dengan hijab instan berwarna mocca. Terlihat sangat anggun dan juga bercahaya. Baru kali ini ia menemukan wanita sepolos Azizah, bahkan ketika dirinya begitu perhatian pun Azizah tidak menyadari sama sekali bahwa dirinya memendam perasaan pada istri sahabatnya itu. Ternyata ini yang di namakan cinta sesungguhnya. Ia bahkan tak bisa mengintrol rasa di hatinya, meski ia tahu cinta ini terlarang. Bagaimana tidak, saat ini dia tengah mencintai wanita yang merupakan istri sahabatnya sendiri. Tapi ia tak bisa mengelak apalagi menghapus rasa ini.

1
😍nox cek😍
tegang bgt kk author semangat terus
budak jambi
tu pasti org suruhan anjing elena...semoga azizah selamt dan karma hampiri elena kl perlu menderita t anjing betina si elena
😍nox cek😍
wah ada rasa rasa yg mulai tumbuh nih..awas dokter Azizamasih milik y Arga... semangat terus author
budak jambi
kasi pelajaran t elsa..buat berita jg yg menghancur kn karir ny..seorg ibu yg tdk mengakui ank yg di kandung jg tega tunggali ank ny demi kaarir
Mimi Ilham
dasar somprett
lo elsa
budak jambi
dasar elsa gila...dak sadar diri wanita jalang apa yg di bangga kn dr elsa yg seorg artis tp dak punya hati ibu yg tinggal kn ank ny
Aurora Rumy
temen-temen buat kalian yang mau liat visualnya Azizah dan Arga bisa liat di ig @author_alin yaa...
jangan lupa like sama comment nya yaa biar author makin semangat nih nulisnya🥰
Mimi Ilham
betul itu zah, jgn mau anakmu di ambil
Aurora Rumy
Halo temen temen, makasih banyak yaa udah baca ceritaku, jangan lupa vote, like sama comment nya yaa biar author semangat nulisnya😂❤️
Sania Putri
goood
Marietje Marhaeny Uguy
gimana ni baru aja bab 23 kok sdh tdk dilannutkan
Marietje Marhaeny Uguy
lanjut dong
aisyah firsya
cukup bagus
Sukemis Kemis
Sampai begadang buat baca ini, terbayang-bayang sampe pagi.😍
Aishi OwO
Berkesan banget!
bea ofialda
Menakjubkan!
Yuzuru03
Ditunggu cerita baru selanjutnya ya, thor ❤️
Candela Antunez
Kepayang
L3xi♡
Ngakak guling-guling
yukio_gchs
Wow! Menghancurkan! 😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!