Indonesia
NovelToon NovelToon
Misteri Bola Kaca

Misteri Bola Kaca

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Misteri
Popularitas:110.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Friska Petra

"Kami berdua memutuskan untuk tetap berada disini" -Laura-

"Iya, kami tidak akan kembali" -Bella-

"Hanya salah satu dari kalian yang bisa tinggal disini. Atau kita semua akan mati" -Kepala Suku-

Pertemuan dua gadis cantik ini ternyata berujung sial. Takdir tidak mengizinkan mereka untuk bersama.

Apakah mereka bisa menghindari kutukan itu? Bagaimana akhir dari perjalanan panjang mereka??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Friska Petra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diskusi

Hallo readers ketcheku..

Sebelumnya aku minta maaf atas keterlambatan updatenya. Ada beberapa hal yang tidak bisa aku jelaskan disini (Bukan bermaksud mencari alasan, tapi sepertinya iya hehehe) 🤭🤭

Terima kasih buat yang masih setia membaca setiap episodenya, semoga kalian suka..

Dukung terus Author dengan memberikan komentar yang membangun.. Kita juga bisa diskusi soal ceritanya di kolom komentar. Yang pengen mencet tombol like dan rate nya juga Author terima dengan senang hati dan lapang dada..

Selamat membaca…😊😊

💚💚💚

Lama sekali mereka bertiga saling bertatapan. Hal ini bukanlah hal yang mudah mereka cerna dan mereka terima dengan akal sehat. Adrian akhirnya membuka pembicaraan agar mereka tidak terlalu tegang.

“Sayap itu sudah tidak ada,” kata Adrian.

“Tidak ada dalam artian hanya tersamarkan oleh mata manusia biasa atau memang benar-benar sudah tidak ada?” Tanya Laura. Terlihat sekali pada wajahnya dia sangat kebingungan dan ketakutan.

“Aku rasa sayap itu tidak benar-benar hilang. Dia hanya meredup atau mungkin seperti kata Laura, hanya tersamarkan sehingga mata manusia biasa seperti kita tidak akan bisa melihatnya kecuali dalam beberapa situasi seperti tadi.” Kata Bella.

Mereka bertiga kembali terdiam. Masing-masing berfikir tentang apa yang baru saja terjadi pada mereka. Pikiran mereka berkecamuk dan penuh dengan tanda tanya. Tapi tidak ada satu pun dari mereka yang bisa menjawabnya saat ini.

“Lalu sekarang apa??” Tanya Bella.

“Aku pikir, setelah ini kita harus lebih sering untuk bertemu. Tapi pertemuan kita harus membawa hasil. Bagaimana??” Tanya Adrian.

“Bisa terangkan lebih rinci lagi Ian? Aku tidak paham.” Kata Laura.

Adrian kemudian mengajak mereka untuk mencari tempat di mana mereka bisa duduk dengan nyaman. Mereka pun akhirnya beranjak beberapa langkah dari tempat mereka sebelumnya. Setelah mereka duduk dengan nyaman, Adrian pun memulai penjelasannya.

“Jadi begini. Ini adalah pertemuan pertama kita. Sejak hari ini kita akan memperbanyak jadwal kita untuk bertemu. Mungkin kita bisa membuat janji atau kesepakatan hari apa dan jam berapa kita akan bertemu di sini. Tempat ini akan kita jadikan tempat pertemuan kita. Aku rasa, ini adalah yang paling baik saat ini. Kita bisa membuat festival menjadi alasan kita untuk bertemu di sini.” Kata Adrian menjelaskan.

“Apa menurutmu ini akan aman Ian?? Apakah kita bisa menyembunyikan ini dari Mama??” Tanya Laura.

“Aku yakin bisa Laura. Nyonya Mel sudah mempercayakanmu padaku, dan sudah mempercayakan festival ini pada kita. Aku yakin Nyonya Mel tidak akan mencurigai kita. Lagi pula, dia pasti sibuk juga dengan urusannya dia. Sekali pun dia punya banyak waktu, aku yakin Nyonya Mel tidak akan mempedulikan kita.” Kata Adrian.

“Nyonya Mel?? Siapa dia??” Tanya Bella.

“Nyonya Mel adalah Mama Laura.” Jawab Adrian.

“Mama Laura? Berarti dia bukan orang tuamu?” Tanya Bella.

“Bukan. Aku dan Laura bukan bersaudara.” Kata Adrian.

“Aku pikir kalian bersaudara. Sekilas, kalian berdua terlihat mirip. Dan kalian berdua sangat akrab.” Kata Bella.

“Kami bersaudara walaupun bukan saudara kandung. Bagiku, Adrian tetap saudaraku.” Kata Laura dengan wajah cemberut. Dia tidak suka Adrian tidak mengakuinya sebagai saudara.

Bella tersenyum. Dia bisa merasakan bahwa kedua orang yang sekarang bersama dengannya benar-benar saling menyayangi satu sama lain.

“Baiklah, sekarang mari kita kembali pada topik pembahasan kita. Lalu untuk apa kita akan bertemu di sini lagi?” Tanya Bella.

“Aku ingin setiap kita mengumpulkan informasi apa pun itu. Sekalipun informasi itu terkesan tidak penting dan sederhana, aku harap kalian tidak melewatkan apa pun. Aku ingin kalian benar-benar mencarinya. Bahkan bila perlu, kita bertiga harus mengingat dan mencatat peristiwa-peristiwa aneh sebelum kita bertemu. Aku harap tidak ada yang disembunyikan, dan aku ingin kita bertiga benar-benar jujur. Aku pikir, dengan begini kita akan bisa menemukan jawaban tentang siapa kita sebenarnya.” Kata Adrian menjelaskan.

“Termasuk kejadian pertama kali kita bertemu?” Tanya Bella.

Adrian menatap Bella sambil mengernyitkan dahinya.

“Ahhhh… Ternyata kau mengetahuinya juga. Kau ternyata masih ingat peristiwa itu.” Kata Adrian.

“Tentu saja aku mengingatnya. Itu adalah awal segala sesuatunya dimulai. Mungkin kalau kita tidak pernah bertemu hari itu, kejadian seperti ini tidak akan terjadi.” Kata Bella.

“Maksudnya?” Tanya Laura yang sedari tadi mendengarkan dengan seksama.

“Aku mendapatkan tanda aneh ini setelah aku beradu tatapan denganmu di pesta waktu itu. Waktu kita masih kecil. Kau ingat? Aku yakin semua ini dimulai dari sana.” Kata Bella.

“Kau yakin hanya karena tatapan?” Tanya Adrian.

“Iya. Aku yakin sekali. Itu hanya sebuah tatapan dan segalanya berubah sejak itu.” Jawab Bella.

“Oh, iya. Bolehkah aku bertanya tentang sesuatu?” Tanya Laura sambil menatap Bella.

“Tentu saja.. Apa yang ingin kau tahu?” Tanya Bella.

“Ketika pertama kali kau beradu pandang dengan Adrian, dan pergelangan tanganmu bersinar, adakah hal aneh lain yang kau rasakan?” Tanya Laura.

“Hal aneh? Sepertinya tidak ada.” Jawab Bella.

“Kapan kau pertama kali menyadari bahwa kau memiliki sayap?” Tanya Laura.

“Beberapa waktu yang lalu. Belum terlalu lama.” Jawab Bella.

“Kalian harus dengar ini.” Kata Laura. Tiba-tiba dia berubah menjadi sangat serius.

Adrian dan Bella pun kemudian berfokus pada Laura. Mereka ingin mendengarkannya dengan seksama.

“Aku tidak yakin apa kalian akan percaya dengan ini atau tidak. Karena ketika aku menceritakannya pertama kali pada pria ini, dia tidak mempercayaiku.” Kata Laura sambil menatap sinis ke arah Adrian. “Sebenarnya, sejak pertama kali kita bertemu, aku sudah bisa melihat sayap milik kalian berdua.” Lanjutnya lagi.

“Sejak pertama kali bertemu?” Tanya Bella.

“Iya. Sejak pertama kali bertemu. Lebih tepatnya ketika kita bertemu di pesta waktu itu. Waktu itu aku melihatmu di sudut sendirian. Aku menghentikan langkahku dan tertegun menatapmu. Waktu itu aku berbohong pada Adrian. Aku berkata, aku tertegun karena melihatmu yang sangat cantik. Waktu itu kau memang sangat cantik. Tapi yang sebenarnya aku maksud sangat cantik itu adalah sayapmu. Bukan dirimu.” Kata Laura menjelaskan.

“Itu artinya, kita sudah seperti ini sejak kecil?” Tanya Bella.

“Kemungkinan seperti itu. Aku juga melihat sayap Adrian pada saat pertama kali bertemu. Itulah alasan kenapa aku sangat berkeras agar orang tuaku membawanya dan menjadikannya bagian dari keluarga kami.” Kata Laura.

“Hmmm… Jadi Adrian..” Kata Bella.

“Dia adalah keluargaku juga. Hanya saja melalui proses yang berbeda. Dia tiba-tiba sudah ada di depan rumahku ketika kami kembali dari suatu tempat.” Kata Laura.

“Tunggu.. Tunggu.. Kalau Adrian adalah orang asing di keluarga Laura, itu artinya dia pasti punya keluarga atau saudara bukan? Mungkin kita bisa mencari keberadaan mereka dan dari sana mungkin kita bisa menemukan jawaban tentang siapa kita.” Kata Bella.

“Kalau kau berfikir bahwa idemu adalah ide yang cemerlang, maka sebaiknya kau buang saja pikiran itu jauh-jauh. Tidak ada satu orang pun yang tahu siapa keluarga Adrian. Dan aku bisa pastikan itu.” Kata Laura.

“Kenapa begitu?” Tanya Bella.

“Sebentar. Aku tidak mengerti apa maksud perkataanmu ini Laura. Kenapa kau bisa begitu yakin dengan apa yang kau ucapkan barusan. Aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang kau maksud.” Kata Adrian ketus. Sepertinya dia sedikit tidak suka dengan penjelasan Laura.

“Apa kau tidak punya sedikit pun ingatan tentang keluargamu?” Bella mencoba mengajukan pertanyaan pada Adrian.

“Stop! Aku tidak ingin kita membahas hal lain. Aku ingin mendengar penjelasan Laura soal ini. Laura aku mohon kau jujur dan jelaskan semuanya padaku. Bagaimana kau bisa begitu yakin bahwa tidak ada satu orang pun yang tahu siapa keluargaku! Kau diam-diam mencari tahu tentang aku?” Tanya Adrian dengan kesal.

Bersambung..

1
Ituk Sari
lama sekali kelanjutannya
Laila Hidayah S
lama banget thorr😌
Laila Hidayah S
kapan up thorrr
Ituk Sari
hanya aq kah yg penasaran
Ituk Sari
lanjut thor
Sartika Ririn
ending ceritanya sulit di tebak... 😂
Sartika Ririn
makin penasaran
Sartika Ririn
ceritanya lumayan bagus... bikin penasaran 👏
Sartika Ririn
apakah mereka Peri?
Sartika Ririn
apakah ibunya tidak tahu kalau mereka berdua memiliki tanda?
mamayot
hai thor sudah mampir ya,dan sudah meninggal kan jejak jempol 10 untuk author,semoga berkenan jauga mampir di novel ku ya,dan meninggal kan jejak..trimaksih
Hesti Heryanti
semangat kak
salam Mengintip Jodohku
salalu hadir loh💕
tanti
Ok
Dewi
aku mampir kakak. semangat ya❤️
Liana'S
Lanjut Thor.
Semangat
Ituk Sari
pusing
Hesti Heryanti
gak ada bab yang tertinggal ka
semangat
semangat
salam kangen Mengintip Jodohku ❤️
ditunggu feedback nya ya 💕
tanti
Udh episode ini msh blm jelas musteri nya thor
Elisabeth Ratna Susanti
suka👍
tanti
Penasaran misteri blm terungkap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!