Perjuangan seorang Wanita Yang sudah Di hianati oleh suaminya. hidupnya hancur setelah Menikah dengan seorang pria yang tidak pernah menganggapnya sebagai istri. walaupun Ia sudah berusaha menjadi istri yang Baik, akan tetapi Devan tidak pernah menghargai Kinanti. hingga pada akhirnya Mereka berdua berpisah karena Devan kedapatan Telah Berselingkuh dengan Wanita lain. dalam keadaannya yang sedang hamil Kinanti harus menerima Kenyataan jika Ia harus bercerai dengan Devan.
Bagaimana cerita mereka selanjutnya kita nantikan di Episode selanjutnya yah.. Jangan lupa mampir 🙏 maaf baru pemula mohon Bantuannya 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep 34: Dia mencari wanita kampung itu
Kini Kinanti sudah di perbolehkan Pulang ke rumah Oleh Dokter yang menanganinya.
Kinanti sangat Berterimakasih kepada Leo dan juga Aditya. Yang Sudah membantunya selama Berada di rumah sakit, Kini Mereka kembali ke kontrakan Karena Kinanti menolak untuk Tinggal Dirumahnya Leo. Ia tidak ingin Membebani Leo dan juga Bi Ina sehingga ia memili untuk tinggal bersama Ibunya di kontrakan saja.
Sementara di rumah kediaman Keluarga Ruddy Kusuma. Anita Ibunya Devan sedang Duduk sambil Menikmati Secangkir Teh hangat Di Ruang Tamu. Ia masih memikirkan Perkataan Devan untuk mencari Anaknya yang saat ini Bersama Kinanti.
Sebenarnya Anita sangat merindukan Kinanti. Karena Kinanti adalah sosok wanita yang sangat Baik dan Perhatian Sama suaminya. Tapi entah kenapa Putranya Mala Meninggalkannya dan pergi bersama wanita lain.
"Sekarang kalian di mana nak," ucap Anita. Sambil Menatap Foto pernikahan Devan dan Kinanti yang masih ia simpan di ponselnya.
Tok !
Tok!
Tiba-tiba Anita di kejutkan dengan suara ketukan pintu dari depan sana. Dengan cepat ia Berjalan Menuju Ke luar untuk melihat seseorang yang Sedang Mengetuk Pintu Rumahnya.
"Mita?" Ucap ibunya Devan.
"Apa mas Devan ke sini Bu?" Tanya Mita.
"Dia tidak ada di Sini, memangnya kemana Dia?" Balik bertanya pada Menantunya itu.
"Aku juga tidak tahu Bu, belakangan ini mas Devan sering pergi tanpa Memberitahu aku Bu. Dan aku sangat yakin jika mas Devan masih mencari Wanita kampung itu." Ujar mita. Dengan penuh kekesalan di raut wajahnya.
Ibunya Devan Hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat keegoisan menantunya itu.
"Mita, Sebaiknya kamu memberikan Sesuatu yang bisa Membuat Suamimu Beta di rumah. dan Bisa melupakan Mantan Istrinya itu." Ucap Bu Anita.
"Maksud ibu apa yah?"
"Begini nak, Sebenarnya Devan itu sangat menginginkan seorang anak, dan Kalau menurut ibu, Alangkah baiknya Kamu Mengerti dengan apa yang Di inginkan Oleh Suamimu itu nak,"
"Nggak! Aku tidak akan pernah Bisa Memberikan apa yang mas Devan inginkan itu Bu. Karena aku tidak ingin hal yang pernah mas Devan lakukan sama Wanita itu di lakukannya sama aku juga Bu!" Balas Mita. Dengan sangat Geram pada mertuanya itu.
"Jika kamu memang tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk Suamimu. Maka jangan salahkan Dia jika dia terus mencari Keberadaan Mantan Istrinya dan juga anaknya itu."
"Kenapa ibu Jadi Bela-belain wanita kampung itu sih, Apa ibu juga menginginkan Mas Devan dan wanita itu kembali lagi?! Menatap tajam pada Anita.
"Ibu tidak pernah menginginkan mereka kembali, ibu hanya mengingatkan kamu saja." Ujar Bu Anita.
"Lalu kenapa ibu Memaksakan hal yang Sama sekali Tidak aku inginkan. Ibu kan Tahu, Mas Devan Meninggalkan Wanita kampung itu karena Ia sudah Tidak Bisa merawat dirinya, Karena dia Sedang hamil. Terus sekarang ibu ingin aku hamil Terus mas Devan Pergi Ninggalin aku. Apa itu yang ibu Inginkan!"
"Dengar Mita, Ibu meminta kamu Untuk Mengikuti kemauan Devan, Bukan berarti Ingin memisahkan Kalian berdua. Dan harusnya kamu Sebagai Perempuan juga Sadar, Karena kamulah yang sudah membuat Devan dan Istrinya berpisah. Lalu kenapa sekarang kamu Mala takut jika Devan Akan melakukan hal yang sama terhadap kamu." Ujar Bu Anita.
"Cukup Bu! Pokoknya aku tidak mau Punya Anak! Dan itu sudah Keputusanku dan mas Devan, Sejak kami menikah. dan mas Devan juga tidak Mempermasalahkan Semua Itu. Aku yakin Ada yang sudah Menghasut Mas Devan, untuk mencari Wanita Kampung itu."
Anita Menggelengkan kepalanya saat melihat Kelakuan Menantunya itu.
"Jika dia kesini Tolong segera Beritahu dia jika aku sudah menunggunya di rumah." Ucap Mita. Lalu ia langsung keluar dari rumah itu.
Anita sangat terpukul dengan Perbuatan menantunya itu. Akan tetapi ia juga tidak bisa Berbuat apa-apa lagi. Karena itu sudah pilihan putranya sendiri.
Tak lama kemudian Mobil milik Devan Melaju mulus Hingga ke halaman rumah Kedua orang tuanya. Bu Anita melihat putranya yang baru saja Datang Langsung Keluar dan Menunggu Devan di depan pintu.
"Mah," Ucap Devan.
"Dari mana saja kamu Devan, Tadi istrimu mencariMu ke sini." Ujar Bu Anita.
"Ngapain dia ke ini mah?" Tanya Devan.
"Dia marah-marah karena kamu masih mencari Mantan Istrimu itu."
"Terserah dia saja mah, aku nggak peduli lagi dia mau marah ataupun Melakukan hal lainnya. Karena dia tidak ingin Membuatku bahagia." Balas Devan.
"Sekarang kamu sudah tau kan, apa yang sudah kamu perbuat sama Istrimu dulu. Kini terjadi dalam rumah tanggamu Kembali, Devan. Mamah tidak Pernah Setuju saat kamu Menikah Dengan Mita, Karena bagi mamah. Menantu di dalam rumah ini hanyalah Kinanti, dan tidak akan pernah tergantikan oleh Wanita mana pun." Ujar Bu Anita.
Seketika membuat Devan menatap Ibunya dengan Tatapan yang Dingin.
"Apa-apaan sih mah. Kenapa mamah lebih membela wanita Kampung itu. Apa mata mamah tidak bisa melihat Keburukan Yang ada pada diri wanita itu!"
"Di mata kamu dia memang Wanita Buruk dan tidak Cantik, tapi di mata mamah dia wanita yang Tulus dan peduli terhadap Kamu, dia lebih mementingkan Kepentingan dalam rumah di bandingkan Dirinya Sendiri. Harusnya kamu Sadar apa yang sudah Kinanti Perjuangkan Saat Menjadi istrimu."
Devan terdiam dan hanya mendengarkan ibunya Memarahinya.
"Lebih baik kamu Kembali Ke rumahmu. Karena mamah tidak ingin Mita terus Mencurigai mamah Atas apa yang kamu perbuat Saat ini!" Pinta Bu Anita.
"Baiklah Mah. Aku akan Pulang," ucap Devan. Tak membantah perkataan ibunya lagi. Karena ia sangat Mengenal Ibunya jika sudah marah maka tidak Akan Pernah memaafkannya lagi. Sehingga ia tidak Pernah Ingin Membantah setiap perkataan Ibunya.
Sesampainya di rumah ternyata Mita tidak ada di sana. Pria itu langsung pergi ke rumah Mertuanya untuk mencari Mita. Akan tetapi Mita juga tak datang ke rumah orang tuanya. Sehingga membuat pria itu sedikit Bingung harus mencari Istrinya kemana lagi.
"Kemana dia, apa jangan-jangan dia pergi ke rumah Temannya?" Ucapnya. Sambil menatap sekeliling Jalan yang ia lalui.
Karena merasa lapar akhirnya Devan mampir ke salah satu Restoran terdekat di situ. Dan pria itu langsung masuk setelah memarkirkan mobilnya.
Namun hal yang tak terduga Di Dalam sana sehingga membuat pria itu merasa Sangat sakit hati dengan apa yang baru saja ia Lihat di dalam restoran tersebut. Kala Mita sedang bersama seorang pria Hidung belang dan mereka terlihat begitu dekat hingga membuat Devan Tak Habis pikir dengan Perbuatan Istrinya itu.