Indonesia
NovelToon NovelToon
Identitas Yang Tertukar

Identitas Yang Tertukar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Anak Genius
Popularitas:32k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Taniza dan Tania.
Saudara kembar yang terpisah sejak kecil.
Taniza dan Tania merupakan kembar identik, hanya saja sifat mereka bertolak belakang.
Taniza adalah sosok anak yang lemah lembut, baik hati, tidak pernah menyakiti siapapun, ia gadis yang sangat penurut.
sedangkan Tania , ia gadis yang lebih liar, tidak mau di atur, suka seenaknya,dan lebih suka hidup semaunya..
namun di balik sifat keduanya yang sangat bertolak belakang, mereka sama-sama saling menyayangi, namun takdir berkata lain, mereka mengalami kecelakaan dan membuat nya terpisah,namun sebelum kecelakaan itu terjadi, mereka iseng-iseng bertukar nama, tapi ternyata pertukaran identitas itu terbawa sampai dewasa.

Bismillahirrahmanirrahim....
Yuk ikuti kisahnya....
kawal mereka sampai tuntas...
jangan lupa beri dukungan ya ...
salam sehat semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

Bau tanah, kayu lapuk, dan tetesan air dingin mendadak menyengat indra penciuman Tania. Perlahan, kelopak matanya yang terasa amat berat terbuka. Penglihatannya samar-samar menyapu sekeliling.

Tania terperanjat. Ruangan itu begitu gelap, lembap, dan hanya diterangi berkas cahaya remang yang menerobos celah dinding papan sebuah gubuk tua di tengah hutan pinggiran kota. Tangannya yang membiru lebam dan pergelangan kakinya kebas, namun rasa pusing hebat akibat sisa obat pembius masih memutar otaknya.

"Ya Allah... di mana ini...? "batin Tania menjerit ketakutan.

Ingatannya melayang pada momen berdesakan di halte bus, lalu sapu tangan beracun yang membekap hidungnya. Hatinya yang polos kini dihantam kenyataan pahit, ia telah diculik.

Dengan air mata yang menetes membasahi pipinya yang tirus, Tania berlutut di tanah yang dingin. Ia memejamkan mata erat-erat, merapatkan kedua tangannya di depan dada, memanjatkan doa dengan ketabahan yang luar biasa.

"Ya Allah, Engkau Maha pelindung... Lindungilah hamba-Mu yang lemah ini... Berikan hamba petunjuk dan keselamatan..." bisik Tania parau di antara isak tangisnya.

Mendengar gelak tawa kasar beberapa pria dari luar gubuk, naluri bertahan hidup dalam diri Tania membuncah. Dengan sangat berhati-hati, ia merayap ke arah pintu belakang gubuk yang engselnya sudah lapuk. Dengan sisa-sisa tenaganya, Tania mendorong pintu kayu itu pelan-pelan tanpa menimbulkan suara, lalu meloloskan tubuh kurusnya ke luar.

Begitu kakinya menyentuh tanah berkerikil di balik pepohonan liar, Tania langsung berlari! Ia menahan perih di punggungnya dan rasa lemas di kakinya. Gamisnya tersangkut semak belukar hingga robek di beberapa bagian, namun Tania tidak peduli. Ia terus berlari menembus kegelapan hutan.

Namun, keberuntungan belum berpihak padanya.

Kreekk...

Suara ranting patah yang diinjaknya terdengar oleh salah satu penculik yang sedang merokok di samping gubuk.

"Woy! Bocah itu kabur! Cepat kejar!" teriak suara berat berwibawa iblis itu.

Langkah kaki tegap dan berat dari tiga orang preman bertubuh kekar langsung mengejar ke arah pelarian Tania.

"Tolonoog! Siapa pun toloooong Tania!" jerit Tania terisak, napasnya memburu tersengal-sengal. Udara dingin merasuk ke paru-parunya yang sesak.

"Ya Allah... tolong Tania ya Allah... lindungi Tania ya Allah"...

Tania berlari tanpa arah, menembus kabut dan rimbunnya pepohonan, hingga tiba-tiba... kakinya terhenti mendadak.

Di depannya, tanah mendadak terputus. Sebuah jurang yang sangat curam membentang tegap di bawahnya, dengan arus sungai yang mengalir deras di dasar batu-batu hitam yang dingin dan tajam.

Tania berbalik dengan napas memburu. Tiga orang preman bertubuh besar sudah mengurungnya dari tiga sisi dengan senyum menjijikkan yang menghiasi wajah mereka.

"Hahaha! Mau lari ke mana lagi kamu, Cantik?" cengkeram salah satu preman sambil melangkah maju dengan mata berbinar liar. "Ternyata Cantik juga ya walau pucat begini."

Tania mundur hingga tumit sepatunya berada tepat di bibir jurang. Air mata mengalir deras dari matanya yang membelalak ketakutan. "Jangan... Tania mohon jangan mendekat... Istighfar, Paman......, kalian berdosa...., nanti masuk neraka"

Pria kekar berkulit gelap di tengah menyeringai penuh kepuasan. Ia melihat kemolekan dan kepolosan Tania yang pasrah.

"Begini saja, Nona Manis... daripada ke neraka, ,lebih baik kita menikmati syurga dunia saja " bujuk preman itu dengan suara penuh racun. "Bos kami cuma minta kamu dibuat hilang. Tapi kalau kamu mau bersikap manis dan melayani kami bertiga di sini... memberikan kesucianmu... kami berjanji akan melepaskanmu hidup-hidup. Kamu bisa bebas!"

Mendengar tawaran kotor itu, kehormatan dan keimanan Tania sebagai seorang muslimah seketika membakar dadanya. Di balik tubuhnya yang rapuh, lemah, dan penurut, ada benteng iman yang tak akan pernah bisa diruntuhkan oleh siapa pun.

"Tidak!" pekik Tania lantang dengan suara bergetar namun sarat akan keteguhan murni. "Lebih baik Tania mati tenggelam di dasar jurang ini daripada harus menyerahkan kesucian dan harga diri Tania pada maksiat! Allah Maha Melihat!"

para preman itu tertawa meremehkan. "Sok suci kamu!"

Pria di tengah langsung maju menerjang, merenggut kasar lengan gamis Tania.

"Kemari kamu!" bentaknya kasar.

"Tidak , tidak mau.... Lepaskan Tania... Allah akan menghukum kalian"....Seru Tania sambil menangis tersedu-sedu.

"Ayolah...lebih baik nurut saja, bikin kita puas,maka kamu akan lepas" celetuk salah satu iblis berwajah sangar.

"Tidak....ya Allah.... tolong Tania...hiks...."

Aksi tarik-menarik yang menegangkan pun terjadi di tepi jurang yang licin! Tania memberontak sejadi-jadinya, mencakar dan menghentakkan badannya dengan sisa-sisa tenaga terakhir demi menjaga kehormatan dirinya dari jemari kotor para penculik itu.

SRRRRREEEET...!

Kain gamis Tania robek. Keseimbangan Tania hilang saat tanah gembur di bibir jurang itu longsor akibat pijakan kaki mereka!

"Aaaaaah..... Allohuakbar....!"

Tubuh kurus Tania terdorong ke belakang, melayang bebas di udara, lalu meluncur deras jatuh ke dalam jurang yang gelap dan dalam!

BYUUUUUURRRRR!

Suara dentuman air yang sangat keras bergema di dasar jurang. Tubuh Tania tenggelam dalam ke dalam gulungan arus sungai yang amat sangat dingin dan deras. Kegelapan dan rasa dingin yang mematikan seketika membungkus jiwanya yang suci, membawa gamis dan tubuh rapuhnya terbawa arus liar sungai menuju entah ke mana.

Di atas bibir jurang, ketiga preman itu melongok ke bawah. Melihat sungai deras di dasar jurang yang berbatu tajam, mereka tertawa puas dan melegakan dada.

"Hahaha! Mampus kau! Jatuh dari ketinggian segini ke sungai berbatu, dijamin tubuhnya hancur ditelan arus!" seru salah satu preman dengan tawa membahana.

"Ayo pergi! Laporan ke Bos... selesai. Beres sudah pekerjaan kita!"

___

Setelah sampai di kaki gunung salak, rombongan pendaki itu tidak langsung pulang, mereka masih bersantai di tempat penginapan untuk merilekskan tubuhnya....

Malam hari sebelum kembali ke desa...mereka mampir di sebuah kedai makanan, Niza memesan teh panas ,

Ia meminumnya dengan pelan....

Namun gelas beling berisi teh panas yang dipegang Niza terlepas dari tangannya dan hancur di atas lantai semen.

Pranggg....

Niza memegangi dadanya, berlutut di lantai sambil menjerit kesakitan yang amat sangat!

"AAAAAGHHH... Astaghfirullah....!" jerit Niza melengking, memegangi dadanya yang terasa seperti dihantam bongkahan es dan ditusuk ribuan jarum dingin. Rasa dingin menyapu tubuhnya hingga dadanya sesak tak bisa bernapas.

"Niza! Niza, kamu kenapa?!" teriak Dias panik setengah mati, langsung berlutut merengkuh tubuh adik angkatnya yang gemetar hebat dan bersimbah keringat dingin.

"Mas... Mas Dias..." bisik Niza dengan suara parau bercampur tangis histeris yang tak terkontrol. "Dingin... Sakit sekali... Ada yang tenggelam, Mas... Ada yang menjerit meminta tolong di dalam air... Aaaaagh!"

Niza meremas liontin patah NiZa di dadanya hingga jemarinya berdarah. Jiwa perisai dalam dirinya menjerit hebat, menerima sinyal kematian dari saudara kembar kembarnya, TaniZa, yang kini sedang mengapung tak berdaya di dasar sungai dingin.

"Sebaiknya kita jangan pulang malam ini, Ayo niz kembali ke mobil....,Kita istirahat di sana" ajak Dias bersama Nina memapah tubuh Niza dengan hati-hati.

1
Sri Supriatin
Trims upnya Thor, saya mo siap2 ikut pesta Ameer n Tania mo beli barang2 branded habis dpt sawer di desa 🤭🤭
Sri Supriatin
Terhafu n bahagia thor 😍😍🙏🙏
Humay Uum
tinggal mengatasi simantan yg belum yg lagi merasa Menang tapi masuk perangkap 🤭semangat thoor
@Mita🥰
lanjut 🥰
@Mita🥰
semoga jodoh bang Diaz taniza😍😍😍
Sri Supriatin
maantap hr ini up 4 bab 🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Tjs upnya thor selamat mlm n beristirahat Indo🙏🙏🙏
Sri Supriatin
Dias lamar Taniza dong... Pasti pestanya disumbang kakek😍😍😍
Sri Supriatin
Gara2 kalung nama tertukar semua menuju kebahagian.... Jadi pengen hadir🤭😍😍😍
@Mita🥰
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
suti markonah
asal usul tania taniza jg perlu di selidiki thor~ke kaya'ab orang tua nya skrg siapa yg ngambil alih
suti markonah
tp ngmg² keluarga besar tania taniza yg asli gimana thor?..tentu nya mereka selain orang tua nya, tentu ada keluarga lain jg seperti kakek nenek paman bibi..trs kekayaan orang tua mereka, bukan kah orang tua nya kaya?.tentu saja mereka berdua pewarisnya
@Mita🥰: keluarga besarnya kan gak ada yang mau ngurus mereka
total 2 replies
suti markonah
sekalian saja taniza nikah sm mas dias
Humay Uum
waahh makin seru j ni gosip biar lah gosip tapi Amer dan Tania tetap maju ayooo kita kasih semangat 💪💪 kondangan onlien eey 🤭😍
🥰🥰m4r1n4.sg🙏🏻🙏🏻🙏🏻
baru kemarin 2 di lapangan desa mendarat helikopter , anggota TNI angkatan udara berlatih di desa kami, dari rumah sampai lari-lari, ikut nonton 🤭🤭🤭
suti markonah
iki mending warga heboh karna ke datangan helikopter..lha aku mbiyen krungu suoro montor mebur langsung metu dongak nduwur
suti markonah
di lanjut thorrr🙏🙏🙏🙏di tunggu pertemuan 2 keluarga tania end taniza
Sukarti Wijaya
🤣🤣🤣🤣🤣 penyambutan yang menghebohkan warga desa👍
suti markonah
tania jgn lupa pembaca setia mu di sawer jg ya~
suti markonah
YA ALLAH thorr aku lagi dag dig dug mikir gmn pertemuan ameer dan mertua nya kok yo adoh temen perjalan'ne
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!