Valendro sebagai ilmuwan yang mencanangkan ide mencari time glitcher agar kembali ke dimensinya atau diatur di tempat yang tepat, memiliki kesempatan kedua untuk mengatur sekelompok pasukan yang siap berpetualang di berbagai galaksi dan berbagai alur waktu. Namun untuk merekrut pasukan yang hebat saja, dia harus banyak berputar otak.
Untungnya beberapa prajurit yang telah berdedikasi, telah menyetujui dan mengabdi untuk Kaunsel Sejarah, dengan imbalan mereka diperbolehkan beberapa waktu sekali pulang atau pergi menemui orang yang mereka kasihi, baik itu keluarga ataupun sekedar pacar.
Tak hanya masalah pasukan, Valendro juga harus secara rutin memperbaiki Kapten pesawat yang dikendalikan oleh robot AI! Lancarkah petualangan mereka? Atau lebih banyak kegembiraan daripada yang sudah-sudah?
Hint: Novel ini adalah Saga dari Novel lama Author. Silakan DM author untuk info mengenai novel lama yang dimaksud
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArmandArt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah dengan Saboteur
"Hey..." panggil Audreena ketika dia mendapati Makaria sedang membaca-baca buku di perpustakaan Serenium. Makaria mendongak lalu tersenyum kecil.
"Kapten pasti mengatakan sesuatu tentangku ya, Ren?" tanya Makaria ketika Audreena duduk di kursi di depannya. Mereka terpisah meja agak besar saat ini.
"Ya, kudengar kau ada masalah sama plat yang kau temukan di mimpi...?" ucap Audreena sambil tersenyum. Dia menangkup dua telapaknya di meja, mencoba mencari posisi santai. Baginya Makaria adalah partner sparring yang cocok suatu hari nanti.
"Hemm...kutinggal plat itu di kabin. Bingung mesti diapain, jadi aku cari-cari info disini..." jawab Makaria sambil memperlihatkan sampul buku yang terlihat agak kuno.
Mitologi Yunani dan Peran Mereka di Peperangan
"Waw, apa menurutmu buku itu membantu...?" tanya Audreena datar, dia tak mau terdengar menghina. Lebih ke arah penasaran, karena dia tak tahu apa itu Yunani. Namun kata "Peperangan" mungkin sesuatu yang bersejarah bagi Makaria.
"Aku ga tau. Karena aku hanya temukan ini, yang menurutku mungkin berhubungan dengan plat itu" katanya sambil menunjukkan sebuah gambar seorang pria yang memegang sesuatu semacam tongkat bergerigi berwarna kuning cerah.
Audreena melirik tongkat itu, dia lalu mengerling Makaria yang tampak antusias. Seolah menunggu pendapatnya.
"Gini deh. Besok kamu bawa itu plat ke ruang Gym. Aku akan coba membantumu mengolah tenaga dalammu, sekarang sudah malam, ayo..." usul Audreena sambil tersenyum dan mengajaknya kembali ke kamar.
****
< Serenium, koridor, pukul 11 malam >
Ruby berpatroli dari waktu ke waktu, sebenanrnya dia melakukan ini lebih untuk penjagaan para Kru agar mereka baik-baik saja dan juga kemungkinan kriminal melewati area pesawat mereka terparkir saat ini di Alur Waktu. Namun...
Mata Ruby tiba-tiba menangkap sesuatu yang aneh berasal dari pintu kamar Hayate. Perlahan namun pasti, dia agak mengendap dan mendekati kamar itu. Setiap kamar tentunya kedap suara, sehingga aktivitas dari dalam maupun sebaliknya, tidak bisa saling dengar. Namun pintu itu terdapat celah kaca kecil yang hanya dapat dilihat oleh para Robot di pesawat ini. Celah itu tentu saja tak diketahui para prajurit, untuk menghindari adanya manipulasi materi.
Ruby mendekat dan sudah tinggal berjarak satu meter, sebelum dia segera menjauh dan agak berjalan cepat dari kamar itu. Pemandangan aneh dan tak seharusnya dia lihat terlihat. Dengan sigap dia memilah memori dan mengasingkan visual memori yang baru saja dia lihat.
"Manusia dengan Cyborg.....really?!" gumamnya kecil. Ruby sampai segera menuju Bridge untuk melakukan maintenance rutin.
Dalam dirinya terdapat Tingkat Mental dan Emosi. Dirinya dan Neoron memiliki tingkat yang sama, yaitu 25. Tingkat itu adalah batas aman sebuah robot untuk tidak mencampuri urusan mental makhluk hidup intelijen. Berbeda dengan Berliana yang memiliki TME sebesar 85. Tingkat inilah yang dipersoalkan Duweina sebelum ini.
"Ada apa, Ruby? Kau terlihat shok?" tanya Berliana muncul disampingnya secara tiba-tiba.
"Heh! Ah ngga, Kak?!?" jawabnya gagap. Secepat kilat Berliana memegang telapak tangan Maid baru itu, lalu tak lama...
"Oh....ya sudah, biarkan saja. Asal Tuan Hayate tidak terganggu kesehatannya. Biarkan pria itu belajar....heh!" ucap Berliana santai. Walau sekelebat dia melihat memori Ruby, namun terdapat fungsi Nurani Kontrol yang tidak ada di diri Ruby maupun Neoron. Dan bagi Berliana, kejadian 'dewasa' itu? Adalah hal yang seharusnya dibiarkan, sampai di batas yang mungkin, membahayakan jiwa individu yang terlibat.
Tentu hal ini dia harus laporkan ke Neoron dan Valendro. Hanya agar Hayate tak menghadapi, apapun yang bisa membuat diri pemuda itu diadili oleh Kaunsel Waktu.
****
< Kantor SPD, Kafetaria >
"Tak setuju, Tante Sam" jawab Valendro singkat. Sam dan Duweina saling pandang.
"Tante mau Cyborg ini, menjadi bodyguardku? Terang ga setuju lah. Saya ga mau dijaga seorang pria walaupun dia setengah robot!" cebik Valendro sambil menunjuk Saboteur. Cyborg itu kini sedang dalam mode diam, namun pernyataan pria itu membuat Duweina agak panas mendengarnya. Seolah pria ini tak memahami kekhawatirannya.
"Mck...jadi kamu maunya gimana?" Sam segera memotong dan bertanya, sebelum Duweina bertindak impulsif ke pria itu.
Valendro berpikir sejenak. Dia berpikir banyak kemungkinan dan pilihan, namun kebanyakan pilihan itu rasanya tak akan disukai Tante maupun Kakak beda generasinya itu. Tapi membiarkan Saboteur dalam fisik pria berotot dan tampak kasar ini, juga bukan ide yang baik.
"Begini aja deh, Tan. Itu Cyborg saya terima, tapi fisiknya mungkin saya ganti nanti, boleh kan? Tentu program dan aplikasi di dalamnya saya akan sesuaikan dengan model barunya nanti..." ucap Valendro nyerah dibawah tatapan menekan kedua wanita itu. Duweina dan Sam bertatapan sejenak, mereka lalu mengedikkan bahu dan beranjak dari tempat itu. Meninggalkan Valendro sendiri dengan Cyborg tersebut.
"Cih, ga mungkin lah gue pake fisik rongsok begini. Hmm...gue ada akal....hehehe...." pikir Valendro dalam hati.
****
< 2 jam kemudian, Ekelsiel Highway >
Sebuah hover-car berwarna hitam kebiruan melaju kencang membelah udara di temaram planet Ring'o'Dawn. Pengendaranya tentu saja Valendro. Dia saat ini menuju kota sebelah, dengan tujuan mencari fisik baru bagi Cyborg bernama Saboteur tadi
Dia sebenarnya bukanlah pria playboy yang menginginkan cewe bahenol sebagai bodyguardnya. Dia hanya menyukai wanita pada umumnya, terutama yang berperawakan cool seperti Sam. Sayangnya, tak mungkin kan dirinya mengencani Tantenya itu.
Ditengah berkendara, dia lalu mengaktifkan mode Auto-Pilot. Mobil itu sudah disetel mengarah ke salah satu toko Robot terkemuka di di Ring'o'Dawn. Jadi selama mobil tersebut melaju, Valendro membuka laptopnya dan mulai mencari fisik robot yang dikiranya sesuai dengan harapannya. Tak terlalu bahenol, namun juga tak terlalu kurus.
Dia juga berpikir akan menanamkan semacam Character Inhibitor Program atau program khusus yang dirancang agar si Cyborg kelak dapat secara otomatis mengoptimalkan dan mensinkronisasi diri sendiri dengan majikannya, Valendro.
Sekitar 30 menit kemudian, Valendro merasakan mobilnya melambat. Mereka telah sampai. Mobil itu dengan otomatis segera memarkirkan dirinya di tempat parkir nyaman yang berada di depan toko tersebut.
Baise's Artificial Collection
Nama toko itu. Tak lama, Valendro pun keluar dari mobil dan berjalan menuju toko tersebut. Ketika masuk, dia merasa seperti masuk ke toko hape. Toko itu ramai pembeli. Namun kebanyakan adalah pasangan. Mungkin mereka kesana untuk membeli Robot Maid seperti Ruby. Namun ada juga yang datang sendirian. Biasanya yang sendiri adalah orang-orang yang cenderung introvert dan ingin diri mereka dirawat.
Valendro berjalan di antara para pembeli itu. Dia sendiri mulai mencari model Robot yang sekiranya cocok dengan Cyborg Saboteur. Dia, tentunya, mencari di deretan Robot Wanita. Namun Robot dengan sistem kerja universal. Artinya pilihan Robot yang dia pilih saat ini, tidak ada tugas tertentu yang disetel pada Robot tersebut.
"Oh..?" ujarnya tiba-tiba setelah melihat satu Robot Wanita yang menurutnya sangat elegan. Robot itu berambut hitam panjang dengan sedikit shadow berwarna hijau tua. Fisiknya jauh diatas ekspektasi Valendro, namun dia mengacuhkan bagian itu. Dia lebih tertarik dengan wajah Robot tersebut. Sedikit mengingatkan akan neneknya sewaktu masih muda.
"Hallo! Selamat Datang di Baise's Artificial Collection! Apakah anda sudah menemukan yang anda cari?" tanya seorang Robot Sales pria ke Valendro.
"Saya mau ini!" ucap pria itu memantapkan diri.