Indonesia
NovelToon NovelToon
Your Wife Is Not Your Wife

Your Wife Is Not Your Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Areum Kang

■■■■

Batalnya pernikahan Zach dengan wanita yang dicintainya karena pergi hilang entah kemana.

Dalam keputus asaannya Zach bertemu dengan Celo gadis manis yang polos dalam sebuah kecelakaan yang disebabkan oleh Celo.

Pertemuan yang berakhir dengan terperangkapnya Celo dalam sebuah jebakan yang diciptakan oleh Zach.

Jebakan apa sehingga Celo harus terperangkap oleh Zach, si pria tampan nan angkuh, sombong, dingin dan berkuasa namun sangat sayang dan peduli pada keluarganya.

Bagaimana nasib Celo kedepannya??

■■■■

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Areum Kang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semuanya berakhir

"Tolong…"

"Celo…"

"Sialan!!!"

■■■■

"Kurang ajar!! Beraninya anak kecil seperti kalian mengganggu kesenangan kami! Keluar!!" Bentak si pria tua.

"Nic…"

"Siap Bos." Nico yang mengerti maksud Eric lansung bertindak. Satu persatu pria didalam sana dihajarnya.

Melihat kegaduhan, Audrey bertindak cepat membawa Celo keluar dari kerumunan dan mendekat ke arah Eric. Sangat jelas dirasanya tubuh mungil nan ringkih itu bergetar hebat entah karena kesakitan atau ketakutan. Yang jelas saat ini, Audrey juga merasa sangat terpukul melihat Celo diperlakukan seperti ini.

"Siapa kalian HAH!! Berhenti! Kalian tidak tau siapa aku!!" Dalam keadaan terjepit masih saja pria tua itu bertingkah pongah.

"Kami? Orang yang akan mempercepat ajalmu!! Nic bawa mereka." Eric menyuruh Nico membawa para penjahat itu keluar, dan tentunya ini belum berakhir.

Eric membawa Audrey dan Celo keluar dari Clubnya, mereka bicara dimobil Eric. Tak bagus bagi Celo jika berlama-lama didalam sana, ia pasti merasa trauma.

"Ini. Minum dulu." Audrey memberikan sebotol air mineral untuk bisa diminum Celo agar ia merasa lebih tenang. Dengan tangan masih bergetar Celo meraih botol itu, Audrey meraih tangannya lalu digenggam.

"Tidak apa-apa. Kau sudah aman sekarang." Audrey membawa gadis yang sudah dianggap sebagai adiknya kedalam pelukannya, ia juga ikut menangis karena ia merasa kehidupan yang dijalani Celo tak jauh berbeda dari masa lalunya.

"Celo, kenapa kau bisa ada disana? Tempat itu berbahaya." Melihat Celo sudah mulai tenang, Audrey mulai menanyakan apa yang terjadi.

Celo mulai menceritakan apa yang baru saja dialaminya, belum sempat selesai bercerita. Celo teringat nenek dan ayahnya, seketika itu ia lansung panik. Tak mau menunggu lansung saja Eric dan Audrey mengantar Celo pulang kerumahnya. Fokus utama mereka sekarang adalah ke ayahnya Celo sementara untuk mengetahui cerita selanjutnya, Eric punya cara sendiri untuk itu.

°°°°

"Hoamm…rasanya mengantuk sekali… Mungkin karena semalam kurang tidur." Zach merasa matanya sangat berat sekali untuk tetap terjaga. Sambil menunggu panggilan penerbangannya, Zach coba memejamkan matanya sejenak.

Belum sepuluh menit memejamkan mata, Zach terjaga karena terkejut. Rasanya Celo memanggil-manggil namanya minta tolong. Ia merasa ada ikatan tertentu antara dia dan Celo entah apa itu.

"Kenapa perasaanku tidak enak begini ya? Apa karena rasa bersalah?" Zach terus saja bertanya-tanya pada dirinya sendiri.

"Sudahlah. Cepat atau lambat semua akan terlupakan begitu saja." Ia meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua pasti akan berlalu.

Merasa kantuknya sudah hilang, Zach memilih mengecek beberapa e-mail yang masuk diponselnya. Belum selesai dengan e-mailnya pengumuman penerbangan menggema disetiap sudut ruangan.

"Your attention please, passengers of ******* on flight number ***** to Holland please boarding from door A12, Thank you."

Zach mengemasi tasnya dan berlalu ke pintu yang sudah diberitaukan.

°°°°

Baru saja turun dari mobil Eric dengan tak sabaran, Celo disambut beberapa orang tetangganya didepan gang menuju rumahnya.

"Celo, syukurlah kau baik-baik saja." Ucap ibu-ibu yang menghampiri Celo ke toko bunga.

"Dimana ayah dan nenek Celo bu?" Celo bertanya dengan tak sabaran dan hati yang berdebar.

"Sebaiknya kau cepat susul ke rumah sakit nak. Tadi suami dan anak ibu yang mengantar juga beberapa tetangga lain" ucap ibu itu.

"Baiklah bu, terimakasih banyak. Tapi ayah dan nenek Celo baik-baik saja kan bu?" Celo merasa sangat khawatir.

"…." Si ibu hanya diam saja. Ia bingung harus menjawab apa, dalam hati ibu itu berdoa semoga mereka baik-baim saja.

"Kenapa ibu diam saja. Jawab Celo bu." Celo bertanya seraya menggoyang-goyangkan lengan si ibu itu.

"Celo, tenanglah. Sebaiknya kita susul saja kerumah sakit, ibu ini juga tak tau kabar pastinya bukan" Audrey yang sedari tadi mendampingi Celo menenangkannya.

Eric segera mengantar mereka menuju rumah sakit yang diberitahukan oleh ibu tadi. Melalui spion depan mobilnya, ia terus memperhatikan Celo yang kini tengah dipeluk tunangannya.

°°°°

Sesampainya dirumah sakit, seperti orang yang sedang diburu waktu mereka berlari menuju ruangan yang tadi sempat mereka tanya di resepsionis.

"Celo, disana ruangannya." Audrey menemukan ruangan dimana nenek dan ayahnya ditangani.

"Celo, kau sudah disini nak? Apa kau baik-baik saja?" Celo tak sempat menjawab, sebaliknya ia malah bertanya.

"Bagaimana ayah dan nenek pak?"

"Bapak juga belum tau nak. Dokter masih didalam, belum keluar dari tadi." Mereka semua cemas menunggu dokter yang belum juga keluar.

"Duduklah dulu." Eric yang dari tadi diam, mulai buka suara.

"Ayo Celo, kita duduk dulu. Ayah dan nenekmu pasti baik-baik saja."

Cukup lama menunggu pintu ruangan tersebut akhirnya terbuka, seorang dokter keluar dengan memakai masker mulut.

"Keluarga pasien."

"Ya, saya anak dan cucu mereka. Bagaimana keadaan mereka dokter?" Tanya Celo.

"Maaf nona, kami sudah berusaha semaksimal mungkin namun Tuhan berkata lain. Nenek anda tidak bisa bertahan, beliau kehilangan banyak darah dan mengalami benturan yang sangat fatal. Untuk ayah anda, beliau dalam masa kritis saat ini. Maafkan kami nona." Dokter berkata dengan sangat menyesal karena tidak bisa menyelamatkan pasiennya.

"Nenek…nenek Celo sudah meninggal dokter?" Ulang Celo dengan tatapan yang tak bisa diartikan.

"Maaf nona, kami harap anda bisa kuat." Setelah berucap dokter meninggalkan mereka semua untuk kembali masuk kedalam.

"Kakk…nenek Celo sudah pergi. Nenek membawa pergi kebohongan yang sudah Celo ucapkan." Air matanya berderai tanpa bisa dicegah lagi. Audrey hanya bisa memeluknya agar ia merasa lebih kuat dan tegar.

"Celo yang sabar, mungkin nenek sudah rindu ingin bertemu ibu disurga." Diusap-usapnya punggung Celo pelan. Mereka semua yang ada disana hanya bisa menaruh simpati tanpa bisa berbuat apa-apa. Kecuali Eric, ia berjanji akan menghukum dan menghabisi mereka semua yang sudah menyakiti Celo.

Tak berselang lama mereka menunggu persiapan akan membawa nenek Celo pulang. Beberapa dokter barlarian masuk kedalam ruangan penanganan ayah dan neneknya tadi. Mereka nampak sangat panik dan terdengar jelas suara gaduh dari arah dalam.

"Nona, kami harap anda lebih tabah lagi. Ayah anda juga tak dapat bertahan dan beliau….sudah tak ada lagi." Beberapa dokter yang tadi berlarian menghampiri Celo, mereka semua menundukkan kepalanya karena sudah gagal menyelamatkan dua nyawa sekaligus.

"Apa?? Ayah juga?? Ayah….ayah….hiks…hikss…" gadis itu tak dapat lagi membendung kesedihannya. Segera ia berlari dan berdiri diantar dua brankar yang diatasnya terbaring dua orang yang sangat disayanginya.

"Semuanya berakhir. Hidup benar-benar tak adil, tak cukupkah Celo hidup dalam penderitaan selama ini? Kenapa satu-satunya kebahagiaan Celo juga harus pergi? Hu..hu…hu…" Celo menangis meratapi nasib dan kepergian dua orang tercintanya.

Eric mencegah Audrey yang akan menghampiri Celo.

"Biarkan dia sendiri dulu." Audrey hanya mengangguk dan mereka hanya bisa memperhatikan Celo dari jauh saja.

Eric menghubungi seseorang yang sekiranya dapat membantu Celo dari keterpurukannya.

Tut…tutt

"Sukurlah masih tersambung." gumamnya

"Ya Ric. Ada apa? Nyaris saja aku akan menon active kan ponselku."

"Zach, bisakah kau kembali?" Ya, Eric menghubungi Zach.

"Kau gil-" ucapan Zach terpotong.

"Celo, ayah dan neneknya meninggal."

"Apa? Kenapa bisa?" Zach tak percaya dan tak habis pikir.

"Ada orang yang menyerang mereka dan Celo nyaris saja akan dijual pada lelaki hidung belang. Kembalilah sebentar saja, mungkin kau bisa menenangkannya."

"Bukannya aku tak mau Ric, tapi aku tak bisa. Maaf."

"Zach…Zachery….

Tutt tuutt

Zach mengakhiri panggilan mereka secara sepihak.

"Arghhh…." Eric tak tau harus apa sekarang, ia merasa sangat putus asa.

Kepergian orang yang sangat kita sayangi memang sangat berat. Bahkan bisa mempengaruhi akal kita untuk berpikir pendek. Disaat masa paling terpuruk, kita membutuhkan pegangan yang dapat memegang kita erat namun halus. Merangkul kita dengan erat dan menenangkan dengan belaian kata nan lembut.

■■■■

LIKE dan COMMENT jangan lupa ya...

VOTE bagi yang bersedia saja...

MAKASI SEMUA...

1
Ani Ali
aku sudah tebak klo dialah orangnya ,dn memang mudah ditebak
Kasma Ramadhan
suka ceritanya
Pak Gogot
alurnya runtut
Danars 1703_
top
Rosmery Napitu
😭😭😭😭
Rosmery Napitu
selain kata bodoh,ada gk ya buat si Zach ini... greget aku
Rosmery Napitu
Zach,. sungguh terlalu...😭
Ika Sulistyarini
eh skip unboxing 😅😂🤣
Ika Sulistyarini
hmm
Ika Sulistyarini
nyimak sek
Lely Su
celo typlh celo yg bodoh dn naif
Lely Su
zach aja yg buta mata kiri knan jg buta hati nya,,smp sgitunya dibhogi melodi tp ttp ga sadar",, smp g prcya sm semua shbt baiknya,,dasar cwok bego
Lely Su
kyaknya org terdekat zack deh
Lely Su
slalu cwek yg jtuh cinta duluan ke ceoknya, heran aq, knp cwek sllu lemah dn mudah baper, ujung nya sakit hti dn hny bisa mewek
Mas Lucky
celo merepotkan.bego dan keras kepala
Mas Lucky
awal2 jg konflik thor.
Royani Arofat
teruslah spti itu Zach.... agar kamu bisa segera mengetahui "rasa sakit" yg sesungguhnya dan belajar untuk tak menyakiti yg lain. hati memang tak bisa d paksa. drpd kamu nikahin celo tp g bisa cintai dia itu lbh menyakitkan.
Royani Arofat
disini penuh cinta buta.
Royani Arofat
berarti melodi sebenarnya baik, cinta sama Zach cuma g "tahan" dg keegoisan Zach, kelabilan Zach, ketidaknyamanannya dewasaan Zach, sikap memaksa Zach hingga membuat dia berpaling pd pria lain
Royani Arofat
cinta emang buta. Zach labil. dilepasin d bebasin mau ngapain aja. alah bingung dia. biarin aja dia lihat kenyataan ttg melodi dg mata kepalanya sendiri untuk membuat dia " dewasa"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!