Indonesia
NovelToon NovelToon
Maaf, Aku Tak Mengemis Cinta

Maaf, Aku Tak Mengemis Cinta

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Masuk ke dalam novel / Transmigrasi / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒

Ia masuk ke tubuh wanita yang ia anggap bodoh, dan memilih mengubah takdirnya, bukan mengulangnya

Dina, yatim piatu cerdas yang selalu diremehkan karena penampilan, meninggal dalam kecelakaan dan terbangun sebagai Belvina Laurent, sosialita cantik yang dulu ia anggap bodoh. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta dengan Alden Virel, pria dingin yang membencinya,

Dina dalam tubuh Belvina memutuskan berhenti mengejar cinta yang bukan miliknya.

Perubahannya membuat Alden gelisah, sementara Seraphina, wanita yang tampak lembut, perlahan menunjukkan sisi tersembunyi.

Dengan kecerdasan yang kini jadi senjata, Belvina mulai membalik keadaan, mengungkap kebohongan, dan membuktikan bahwa harga diri lebih berharga daripada cinta sepihak.

Namun semakin ia menjauh, semakin Alden tak mampu melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

9. Yang Tidak Bisa Dikendalikan

Belvina mengangkat alis sedikit. “Memangnya biasanya bagaimana?”

Pertanyaan itu ringan.

Seraphina memerhatikan beberapa detik. Tidak defensif. Tidak tajam. Ia tersenyum lagi.

“Biasanya… kamu tidak terlalu menyukai kehadiranku.”

Belvina diam sebentar. Lalu menghela napas ringan.

“Orang bisa berubah.”

Seraphina menatapnya lebih dalam. “Perubahan yang cukup besar.”

Belvina tersenyum tipis. “Kecewa?”

“Justru sebaliknya.”

Nada suaranya lembut. Tapi tatapannya tidak.

Belvina menangkap itu. Namun tidak menanggapi.

“Apakah kamu tidak khawatir?” tanya Seraphina tiba-tiba.

“Tentang apa?”

“Suamimu.”

“Suamiku? Memangnya kenapa dengan suamiku?”

Seraphina terdiam sepersekian detik. Pertanyaan itu tidak sesuai skenario.

“Dia pria yang… mudah menarik perhatian,” lanjut Seraphina lembut. “Banyak wanita yang—”

“Termasuk kamu?” potong Belvina, nyaris tanpa jeda.

Untuk pertama kalinya, ada jeda kecil di ekspresi Seraphina. Sangat singkat. Namun nyata.

Belvina kembali memejamkan mata. Seolah percakapan itu tidak penting.

“Aku rasa,” lanjutnya pelan, “kalau bisa diambil… berarti memang tidak pernah dimiliki.”

Nada suaranya tetap tenang. Tanpa emosi berlebih. Namun kalimat itu, menampar dengan cara paling halus.

Seraphina tidak langsung menjawab. Tatapannya bertahan lebih lama dari seharusnya.

-

Sementara itu--

Ruang lounge VIP spa terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan karena AC. Tapi karena pria yang duduk di sana.

Alden Virel.

Ia duduk dengan tenang, kaki bersilang, jemarinya bertumpu ringan di sandaran kursi. Wajahnya datar. Namun seluruh staf yang lewat menunduk lebih cepat dari biasanya.

Manager spa berdiri di depannya dengan sikap hati-hati.

“Apa saya perlu menyampaikan sesuatu, Tuan?”

Alden akhirnya menatapnya.

“Siapa saja yang ada di dalam?” tanyanya datar.

Manager itu sempat ragu. “Nyonya Belvina… dan Nona Seraphina, Tuan.”

“Panggil istri saya," katanya singkat. Ia tidak menyebut nama.

“Baik, Tuan.” Manager itu bergegas pergi.

Alden tetap di tempatnya. Matanya lurus ke depan. Namun pikirannya tidak diam.

Belvina. Seraphina. Satu ruangan.

Dan sikap wanita itu… sejak semalam.

Jarinya mengetuk sandaran kursi sekali. Pelan. Terukur.

“Aku ingin lihat… kamu akan bersikap seperti apa sekarang,” gumamnya rendah.

Ia tidak suka menebak. Dan sekarang, ia tidak punya pilihan.

-

Di dalam ruang perawatan, seorang staf masuk dengan langkah sopan.

“Nyonya Belvina. Maaf mengganggu.”

Belvina membuka mata.

“Iya?”

“Tuan Alden menunggu Anda di luar.”

Belvina terdiam sepersekian detik. Bukan kaget. Lebih seperti… tidak menyangka waktunya secepat ini.

“Oh,” jawabnya akhirnya. Singkat.

Ia bangkit tanpa tergesa. Namun kali ini, langkahnya sedikit lebih terukur.

Gerakannya sempat tertunda sepersekian detik, sebelum kembali stabil.

Seraphina memerhatikan dari samping. Diam. Matanya mengikuti setiap gerakan Belvina.

"Tidak terburu-buru…?"

Biasanya, jika ada Alden, wanita itu akan langsung berubah. Antusias. Atau gugup berlebihan.

Tapi sekarang?

Tenang. Terlalu tenang.

Belvina berdiri, lalu melirik sekilas ke arah Seraphina.

“Aku duluan,” ucapnya singkat.

Nada suaranya sopan. Biasa saja. Tidak ada sindiran. Tidak ada penekanan.

Seraphina tersenyum lembut. “Silakan.”

Namun matanya tidak melepas. Sedikit menyipit.

"Mencurigakan…"

Belvina melangkah keluar dari ruang spa. Langkahnya stabil. Tidak dipercepat. Tidak juga diperlambat. Hingga akhirnya, ia sampai di lounge. Dan melihatnya.

Alden.

Duduk di sana. Seolah seluruh ruangan itu miliknya.

Tatapan mereka bertemu. Beberapa detik.

Belvina tidak tersenyum. Tidak juga menunduk. Ia hanya berjalan mendekat, lalu berhenti dengan jarak yang cukup.

“Kenapa?” tanyanya langsung. Nada suaranya datar. Tanpa basa-basi.

Alis Alden bergerak sedikit. Sangat tipis.

Biasanya, wanita ini akan menyapanya dulu. Mencari celah untuk mendekat.

Sekarang? Langsung ke inti.

Alden menegakkan sedikit duduknya. Menatapnya dari atas ke bawah. Mengamati.

Detail kecil. Wajah tanpa riasan berlebih. Pakaian baru. Aura yang… berbeda.

“Kamu menikmatinya?” tanyanya akhirnya.

Belvina mengangguk ringan. “Lumayan.”

Jawaban pendek. Tidak mencoba memperpanjang. Tidak juga mencari respons darinya.

Alden menatap lebih lama.

“Dan kamu pikir… kamu bisa pergi begitu saja pagi tadi tanpa mengatakan apa pun?”

Nada suaranya tetap rendah. Tenang. Namun ada tekanan di dalamnya.

“Kalau itu masalah, lain kali aku kasih tahu.”

Jawaban yang… terlalu sederhana. Tidak defensif. Tidak juga merasa bersalah. Seolah itu memang hal kecil.

Jari Alden bergerak sedikit. Seolah menahan sesuatu, atau seseorang.

“Pulang,” katanya singkat. Kali ini tanpa memberi ruang untuk pilihan.

Bukan ajakan. Perintah.

Belvina menatapnya beberapa detik. Lalu, mengangguk.

“Oke.”

Tanpa protes. Tanpa drama. Namun juga, tanpa antusias.

Ia berbalik lebih dulu. Menuju ke luar. Tidak menunggu.

Alden terdiam sepersekian detik. Menatap punggung itu. Rahangnya mengeras. Lalu ia berdiri dan menyusul.

Dari balik lorong, Seraphina berdiri. Tidak terlihat oleh mereka. Namun cukup untuk melihat semuanya. Tatapannya mengikuti Belvina.

Cara berjalannya. Jarak yang ia jaga. Sikapnya terhadap Alden. Tidak ada usaha mendekat atau menarik perhatian.

Alis Seraphina perlahan berkerut.

"Tidak mungkin…"

Pikirannya mulai menyusun sesuatu. Cepat. Rapi.

"Ini bukan perubahan biasa," pikirannya.

Tatapannya beralih ke Alden. Pria itu mengikuti. Dan meski wajahnya tetap tenang, fokusnya jelas.

Pada Belvina.

Ada sesuatu yang terasa tidak nyaman di dada Seraphina. Sangat tipis. Namun nyata.

Senyumnya tetap terpasang. Sempurna. Namun di balik itu, pikirannya berputar.

"Mundur untuk menarik…? Atau… benar-benar berubah?"

Tatapannya kembali menyipit. Lebih tajam.

"Kalau ini permainan… aku harus tahu aturannya."

-

Langkah Belvina belum benar-benar jauh dari lounge ketika—

“Alden.”

Langkah Alden terhenti. Ia tidak langsung berbalik. Tatapannya tetap lurus ke depan. Namun rahangnya mengeras tipis.

Udara di antara mereka berubah. Pelan. Tapi pasti.

 

...✨“Kendali tidak hilang saat seseorang melawan, tapi saat mereka berhenti merespons.”✨...

.

To be continued

1
mimief
wah... selesai juga
nice ending
beautiful story
koh berkata...
cinta tanpa obsesi akan membuat cinta hanya seperti punya cangkangnya saja
dia akan mudah berpaling dan pergi
tapi obsesi tanpa cinta itu hanya menunjukkan sebenarnya kau hanya ingin memilikinya karena memuaskan ego mu.
tidak akan ada yg menolong mu kecuali dirimu sendiri yg menolong mu
ga perlu menahan seseorang yg tak mau bertahan bukan.
itu sebabnya...sebelum meminta orang lain mengulurkan tangannya untukmu. berjuanglah untuk mu sendiri.
walaupun ending yg indah
tapi...poor buat real belvina,dia pergi karena sudah menyerah sama keadaan 😔
mimief
awas bel
nanti dia cari diluar
kalau dia ga kenyang di rumah
tapi ga mungkin si..dulu aja se absurd dulu aja ga pernah sama yg lain.
tapi orang juga punya batas bel
mimief
obsesi yg ga ketulungan yg ada membawamu kedalam sebuah keterpurukan terdalam
mimief
🥹🥹🥹🥹🥹
mimief
kasian bangett kamu bel
belvina yg dulu dan telah mati🥹🥹
mimief
wkwkwkwkwkwk
mang... perempuan ga tau malu
mesti dihajar tu harga diri nya
tapi mang udah di gade ya,tu harga diri
pas ngejar laki orang🤣🤣
mimief
😍😍😍🫰🫰🫰
𝕯𝖍𝖆𝖓𝖆𝖆𝟕𝟐𝟒: Terima kasih KK 🤗🤗🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
mimief
kalau menurut ku Thor
kepercayaan itu bagaikan membangun istana pasir..
tergantung kau menjaganya ,kalau ombak datang kau bisa menghalanginya.
karena sekali saja ombak itu menghantam dan menghancurkan istana itu.
akan penuh upaya dan effort untuk membangun kembali.
kalaupun bisa tentunya bentuk nya sudah tidak akan sama
mimief
see...lu liat kan Al
terkadang kita ga perlu usaha banyak untuk menyakiti seseorang
hanya cukup membuat dan mengabaikan lalu akan berkembang dengan sendirinya.
rumor kadang lebih menyeramkan drpada kenyataan 😔🥹
mimief
senang... sekarang Alden tau siapa rumahnya
mimief
cuma utang budi ,istri hampir ilang
mang laki laki bodoh
untung bodohnya ga lama"🫣🤣
mimief
ya.. kepercayaan itu bagaikan gelas kristal
yg kalau pecah susah lagi kembali nya
walaupun dikumpulkan dan di panaskan kembali
tetap cahaya dan Bentuknya ga akan sama
mimief
harapan itu sangat menakutkan Thor?
itu sebabnya bisa memberikan sesuatu yg kita ga punya sebelum nya🥹🥹
mimief
modus dia bel🤨🤣
mimief
terlalu biasa melihat nya ada disamping kita,sampe kita lupa
kl dia juga bisa milih pergi
mimief
terkadang... penulis hanya memperlihatkan chapter yg ingin dilihat sang protagonis.
banyak hidden chapter yg kita ga tau.
haaaahhh
mimief
kau tidak mencintai ku
KA hanya ta mau harga diri mu Ter usik
mimief
wkwkwkwkw
got you bad girl 🫣🤣🤣
mimief
seorang tamu ga akan bisa masuk kedalam rumah kalau yg punya nya ga membukakan pintu. dan kau Alden,kau yg membukakan pintu itu untuknya. masalah kesalahpahaman sebenarnya harusnya sudah kau antisipasi
tapi kau membiarkan dan membuat makin buruk
itu kesalahan mu
mimief
karena tubuhnya masih punya Belivina asli
JD dia ga bisa nolak🤣🤣
kasiaaaaan 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!