Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Ternyata Bukan Aku Yang Mandul

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Menikah dengan Kerabat Mantan / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:709.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Selama tiga tahun menjadi istri Arga Pratama, Rania selalu merasa tertekan karena dianggap gagal memberikan keturunan.
Arga mencintainya, tapi tak sanggup menahan tekanan ibunya yang mengancam akan mengakhiri hidup jika Arga tidak mau menikah lagi dan bercerai dengan Rania.

Akhirnya, Rania meninggalkan rumah tangganya dengan hati yang hancur.

Di sisi lain, Alvino Pratama, saudara sepupu Arga yang jauh lebih kaya dan berkuasa, ternyata sudah lama menyimpan perasaan pada Rania.

Rania pun menerima lamaran dari Alvino karena orang tua Alvino mengatakan Alvino juga tidak bisa memiliki keturunan. Rania berharap setidaknya ia bisa mendapatkan ketenangan karena tak lagi dikejar masalah anak.

Namun baru tiga bulan menikah, Rania dinyatakan hamil. Rania bahagia, tapi juga cemas. Bagaimana kalau kehamilannya dicurigai? Karena itu Rania menyembunyikan kehamilannya. Namun, tanpa sengaja Alvino mengetahui kehamilan Rania.

Lalu, apakah Alvino bisa menerima kehamilan Rania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

.

Suasana perusahaan Mahendra Grup berjalan seperti biasa. Suara ketikan keyboard dan percakapan ringan antar karyawan terdengar di setiap sudut ruangan. Rania pun tenggelam dalam tumpukan dokumen di mejanya, berusaha menyelesaikan semua tugas tepat waktu. Sejak acara penyambutan investor kemarin, ia tak pernah lagi bertemu langsung dengan Alvino. Baginya, pria itu terlalu tinggi posisinya untuk sering berinteraksi dengan karyawan biasa seperti dirinya.

Di lantai paling atas, Alvino duduk bersandar sambil memandangi layar laptopnya. Namun pandangannya kosong, pikirannya sama sekali tak tertuju pada angka-angka laporan yang seharusnya ia baca.

“Kalau cuma diam saja dan hanya memandang dari jauh, sampai kapan pun dia takkan sadar kalau kamu menyukainya?” Kata-kata Bu Soraya kembali terngiang di kepalanya.

Alvino menghela napas panjang, lalu mengusap pelan pelipisnya.

“Ibu benar, tapi aku tak ingin membuatnya tertekan juga,” gumamnya sendiri. “Dia baru saja terluka, aku tak mau mendekat dengan cara yang salah sampai dia merasa terjebak.”

Matanya kemudian tertuju pada map berwarna biru rapi yang tergeletak di atas meja, sudah diantarkan oleh asistennya sejak pagi tadi. Tiba-tiba satu ide terlintas di benaknya, membuat pria itu tersenyum tipis.

Pria itu lalu menekan tombol interkom di meja kerjanya.

“Galih, ke ruanganku sebentar.”

Tak lama kemudian, pintu terbuka dan Galih Saputra, asisten pribadinya masuk.

“Ada yang bisa saya bantu, Pak Alvino?”

Alvino mengangguk pelan.

“Sampaikan pada general manager operasional, minta bagian administrasi keuangan membawa laporan evaluasi investasi proyek cabang Surabaya beserta semua dokumen pendukungnya ke ruanganku sekarang juga.”

Galih sempat terkejut mendengar perintah itu. Selama ini, dokumen setingkat itu biasanya cukup dikirim lewat email atau diserahkan melalui kepala divisinya saja. Namun ia tak berani bertanya lebih jauh.

“Baik, Pak. Segera saya sampaikan.”

Beberapa menit kemudian, Rania yang sedang memeriksa deretan angka di layar dikejutkan oleh kedatangan Pak Danu, GM operasional yang memanggil namanya.

“Iya, Pak? Ada yang bisa saya bantu?”

“Pak Alvino meminta Anda membawa laporan evaluasi investasi cabang Surabaya beserta seluruh lampirannya ke ruang beliau sekarang juga.”

Mata Rania seketika membelalak tak percaya.

“Ke... ke ruangan Pak Alvino langsung, Pak?”

“Benar.”

“Tapi biasanya laporan seperti ini dulu diperiksa oleh ketua divisi dulu, Pak?” tanyanya ragu.

“Ini perintah langsung dari Beliau, Rania. Jadi kamu laksanakan saja.”

“Baik, Pak. Saya mengerti.”

Begitu Pak Danu pergi, beberapa rekan kerja di sekitarnya langsung melirik dan berbisik-bisik penasaran.

“Wah, Rania… kamu dipanggil langsung ke ruang Presiden Direktur? Ada apa ya?”

Rania menggelengkan kepala dengan raut cemas. “Aku juga tidak tahu. Apa jangan-jangan aku melakukan kesalahan, ya?"

“Jangan berpikiran negatif dulu. Siapa tahu aja kamu mau dipromosikan?”

"Iya benar. Kan selama ini kamu karyawan teladan di divisi kita?”

Rania hanya mengangguk canggung sambil merapikan pakaiannya. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasanya. Selama bekerja di sini, ia hampir tak pernah berhubungan langsung dengan Alvino Mahendra. Pria itu baginya hanya sosok pemimpin yang jarang terlihat.

“Jangan-jangan memang ada kesalahan yang terlewat?” gumamnya pelan, merasa sedikit cemas.

Tanpa membuang waktu, ia segera mengambil map yang diminta, memeriksa sekali lagi kelengkapannya, lalu melangkah menuju lift. Semakin dekat ke lantai atas, rasa gugup itu semakin tak bisa ia sembunyikan.

Begitu tiba di depan ruangan presiden direktur, Rania sudah ditunggu oleh Asisten Galih.

“Pak Alvino sudah menunggu," ucapnya.

Rania mengangguk dengan wajah kaku. Terlebih saat Galih membuka pintu untuknya dan mempersilakan dia untuk masuk. Wanita itu bahkan memejamkan matanya untuk merapal doa keselamatan.

“Permisi, Pak Alvino. Saya membawa berkas yang Bapak minta.”

Begitu melihat Rania berdiri di ambang pintu sambil memeluk map tebal, sorot mata Alvino yang biasanya dingin seketika berubah lembut. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya.

“Silakan masuk, Rania.”

Rania berjalan mendekat, lalu meletakkan map itu rapi di atas meja kerja besar dengan posisi menghadap Alvino.

“Ini laporan lengkapnya, Pak. Mulai dari rincian biaya sampai proyeksi keuntungan untuk dua tahun ke depan sudah saya lampirkan.”

“Terima kasih.”

Rania mengangguk sopan, “Kalau begitu, saya permisi kembali, Pak,” ucapnya lalu bersiap berbalik.

“Sebentar.”

Langkah Rania terhenti seketika. Ia menoleh kembali.

“Iya, Pak?”

Alvino membuka map itu perlahan, padahal sebenarnya ia sudah membaca dan memeriksa isinya sejak pagi tadi. Bahkan ia sudah hafal setiap poin penjelasannya. Namun melihat Rania berdiri di depannya dengan wajah serius dan sopan, hatinya terasa lebih tenang dari biasanya.

“Duduklah sebentar. Ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan terkait analisis di laporan ini.”

Rania mengangguk dan duduk di kursi hadapannya, dengan jantung semakin berdebar kencang dan pikiran yang semakin buruk.

“Bagian analisis keuntungan kuartal kedua ini, kamu yang menyusunnya sendiri?” tanya Alvino seolah benar-benar ingin tahu.

“Ya, Pak. Saya yang mengumpulkan data dan menyusun rangkumannya.”

Alvino mengangguk puas.

“Bagus sekali. Penjelasannya rinci, mudah dimengerti, dan tidak bertele-tele.”

Rania sedikit terkejut mendengar pujian itu. Wajahnya sedikit memerah.

“Terima kasih banyak, Pak. Saya hanya berusaha mengerjakannya sebaik mungkin.”

“Grafik perkembangan investasi ini juga rapi sekali. Kamu pandai mengolah data menjadi tampilan yang jelas.”

“Terima kasih, Pak.”

Senyum kecil yang muncul di bibir Rania membuat hati Alvino terasa hangat. Diam-diam ia mengamati wanita itu. Wajahnya terlihat lebih cerah dan tenang dibandingkan saat pertama kali ia temui beberapa minggu lalu.

“Rania.”

“Iya, Pak?”

“Mulai sekarang, untuk laporan penting seperti ini, kamu boleh langsung menyerahkannya ke ruanganku. Tak perlu lewat jalur biasa lagi.”

Mata Rania membulat tak menyangka.

“Langsung ke sini saja, Pak?”

“Ya. Supaya lebih cepat jika ada hal yang perlu didiskusikan.”

“Baik, Pak Saya mengerti.”

Alvino mengangguk lega. “Terima kasih atas kerja kerasmu. Kalau begitu, silakan kembali ke tugasmu.”

“Terima kasih, Pak. Saya permisi.” Rania berdiri dari tempat duduknya lalu membungkukkan sedikit badannya sebelum kemudian keluar dari ruangan itu.

Begitu pintu tertutup rapat, Alvino kembali bersandar di kursinya sambil tersenyum sendiri. Ia bahkan tak sadar, sedari tadi sudut bibirnya tak pernah turun.

Rania melangkah menuju lift dengan perasaan campur aduk antara bingung dan lega. Padahal sebelumnya dia benar-benar merasa takut, siapa sangka malah dipuji?

Sementara itu, Bu Soraya yang kebetulan datang membawa bekal makan siang, tanpa sengaja melihat punggung Rania yang berjalan menjauh. Dengan kening berkerut wanita paruh baya itu langsung masuk ke dalam ruangan putranya dan menghela nafas lelah sambil menggelengkan kepalanya kecil melihat Alvino duduk sambil tersenyum-senyum sendiri.

“Wah wah wah, si bujang lapuk ini akhirnya mulai bergerak juga,” godanya sambil terkekeh pelan. “Sepertinya sebentar lagi Ibu akan benar-benar punya mantu.”

1
Sri Ratmini
itu emak kandung apa emak tiri kok GT amat
Gintania nia
bagus dong
Aidil Kenzie Zie
nggak ada duitnya tapi paket internet masih jalan 🤭🤭🤭🤭
Ayuk Witanto
masih tanya kenapa
Ayuk Witanto
gila judi
dewi rofiqoh
Keserakahan hanya akan menghancurkan kita
dewi rofiqoh
Lanjuut kak
Ilfa Yarni
baguslah tuan Surya tidal mau balikan lg lbh bagus kalian tidkl bersama ibarat kaca yg Sudan pecahr gmnpun disambung lg total tidak akan utuh seperti semula
Patrick Khan
tp rujuk sj lah .udah tua apa yg mw di cari..udah sama2 menyadari..
Nar Sih
sdh terlambat ratih ,jalani sja hidup masing,,
Rahma Inayah
sekrg pak Surya JD orng sedehana dan rendah hati
Rahma Inayah
sekrg pak Surya JD orng sedehana dan rendah hati
vj'z tri
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
vj'z tri
kan masih kejar tayang drama nya bro /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira
lagiiii
Muft Smoker
andai dulu km bnr2 menyadari kalo tuan surya itu suami yg baik Dan sangat penyayang ,,
mungkin semua kehancuran ini gx kn terjadi ,,
tp semua udh terlambaat ,, bubur udh jdi cair Dan basi ,,
gx bakal balik ke semula lgi ,,
jd ,, jalani aj kehidupan mu dg baik bu ratih ,,
Muft Smoker
waaaah ad bonchap ,,
Ariany Sudjana
seandainya dulu kamu ga serakah Ratih, kamu masih jadi istrinya Surya
Linda Ayu Tong-Tong
good🥰🥰
Linda Ayu Tong-Tong: wakakakkakak maacih kak authorq syg🥰🥰🥰
total 2 replies
RatuHalu
alvino dan alga sepupu dari mana
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Alvino anaknya Soraya
Arga anaknya Surya
Surya dan Soraya kakak adik kandung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!