Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 10: The Day I Heard the Gods Argue
Ruang penyimpanan lilin di sudut paling selatan Paviliun Barat biasanya menjadi satu-satunya suaka yang tenang bagi Ophelia. Tempat itu beraroma lebah madu yang manis, berdebu tipis, dan jarang dikunjungi oleh biarawati lain karena lokasinya yang terisolasi. Namun, pagi ini, tempat perlindungan itu berubah menjadi arena perdebatan sengit tingkat dewa yang langsung bergema di dalam kepala Ophelia.
Ia sedang menyusun lilin-lilin doya berwarna putih ke dalam keranjang kayu ketika layar emas di depannya mendadak terbelah menjadi dua bagian, lalu bertambah menjadi tiga, dan akhirnya memenuhi seluruh pandangannya dengan kolom-kolom teks yang bergerak cepat.
BZZZZT! TING! TING! TING!
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE CHATROOM: EMERGENCY FORUM]
Topic: Ophelia’s Future & Daily Management
Active Participants: 8 Gods
Sound Modulation: MAXIMUM (Direct Telepathic Sync)
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
Ophelia menghentikan gerakannya. Tangannya yang terbungkus kain gaun memegang satu lilin lebah dengan erat. Tatapannya tertuju kosong pada susunan rak kayu, sementara pikirannya dipaksa mendengarkan dialog para penguasa langit.
[GOD OF WAR: Aku tetap pada pendirianku! Cincin pelindung saja tidak cukup! Dia butuh senjata! Bagaimana kalau sebuah belati yang ditempa dari meteorit merah? Belati itu sangat ringan, bisa disembunyikan di balik lengan gaunnya!]
[GODDESS OF BEAUTY: Asterion, bisakah otak berototmu itu memikirkan hal lain selain perang?! Dia adalah seorang biarawati anggun! Kenapa seorang gadis cantik harus membawa belati pembunuh?! Lebih baik berikan dia selendang perlindungan ilahi bernuansa merah muda!]
[GOD OF WAR: Selendang?! Apa yang bisa dilakukan selendang kalau ada pembunuh yang menyerangnya?! Menjerat leher musuh dengan gaya busana?!]
[GODDESS OF BEAUTY: Itu selendang sihir, bodoh! Selendang itu bisa memancarkan silau mematikan yang membuat musuh buta secara estetika!]
Ophelia memejamkan mata erat-erat di balik cadarnya. Rasa pusing yang merayap di keningnya mulai menjalar hingga ke belakang leher.
‘Buta secara estetika... apa-apaan konsep kekuatan seperti itu?’ jerit Ophelia dalam hati. Ia mengelus pelipisnya pelan melalui kain putih yang menutupi wajahnya.
[GOD OF KNOWLEDGE: Kalian berdua membuang-buang energi ilahi untuk hal yang tidak efisien. Berdasarkan probabilitas ancaman di Kuil Agung Olympus, persentase serangan fisik langsung terhadap Ophelia saat ini hanya 4,2%. Risiko terbesar yang dihadapinya adalah paparan politik kuil.]
[GOD OF KNOWLEDGE: Oleh karena itu, aku mengusulkan untuk menanamkan 'Buku Pengetahuan Abadi' ke dalam ingatannya. Ia akan secara otomatis menghafal seluruh silsilah bangsawan, rahasia politik Kekaisaran Celestia, serta formulasi sihir tingkat tinggi.]
[GODDESS OF LOVE: Ooh! Kalau begitu masukkan juga data tentang selera pria dari para ksatria dan penyihir di kuil! Kita butuh informasi itu untuk memilih calon pasangan hidup Ophelia!]
[GOD OF KNOWLEDGE: Elara, variabel romansa tidak relevan dalam analisis kelangsungan hidup.]
[GODDESS OF LOVE: Relevan! Cinta adalah kekuatan paling dahsyat yang bisa melindungi seseorang! Lagipula, bukankah lucu melihat Ophelia dikelilingi pria-pria tampan yang saling cemburu?!]
Ophelia hampir saja menjatuhkan keranjang kayu di tangannya. Napasnya tertahan.
‘Pria tampan saling cemburu?! Tolong jangan aneh-aneh! Kehidupanku di kuil ini sudah cukup sulit tanpa adanya komplikasi romansa yang tidak perlu!’ bisik Ophelia histeris dalam batinnya.
Debat antar dewa itu tidak membaik. Justru sebaliknya, eskalasinya meningkat cepat bagaikan kebakaran hutan di musim kemarau. Layar emas di depannya bergetar makin hebat, memancarkan garis-garis cahaya yang membuat pandangan mata Ophelia menjadi agak kabur.
[GOD OF FORTUNE: Berhenti! Berhenti mengusulkan hadiah-hadiah mahal! Apakah kalian tidak sadar bahwa pajak energi ilahi untuk mengirim barang ke dunia manusia telah naik sepuluh persen sejak minggu lalu?! Setiap kali Asterion mengirimkan senjata, aku yang harus membayar biayanya!]
[GOD OF WAR: Pelit sekali kau, Magnus! Ini demi keselamatan Saintess kita!]
[GOD OF FORTUNE: Dia bahkan belum diakui secara resmi sebagai Saintess oleh kuil! Kenapa kita harus bangkrut demi seorang gadis yang saat ini sedang mengangkat keranjang lilin?!]
Ophelia menyipitkan matanya menatap komentar dari God of Fortune. Rasa tersinggung yang tipis mendadak muncul di dadanya.
‘Aku juga tidak pernah meminta kalian membelanjakan koin emas atau barang-barang ajaib itu untukku, Magnus...’ batin Ophelia dengan raut wajah datar.
[GODDESS OF MOON: Tolong jangan bertengkar... Kasihan Ophelia. Suara kalian yang berisik pasti membuat kepalanya sakit...]
Suara lembut dari Goddess of Moon menjadi satu-satunya penyejuk di tengah gurun kekacauan tersebut. Namun, pesan bijak itu langsung tenggelam oleh gelombang pertengkaran baru yang kembali dilancarkan oleh God of War dan Goddess of Beauty.
[GOD OF WAR: Celestia! Tarik kembali selendang merah mudamu!]
[GODDESS OF BEAUTY: Tidak akan! Selendang ini sangat cocok dengan warna matanya!]
[GOD OF KNOWLEDGE: Secara estetika, warna merah muda dan biru jernih memiliki kontras yang terlalu mencolok menurut standar spektrum warna ketiga...]
[GODDESS OF BEAUTY: Tahan lidahmu, Orpheon!]
Kekacauan itu mencapai puncaknya ketika seluruh isi ruang penyimpanan lilin mendadak bergetar ringan. Efek dari perselisihan para dewa di alam atas mulai merembes ke dunia nyata akibat kebocoran mana ilahi dari layar System. Lilin-lilin di dalam rak mulai bergetar, dan debu di udara menari-nari dalam pola spiral yang aneh.
Ophelia menyandarkan punggungnya ke dinding kayu ruang penyimpanan. Kesabarannya yang setipis kain cadar putihnya akhirnya berada di ambang batas. Ia memejamkan mata, mengepalkan kedua tangannya di samping tubuh, dan mempersiapkan mentalnya untuk menahan jeritan frustrasi.
Namun, sebelum Ophelia sempat meluapkan emosinya, sebuah pesan tunggal muncul di bagian paling atas layar, memotong seluruh kolom obrolan dengan warna merah keemasan yang sangat pekat.
BZZZZT!
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[SUPREME COMMAND FROM ATHENAIA]
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GODDESS OF WISDOM: SEMUA DIAM.]
Seketika itu juga, seluruh kolom obrolan yang tadinya bergulir liar mendadak berhenti total. Getaran pada rak-rak kayu di ruang penyimpanan langsung terhenti, meninggalkan kesunyian yang luar biasa hening.
[GODDESS OF WISDOM: Apakah kalian semua sudah kehilangan akal sehat? Kalian saling berteriak dan melempar berkah tanpa memikirkan beban mental yang harus ditanggung oleh anak ini.]
[GODDESS OF WISDOM: Asterion, simpan belatimu. Celestia, simpan selendangmu. Orpheon, jangan berani-berani menanamkan informasi ilegal ke dalam otaknya. Dan Magnus, berhenti meratapi keuanganmu.]
Layar obrolan itu benar-benar hening. Tidak ada satu pun dewa yang berani membalas teguran tegas dari Goddess of Wisdom.
[GODDESS OF WISDOM: Ophelia adalah manusia yang tenang. Jika kalian terus membuat kekacauan seperti ini, ia tidak akan pernah bisa menjalankan takdirnya dengan baik. Biarkan dia menyelesaikan tugasnya hari ini tanpa gangguan.]
Ophelia menghembuskan napas panjang yang sangat lega dari balik cadarnya. Bahunya yang tegang perlahan-lahan mengendur. Ia merasa sangat bersyukur atas keberadaan Goddess of Wisdom yang menjadi satu-satunya entitas rasional di Olympus.
Namun, tepat sebelum layar tersebut memudar dan menghilang dari pandangannya, satu pesan terakhir muncul di sudut bawah.
[UNKNOWN GOD: ...Good job, Athenaia.]
Ophelia menatap pesan singkat dari Unknown God itu selama beberapa detik. Pesan itu begitu sederhana, namun selalu hadir di saat yang tepat untuk menutup setiap kekacauan. Siapa sebenarnya entitas misterius itu? Mengapa ia begitu tenang dibandingkan dewa-dewa lainnya?
"Suster Ophelia?"
Suara pemanggil dari luar ruang penyimpanan mendadak memecahkan lamunan Ophelia. Suster Agatha, biarawati senior yang terkenal sangat ketat, berdiri di ambang pintu sambil melipat kedua tangannya di depan dada.
"Kenapa kau lama sekali mengambil lilin?" tanya Suster Agatha dengan alis terangkat curiga. "Apakah kau tertidur di sini?"
Ophelia dengan cepat mengambil keranjang kayu yang berisi tumpukan lilin lebah, lalu menundukkan kepalanya dalam-dalam dengan penuh kesopanan.
"Maafkan hamba, Suster Agatha," ucap Ophelia dengan suara lembut yang sangat tenang. "Hamba baru saja berdoa sejenak agar tugas hari ini berjalan dengan lancar."
Suster Agatha menatapnya selama beberapa saat sebelum menghela napas pendek. "Ya sudah. Cepat bawa lilin-lilin itu ke aula depan. Para pengawal kerajaan dan utusan dari Istana Imperial sudah mulai berdatangan untuk Upacara Pemilihan Saintess."
"Baik, Suster."
Ophelia melangkah keluar dari ruang penyimpanan, meninggalkan area suaka yang kini telah kembali tenang. Di dalam hatinya, ia tahu bahwa perdebatan para dewa pagi ini barulah permulaan dari badai kekacauan yang jauh lebih besar. Upacara Pemilihan Saintess akan segera dimulai, dan seluruh mata—baik manusia maupun para dewa—akan tertuju pada Kuil Agung Olympus.
kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗
waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
semangat thor up nya 🤗🤗🤗