apa jadinya apabila seorang gadis bar-bar dan juga cegil tiba-tiba dijodohkan dengan seorang CEO yang terkenal dingin dan juga anti wanita ?
keseruan apakah yang akan terjadi jika keduanya disatukan ?, biar tidak penasaran yuk ikuti saja kisah mereka 🙂.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. cinta pertama
Nadhira terus bolak-balik sambil memejamkan matanya mencoba untuk tidur.
karena tidak juga tertidur Nadhira kembali bangun dengan kesal,ia menoleh kearah Gibran yang masih berkutat dengan laptop nya.
iapun turun dari ranjang dan berjalan menghampiri Gibran.
" apa masih lama ?"tanya Nadhira sambil duduk di samping Gibran.
" kenapa ?"tanya Gibran sambil menoleh kearah istrinya.
" ayok tidur "ajak Nadhira
" duluan aja aku masih belum selesai "ucap Gibran yang sedang sibuk mengetik di keyboard laptop nya.
" aku mau tidur sambil dipeluk "ucap Nadhira sambil menatap kearah Gibran.
" kau dengar aku tidak sih ?"tanya Nadhira yang merasa kesal karena Gibran tidak menghiraukannya.
" tunggu sebentar !"ucap Gibran tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop, melihat itu Nadhira hanya bisa berdecak kesal dengan wajah cemberut.
" Gibran ayok !"rengek Nadhira setelah satu menit kemudian.
" kau duluan, aku mau cuci muka dulu "ucap Gibran sambil menutup laptop nya lalu pergi menuju kamar mandi.
Setelah mencuci muka Gibran ikut naik keatas kasur dan berbaring di samping istrinya, Nadhira langsung melesat masuk kedalam pelukan Gibran.
" kau ganti parfum ya ?"tanya Nadhira sambil menatap kearah Gibran.
" enggak, ini yang biasa aku pake "ucap Gibran
" ganti bajumu aku enggak suka baunya "ucap Nadhira sambil melepaskan pelukannya.
" tapi ini wangi kok "ucap Gibran dengan bingung sambil mencium bajunya.
" baunya membuatku merasa mual, cepat ganti !"ucap Nadhira sambil menutup mulutnya.
" iya "ucap Gibran dengan sedikit kesal sambil pergi mengganti bajunya.
" sekarang apa lagi ?"tanya Gibran kembali keatas kasur setelah mengganti bajunya.
" peluk "ucap Nadhira sambil masuk kedalam pelukan Gibran.
" hah "Gibran menghela nafas panjang mencoba sabar menghadapi tingkah istrinya.
" aku boleh nanya enggak ?"tanya Nadhira sambil menatap kearah Gibran.
" enggak "ucap Gibran dengan singkat
" ih, serius "omel Nadhira yang merasa kesal.
" apa ?"tanya Gibran yang mulai serius.
" tapi jawab yang jujur ya "ucap Nadhira lagi
" ya "ucap Gibran sambil menatap kearah istrinya.
" selain aku apa kau pernah tidur dengan perempuan lain ?"tanya Nadhira.
" menurutmu bagaimana ?"tanya Gibran balik.
" mana aku tahu,jawab saja !"ucap Nadhira yang menunggu jawaban dari Gibran.
" enggak "ucap Gibran
" kalau ciuman ?"tanya Nadhira lagi
" kau sedang nyari perkara ya ?"tanya Gibran sambil menatap kearah istrinya.
" siapa yang nyari perkara ? Aku cuma nanya "ucap Nadhira
" lalu bagaimana denganmu ?"tanya Gibran balik
" aku pacaran hanya sebatas cium pipi tak lebih dari itu, kalau kau pasti sudah pernah ciuman "ucap Nadhira dengan nyinyir.
mendengar itu Gibran langsung membungkam mulut istrinya dengan ciuman, yang membuat Nadhira melotot terkejut.
" ayok tidur "ucap Gibran sambil menatap kearah istrinya.
" cuma begitu aja tidak ada kelanjutannya ?"tanya Nadhira yang merasa sedikit kecewa.
Gibran menarik selimut lalu memeluk istrinya dengan erat sambil memejamkan matanya.
" dasar menyebalkan "gerutu Nadhira dengan wajah cemberut sambil menatap kearah Gibran.
...**...
Nadhira bangun dengan buru-buru dan berlari ke kamar mandi karena tidak tahan ingin muntah.
Mendengar suara muntah-muntah Gibran yang sedang bersiap-siap ke kantor pun ikut menyusul istrinya ke kamar mandi.
" hah "Nadhira duduk dengan lemas setelah memuntahkan isi perutnya ke closet.
" masih mual ?"tanya Gibran sambil menatap kearah istrinya, Nadhira hanya menggelengkan kepalanya.
" ayok kembali ke kasur "ucap Gibran sambil membantu istrinya untuk berdiri.
" aku mau sikat gigi dulu,kamu keluar aja "ucap Nadhira
" yasudah aku keluar, kalau ada apa-apa panggil aja "ucap Gibran sambil pergi.
" ya "ucap Nadhira sambil mengambil sikat gigi dan mengoleskan odolnya.
setelah selesai Nadhira keluar dari kamar mandi dan duduk di atas kasur sambil menatap kearah Gibran yang sedang berdiri di depan kaca sambil membenarkan dasinya.
" aku pergi ke kantor ya "pamit Gibran sambil menghampiri istrinya.
" obatnya jangan lupa diminum "ingat Gibran sambil menatap kearah istrinya.
" iya "ucap Nadhira
" yasudah aku pergi dulu "pamit Gibran sambil mencium kening istrinya.
" hati-hati "ucap Nadhira
" ya "ucap Gibran sambil pergi.
( 15 menit kemudian )
Gibran turun dari mobil lalu berjalan masuk kedalam kantor sambil menyerahkan kunci mobilnya ke satpam untuk diparkir.
" maaf pak "ucap resepsionis sambil menghampiri Gibran.
" ada apa ?"tanya Gibran
" ada orang yang ingin bertemu dengan bapak, dia sudah beberapa kali datang kesini tapi bapaknya sedang tidak ada di kantor "ucap resepsionis
" mana orangnya ?"tanya Gibran yang penasaran.
" itu disana pak "tunjuk resepsionis kepada seorang wanita yang sedang duduk di kursi tunggu.
Gibran pun mengalihkan pandangannya kesana dan terdiam begitu melihat wanita tersebut adalah orang yang tidak ingin Gibran temui lagi.
" suruh dia pergi, aku sedang banyak urusan "ucap Gibran sambil beranjak pergi.
" tapi pak "ucap resepsionis tersebut dengan bingung.
" Gibran tunggu !"panggil Karin sambil berjalan menghampiri Gibran.
mendengar itu Gibran pun menghentikan langkahnya tanpa berbalik menoleh kearah Karin.
" bisa kita bicara sebentar ?"tanya Karin sambil berdiri di samping Gibran.
" saya rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan "ucap Gibran dengan dingin sambil pergi.
" sebentar saja,aku mohon !"ucap Karin sambil mengikuti Gibran.
" maaf buk, pak Gibran tidak ingin bertemu dengan anda "cegah resepsionis saat Karin hendak mengejar Gibran.
" tapi saya ingin berbicara dengannya, ini penting "ucap Karin yang bersikeras ingin bertemu dengan Gibran.
" sebaiknya ibuk pergi dari sini atau saya panggilkan satpam "ucap resepsionis dengan tegas.
" oke saya pergi "ucap Karin yang tidak punya pilihan lain selain pergi dari sana dengan rasa kecewa.
" drrrtt..."saat berjalan menuju mobilnya tiba-tiba ponselnya berdering.
" ngapain lagi sih dia ?"ucap Karin dengan kesal sambil mematikan panggilannya.
" drrrtt..."ponselnya kembali berdering tapi Karin tetap tidak mau mengangkatnya.
" ting "ada sebuah pesan masuk, merasa penasaran Karin pun membukanya.
" jangan coba-coba lari dari aku ! karena sampai kapan pun aku tidak akan pernah melepaskan mu"ancam Maxim yang tak lain adalah suami Karin.
" aku harus mencari cara supaya bisa terlepas dari orang tidak waras ini "ucap Karin sambil masuk kedalam mobil dan pergi dari sana.
Karin kabur dari luar negeri dan kembali ke Jakarta karena sudah tidak tahan dengan sikap suaminya yang temperamental.
Sementara Gibran masuk kedalam ruangannya lalu duduk di meja kerjanya dengan wajah kesal.
Karin adalah cinta pertamanya Gibran,mereka sempat pacaran selama dua tahun. Tapi semua berakhir saat Gibran mengetahui Karin berselingkuh dan cuma menjadikan ATM berjalan.
Setelah putus dengan Karin, Gibran tidak pernah lagi menjalani hubungan kerena merasa trauma. setiap ada yang mendekatinya Gibran langsung menolaknya dengan pedas. Setiap perempuan yang mendekatinya tidak ada yang benar-benar tulus mencintainya, mereka hanya menginginkan uangnya saja.