ini tentang hubungan yang tidak mudah, dimana seseorang yang belum bisa melupakan masa lalunya.
maka janganlah mencintai orang yang belum pernah selesai dengan masalalu nya, karena sekuat apapun kamu berjuang kalau di dalamnya masih ada seseorang, percuma.
pernahkah kamu berada di titik ini ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.berbagi kebahagiaan
Matthew pulang ke rumah dengan penampilan berantakan dan wajah murung,ia masuk kedalam rumah sambil menenteng jas kerja di tangannya.
" sudah pulang den "tegur bibik, Matthew hanya mengangguk.
" Arumi sudah pulang bik ?"tanya Matthew
" sudah tadi den "ucap bibik
" aku ke kamar dulu bik "ucap Matthew sambil pergi menuju kamarnya yang ada dilantai dua.
" iya den "ucap bibik sambil kembali ke belakang.
" klek "Matthew masuk kedalam kamar dan melihat istrinya sudah tidur.
Matthew duduk di tepi ranjang sambil menatap lekat kearah istrinya yang sudah tertidur pulas, tadi ia hampir gila karena takut Arumi akan pergi meninggalkannya.
Matthew mencium lama kening istrinya sambil mengucapkan kata maaf,ia sungguh menyesal sudah menuduh istrinya macam-macam.
ia membenarkan selimut untuk menutupi tubuh istrinya lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
saat pintu kamar mandi di tutup Arumi membuka matanya,ia mendengar semuanya karena tidak benar-benar tidur.
( paginya )
Matthew terbangun dan tidak menemukan Arumi di sampingnya. Takut Arumi pergi lagi Matthew buru-buru bangun dari pergi mencari istrinya,ia tidak mempedulikan penampilannya yang hanya menggunakan kaos oblong dan celana pendek.
ia mencari Arumi disetiap ruangan,tapi tidak menemukannya.
" cari siapa den ?"tanya bibik yang sedang memasak.
" bibik liat Arumi ?"tanya Matthew dengan panik
" non Arumi ada di belakang den, lagi nyiram tanaman "ucap bibik, mendengar itu Matthew segera pergi mencari istrinya ke taman belakang.
Arumi yang sudah selesai menyiram tanaman kembali masuk kedalam,saat pintu ia bertabrakan dengan Matthew yang mau keluar.
" maaf aku tidak lihat "ucap Matthew sambil menatap kearah istrinya, Arumi hanya mengangguk sambil pergi.
Matthew mengekor di belakang istrinya yang kembali ke kamar,ia merasa canggung dan juga gugup.
" Arumi "Matthew segera menarik tangan istrinya begitu mereka sampai di dalam kamar.
" aku salah, tolong maafin aku "pinta Matthew dengan penuh penyesalan.
" maaf karena aku sudah menuduh mu macam-macam "ucap Matthew sambil menatap kearah istrinya.
" aku minta maaf "ucap Matthew sambil menunduk malu.
" aku sudah memaafkan mu "ucap Arumi, yang membuat Matthew langsung mendongak menatap kearahnya.
" tapi aku kecewa padamu, kau begitu mudah percaya tanpa mencari tau dulu kebenaran nya "tambah Arumi yang membuat Matthew terdiam dengan perasaan bersalah.
" kau bersikap dingin kepadaku dan malah bermesraan dengan Karina, orang yang sudah menjebak aku "Arumi mengungkapkan rasa kecewanya.
" apa maksudmu, kapan aku bermesraan dengan Karina ?"tanya Matthew dengan bingung.
" baru kemarin kalian berpelukan kau sudah lupa "ucap Arumi.
" aku tidak memeluknya dia yang memelukku "sangkal Matthew dengan cepat
" dan kau hanya diam saja dipeluk olehnya "ucap Arumi dengan ketus.
" kau hanya melihat sekilas, habis itu langsung aku tolak kok "ucap Matthew.
" cih "mendengar itu Arumi hanya berdecak sambil pergi menuju kamar mandi.
" aku tidak bohong "bujuk Matthew sambil mengekor di belakang istrinya.
" blam !"Arumi menutup pintu dengan keras, hampir saja wajah Matthew terbentur pintu .
" sayang "Matthew kembali membujuk sambil mengikuti Arumi ke tempat tidur, tapi sialnya ia malah tersandung dengan karpet hingga membuatnya jatuh berlutut.
Arumi menoleh kebelakang dan terkejut melihat Matthew sedang berlutut.
" apa yang kau lakukan ?"tanya Arumi.
" aku salah, tolong maafin aku "ucap Matthew dengan wajah dibuat memelas untuk meyakinkan istrinya, sepertinya alam semesta juga berpihak kepada isterinya.
" kau tidak perlu seperti itu, cepat bangun "ucap Arumi sambil menatap kearah suaminya.
" aku akan tetap seperti ini sampai kau mau memaafkan aku "ucap Matthew dengan tegas.
" hah "Arumi menghela nafas panjang sambil membuang pandangannya kearah lain.
" baiklah, sekarang cepat bangun !"ucap Arumi sambil menatap kearah suaminya,Matthew segera berdiri sambil tersenyum senang.
" makasih "ucap Matthew sambil memeluk istrinya dengan erat.
" yaudah aku mandi dulu "ucap Matthew sambil melepaskan pelukannya.
" tunggu, jangan turun dulu "tambah Matthew sambil masuk kedalam kamar mandi.
" iya "ucap Arumi sambil duduk di atas kasur.
( 15 menit kemudian )
Mereka turun kebawah dan melihat sudah ada Salsha dan juga William di meja makan.
" selamat pagi "sapa Salsha sambil tersenyum
" pagi "balas Arumi sambil ikut bergabung.
" ada apa pagi-pagi sudah kesini ?"tanya Matthew sambil duduk di samping istrinya.
" ya terserah aku dong,ini kan juga rumah aku "ucap Salsha sambil menatap sinis kearah adiknya.
" sudah,ayok kita sarapan "ucap Oma
Setelah serapan Matthew dan William pamit ke kantor.
sementara Arumi, Salsha dan Oma lanjut mengobrol santai sambil minum teh gazebo belakang.
" aku ingin memberitahu kalian sesuatu "ucap Arumi
" apa ?"tanya Salsha sambil menyeruput tehnya.
" aku hamil "ucap Arumi sambil tersenyum
" hah, beneran ?"tanya Salsha yang terkejut, Arumi mengangguk sambil tersenyum.
" Alhamdulillah, selamat ya sayang "ucap Oma sambil memeluk Arumi,ia sangat bahagia dengan kabar gembira ini.
" selamat ya,aku ikut senang dengarnya "ucap Salsha yang gantian memeluk Arumi.
" makasih,aku doain semoga kakak juga cepat nyusul "ucap Arumi sambil tersenyum senang.
" aminn "ucap Salsha dengan keras,ia sudah kepengen cepat-cepat punya anak.
" Matthew sudah tahu kamu hamil ?"tanya Oma
" aku belum sempat memberitahunya karena masalah kemarin "ucap Arumi, Oma mengangguk mengerti sambil menyeruput tehnya.
" semoga setelah ini tidak ada lagi masalah diantara kalian "ucap Oma sambil meletakan gelasnya di atas meja.
" aku juga berharap kedepannya hubungan kami akan baik-baik saja "ucap Arumi.
" bagaimana hubunganmu dengan William ?"tanya Oma sambil menoleh kearah Salsha.
" baik,ya walaupun kadang-kadang ada pertengkaran kecil "ucap Salsha.
...**...
Matthew pulang dari kantor melihat istrinya sedang tidur, iapun masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Setelah mandi Matthew naik keatas kasur dan ikut berbaring sambil memeluk istrinya dari belakang,
Arumi terbangun lalu berbalik menoleh kearah Matthew.
" sudah pulang ?"tanya Arumi sambil menatap kearah Matthew
" hmmm "jawab Matthew dengan mata terpejam, merasa diperhatikan Matthew pun membuka matanya.
" kenapa ?"tanya Matthew sambil menatap kearah istrinya.
" aku hamil "ucap Arumi, yang membuat Matthew terdiam.
" tadi kau bilang apa ?"tanya Matthew yang tiba-tiba ngebleng.
" aku hamil "ucap Arumi sambil menatap kearah suaminya yang terlihat terkejut.
" serius ?"tanya Matthew yang masih belum percaya.
" iya, sudah empat Minggu "ucap Arumi, mendengar itu Matthew langsung memeluk istrinya dengan erat.
" makasih banyak sayang "ucap Matthew sambil mencium kening istrinya,ia bahagia bercampur haru.
" kau mau hadiah apa dari aku ?"tanya Matthew sambil melepaskan pelukannya.
" hadiah ?"tanya Arumi, Matthew mengangguk sambil tersenyum.
" kau sudah membuat aku sangat bahagia dengan kabar kehamilan mu, jadi sebagai imbalan nya kau boleh minta apapun "tambah Matthew
" tapi aku tidak ingin apa-apa "ucap Arumi
" ayolah,tas atau cincin berlian misalnya "ucap Matthew.
" baiklah "ucap Arumi setelah berpikir.
" kau mau apa ?"tanya Matthew sambil menatap kearah istrinya.
" daripada beli tas atau cincin lebih baik uangnya kita sumbangkan ke panti asuhan, aku ingin membagikan kebahagiaan ini dengan anak-anak panti asuhan "ucap Arumi.
" masyaallah,baik sekali istriku ini "ucap Matthew sambil memeluk istrinya dengan gemas.