Indonesia
NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JASA PERBAIKAN SENJATA

Meski aku sudah mengetahui apa yang harus kuhadapi besok, dan bahkan sudah kubuat pingsan sebelum waktunya, aku tetap berlatih memperkuat dan meningkatkan level dan skillku.

Karena persiapanku bukan apa yang kuhadapi sekarang, tapi nanti, saat mahluk yang jauh lebih kuat akan muncul.

Aku juga harus memperkuat geulis, petir dan awan. Mereka akan menjadi penjaga wilayah maupun rekan tempurku.

Setelah makan malam dan bermain sebentar dengan para bocil. Aku dan geulis kembali ke tower.

Aku merasa lebih nyaman bermeditasi di ruang terbuka daripada di ruang tertutup.

...----------------...

Di bumi.

Keluarga ben.

"Nah kan! Mas ben udah mulai ketularan mba naya. Ikutan random. Masa ngajak ngomong kadal." Ujar Dami. Misuh misuh. "Apa dia jadi gila ya karena gak punya temen ngobrol? Kalo mba naya kan udah punya harimau. Mas ben masih aja sendirian. Kasian kasian kasian.."

"Loh bagus kan ngajak ngomong hewan, minimal punya temen ngobrol biar gak bisa jawab juga. Daripada bengong, bisa kesurupan dia." Sahut celia.

"Emang di sana ada jurignya? Bukannya planet baru ya?" Tanya lista.

"Jurignya ikutan migrasi mba." Jawab celia ngasal sambil nyengir.

Papa bas dan mama gia cuma geleng-geleng kepala.

...----------------...

Back to naya.

Sebelum mulai bermeditasi, seperti biasa, aku menulis dalam jurnal kegiatan harianku.

Tertanda 10/1.825, planet subiru, pulau tropis25.

Layar hologram biru terbuka dihadapanku.

.

Jumlah penyintas :

Global :

Sebelumnya : 10.000.000

Saat ini : 9.999.454

Regional :

Sebelumnya : 1.500

Saat ini : 1.431

.

Aku mendesah pelan melihat jumlah penyintas yang masih hidup terus berkurang. Padahal ini belum sampai masanya para mahluk mutan liar yang muncul.

Apa jadinya kalau sudah ada. Bisa bisa habis separuhnya jumlah penyintas di planet ini.

Meski aku dan mas ben bisa membantu untuk urusan senjata, semua akan percuma kalau penyintas sendiri hanya mengandalkan senjata, bukannya memperbaiki kemampuan tempurnya.

Ternyata memang, fisik yang baik, belum tentu karena ditunjang kemampuan bela diri yang mumpuni. Seperti Raras, fisiknya kuat karena banyak ngegym, Ria fisiknya kuat karena banyak jalan kaki.

Aku hanya bisa berharap, mereka mulai memperbaiki diri dengan belajar bela diri dan cara yang benar menggunakan senjata yang mereka punya.

...----------------...

Mungkin sudah saatnya aku menawarkan bantuan lagi malam ini. Selama ini hanya mas ben yang melakukannya demi mereka tidak merecokiku lagi. Tentunya bukan bantuan gratis ya. Mana ada urusan senjata gratisan. Realistis aja.

Aku lalu membuka panel chat regional.

-A : baru 3 hari dan senjataku sudah gak layak pakai. Somebody help me pliiss..

-B : upgrade senjatamu.

-A : aku gak punya material upgrade. Salahku sejak awal hanya sibuk ngumpulin makanan. Senjata yang bisa kupakai malah bermasalah.

-B : kalau ada yang bisa bantu, mohon bantuannya. Kita butuh support system. Saat ini penyintas level 2 tinggal beberapa orang aja. Lv1 sudah tidak ada lagi sepertinya.

-Ben : yang butuh perbaikan senjata bisa chat saya. Proses upgrade bisa ditukar dengan material yang kamu punya.

-Aku : ke saya juga boleh untuk perbaikan senjata dan upgrade. Tapi perlu diingat, tidak ada yang gratis. Pasti ada biayanya.

-A : berapa biayanya?

-Ben : chat personal.

-A : ah iya. Ok.

-C : kenapa harus pake biaya sih. Masa bantu aja kudu ngasih material juga. Perhitungan banget!

-Aku : kalo keberatan transaksi, ya gak usah, ga da yang maksa, kami hanya menawarkan. Kami yang nyediain jasa gak rugi kok. Pikir aja sendiri, andai kamu punya fasilitas buat bantu orang, yakin kamu ikhlas bantu tanpa bayaran? Padahal kamu harus keluar banyak poin system dan material. Gw sih gak yakin ya lo bakal semulia itu.

-D : di bumi aja, orang jual jasa dibayar, bukan dibantu! Logis lah kalo ngomong. Apalagi upgrade senjata gak main main materialnya. Kalo keberatan, ya udah, berarti kan bisa ngandelin senjata sendiri tanpa upgrade.

-B : bener banget.

...----------------...

Notif chat dari ria.

-Ria : halo ka naya. Apa kabar?

-Naya : halo ria. Kamu masih aman? Syukurlah.

-Ria : iya kak. Aku masih aman. Tapi anak panah crossbow nya tinggal dua kak. Maaf, aku gak bisa jaga, ka. Soalnya kemarin lawan babi hutan, aku panik ka. Dia ngejer. Aku takut di seruduk. Aku lari sambil nembakin. Sisa dua. Udah nyari gak ketemu, kayaknya masuk ke rawa.

-Aku : kamu harus belajar tenang, ria. Jangan panikan. Aku kasi tips ya. Mulai sekarang kamu latihan meditasi. Kendalikan diri kamu.

-Ria : iya kak. Btw aku udah naik lv3 kak. Makasih ya kak, sesuai saran kakak, aku jadi lebih berani. Akhirnya mental & adaptasiku naik. Aku bisa level up.

-Aku : selamat ya ria. Terus ditingkatin. Lawanmu ke depannya bakal lebih ganas. Ok. Kamu mau barter apa dengan 10 anak panah crossbow?

-Ria : aku ada benih teratai ka,  bisa dimakan ternyata. Aku juga punya tanah gambut. Tanah liat. Pandan rawa. Kangkung rawa.

-Aku : ok ria. Kamu boleh kirim apapun yang kamu bisa kirim.

(Ria mengirimkan 5 benih teratai, 5 blok tanah gambut, 5 blok tanah liat, 50 helai pandan rawa, 10 ikat kangkung rawa)

Aku menggandakan dan menyimpannya.

.

(Celia, aku butuh 10 anak panah crossbow yang sudah di upgrade, bisa kembali ke pemiliknya setelah ditembakkan.)

(Baik naya. 5.000 poin system akan terpakai.)

(Baik celia, dan jangan lupa digandakan.)

.

(Naya mengirimkan 10 anak panah)

-Aku : gunakan sebaik mungkin ria. Anak panahnya sudah di upgrade. Kamu bisa baca deskripsinya di layar system mu.

-Ria : makasih banyak ka naya. Aku akan ikuti saran kakak. Mulai sekarang aku akan rajin meditasi.

-Aku : iya ria. Keep fighting ya. Kamu juga bisa mulai belajar pukulan dan tendangan, untuk memperkuat postur tubuh. Semoga kita bisa ketemu nanti.

-Ria : iya ka. Pasti. Aku yakin bakal ketemu ka naya.

...----------------...

Malam berlalu dengan sangat tenang, karena mbah gorila lagi tidur di dalam lubang.

Meditasiku tak ada gangguan.

Geulis tiduran di sampingku.

Sementara, para bocil tidur di dalam rumah.

...----------------...

Satu hal yang baru kusadari pagi ini, aku mendengar kicauan burung.

Selama ini pulau sangat hening di pagi hari, tapi tidak hari ini.

Bahkan kicauan itu bukan hanya dari satu burung, aku mendengar 3 suara yang berbeda saling bersahutan.

Aku menelengkan kepalaku ke kanan, dengan mata masih terpejam.

.

"Pagi semuanya. Gw harap kalian yang di bumi akur akur aja ya. Gak enak tau hidup jauh dari keluarga. Sangat dimaklumi beberapa dari penyintas akhirnya tamat di sini. Apalagi yang tidak punya daya juang. Satu hal yang harusnya kalian syukuri, saat bangun dari tidur, masih bisa mendengarkan suara kicauan burung. Gw dari awal mendarat di sini, semua hening. Ga ada suara sama sekali kecuali suara ombak. Makanya gw suka teriak teriak. Gw butuh suara di sekitar gw biar gw tetep waras. Hening dan senyap itu bikin depresi. Seakan lo hidup di ruang hampa. Gw sangat bersyukur akhirnya ditemani bocil ayam dan harimau, juga geulis."

Aku menarik nafas, "Dan semua kehampaan gw terbayar. Pagi ini, gw bisa denger suara kicauan burung, gak cuma satu, tapi tiga. Indah banget tau."

Aku membuka mata dan menegakkan kembali kepala ku, "Ok. Life must go on. Meski gw kangen rumah, kangen yangkung yangti, kangen adekku amelia si moy, kangen celia, kangen semuanya, tapi gw bisa apa? Pilihan gw cuma bertahan dan pulang, atau pasrah dan mati."

Aku tersenyum sinis, "Dan pilihan gw gak pernah pilihan yang kedua. Gak tau kalo yang lainnya. Dan gw gak mau tau. Terserah yang mau komen gw egois, gw gak tau kok omongan busuk di bumi sana. Hidup gw udah berat, ngapain diberatin sama beban orang lain. Yang suka bebanin orang lain gak pantes disebut manusia, itu parasit, itu hama, wajar dibasmi. Kalo dibilang gw hoki, usaha gw selama ini bukan faktor hoki, itu karna gw mau hidup lebih lama. Gw gak bisa ngandelin siapapun selain diri gw sendiri. Dah gitu aja. Gw mau siap siap ngobrol sama gorila. Bye."

...----------------...

1
Mahlubin Ali
100% delete lah
Mahlubin Ali
serius nih bikin buku diary di noveltoon??
Dhewa Shaied
makin keren benaya.. lanjut thor😍😍😍💪💪💪
PonsParadiso: 😍😍😍 semoga sabar membacanya, masih lanjuuut...
total 1 replies
Dhewa Shaied
lanjut thor makin aeru.. tpi ben sama nay nikahnya gmn 🤣🤣🤣
PonsParadiso: 🤭🤭🤭 teori ngasal sih, tapi kalo dipikri pikri make sense. masih belum nyampe ke situ kalo sekarang. hehehee..
total 1 replies
Dhewa Shaied
lanut trs Thor
Dhewa Shaied
ditunggu updatenya thor
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!