Indonesia
NovelToon NovelToon
Wu Yun Ling

Wu Yun Ling

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Reinkarnasi / Time Travel / Dokter Ajaib / Romansa Fantasi
Popularitas:58k
Nilai: 5
Nama Author: Cusipa

Irina, gadis cantik yang hidup di panti asuhan.
Ia tidak tahu siapa orang tua kandungnya. Terkadang Irina selalu berpikir, apakah ia anak yang tidak di inginkan sehingga ia di buang begitu saja ke panti ini? Namun, setelah Irina beranjak remaja, ia mengenyahkan pikiran itu. Yang ada di pikirannya saat ini adalah membantu ibu panti mencari uang, untuk kehidupan anak-anak panti lainnya.

Dan sekarang Irina sudah menjadi penulis novel, banyak Novel-novel yang telah ia terbitkan. Hari itu Irina akan memberikan naskah Novelnya ke tempat orang yang meminang ceritanya. Namun ketika menyebrang ia malah tertabrak oleh sebuah motor yang sedang melaju kencang ke arah nya.

Irina pikir ia mungkin sudah pergi ke surga tau pun neraka. Namun, ia malah terbangun dengan tubuh yang menjadi kecil. Ia jadi bayi lagi!
Dan yang paling mengejutkan adalah ia hidup kembali bukan di zaman nya tapi malah di zaman kuno atau dunia lain?

__________________❖_________________

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cusipa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benarkah?

Prajurit itu mengeluarkan pedangnya, berniat menyerang pemuda itu.

"Ha..."

Namun, saat pedang itu melayang, mendekati pemuda itu. Tiba-tiba pedang itu meleleh, dan lelehannya mengenai kaki prajurit itu.

"Akh!!"

Rasa sakit yang luar biasa menghampiri kaki prajurit itu, bahkan terasa menjalar ke seluruh bagian tubuhnya.

Pemuda tadi menghentikan permainan serulingnya, mantap Prajurit itu dengan senyumnya.

"Komandan Baliu, anda seharusnya tidak ada di sini. Seharusnya anda terus menjaga pintu gerbang perbatasan selatan, mengapa sekarang malah berada di sini?"

Pria itu nampak terkejut, "Bagaimana kau bisa tahu identitasku?"

"Ah, benar. Wajar saja anda tidak mengenali saya." Senyum di wajah pemuda itu menghilang, dan aura mencekam keluar dari dirinya.

Tangannya merogoh sesuatu dan mengarahkannya ke depan wajah prajurit yang di panggil Komandan Bailiu itu.

"Anda pasti mengenal token ini, karena salah satu token ini, anda ambil dengan paksa dari tangan Ibunda saya."

Token itu berwarna hijau, dengan gambar harimau putih yang memeluk bunga anggrek emas. Dengan tulisan Mu di bawahnya.

Tubuh komandan Bailiu bergetar hebat, dengan ragu-ragu Komandan Bailiu menatap wajah pemuda di depannya.

Wajah yang begitu sama persis, dengan tuannya yang sudah tak ada.

"Pa-pangeran?"

Pemuda itu tersenyum semakin lebar, yang membuat Komandan Bailiu semakin ketakutan.

"Akhirnya anda menganali saya. Kalau begitu, anda pasti ingat dengan tugas anda bukan? Komandan."

"Itu... Itu..." Komandan Bailiu gelagapan, matanya terus melihat kesana-kemari, menghindari mata pemuda yang di panggil pangeran itu.

Yun Li terdiam, dirinya merasa kenal dengan punggung pemuda di depannya. "Dia..."

Setelah pemuda itu mengikat prajurit yang di panggil Komandan Bailiu, pemuda itu berbalik. "Hallo adik manis, kita bertemu lagi."

"Ah..." Pantas saja, batin Yun Li.

Ternyata dia adalah Mu Qian Wen, pemuda yang baru saja Yun Li temui, tadi.

Qian Wen melebarkan senyumnya, ketika tidak mendapat respon apapun dari Yun Li.

Yun Li malah berjalan menjauhi, Qian Wen, menghampiri ke dua adiknya.

"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Yun Li, sambil memeriksa keadaan Yun Ling.

"Aku tidak apa-apa, JiěJiě."

Yun Li hanya mengangguk, lalu memegang leher Yun Ling yang membiru. "Ini harus segera di kompres." Gumam Yun Li.

"Apakah aku boleh membantu?"

Qian Wen mendekati tiga bersaudara itu, lalu berjongkok Di samping ke tiganya.

Awalnya, Yun Li ragu. Tapi, melihat kondisi Yun Ling, Yun Li pun mengiyakan.

Qian Wen memeriksa denyut nadi Yun Ling, matanya membulat ketika merasakan sesuatu yang sedikit berbeda.

"Apakah, kamu menekan titik lukamu?" Tanya Qian Wen, yang di angguki Yun Ling.

"Sepertinya, kamu tengah belajar ilmu medis." Qian Wen menduga.

Karena Yun Ling telah menekan lukanya, agar tidak terjadi pendarahan lebih lanjut. Pekerjaan Qian Wen lebih mudah, dirinya hanya perlu memberikan Yun Ling beberapa pil, dan juga sedikit mengalirkan Qi penyembuh, pada leher Yun Ling.

Kebiruan di leher Yun Ling menghilang. Yun Li menghela nafas lega.

"Terima kasih." Tanpa di duga, tiga saudari kembar itu berterimakasih, berbarengan.

Ketiganya -Yun Li, Yun Ling dan Yun Lian- sontak tertawa, sambil ber-tos ria.

Dan pemandangan ini di lihat Qian Wen, kedua sudut bibir Qian Wen terangkat, tawa mereka mengingatkannya pada ibunya.

"Apakah kalian berniat keluar dari sini?" Tanya Qian Wen.

"Tentu saja." Sahut Yun Li.

"Berarti, kamu sudah memiliki caranya, kan?"

Yun Li menatap Qian Wen penuh curiga, "Memangnya jika sudah, bagaimana?"

"Aku ingin ikut ke dalam rencanamu."

Yun Li berdecih, menatap Qian Wen penuh penghinaan. "Bukankah, kamu lebih besar dari ku? Seharusnya, kamu yang menyusun rencana, bukan malah ikut ke dalam rencanaku."

Qian Wen menggaruk tengkuknya, "Rencanaku ... Selalu gagal."

"Benarkah?" Tanya Yun Li, penuh curiga.

"Tidak perlu terlalu waspada seperti itu, aku tidak memiliki niat lain."

"Memangnya siapa yang berkata, kalau kau memiliki niat lain?"

Senyum di wajah Qian Wen semakin melebar, dirinya merasa lebih tertarik dengan Yun Li yang begitu waspada erhadap sekitarnya.

Sedangkan Yun Ling dan Yun Lian hanya menyimak percakapan mereka. Tanpa merek sadari, anak" lain sudah sadar sedari tadi.

Salah satunya adalah Cui San Yi, putri satu-satunya Mentri perikanan. Cui San Yi termasuk gadis pintar, dia menghampiri Yun Li.

"Putri, jika boleh, saya ingin ikut membantu membuat rencana." Usul Cui San Yi.

"Boleh." Setelahnya, Yun Li berjalan ke salah satu sudut sel, yang di ikuti Qian Wen, Cui San Yi, Yun Ling juga Yun Lian.

"Pangeran, tolong gambar seluruh bangunan ini." Ucap Yun ali, alias perintah?

Qian Wen tersenyum, bukannya tersinggung, dirinya malah merasa di andalkan.

Setelah Qian Wen menggambar bangunan ini, Yun Li kembali memberi perintah untuk menjelaskan di mana dan kapan saja prajurit akan masuk ke dalam penjara, untuk berpatroli.

Menit demi menit berlalu, ke limanya -Si kembar, Qian Wen dan Cui San Yi- terus menyusun rencana, sampai akhirnya mereka sudah merasa yakin dengan rencana itu.

"Kalau begitu, kita akan pergi dari sini, di pergantian penjaga selanjutnya." Ucap Yun Li, di setujui oleh semuanya.

Dan, waktu yang di tentukan tiba. Sesuai rencana, Yun Li akan memancing para penjaga, untuk menjauhi lorong keluar.

Prang

Dengan sengaja, Yun Li memecahkan sebuah mangkuk, yang dirinya bawa dari salah satu sel kosong.

"Siapa di sana?!"

Dan benar saja, para penjaga itu, segera berlari ke arah Yun Li. Setelah penjaga itu tidak terlihat, Qian Wen segera menuntun anak-anak untuk keluar dari sel.

Qian Wen membuat klonan, untuk menuntun anak-anak ke tiga jalan yang berbeda.

Yun Ling dan Yun Lian, masuk ke kelompok yang terus berjalan lurus. Sedangkan Cui San Yi, berbelok ke kiri.

Sedari tadi, jantung Yun Ling terus berdetak sangat cepat. Ini adalah pengalaman pertamanya, yang begitu menegangkan.

Mereka terus berlari, dengan meminimalkan suara langkah, takut-takut penjaga lain mengetahui keberadaan mereka.

Lorong-lorong penajra ini begitu gelap, dengan sel-sel yang di penuhi orang-orang yang begitu menyeramkan.

Yun Ling ototmatis kembali mundur, ketika mereka akan berbelok, dan di depan sana ternyata ada prajurit yang tengah mengobrol.

"Bukankah Yang Mulia Kaisar terlalu waspada, mengapa penjara tersembunyi seperti ini harus tetap memiliki 0enjagaan yang ketat."

"Yah, benar. Aku sangat malas. Kita hanya terus mengelilingi penjara ini, tanpa melakukan apapun."

"Sedari awal aku bekerja, aku belum pernah mendengar seseorang yang dapat keluar dari penjara ini, katanya ada jebakan tersembunyi."

"Kalau begitu, bukankah kita hanya melakukan sesuatu yang tidak ada manfaatnya?"

"Benar juga."

"Lebih baik, kita diam di sini saja. Lalu beberapa waktu ke depan, kita akan kembali ke pos awal."

"Aku setuju."

...🔹To Be Continued🔹...

1
😍nox cek😍
aku baca y Keke sama cece benarkah kk author kalau buat adik keci Siau Mei mei
Mrinpur
wahhhh,,,yun ling beruntung sekali ad fei hong d samping ny,,,tp fei hong udh d kontrak ap blom yach sama yun ling aku lupa lg dech,,🤔🤔
Lim Kelly
kapan upnya ya thor dah gak sabar
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuuuutttt...jgn dengerin si jin itu ya Ling'er....
Lim Kelly
akhirnya up juga, lanjut ya thor ditunggu
Lim Kelly
up nya dong thor jgn lama2
Lala Kusumah
tambah seru nih... lanjuuuuuuuuuuutttt....
Kania Rahman
makin penasaran saja, tetap jaga kesehatan Thor 💪💪👍👍🙏🙏
Lala Kusumah
Yun Ling pasti kuat ya say.... lanjutkan....
🌹🌼🍁embun nirmaladewi🍀🌻🌺
lama kali UP'nya
🌹🌼🍁embun nirmaladewi🍀🌻🌺: iya.... tetap semangat UP ya
total 2 replies
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuuuutttt....
Mrinpur
merak tp koq ekor ny pelangi yqch,,ku kira phoenix,,🤔
Mrinpur
ahhhh,,,,,rameeeeeee bngettt,,,,sehat sehat thor,dan semangat up ny,
Lala Kusumah
lanjuuuuuuuuuuutttt...
Kania Rahman
lanjut thor semangat dan selalu jaga kesehatan 👍👍
Lala Kusumah
wah tambah seru aja nih... lanjutkan...double up dong...
Mrinpur
kenapa ad badai masalah sprti ini,,,,
Lala Kusumah
rumit.... lanjuuuuuuuuuuutttt
𝚁𝚊𝚢𝚊♡
nexttt thorrrr
Mrinpur
jangan bilang lw kaisar wu terluka parah,,,😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!