Indonesia
NovelToon NovelToon
Dosen Bucinku

Dosen Bucinku

Status: tamat
Genre:Dosen / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta pada Pandangan Pertama / Cintamanis / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:25.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tatasya

Adopsi bayi
Keputusannya yang tidak pernah terlintas dalam benaknya. karena keputusannya itu, membawa Bella pada dosen killer fakultas FISIP.
"Saya ingin menjadi papa dari anak kamu, nikah sama saya Bella?"

"Gila nih dosen!"

Di tengah sulitnya ekonomi dan renggang hubungan keluarga, Bella harus bekerja dan berjuang untuk merawat 'anaknya' dan melanjutkan pendidikannya.

"Pulang dengan saya Bella"
"Saya bawa motor pak Abi"
"Cuaca tidak menentu, saya khawatir dengan putri kamu"
"Bapak khawatir sama anak saya atau modus sama saya!"

Abimayu, dosen fakultas FISIP yang jatuh cinta pada mahasiswanya saat pandangan pertama. Segala tingkah cuek, judes dan urakan dari Bluebella lah yang membuat dirinya terpana pada mahasiswanya itu. Mungkinkan Abi dapat menggenggam tangan Bella atau hanya penolakan yang dia dapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tatasya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapters 33 A

Chapters 33 A

Note: cerita hanya karangan belaka nama, tempat, kejadian yang sama tidak disengaja oleh penulis.

__Chapters sebelumnya__

“Iya Bella pulang sama saya, terima kasih Amal!” jawab Abi cepat dan menahan pinggang gadisnya sebelum kabur berlari darinya.

“Oke bye wak!!” Amal meninggalkan sahabatnya, tak memperdulikan Bella yang berteriak memanggil namanya.

“Ihh! Saya jadinya di tinggalkan” kesal Bella menatap Abi dengan wajah merengut.

Abi mengambil ahli menggendong Beby, gadis kecil itu berceloteh yang tak dimengerti oleh keduanya. Tangan kirinya menggendong Beby, sedangkan tangan kanannya menggandeng tangan Bella. Dia menggenggam dengan erat tangan kecil milik gadisnya.

“Ayo pulang sayang!”

____

“Bunda Bella berangkat ya!” Bella memeluk tubuh Dian seraya mengecup kedua pipinya.

“Jaga diri Bella!” Dion mengusap kepala dan mengecup kening Bella.

“Saya pergi dulu, terima kasih sarapannya” pamit Abi kepada Dion dan Dian. Sejak pukul setengah empat pagi, dia sudah berada di rumah Dion untuk menjemput Bella.

“Tolong jaga Bella ya” ucap Dion menepuk pundak Abi, menitipkan anak gadisnya kepada pria itu.

Jalanan tampak sangat kosong, sehingga Abi sedikit melajukan mobilnya sedikit kencang. Sedangkan Bella memejamkan matanya, tubuhnya meringkuk di kursi penumpang dengan wajah menghadap ke Abi.

Jarak antara rumah Dion ke kampus membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit, tetapi karena jalanan yang kosong mereka hanya membutuhkan waktu lima belas menit perjalanan.

Mobil Abi berhenti tak jauh dari pintu masuk yang biasa tempat bus berhenti, mengantar mahasiswa dari area parkir ke gedung fakultas. Tangannya mengusap kepala Bella yang masih memejamkan matanya.

“Bella!” panggil Abi dengan lembut, berusaha membangunkan gadisnya.

“Ayo bangun, sudah di depan.”

“Sebentar lima menit lagi” jawab Bella.

“Sekarang Bella, atau mau saya bawa masuk sekalian hm?” mendengar itu Bella langsung membuka matanya, menatap Abi dengan cemberut.

“Sana turun” minta Abi melepaskan sabuk pengaman yang dipakai Bella.

Saat Bella hendak membuka pintu mobil, tanganya ditahan dan di tarik oleh Abi lalu dengan cepat bibirnya bertemu dengan miliknya. Abi menahan tengkuk Bella, melumat bibir manis itu dengan sedikit mengebu- gebu.

Bella mendorong tubuh Abi, menyudahi tautan mereka. “Saya harus kumpul panitia” ucap Bella dengan mengatur nafasnya.

Abi menganggukan kepalanya lalu mengecup kening Bella “Saya ke ruangan dulu”

Bella segara keluar dari mobil Abi, lalu berlari menuju pintu masuk yang jaraknya lumayan jauh dari tempat berhenti bus. Dengan tergesa- gesa memasuki ruangan paniti, yang sudah banyak panitia berkumpul termasuk sahabatnya. Bella menerima name tag, lalu memakainya.

Ketua pelaksana membuka briefing pagi, mengabsen setiap divisi untuk memastikan anggotanya hadir tepat waktu, lalu dilanjutkan memastikan persebaran panitia di beberapa titik. Setelah semuanya sudah aman dan terkendali, panitia bubar menuju titik masing- masing.

Bella selaku humas memastikan bahwa kendaraan yang akan membawa mahasiswa baru sudah datang, kepada divisi logistik. “Kak bus sudah datang semua kan ya?” Tanya Bella.

“Sudah, nanti setiap divisi dibagikan ke setiap bus. Lo udah buat buat?” ucap koordinator divisi logistik.

“Kemarin yang buat sekre sih, tapi udah gua bagikan ke grup kok kak. Thank you ya!” setelah mengkonfirmasi hal itu, Bella berjalan ke panitia humas lainnya.

“La, lo udah hubungi catering kan kalo kita sampai jam sepuluh an?”

“Sudah, aman Bell”

Bus berangkat pukul enam pagi, setiap divisi akan menaiki satu bus bersama dosen dan mahasiswa baru, sesuai pembagian. Bella masuk ke dalam bus nomor empat bersama panitia humas dan konsumsinya. Disusul oleh Amalia selaku ketua pelaksana dan BPH atau badan pengurus harian.

“Lo ngapain di sini sih!” ucap Bella saat melihat sahabatnya duduk disampingnya.

“Suka- suka gua lah, lagian bph disuruh menyebar. Ada pilihan, kenapa gak milih coba” jawab Amalia seraya meletakan tas ransel nya diatas, lalu duduk.

“Tuh doi lo ikutan naik” Amalia menunjuk seseorang yang baru menaiki bus dengan dagunya, mengkode sahabatnya.

Bella mengalihkan pandangannya dari kaca ke arah pintu masuk, pandangan mereka bertemu. Namun, Abi memilih diam tak menyapa gadisnya dan duduk dua bangku di depan mereka. Bella mengalihkan pandangannya ke kaca jendela lagi, tak menghiraukannya.

“Saya boleh duduk sini?” ucap seseorang meminta kepada Abi.

Abi sedikit menegakan badannya, menatap seluruh bangku yang ada di bus. Semua sudah terisi penuh, hanya sisa bangku kosong di sampingnya. Sekilas Abi menatap gadisnya yang terlihat cuek, tidak ada pilihan lain ia mengizinkan wanita itu untuk duduk disampingnya.

Sepanjang perjalanan baik Abi maupun Bella, keduanya memilih tidur. Hingga bus berhenti di rest area, di waktu itu Bella keluar untuk buang air kecil dan meregangkan badannya. Sedangkan sahabatnya, entah sudah kemana.

Saat mengantri pada stand makanan, Abi dengan sengaja berdiri di belakang Bella ikut mengantri. Tangan jahilnya mulai memegang tangan Bella, mengusapnya pelan.

“Snack dari panitia kurang?” Tanya Abi dibelakang Bella. Gadis itu langsung menganggukan kepalanya.

Perjalanan kembali dilanjutkan, melihat banyaknya jajanan yang dibawa sahabatnya “Buset! Jajan lo banyak banget, udah gua bilang jangan bawa uang banyak- banyak wak!!” Amalia menggomeli sahabatnya yang suka jajan itu.

“Bukan pakai duit gua” jawab Bella seraya memajukan bibirnya.

“Terus?”

“Dibeliin” mendengar itu Amalia sudah menebak nama yang dimaksud sahabatnya.

Sesampainya di lokasi, Bella langsung dihubungi oleh pihak catering. Dia mengajak semua panitia humas dan konsumsi untuk mengambil makanan. “Guys! Kalian bisa bawa sendiri gak?” Tanya Bella.

“Bisa!” jawab mereka secara serentak.

“Oke, satu orang bawa satu tas plastik lalu dibawa ke aula ya” minta Bella. Semua anggota humas dan konsumsi bergotong royong membawa makanan serta snack untuk panitia, peserta dan dosen secara bergantian.

Mobil yang mengangkut makanan tidak boleh masuk ke dalam area, sehingga mereka harus membawa secara mandiri masuk ke dalam. Beberapa anggota divisi lain ikut membantu anak- anak humas yang notabe nya perempuan semua.

“Ayo Bella gua bantu” ucap Rangga mengambil ahli tas plastik berukuran besar dari tangan Bella.

“Makasih kak” ucap Bella.

Bella menyandarkan tubuhnya dengan nafas yang terengah- engah, beberapa panitia humas lainnya juga tak kalah lelahnya. Mereka membawa makanan, snack dan minuman untuk semua maharu yang berjumlah lebih dari dua ratus orang, panitia dan juga dosen.

“Kita technical meeting dulu, setelah itu makan siang. Humas standby saja di sana, gak usah ikut jaga” ucap Rara selaku sekretaris.

Disinilah Bella dengan anggota humas lainnya, mereka bersantai sejenak menikmati sejuknya udara pegunungan. Sangat berbeda saat mereka berada di kota, yang penuh dengan polusi.

Matanya menangkap sosok yang sejak tadi curi pandang dengannya, perlahan berjalan mendekat. Beberapa dari mereka mengagumi ketampanan pria itu yang mengenakan kaos polo dengan celana kain. Sangat berbeda saat mengajar, kemeja polos dan celana lain.

“Kalian kenapa gak ikut masuk?” tanyanya.

“Disuruh jaga di sini pak” ucap Lala yang menjadi wakil koordinator humas dan konsumsi.

Pria itu menganggukan kepalanya, lalu menarik kursi kosong yang berada di dekat sana. Dari posisinya duduk, ia dapat melihat gadisnya meski dari samping. Sejak tadi dia mencari kesempatan untuk berdekatan dengan gadisnya, namun selalu gagal. Saat tidak melihat gadisnya di dalam ruangan, ia memutuskan untuk mencarinya. Disinilah dia sekarang.

“Bella!” panggil seseorang yang berlari mendekat ke arah Bella.

“Ya kak?” pria itu tersenyum lalu duduk tepat di sampingnya.

“Tolong tanyakan ke maharu, ini namanya emang gini atau dia typo” ucap Rangga, koordinator divisi PDD dari fakultas teknik.

“Kemarin aku sudah tanya ke anaknya, tapi belum dapat respon. Rencananya nanti aku mau tanyain langsung kak” jawab Bella menjelaskan.

“Kalo gitu, ini sekalian deh lo tanyain juga” Rangga memajukan badannya, menunjukan laptop yang dia pegang kepada Bella.

“Ada…satu..dua..delapan orang. Namanya emang kudu capital semua, double huruf dan cuman itu aja gak ada kepanjangan gitu” ujar Rangga seraya menunjuk layar laptopnya.

Bella tertawa kecil “Kalo itu, namanya emang cuman satu kata kak. Gak ada marga atau kepanjangannya” ucap Bella.

Rangga pun ikut tertawa, menggaruk tengkuknya “Gitu ya, siapa tau ada marga nya gitu. Nanti kabari ya Bella”

“Iya kak, nanti aku kabari ya”

Semua interaksi kedua mahasiswanya, membuat pria yang duduk tak jauh dari sana mengeraskan rahangnya. Dia tak menyukai senyuman itu, panggilan itu dan bagaimana sang pria mendekatkan diri ke gadisnya.

Bluebella adalah gadisnya, miliknya!

TBC… …

1
Atha Diyuta
mampir thor
wifashaa
suka
Tashya Beruang: thank youu kak
total 1 replies
Rey
Cembokurr Dia Abi 😆
Rey
kayak remaja Puber ya Bi😆
Rey
bijak banget Amal😍
Rey
satu mawar 🌹 untuk Bella 😍
Rey
secerah teriknya mentari ya Amal😆
Rey
Kode keras itu Bell😆
Tashya Beruang: hihi Bella nya g peka
total 1 replies
Rey
Abi, jangan manis", banyak yang kenak diabetes nantik😁
Rey
iya Bi...iya, paham kok Bella gadismu, gak usah terus menerus di sebut juga kali.
bikin iri aja😆
Tashya Beruang: yaa namanya bulol kak🤣 maklum
total 1 replies
Rey
Abi semakin berani ya...ayo langsung seret ke KUA BI😆
Tashya Beruang: Abi bi like : Maunya sih gitu, orangnya g mau🥲
total 1 replies
Hanna Kurnia
Hallo, Kak. Tetap semangat untuk up bab yang terbaik 🙏💪🏼😊
Jika berkenan, mampir yuk kak di novelku. Saling support untuk mengembangkan karya kita😊🤗
Tashya Beruang: apa judul karya kakak??
total 2 replies
Ani
pak Dosen kurang tegas sama Bu dosen. bisa saja jadi kesalahan pahaman antara Abi dan Bella.
masa bu Aruna ngomong begitu pak Abi hanya mijit pelipisnya doang .hadueh jadi cowok yang tegas kenapa..
Ani: kalau didepan mataku udah tak geplak kepala pak Abi biar encer. 😠😠😠😠😠😤😤😤😤
total 2 replies
Rey
lah tadi protes di bilang suka, kok malah ngalungin tangan ke leher Abi , Bel😄
Rey
pasti sekalinya tersenyum manis banget Abi
Tashya Beruang: mangkannya Bella kepincut🤣🤣
total 1 replies
Rey
Lucu banget kamu Bella
Rey
susah ya Bi, jadi orang ganteng 😆
Rey
Cie cie gadisnya 😁😍
Rey
bener sih, sedikit saja kamu turunin Egois & gengsi mu Bell.
Rey
kerenn prinsipnya 😍
Tashya Beruang: hihi thank youu bangett Nay😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!