Sarah menjalani kehidupan pernikahan yang tampak sempurna dengan Haris, seorang pengusaha yang sukses. Namun, segalanya hancur saat Sarah menemukan bukti perselingkuhan Haris dengan Karin. Di tengah kehancurannya, hadir Raka, sahabat masa lalu yang menawarkan perlindungan dan bahu untuk bersandar.
Seiring Sarah menyelidiki alasan di balik pengkhianatan suaminya, ia justru masuk ke dalam masalah yang lebih gelap. Terungkaplah bahwa pernikahan mereka bukanlah tentang cinta. Ada banyak rahasia di dalammnya.
Apakah rahasia itu? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Sarah dan haris? Lalu siapa karin dan Raka? apa kaitan mereka terhadap Sarah dan Haris? Dan ada hubungan apa antara kedua orangtua Sarah dan Haris?
Penasaran kan? Yukk, kepoin novelnya. Ini Novel pertama saya, Tolong dukungannya ya teman-teman. Tolong dilike dan dikomen, dan disubscribe . Terimakasih sebelumnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sari22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sarah Menahan Haris
Haris mencoba melangkah melewati Sarah untuk mengejar Raka yang masih berdiri di dekat mobil, namun Sarah merentangkan tangannya, menghalangi pintu masuk utama klinik yang gelap. Wajah Haris yang biasanya dingin kini tampak tegang oleh kemarahan dan rasa malu karena rahasia medisnya baru saja dikuliti habis-habisan.
"Minggir, Sarah!" bentak Haris, suaranya parau dan penuh tekanan. "Jangan biarkan pria itu terus meracuni otakmu dengan dokumen sampah itu."
Sarah tidak bergerak sedikit pun. Kakinya tertanam kokoh di lantai teras yang berdebu. Sorot matanya tidak lagi menunjukkan ketakutan atau kebimbangan yang selama ini menghantuinya. Ia menatap Haris dengan pandangan yang membuat Haris terpaksa berhenti melangkah.
"Cukup, Haris. Berhenti bersikap seolah kamu adalah satu-satunya orang yang terluka di sini," ucap Sarah dengan nada suara yang rendah namun sangat tegas. "Aku tidak akan membiarkanmu lari lagi ke dalam kegelapan gedung ini hanya untuk bersembunyi dari kenyataan."
Haris tertawa getir, tawa yang terdengar sangat kering di tengah kesunyian malam. "Kenyataan? Kenyataan apa, Rah? Bahwa suamimu ini adalah produk gagal dari sebuah eksperimen psikologi? Bahwa aku tidak lebih dari seorang pria yang sakit? Kamu sudah dengar semuanya dari Raka. Sekarang biarkan aku menyelesaikan urusanku."
Haris mencoba mendorong bahu Sarah dengan kasar, namun Sarah justru mencengkeram lengan jaket Haris dengan kuat. Kekuatan cengkeraman Sarah mengejutkan Haris hingga ia terpaksa menatap istrinya kembali.
"Aku berhak marah, Haris. Atas lima tahun kebohonganmu, atas perselingkuhanmu dengan Karin, dan atas caramu menjadikanku objek pelampiasan dendammu," Sarah menjeda sejenak, napasnya memburu namun matanya tetap terkunci pada mata Haris. "Tapi selain marah, aku juga berhak tahu. Aku berhak tahu kebenaran dari mulutmu sendiri, bukan dari surat lama, bukan dari Arya, dan bukan dari dokumen medis yang dibawa Raka."
Haris terdiam. Otot rahangnya menegang hebat, namun ia tidak lagi mencoba melepaskan diri dari cengkeraman Sarah.
"Kamu bilang kamu terjebak dalam cintamu padaku," lanjut Sarah, suaranya mulai bergetar namun tidak pecah. "Katakan padaku, apakah itu bagian dari penyakitmu? Apakah kamu mencintaiku karena kamu memang ingin, atau karena kamu butuh seseorang untuk kamu hancurkan agar kamu merasa memegang kendali? Aku tidak akan pergi dari sini sampai aku mendapatkan jawaban yang jujur. Bukan jawaban dari seorang 'pasien', tapi dari suamiku."
Haris menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya di balik bayang-bayang teras klinik yang remang. Bahunya yang biasanya tegap kini tampak merosot, seolah beban rahasia yang ia pikul selama puluhan tahun akhirnya benar-benar menghancurkannya di depan wanita yang seharusnya ia benci.
"Aku takut, Sarah," bisik Haris akhirnya. Kalimat itu keluar begitu kecil, hampir tenggelam oleh suara angin malam. "Aku takut jika aku jujur, aku tidak akan menyisakan apa pun untuk diriku sendiri. Aku takut jika aku berhenti membencimu, aku tidak punya alasan lagi untuk tetap hidup setelah apa yang dilakukan Ayahmu pada Ibuku."
Sarah perlahan melonggarkan cengkeramannya, namun tangannya tetap berada di lengan Haris, kali ini dengan sentuhan yang lebih lembut. "Membenciku tidak akan menghidupkan Ibumu, Ris. Dan membohongiku tidak akan menyembuhkan lukamu. Sekarang pilih: kita masuk ke dalam dan selesaikan ini bersama Karin yang sudah menunggumu, atau kamu kehilangan aku selamanya malam ini juga."
Haris mendongak, menatap Sarah dengan tatapan yang sangat rapuh. Untuk pertama kalinya dalam pernikahan mereka, Sarah melihat Haris yang sebenarnya—bukan predator, bukan manipulator, melainkan seorang pria yang tersesat di dalam labirinnya sendiri. Haris menarik napas panjang, lalu perlahan mengangguk, menyetujui syarat yang diajukan Sarah. Mereka pun melangkah masuk ke dalam kegelapan klinik, menuju konfrontasi terakhir yang akan menentukan nasib mereka bertiga.
sudah tau rasanya sakit di khianati oleh orang2 terdeki...
namun ternyata pada akhirnya dia sendiri menjadi pelaku dari rasa sakit yg diberikan 😡😡😡
yg udah tau bagaimana sakitnya dikhianati, namun dia menjadi orang yg menyakiti tsb!!!! 😡😤
lihat dulu novel novel para suhu,
sayang loh, ceritanya seru, tapi penulisan nya bikin kita mals baca.
tulisan nya di kasih jarak KA, buat gak kek baca koran
padahal ceritanya menarik loh, aku suka awalan nya