Sejak awal, Arini tahu posisinya. Dia bukan pilihan pertama.
Dia hanya "rumah singgah" bagi Rayhan yang hatinya masih tertinggal di masa lalu, di pelukan Sahira.
Bertahun-tahun Arini bertahan, berharap Rayhan akan memilihnya.
Sampai suatu hari Sahira kembali, sakit, dan butuh Rayhan lebih dari siapapun.
Di persimpangan itu Arini dihadapkan dua pilihan: bertarung mempertahankan, atau pergi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 18
Rayhan mematikan handphonenya kemudian menatap nyalang kearah Sahira, dia mengambil handphone itu dengan kasar kemudian menyalin nomor pengacara itu ke handphonenya.
Setelah itu dia menghempaskan handphone itu dihadapan Sahira dengan kasar.
"Firma hukum mana pengacara itu Sahira bekerja?, beritahukan kepada ku sekarang, jika tidak kamu tidak akan pernah lepas hingga membusuk disini". Ucapnya penuh penekanan.
Matanya dingin dan datar menatap kearah Sahira yang menunduk takut melihat tatapannya itu apalgi mendengar ancamannya.
Rayhan bukan orang yang suka bercanda dengan perkataannya itu sebabnya Sahira langsung mengatakan tanpa menunggu, dia tidak ingin mati konyol disini.
"Firma hukum Sentosa, kamu bisa kesana untuk mengambil sertifikat itu jadi lepaskan aku, kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau". Jawabnya dengan tubuh bergetar ketakutan .
"Bagus, kamu tahu diri ternyata".
"Sekarang lepaskan aku Rayhan, kamu sudah mendapatkannya, apa lagi yang kamu mau dariku?".
"Kamu kira itu akan mudah?, setelah semua yang kamu lakukan untuk menipuku?, kamu pikir aku akan melepaskan kamu begitu saja setelah aku kehilangan segalanya?, kamu terlalu naif Sahira".
Sahira hanya menunduk mendapatkan amarah itu, dia memang selama ini menipu Rayhan dengan meminta banyak barang dan terlebih lagi banyaknya perhiasan yang dia dapatkan dari Rayhan dan nilainya itu tidak sedikit, dia memang tidak terlalu banyak membeli barang tapi perhiasan dan tabungan yang dia miliki sangat lumayan dari hasil meminta pada Rayhan.
"Tapi aku sudah mengembalikan milikmu Ray, aku tidak akan mengambilnya, kamu dengar sendiri tadi, tolong jangan berbuat seperti ini padaku". Jawabnya menahan tangis.
"Lalu yang kau lakukan padaku itu apa Sahira?, apa kurang aku memberimu selama ini sampai kamu mau merampas milikku seperti itu, kamu sudah gila?". Bentaknya dengan penuh emosi.
"Sekarang jawab pertanyaan ku dengan benar".
Sahira kini mengangkat kepalanya untuk menatap Rayhan yang menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca, antara luka penyesalan, dan juga kekecewaan, dia baru sadar jika pria ini memang sangat mencintainya dan bodohnya dia menyia-nyiakan pemuda baik ini tapi semuanya telah jadi bubur Rayhan kini telah membencinya.
"Benar selama ini kamu hanya memanfaatkan aku? Dan tidak pernah mencintai aku sama sekali selama 6 tahun?". Tanyanya dengan suara bergetar seperti menelan pil pahit yang begitu menyakitkan di tenggorokannya.
"Awalnya memang aku mencintaimu Ray, tapi hidup ku yang sangat sulit sejak kecil membuatku berambisi untuk menjadi orang kaya dan memiliki segalanya, kamu pasti tahu betapa sulitnya hidupku dimasa itu".
Airmatanya mengalir deras, perkataannya itu memang tidak bohong, dia memang berasal dari orang biasa yang hidup sangat kekurangan, itulah sebabnya dia mencari kehidupan dengan memacari pria-pria kaya untuk bisa dikuras hartanya agar memiliki tabungan dan bisa bertahan hidup ditengah himpitan ekonomi.
"Dulu aku berpikir untuk menikah denganmu dan hidup bahagia tapi saat aku meninggalkanmu semua terasa sangat sulit waktu itu, memiliki ibu yang sakit-sakitan ditambah ayah yang pemabuk dan penjudi, kamu tahu betapa tersiksanya aku saat itu untuk bisa lepas dari mereka?".
Suaranya serak dan juga nafasnya memburu, bayangan kelam bagiamana dia berjuang seorang diri pun menari-nari dibenaknya
Dia sengaja meninggalkan Rayhan saat itu untuk mencari pria kaya yang bisa menopang hidupnya dan beruntung dia mendapatkannya, hanya saja seperti Rayhan, lelaki itu diusir oleh keluarganya karena tidak direstui bersamanya dan dia juga tidka memiliki apapun dan akhirnya dia juga meninggalkannya dan memilih kembali mengejar Rayhan yang ternyata putra seorang pengusaha
"Jadi kamu mengejar ku kembali karena kamu tau aku seorang anak orang kaya?, dan kamu berencana meninggalkan aku karena aku diusir keluargaku dan hak warisku dicopot, begitu?". Tanyanya dengan lirih.
Dadanya terasa dihantam batu besar karena menyadari betapa bodohnya dia bisa dimanfaatkan oleh perempuan matre seperti Sahira itu.
"Maafkan aku Rayhan, aku tahu aku salah karena memanfaatkan ketulusan cinta kamu padaku, tolong lepaskan aku, aku tidak akan mengganggu kamu lagi, akan ku kembalikan milikmu jika kamu ingin mengambilnya kembali". Suaranya bergetar karena tangis yang semakin deras.
Rayhan mundur selangkah mendengar pengakuan jujur dari Sahira, belum sehari perkataan kedua orangtuanya dan juga Arini menjadi karma dan pukulan telak untuknya dan kini dia sudah kehilangan segalanya.
Rayhan tertawa sumbang penuh kepahitan, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tidak menyangka bisa jatuh cinta pada orang yang begitu mendamba soal uang.
"Ambil saja yang telah kuberikan kepadamu selama ini, tapi kembalikan mobil dan juga dua apartemenku itu setelah itu pergilah dari hidupku, bahkan jika kamu mati jangan coba-coba tampakkan wajahmu di hadapanku". Ucapnya dengan penuh kebencian dan luka
Sahira menatap Rayhan dengan nanar, pemuda baik itu sangat berantakan, dan semua ini karena ulahnya.
"Maafkan aku".
"Aku tidak butuh permintaan maaf mu Sahira, karena kamu aku dibuang oleh orang tuaku dan karena kamu juga aku kehilangan orang yang begitu tulus mencintai dan menyayangi aku". Jawabnya dengan suara bergetar hebat.
Bayangan Arini menangis dan mengemis perhatian darinya dan bagaimana perceraian dirinya berakhir membuat matanya memanas belum lagi tatapan kecewa ayah dan ibunya dipersidangan tadi membuat nafasnya tercekat.
"Aku hanya bisa meminta maaf padamu Ray, aku tahu aku salah, aku tidak akan pernah mengganggu mu lagi, tolong lepaskan aku". Ucapnya Dnegan tangisan deras.
Dia menyesal karena telah menipu Rayhan selama ini dan lelaki baik yang berubah jadi monster ini akibat ulahnya sendiri dan sekarang dia Tidka bisa lagi mengendalikannya dan itu membuatnya ketakutan setengah mati.
Rayhan yang menggeleng kemudian pergi dari sana tapi saat dia mencapai pintu, dia menatap Sahira dengan tatapan hancur dan terluka.
"Tenang saja setelah milikku sudah kembali, pulanglah ke apartemen dan ambil barang-barang mu, pastikan kamu tidak bertindak sembarangan, jika tidak kamu akan melihat kegilaanku Sahira, camkan itu!!".
Dia masih punya hati untuk tidak melenyapkan perempuan yang pernah begitu dia cintai sepenuh hati itu, nanti dia akan kembali kesini untuk memberi makan Sahira, dia akan melepaskannya setelah semuanya selesai dan kembali menjadi miliknya.
"Tapi Ray, lepaskan aku dulu jangan tinggalkan aku disini, aku takut!!". Teriaknya dengan ketakutan.
"Persetan dengan ketakutan dan semua yang kamu rasakan Sahira, kamu juga tidak pernah memikirkan perasaanku selama ini dan kamu Tidka tahu betapa hancurnya aku sekarang, kamu membuatku menjadi iblis!!". Teriak Rayhan Dnegan murka.
Dia menghempaskan meja dihadapannya dengan penuh emosi. Wajahnya sangat merah karena berusaha mengendalikan diri agar tidak membunuh Sahira setelah semua yang hilang dalam hidupnya karenanya.
"Ray maaf".
"Persetan denganmu Sahira, nikmati saja waktumu disini".
semoga bos nya gk pilih kasih walau rayhan Salah ttp hrs di Pecat.
Cerita ini bagus tidak bertele-tele ,tapi sayang upnya lama , hingga lupa alurnya.