Aku bekerja di perusahaan kontraktor yang bernama PT Adi jaya selama lima tahun sebagai asisten dari Arief Wicaksono, aku membantu mengembangkan perusahaan yang hampir bangkrut, sampai sekarang maju pesat satu tahun yang lalu, aku di lamar oleh bosku sendiri untuk di jadikan istrinya, aku senang kerja ku semakin semangat, aku kerja keras dan gajiku sebagain untuk membantu bapak dan membiayai adek tiriku kuliah,hari ini aku nikah semua biaya memakai tabungan ku, tetapi waktu akad nikah kenapa yang di sebut kok nama adek ku dan aku keluar dari kamarku ku lihat adekku selesai ijab Kabul dengan mas Arief wicaksono calon suami ku. yuk ikuti kisahku selajutnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35 Bertemu Dewan Direksi
Setelah selesai menghadapi mas Arya dengan drama cemburunya dan juga habis bubur satu mangkuk, aku mandi siap siap mau kerja, Selesai siap siap aku ke dapur sarapan dulu, bi Rahayu menyiapkan bekal untuk mas Arya, aku nggak mau di bawain bekal, aku cuma minta di kasih bekal buah yang sudah di iris saja.
Selesai sarapan aku berangkat di antar mas Arya, tidak lupa mas Arya membawa bekal untuk dia sendiri ,kerena setelah mengantar aku, dia langsung ke ke kafe tadi pamit ke mama dan bi Rahayu.
Aku di antar Sampai depan gedung perkantoran tersebut, dan aku lansung masuk kantor ,absen dulu kemudian aku kerja, pagi ini sangat sibuk pak Dimas, mengatur semua yang akan berangkat ke lokasi pembangunan rumah sakit, pertama adalah pembersihan lahan dan membuat lobang untuk pondasi, aku ikut juga kami para tim berangkat bersama dipimpin pak Dimas, Dua hari peletakan batu pertama oleh direktur rumah sakit jadi sekarang di siapkan semua.
Semua pekerjaan di pimpin pak Dimas langsung jadi aku hanya mengawasi progresnya. Kami datang kesana, kepala tukang melakukan pengukuran untuk membuat pondasi aku hanya mengawasi agar sesuai dengan gambar Yang aku buat dan rencanakan, Bara melakukan sangat baik dan teliti, itu yang aku sukai dari Bara.
Kami pamit kepada tim agar melanjutkan pekerjaan pak Dimas ngajak aku meeting, dengan para dewan direksi, Kami pun berangkat dengan sopir ke hotel yang di tunjuk.
Kami Sampai dan di arahkan ke ruang meeting, ternyata kami sudah di tunggu dan aku terkejut bukan main kok ada juragan mama di sini dalam hati bertanya, kejutan lagi dari mama nih.
Kami semua berjabat tangan, kucium punggung tangan mama beliau tersenyum dan kami pun duduk di tempat yang di sediakan, pak Dimas memperkenalkan aku kepada dewan direksi, mereka puas dengan kerja ku dan pak Dimas, dan mereka meminta aku untuk mencoba presentasi sebelum ikut tender.
Aku pun menerangkan di hadapan mereka kalau itu jalan harus di cor biar kuat, drainase harus di perbaiki juga biar aliran air lancar, dan untuk yang lainnya jalan biasa tapi di cor pinggir agar aspal tidak meluber, jadi nanti di perkirakan yang mengerjakan tiga PT karena waktu yang di berikan tidak banyak.mereka juga memberikan beberapa masukan dan berdiskusi.
Jadi PT Makmur sejahtera paling tidak dapat satu proyek pemerintah tersebut dan kita akan bekerja sama dengan PT lain yang memenangkan tender pembangunan drainase
Selasai meeting mama izin ke pak Dimas untuk membawa aku,Jadi aku kerja setengah hari, kami semua makan di hotel ini dengan menu steak daging dan kentang goreng, brokoli rebus dan saus yang yummi jadi ingat suamiku kira kira boleh nggak ya pesan di take away untuk mas Arya.
Selesai meeting mereka semua pulang tinggal kami bertiga mama mengatakan, kepadaku
" kamu jangan khawatir Dimas bisa menghandle semua dan Bara mewakili kamu sebagai pengawas pembangunan jadi dia nanti yang menghandle dan dia laporan padamu , kamu konsentrasi mengerjakan Proposal dan perencanaan untuk tender bulan depan" kata mama
Pak Dimas pamit kembali ke kantor dan aku jalan sama mama kami keluar dari hotel tapi aku di suruh tunggu di lobi sebentar mama akan menemui pemilik hotel.
Aku duduk sambil scrol hpku tiba tiba aku lihat seseorang yang sangat familiar, cantik banget dengan baju sangat seksi dengan belahan dada rendah dan rok pendek sepatu boot dan rambut lurus panjang dan aku ingat kayak nya Lilis ada apa ya dia kesini, dia duduk sebentar tapi kemudian dia berjalan bersama lelaki masuk ke dalam lift.
Apa aku salah lihat ya, ketemu Lilis cuma satu kali, lha ini kayak wanita komersil, masak Lilis sih
" Kamu melamun apa sih sampai mama datang kamu nggak tahu" tanya mama
" Iya ma, aku ingin pesankan mas Arya makanan seperti tadi di mana ya restoranya" tanya ku
" Ini sudah mama bawakan untuk suamimu nanti antar ke kafe ya" kata dia memberikan paperbag yang berisi makanan.
Kami lanjut ke luar dan pak Samsul datang menghampiri kami di depan gedung hotel aku sama mama pun masuk ke mobil.
" kamu cari rumah makan sul apa kamu inginkan nanti nasi Padang apa bakso" kata mama
"Nggak usah ndoro, tadi supir yang menunggu dapat jatah makan siang nasi kotak dan sudah saya makan" kata pak Samsul
" Ma, maaf Nadia kepo kok mama masuk jajaran dewan direksi" tanya ku
" Nanti mama ceritakan sama kalian semua, tidak sekarang" jawab mama penuh misteri.
" Pak tadi ada orang persis Lilis masuk hotel pakaiannya seksi banget seperti LC gitu" kata ku
" Dia sudah cerai sama fajar, karena gajinya fajar nggak cukup buat biaya hidupnya" jelas pak Samsul
"Bisa jadi tadi dia beneran Lilis masak dia kerja LC" kata batinku
" Sekarang dia di desa apa di kota pak" tanya ku
" Di kota kayaknya neng, mungkin kerja" kata pak Samsul.
Kami Sampai di mall, tempat kafe mas Arya
" Dek kamu kok sudah pulang, kan mas belum jemput kamu" tanya mas Arya
" Ada kejutan yang akan adek ceritakan sini ada oleh oleh dari mama untuk mas" jawabku
kami masuk bertiga di ruangan mas Arya mama duduk di kursi sedangkan kami duduk lesehan di lantai
" Mas ternyata mama anggota dewan direksi di PT Makmur Sejahtera" kata ku ke mas Arya
" Apa adek nggak salah lihat mulai kapan ma" tanya mas Arya
" Sebenarnya mama dan Dimas mendirikan PT Makmur sejahtera sekitar lima tahun yang lalu kami bergerak di bidang properti dan kami beberapa kali mencoba ikut tender tetapi hanya proyek kecil yang kami dapatkan" jawab mama
ku buka steak daging ternyata ada dua porsi
" ma ini kok ada dua porsi satunya buat siapa" tanya ku
" Buat kamu lah, mama tahu kamu tadi kurang jadi mama pesankan lagi buat kamu dan Arya" kata mama
" Mama tahu saja, saya tadi memang ingin beli dua porsi ternyata sama mama di belikan" kata ku
" Kan kamu udah janji mau bantu mama kalau gelut sama papanya Arya, caranya adalah menangkan tender" kata mama dengan senyum penuh misteri.
" Peperangan yang kita rancang sejak dulu baru bisa di mulai sekarang ma" kata mas Arya
" Iya le kita sekarang sudah punya senjata, yang mereka buang dan kita ambil" jawab mama
Aku melotot karena aku nggak tahu, rencana yang mereka omongkan jadi hanya tolah toleh seperti orang linglung.
" Nad kamu adalah senjata mama, untuk berjuang dan kamu bisa bayar DP rumah karena bonus buat kamu akan segara cair, rumah itu nanti nama kamu, mama hanya bantu sedikit dan mendukung kamu saja" kata mama
"Iya ma siap, Nadia akan bantu apa keinginan mama semoga Nadia bisa" jawabku
" Itu perumahan mewah, kamu ambil saja nanti berapan harga nya, kamu desain sendiri,kan masih lahan kosong, jangan lupa buat tempat parkir yang luas kalau mama datang ada tempat parkirnya, nanti ada mobil kamu,mobil mama dan mobil Arya" kata mama memberi masukan.
Aku makan lagi steak bersama mas Arya biasa aku kurang kan makanan ini nggak ada nasinya, hehehe perut yang biasa makan nasi.
Bersambung.