Indonesia
NovelToon NovelToon
Ternyata Aku Tidak Mandul

Ternyata Aku Tidak Mandul

Status: tamat
Genre:Ibu Mertua Kejam / One Night Stand / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yutantia 10

Surat keterangan infertil dari rumah sakit, membuat hidup Anyelir seketika hancur. Tidak ada kebanggaan lagi pada dirinya karena kekurangan tersebut. Namun sebuah kesalahan semalam bersama atasannya, membuat dia hamil. Mungkinkah seorang wanita yang sudah dinyatakan mandul, bisa punya anak? Atau ada sebuah kesalahan dari surat keterangan rumah sakit tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TATM BAB 13

"Kita langsung ke lantai atas ya, ke tempat playground," Anye kembali mengajak Arka menaiki eskalator. Sebenarnya lebih gampang naik lift, sayangnya Arka suka sekali naik eskalator, jadi Anye memutuskan, naik eskalator saja. "Arka, jangan lari!" Ia segera berlari menyusul Arka yang lepas dari tanganya, berlari menuju pintu masuk playground.

"Tante, ayo cepat!" bocah laki-laki itu lonjak-lonjak sambil melambaikan tangan ke arah Anye, sepertinya sudah tidak sabar sekali.

"Ish, larinya kenceng banget," Anye mendelik, pura-pura marah, sayangnya Arka malah tertawa, bukannya takut.

Anye kembali menggandeng Arka, membeli tiket masuk ke playground. Arka tampak tak sabar saat petugas memasang gelang tiket di tangannya. Begitu masuk, anak itu langsung berlari menuju tempat mandi bola, yang sejak tanganya masih dipasang gelang tiket tadi, sudah menyita perhatiannya. Tempat tersebut tak telalu luas, sehingga mudah bagi Anye mengawasi anak usia 4 tahun tersebut.

"Anak kamu?"

"Astaghfirullah," Anye yang sibuk memvideokan Arka, terjingkat kaget saat seseorang tiba-tiba bicara di sebelahnya. Saat menoleh, matanya langsung terbeliak melihat Sagara berdiri di sampingnya.

"Kamu fikir aku setan, langsung istighfar," Sagara menghela nafas kasar.

"Kamu... kok tiba-tiba ada disini?" Anye mengedarkan pandangan, mencari tahu sedang bersama siapa Sagara saat ini. Kemarin dia bilang belum menikah, mungkinkah bersama ponakan juga, sama sepertinya? Rasanya gak mungkinkan, ke tempat ini untuk pacaran.

"Aku sendirian," Sagara seperti bisa membaca isi hati Anye. "Masuk kesini, cuma buat ketemu kamu. Hai sayang... " ia tersenyum, melambaikan tangan pada Arka yang melihat kearahnya dan Anye. "Jadi itu anak kamu? Udah gede ya."

Anye hanya diam saja.

"Suami kamu, gak ikut?"

"Dia masih di toilet."

Sagara auto tertawa ngakak sampai beberapa orang melihat ke arahnya.

"Kenapa?" Anye mengerutkan kening.

"Di mata kamu, ada tulisan bohong, makanya aku ketawa," Sagara masih saja belum bisa berhenti ketawa. "Aku udah dari tadi ngikutin kamu. Kamu cuma berdua sama anak kamu."

Anye mendengus sebal. "Gak ada kerjaan ya, ngikutin orang?" ia menatap Gara kesal.

"Gak ada, kan minggu," lagi-lagi Sagara tertawa. "Suami kamu kemana?"

"Bukan urusan kamu."

"Kerja?"

"Gak usah kepo." Anye kembali mengalihkan pandangan pada kolam mandi bola. Seketika terserang panik saat tak mendapati Arka ada disana. "Arka," ia reflek memanggil sambil mengedarkan pandangan.

"Noh, ada disana," Sagara menunjuk ke arah ayunan. Seketika, Anye bernafas lega. Ia berjalan mendekati Arka, pun dengan Sagara yang mengekor di belakangnya.

"Hai sayang, siapa namanya?" Sagara membungkuk, menyamakan tinggi dengan Arka.

"Alka, Om."

"Oh.... Alka."

"No," Arka menggeleng. "Alka."

"Iya, Alka."

"No!" Arka kembali menggeleng. "Alka, pakai L."

"Arka," Anye memutar kedua bola matanya malas,

sementara Arka langsung mengangguk cepat.

"Oh....Arka. Ganteng banget sih," Sagara mengacak gemas rambut Arka. "Pasti mirip papa ya, soalnya gak mirip sama mama," ia menoleh, tersenyum pada Anye.

"Kok Om tahu?"

"Tahu lah."

"Alka ke sana dulu ya, Tante." Anye reflek membungkam mulut Arka, sayang dia terlambat, anak itu sudah lebih dulu memanggilnya Tante.

"Tante?" Sagara mengerutkan kening. Sama dengan Sagara, Arka juga bingung, kenapa mulutnya ditutup, padahal tidak ngomong jorok. "Kenapa anak kamu manggil tante?"

"Di-dia... "

"Alka bukan anaknya Tante Anye," ujar bocah polos tersebut. Dengan ekspresi tanpa dosa, dia melihat bergantian wajah dua orang dewasa di depannya yang tampak bingung. Apa dia salah ngomong?

"Kalau dia bukan anak kamu, dimana anak kamu?"

Sebenarnya bisa saja Anye berbohong, tapi masalahnya saat ini dia berada di depan Arka. Dia selalu menegaskan pada anak itu, untuk tidak berbohong, masa iya, sekarang dia bohong di depan Arka.

"Tante Anye gak punya anak," Arka menyahuti.

"Gak punya anak? Jadi kamu bo_"

"Kata Mama, Tante Anye mandul."

Anye seketika meraup wajah dengan kedua telapak tangan mendengar ucapan Arka. Mungkin saking seringnya mendengar ibu dan neneknya mengatai mandul, Arka jadi familiar dengan kata itu, dan bertanya apa itu mandul pada mamanya. Di usia 4 tahun, hampir 5 tahun, Arka yang sudah sekolah TK A, memang cepat sekali menyerap informasi dari orang-orang sekitar.

Sagara menatap Anye, melihat mata wanita tersebut mulai berkaca-kaca. Ia hanya diam, tak tahu harus berkata apa.

"Alka ke sana dulu ya, Tante," Arka berlari menuju arena perosotan.

"Jangan menatapku seperti itu?" Anye tersenyum, namun sudut matanya mengeluarkan air. "Aku tidak butuh dikasihani. Ya, aku mandul. Aku wanita tidak sempurna. Ketawain aja, aku udah biasa kok, udah kenyang dihina dan diketawain." Ia meninggalkan Sagara, berjalan mendekati Arka sambil menyeka air mata. Namun meski sudah berkali-kali diseka, air matanya terus saja mengalir. Ia menoleh saat seseorang mengulurkan tisu.

"Apa perlu aku yang menyeka?" ujar Sagara saat Anye tak segera menerima uluran tisu darinya.

"Aku bisa sendiri." Anye meraih tisu tersebut, menyeka air mata dan menyusut hidung. Dia menatap Gara, merasa sedikit heran, laki-laki membawa tisu.

"Aku minta disana," Sagara menunjuk ke arah meja pegawai playground. Untuk beberapa saat, keduanya hanya diam. Ada banyak sekali pertanyaan di benak Sagara, namun sedikit ragu untuk mengungkapkan. Sampai akhirnya, "Apa rumah tangga kamu baik-baik saja?" ia tak bisa menahan diri, ingin tahu soal itu.

1
Rina Arie
good book
Akhila Davina
Halah udah pasti c Roby mandul, belum tau aja keluarnya
Yanrina Savitri
Aq nangiissss....
Yanrina Savitri
Risksn banget ketasik lg hamil. Jarak tempuh 5 jam. Kl aq jadi Gara jg ga kukasih
Dewa Nara
author seringkali memakai kalimat, "si A memutar matanya dengan malas." saya penasaran sama author, gimana caranya memutar mata dengan malas?🤭🤭🤭
Dewa Nara
sebelum nendang perut Anye, kan Robby nampar Anye dua kali
Dewa Nara
nyebokin anaknya aja Ririn gak mau, apalagi nyebokin ibunya
Dewa Nara
hampir semua laki-laki selingkuh 😭😭😭
Dewa Nara
Raisa kan bisa pergi sama calon suaminya, kok malah ngajak Robby
Yanrina Savitri
Ini benar. Istri sah lebih segalanya dari ani ani tp ttp aja diselingkihi
Yanrina Savitri
Aq curiga suaminya yg mandul
Yanrina Savitri
Knp hrs cerei. Kalau msh salong cinta. Pindahlah dr situ. Jauh2 dr mertua. Kl perlu keluarkota
Fitria Elpi Susanti
mereka serius...ujung nya perut di aduk aduk ama rayuan papa naathan🤣🤣🤣🤣🤣
bunda DF 💞
bagus bgt ceritanya
Afnina Helmi
aq mampir
Jetva
ANYE GA GASALAH KRN ROBBY GA BISA MENEMPATKAN DIRI SEBAGAI SUAMI ORG YG SETIA...TETAP TUNDUK SAMA IBU DAN ADIKNYA YG JELAS" INGIN RTNYA HANCUR.............ROBBY INI MAMDUL..DIA TUKAR HASIL LABNYA....🤔🤔
Jetva
INTINYAAAA....GA ADA WANITA BAIK" YG SUKA SAMA AUAMI ORG KEMUDIAN MEREBUT....SUKA GA APA..TP KLO SAMPAI BERNIAT MENGAMBIL, ITU JALANG NAMANYA...DAN ORTU YG MENGHANCURKAN RUMAH TANGGA ANAKNYA ADALAH ORTU YG ZOLIM...ORTU TAK BERADAB....APA LAGI SEORANG IBU....DIA SDH KEHILANGAN KEHIRMATANNYA SEJAK MENGHANCURKAN RIMAH TANGGA ANAKNYA...
Yuli wiji Rahayu
Luar biasa
Ardiansyah Gg
ihh... aku suka cara Anye 🥰
Ardiansyah Gg
ngarep banget sih baaang 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!