Indonesia
NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Penyelamat
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.

"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28 perhatian sama dengan cinta

 BENHILL APARTEMEN, Sudirman

Ada yang berbeda dari pagi ini. Biasanya pasangan pengantin baru ini selalu bertengkar kecil soal hal-hal sepele di pagi hari. Namun pagi ini, kebiasaan itu berubah.

Biasanya Nayla yang akan masuk ke kamar suaminya, membangunkannya dengan teriakan keras dan membuka semua tirai jendela. Tapi hari ini, tepat pukul tujuh pagi, Ethan sudah bangun lebih dulu. Ia masuk ke kamar Nayla dan membuka seluruh tirai jendela. Ethan sudah tampil rapi mengenakan sweater putih, jaket jeans, dan kaos putih di dalamnya.

"Sampai kapan katu tidur, Nyonya Argantara? Dasar pemalas."

"Hmm... kenapa kau sudah bangun duluan?" Nayla mengucek matanya yang terlihat bengkak, semalaman ia memang menangis di kamarnya. Ethan melihat itu dan langsung terkekeh geli sambil mengacak rambut panjang istrinya yang masih berantakan.

"Hei, Ethan! Rambutku!"

"Cih, kau masih menangisi pria tak berguna itu? Mandi sana. Sarapanmu sudah kusiapkan di meja." Ethan menyeringai. Ia baru sadar penampilan Nayla saat bangun tidur ternyata begitu mempesona.

Nayla bangun agak kesiangan. Wajahnya terlihat kurang segar dengan mata yang sembab bekas menangis semalam. Sejak membatalkan pertunangannya dulu, ia sudah berjanji melupakan pria bermarga Axel, tapi bertemu lagi dan dihina begitu membuat hatinya terasa perih kembali.

"Sandwich-nya rasanya enak. Kenapa kau hanya makan sedikit?"

"Tidak apa-apa. Aku memang hanya makan sedikit saat sarapan."

Ethan memperhatikan Nayla. Sangat aneh. Ethan yang biasanya tak sudi memasak, pagi ini justru menyiapkan sandwich, kentang goreng, dan kopi. Siapa pun yang melihat pasti tak akan percaya.

"Sudah, ayo berangkat. Nanti kau terlambat. Ayo aku antar." Nayla mengangguk pelan. Sebenarnya hari ini ia malas pergi ke butik. Tubuhnya terasa lemas, kepalanya pening, dan terlebih lagi ia sedang datang bulan sejak tiga hari lalu.

"Kau yakin baik-baik saja, Nayla?" Ethan menghela napas. Nayla hanya mengangguk sambil memakai sepatu dan jaketnya dengan kepala tertunduk.

"Ah..."

GREP!

"Astaga, hati-hati! Kamu sakit?" Ethan langsung memegang bahu gadis itu yang terhuyung hampir jatuh.

"Tidak apa-apa. Aku baik-baik saja. Nanti di butik aku bisa minum obat."

Ethan mengangguk. Ia ingin melarangnya bekerja, tapi percuma, Nayla keras kepala. Melarangnya hanya akan memicu pertengkaran lagi, dan itu justru lebih buruk.

"Ya sudah, hati-hati di jalan ya."

Mereka berjalan menuju lift. Ethan memilih menggenggam tangan Nayla erat supaya ia tidak jatuh lagi. Hari ini ia mengendarai Audi putihnya untuk mengantar Nayla sekaligus pergi ke kantor. Sebenarnya Ethan punya banyak koleksi mobil mewah, tapi favoritnya hanya tiga: Ferrari merah, Audi R8 putih, dan Lamborghini abu-abu yang diparkir di apartemen.

Saat ia membelikan Nayla mobil Renault Samsung merah, gadis itu menolak. Ia merasa tak pantas menikmati fasilitas mewah dari suaminya padahal ia belum menjalankan kewajibannya sebagai istri sepenuhnya.

Mobil Ethan berhenti tepat di depan butik tempat Nayla bekerja.

"Sudah sampai. Ingat, jangan memaksakan diri kalau sedang sakit. Pulang saja kalau tubuhmu tidak kuat."

"Terima kasih, Ethan. Sejak pagi kamu begitu perhatian."

"Sama-sama." Ethan tersenyum, lalu mengambil kantong kertas kecil dari kursi belakang dan memberikannya pada Nayla.

"Apa ini? Baunya harum."

"Nasi goreng....."

"Ya ampun..."

"Tadi kamu hanya makan sedikit sandwich kan? Setelah minum obat, habiskan nasinya. Atau makan saat jam makan siang nanti."

"Ethan..."

"Tenang saja, enak kok. Koki Hanif yang memasaknya tadi pagi." Nayla tersenyum bahagia. Ia tak menyangka Ethan sebenarnya pria yang baik dan perhatian padanya.

"Terima kasih, pasti akan ku habiskan. Hati-hati menyetir ya. Sampai jumpa sore nanti." Ethan mengangguk dan melambaikan tangan saat Nayla turun dari mobil, memeluk kantong bekal itu dengan senang hati.

"Ya ampun, kalian mesra sekali ya? Bikin iri saja!"

"Kak Yuri!"

Yuri tersenyum, baru saja turun dari mobilnya yang terparkir tepat di belakang mobil Ethan. Ia sempat terpana melihat wajah suami pegawainya itu, kagum tanpa sadar.

"Terima kasih. Kakak berlebihan saja."

"Itu apa yang kamu bawa, Nayla?"

"Bekal makan siang. Tadi suamiku yang berikan."

"Wah, kau beruntung ya!"

"Maksud Kakak?"

"Pria itu terlihat baik dan perhatian sekali padamu. Sampai menyiapkan bekal pula. Aku sampai tak menyangka kalian menikah karena perjodohan."

Nayla menunduk malu dengan wajah memerah saat Yuri menepuk bahunya sambil tertawa.

"Akui saja kalau kau mulai menyukainya. Dengar, Nayla, pernikahan itu lebih baik dijalani dengan tulus. Jangan terlalu lama gengsi, nanti dia diambil wanita lain lho, hahaha!"

"Kak Yuri menyebalkan!" Nayla menggeleng cemas saat bosnya masuk ke dalam. Ia melamun, memikirkan kata-kata Yuri tadi.

"Tidak mungkin aku menyukainya kan? Argh, menyebalkan! Kenapa wajahnya terus terbayang sih?" Nayla memukul pelan keningnya, menggeleng lalu berjalan menuju ruang desain untuk menyelesaikan pesanan pelanggan.

Kondisi tubuh Nayla hari ini memang kurang bersahabat. Kurang tidur ditambah sedang datang bulan membuat kepalanya pening, pinggang dan perutnya terasa tidak nyaman.

Saat jam makan siang tiba, Nayla membuka kotak bekalnya dan tersenyum melihat nasi goreng kimchi lengkap dengan telur gulung yang masih hangat. Ponselnya bergetar, ada pesan dari Ethan:

"Jangan lupa makan siang, Nyonya Argantara. Sudah merasa lebih baik? Nasi gorengnya enak kan? Hehe~ aku juga bawa bekal yang sama dan sedang makan sekarang. Mungkin aku pulang agak malam, istirahat saja di rumah ya, jangan menungguku. Sampai ketemu nanti."

— Ethan

Nayla tersenyum tersipu, memeluk ponselnya erat. Seperti remaja yang jatuh cinta, ia tersenyum sendiri hanya karena pesan perhatian dari Ethan.

"Apakah aku menyukainya? Ah, aku tidak tahu! Biarkan saja...Nayla, kenapa kau ini? Tidak mungkin suka dengan pria playboy seperti dia kan?" Nayla bermonolog sambil mengacak rambutnya, lalu menikmati nasi goreng itu dengan antusias.

1
Ananda Boy
lanjutkan kak
Ananda Boy
lanjutin kak, wahhhh buku baru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!