Indonesia
NovelToon NovelToon
Penyihir: Di Mulai Dari Korban Pinjol

Penyihir: Di Mulai Dari Korban Pinjol

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Fantasi
Popularitas:846
Nilai: 5
Nama Author: Arya Walker

[ Fantasi Barat+ Misteri+ Sistem+ Ksatria+ Penyihir+ Abad Pertengahan ]

Agus yang terlibat pinjol akhirnya mati karena kecelakaan, jiwanya terseret ke dalam dunia lain dan menjadi Simon Blake di dunia pedang dan sihir, Simon bangkit dari budak bandit hingga menjadi penyihir terkuat, dengan sistem kemahirannya ia akan mencapai puncak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arya Walker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ksatria Magang Tingkat 3!

Setelah meninggalkan kota lune, Simon tidak langsung menuju lokasi target.

Ia menyadari bahwa menghadapi seorang Ksatria Formal seperti Jordan dengan kondisi fisiknya saat ini adalah tindakan yang terlalu berisiko, bahkan dengan bantuan pedang hitam artefaknya.

Simon menyelinap ke sebuah gua kecil yang tersembunyi di lereng bukit berbatu, jauh dari jalur perdagangan utama Wilayah Wilde.

Di dalam kesunyian yang hanya ditemani suara tetesan air, ia mengeluarkan salah satu botol kristal berisi cairan merah muda dari penyimpanannya, ini adalah ramuan ksatria tingkat tinggi yang ia beli dari Tuan Martin seharga 17 koin emas.

"Mari kita lihat apakah harga semahal ini sebanding dengan hasilnya, kuharap ini bukan racun" kata Simon.

Ia meminum ramuan itu dalam satu tegukan.

Rasanya kental, pahit, dan seketika memicu rasa panas yang meledak di perutnya, rasa panas ini merambat dengan cepat ke seluruh jaringan otot dan tulang.

Simon segera mengambil posisi mempraktikkan teknik pernafasan ular hitam.

[ Pernafasan Ular Hitam +10 ]

[ Pernafasan Ular Hitam +10 ]

[ Pernafasan Ular Hitam +20 ]

Suara yang merdu dari sistem membuatnya Simon bersemangat! Dia mempraktikan teknik pernafasan jauh lebih serius.

Notifikasi di panel transparannya bergetar hebat.

Efek ramuan tingkat tinggi ini jauh melampaui ramuan menengah yang diberikan oleh Baron Brent, setiap siklus napas yang ia lakukan terasa seperti menempa logam panas di dalam tubuhnya.

[ Pernafasan Ular Hitam +10 ]

Ia melakukan praktik pernafasan hingga efek ramuannya habis.

"Sial, 1 sudah habis mari kita minum yang terakhir." Kata Simon sambil mengambil sisa ramuan dan meminumnya segera mungkin.

Kini ia yakin bahwa dirinya telah kecanduan dengan ramuan ksatria!

[ Pernafasan Ular Hitam +10 ]

Ayoo lagii, aku merasakannya!

[ Pernafasan Ular Hitam +10 ]

Simon merasakan serat ototnya semakin merapat, kepadatan tulangnya meningkat, dan indra sensoriknya menajam hingga ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang berdegup stabil.

[ Pernafasan Ular Hitam +20 ]

Setelah berjam-jam dalam keheningan yang menyiksa, sebuah getaran kuat melanda jantungnya.

Benih berbentuk ular samar-samar mulai terbentuk di dalam dadanya, benih itu berdenyut kencang.

Selesai!

Nama: Simon Blake

Pekerjaan: Ksatria Magang Tingkat 3

Keterampilan:

Pernafasan Ular Hitam (Tinggi) 0/400

Teknik Pedang Silang (Dasar) 160/200

Simon membuka matanya yang merah menyala.

Ia merasa fisiknya kini berada di puncak absolut manusia fana, hanya selangkah lagi menuju ksatria sejati.

Dengan kekuatan baru ini, kepercayaan dirinya dalam menghadapi Jordan meningkat.

Ia merapikan jubah hitamnya, membetulkan posisi topeng gagaknya, dan melangkah keluar menuju kegelapan malam.

......

Beberapa jam kemudian, di bawah rintik hujan yang mulai membasahi perbatasan Wilayah Wilde, Simon tiba di tujuannya.

Di hadapannya berdiri sebuah bangunan batu tua yang kokoh namun terlihat suram Pos Jaga Logistik yang Terbengkalai....

Tempat itu dikelilingi oleh pagar kayu yang sudah lapuk di beberapa bagian, namun obor-obor yang tertancap di dinding luar menandakan adanya aktivitas di dalam. Melalui indranya yang kini jauh lebih tajam setelah terobosan tingkat 3, Simon bisa merasakan keberadaan sepuluh pengawal veteran yang berjaga dengan busur silang di tangan.

Informasi yang di berikan Rose tidak salah, benar-benar ada 10 pengawal.

Di tengah pos tersebut, Simon melihat siluet seorang pria kekar berzirah perak yang sedang duduk dengan angkuh sembari menenggak minuman keras. Itulah Ksatria Jordan.

Meskipun pos itu terbengkalai dan dikelilingi kabut dingin, aura dari seorang Ksatria Formal tetap terpancar kuat, menciptakan tekanan tipis di udara sekitarnya.

"Kamu benar-benar tau cara menemukan tempat persembunyian... sekaligus tempat pemakaman," bisik Simon dengan dingin.

Ia meraba gagang pedangnya, memastikan setiap ototnya siap untuk meledak dalam kecepatan tinggi.

Ketika semuanya sudah ready, Ia melesat bagaikan kilat hitam.

Dengan kecepatan Pernafasan Ular Hitam, Simon muncul di belakang pengawal pertama.

Srat!

Belati kecilnya merobek tengkorak lawan tanpa suara.

[ Pernafasan Ular Hitam +3 ]

Simon bergerak dari satu bayangan ke bayangan lain.

Dalam hitungan menit, tiga pengawal veteran tumbang tanpa sempat menarik pelatuk busur silang mereka.

Namun, pengawal keempat menyadari ada yang salah ketika rekannya roboh ke genangan lumpur.

"Penyusup!! Ada pembunuh!" teriaknya panik.

Syuut! Syuut! Syuut!

Enam busur silang lainnya melepaskan anak panah secara serentak ke arah Simon.

Melalui indra persepsi yang kini jauh lebih tajam, Simon dapat merasakan lintasan udara dari setiap anak panah tersebut.

Ia meliuk di udara dengan kelenturan ular, mendarat di tengah pos penjagaan, tepat di depan Ksatria Jordan.

"Hari ini adalah hari kematianmu!" Kata Simon di balik topeng gagak.

"Hahaha! Jadi tikus dari serikat itu akhirnya keluar?" Jordan berdiri, menjatuhkan botol minumannya.

Wajahnya yang penuh bekas luka menyeringai licik.

Simon memperhatikannya dengan heran.

Ia tidak menghunus pedang, melainkan mengepalkan kedua tangannya yang kini mulai diselimuti uap transparan yang bergetar hebat, itu adalah Qi Pertempuran.

"Seorang Magang Tingkat 3 berani menantangku? Akan kutunjukkan padamu jurang antara ksatria fana dan ksatria sejati!" raung Jordan.

Jordan menghantamkan tinjunya ke udara ke arah Simon.

Tinju Riak!

Wuuushhh!

Udara di depan tinju Jordan mendadak berdistorsi, menciptakan riak gelombang yang terlihat seperti batu yang dilemparkan ke air tenang.

Gelombang tekanan itu melesat cepat menghantam dada Simon.

Simon menyilangkan lengannya, menahan hantaman tersebut.

BOOM!

Tubuh Simon terdorong mundur lima meter, kakinya meninggalkan jejak dalam di tanah berlumpur.

Dadanya terasa sesak seolah dihantam palu raksasa, namun berkat kepadatan otot dari fisik tingkat 3, ia tidak mengalami luka dalam yang berarti.

"Teknik apa ini... memanfaatkan Qi pertempuran untuk memukul udara dan menciptakan serangan jarak menengah?' analisis Simon sembari menghunus Pedang Hitam miliknya.

Seketika, kabut hitam pekat yang korosif menyelimuti bilah pedang tersebut, seakan merespons amarah Simon.

[ Teknik Pedang Silang +2 ]

[ Pernafasan Ular Hitam +3 ]

Simon meledak maju dengan kecepatan penuh. "Mati!"

TEKNIK PEDANG SILANG!

Dua tebasan menyilang membentuk huruf 'X' dari energi gelap melesat ke arah Jordan.

"Apa ini Qi pertempuran?"Jordan sedikit terkejut, tapi di medan tempur dia tidak boleh lengah.

Dia tidak menghindar, ia justru meninju gelombang energi tersebut dengan kedua tangannya secara beruntun.

Bang! Bang!

Riak udara yang diciptakan Jordan beradu dengan kabut hitam pedang Simon, menciptakan ledakan tekanan yang memecahkan kaca-kaca jendela di bangunan terbengkalai itu.

Serangan Simon berhasil di tekan oleh tinju Jordan.

"Aku tidak tau apa itu, tapi jangan sombong dulu! Terima ini!" Jordan melompat maju, tangannya bergerak dengan ritme yang aneh, menciptakan puluhan riak kecil di udara yang mengepung Simon dari segala arah.

Setiap riak itu membawa kekuatan ribuan kilogram yang mampu menghancurkan zirah mithril sekalipun.

Simon memacu jantungnya hingga berdegup kencang, Benih Ular di dadanya bergetar hebat seolah-olah ingin keluar dari kepompongnya.

"Jika riak ini tidak bisa dihindari, maka akan kubelah!"

Simon memutar pedang hitamnya dalam putaran vertikal yang cepat, menciptakan pusaran kabut hitam di sekelilingnya untuk menetralisir riak-riak udara tersebut. Percikan energi dan suara dentuman emas-besi bergema di tengah hujan badai.

Jordan terkejut melihat serangannya tertahan.

"Pedang itu... aura hitam itu bukan Qi pertempuran biasa! Siapa kau sebenarnya?!"

Simon tidak menjawab. Dari balik topeng gagaknya, sepasang mata merahnya bersinar tajam, memancarkan aura predator yang mulai menekan mental Jordan.

"Jika aku membunuhmu, pedang itu akan menjadi miliku!" Sepertinya pedang Simon ini cukup ajaib dan Jordan menginginkannya.

Keduanya kembali berbenturan di tengah area terbuka pos jaga.

Jordan menghujani Simon dengan pukulan riak yang bertubi-tubi, sementara Simon membalas dengan tebasan pedang hitam yang semakin lama semakin cepat dan berat.

Setiap benturan membuat tanah di bawah mereka retak dan meledak.

Pertarungan hidup dan mati ini baru saja mencapai puncaknya, dan tak satu pun dari mereka menunjukkan tanda-tanda akan menyerah di bawah guyuran hujan Wilayah Wilde yang semakin deras.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!