Indonesia
NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 — Amarah Sang Dewa

Kediaman Li Tianxuan

Setelah meninggalkan arena, Yuan Gu memberikan sebuah kediaman kepada Li Tianxuan.

Letaknya berada di Gunung Pertama bagian timur Sekte Pedang Langit.

Tempat itu cukup jauh dari keramaian.

Lingkungannya tenang, dipenuhi pepohonan tua dan aliran sungai kecil yang mengalir di antara bebatuan. Bagi Li Tianxuan, tempat seperti ini sangat cocok untuk berkultivasi.

Malam itu...

Di dalam sebuah ruangan sederhana, Li Tianxuan duduk dalam posisi lotus. Energi Spiritual berwarna keemasan mengalir mengelilingi tubuhnya.

Setiap tarikan napas membuat Energi Spiritual di sekitarnya bergerak perlahan menuju tubuhnya.

Beberapa saat kemudian, kesadarannya tenggelam ke dalam tubuh.

Lautan Dantian

Kesadaran Li Tianxuan muncul di sebuah tempat yang sangat luas.

Lautan.

Airnya begitu tenang, seolah tidak memiliki batas. Di atas permukaan laut, Li Tianxuan duduk dalam posisi lotus. Di atas kepalanya, sebuah bunga teratai perlahan mekar.

Kelopak demi kelopak terbuka. Ketika bunga itu benar-benar mekar...

BOOM!

Gelombang Energi Spiritual menyebar ke segala arah.

Li Tianxuan membuka kedua matanya. Cahaya keemasan melintas di pupil matanya.

Namun...

Tidak lama kemudian, ekspresinya berubah.

Jauh di ujung Lautan Dantian, terdapat sebuah titik cahaya hitam.

Titik cahaya itu sangat kecil.

Namun entah mengapa, Li Tianxuan dapat merasakan aura yang sangat familiar darinya.

Aura yang pernah dia rasakan sebelumnya.

Li Tianxuan mengerutkan kening.

"Apa itu?"

Dia mencoba mendekatinya.

Namun ketika jaraknya hanya tersisa beberapa puluh meter...

WUSHH!

Kesadarannya tiba-tiba kembali ke posisi semula.

Li Tianxuan terdiam. Dia mencoba lagi. Hasilnya sama.

Setiap kali mendekati cahaya hitam itu, tubuhnya akan kembali ke tempat semula.

"Formasi?"

Li Tianxuan mengamati titik cahaya hitam tersebut. Namun dia tidak menemukan sedikit pun jejak formasi.

Setelah beberapa kali mencoba, dia akhirnya menyerah.

"Akan kuperiksa nanti."

Kesadarannya kembali ke tubuh.

Li Tianxuan membuka mata. Namun bukannya beristirahat, dia justru memejamkan matanya kembali.

Ada satu hal yang ingin dia pastikan.

Dewa itu.

Lautan Jiwa

Kesadaran Li Tianxuan kembali muncul di lautan luas. Tidak ada daratan. Tidak ada langit. Hanya lautan tanpa batas yang membentang sejauh mata memandang.

Li Tianxuan berdiri di atas permukaan air.

Tatapannya dingin.

"Dewa sialan!"

Suaranya menggema.

"Keluarlah!"

Tidak ada jawaban. Li Tianxuan mengepalkan tangannya.

"Apakah kau takut?"

Hening.

Li Tianxuan tersenyum dingin.

"Aku berharap seluruh keluargamu ikut binasa bersamamu!"

WUSHHH!

Tiba-tiba...

Lautan Jiwa bergetar hebat. Gelombang energi mengerikan meledak dari segala arah.

BOOM!

Kesadaran Li Tianxuan langsung dihantam.

Tubuhnya terlempar. Kesadarannya retak.

Namun...

Sebelum benar-benar hancur, serpihan kesadarannya kembali menyatu.

Li Tianxuan terdiam. Kemudian tersenyum.

"Jadi kau marah?"

Gelombang kedua datang.

BOOM!

Kesadarannya kembali hancur.

Namun sekali lagi...

Ia pulih.

Li Tianxuan bahkan tertawa kecil.

"Kalau begitu, dengarkan baik-baik."

Tatapannya berubah menjadi penuh kebencian.

"Langit dan Surga akan menghukummu!"

"Aku akan menghancurkanmu!"

"Aku akan membuatmu membayar semua yang telah kau lakukan kepada Kota Tai!"

Suara Li Tianxuan menggema di Lautan Jiwa.

Hingga akhirnya, suara Dewa itu kembali terdengar.

"BOCAH!"

Suara tersebut mengguncang seluruh Lautan Jiwa.

"Jangan menguji kesabaranku!"

Li Tianxuan menatap ke segala arah.

"Akhirnya kau berbicara! Dewa terkutuk!Aku akan membunuhmu!"

Hening. Kemudian...

Suara itu kembali terdengar.

"Apakah kau benar-benar ingin mati?"

Li Tianxuan mengepalkan tangannya.

"Jika aku mati, aku akan menyeretmu bersamaku!"

BOOM!

Kekuatan mengerikan kembali menghantam.

Kali ini jauh lebih kuat. Kesadaran Li Tianxuan terkoyak.

Jiwanya bahkan hampir hancur. Namun tepat ketika serpihan jiwanya hampir lenyap...

Sebuah kekuatan misterius muncul dari dalam tubuhnya. Cahaya keemasan menyelimuti serpihan jiwanya.

Dalam sekejap... Jiwanya kembali menyatu.

Dewa itu terdiam. Untuk pertama kalinya, suaranya terdengar sedikit berbeda.

"Menarik..."

Li Tianxuan sendiri terkejut.

"Apa yang terjadi?"

Dia melihat tangannya. Jiwanya baru saja dihancurkan.

Namun sekarang...

Tidak ada luka sedikit pun.

Dewa itu berkata dengan suara rendah.

"Kekuatan itu... Hampir menyatu dengannya!"

"Bocah, berlatih lebih keras, jika kau ingin mengetahui jawabannya!"

Li Tianxuan mengerutkan kening.

"Apa maksudmu?"

Tidak ada jawaban.

Dewa itu kembali diam.

Li Tianxuan baru saja ingin berbicara ketika sebuah gelombang kekuatan tiba-tiba menghantamnya.

BOOM!

Kesadarannya terlempar keluar dari Lautan Jiwa.

Kediaman Li Tianxuan

Tubuh Li Tianxuan yang semula terbaring di atas ranjang tiba-tiba melayang.

Qin Haoran dan Yuan Gu yang sedang mengawasinya langsung terkejut.

Energi Spiritual mulai mengalir keluar dari tubuh Li Tianxuan.

Menyelimuti seluruh ruangan.

"Apa yang terjadi?"

Yuan Gu menatap tubuh Li Tianxuan dengan serius.

Energi Spiritual semakin padat.

Kemudian...

Sebuah bola cahaya muncul tepat di atas dada Li Tianxuan. Cahaya itu terus membesar.

BOOM!

Ledakan dahsyat mengguncang ruangan.

Seluruh Energi Spiritual yang tersebar langsung kembali masuk ke tubuh Li Tianxuan.

BOOM!

BOOM!

BOOM!

BOOM!

Empat ledakan terdengar berturut-turut dari dalam tubuhnya.

Energi Spiritual melonjak liar.

Sebuah pilar cahaya keemasan membubung tinggi menembus atap.

Qin Haoran dan Yuan Gu menatap dengan mata terbuka lebar.

"Dia..."

"Menerobos?"

Aura Li Tianxuan terus meningkat.

Ranah Lautan Spiritual Tingkat 6!

Tingkat 7!

Tingkat 8!

Tingkat 9!

Dan akhirnya...

Ranah Lautan Spiritual Tingkat 9 Puncak!

Keheningan menyelimuti ruangan.

Qin Haoran bahkan tidak mampu berkata-kata.

Yuan Gu menatap Li Tianxuan seperti sedang melihat monster.

"Empat tingkat..."

"Dia menerobos empat tingkat lagi hanya dalam waktu 1 hari?"

"Monster macam apa yang kau bawa Yuan Gu? "

Yuan Gu hanya menggeleng.

"Aku juga tidak tahu! "

Bahkan bagi mereka yang telah hidup selama ratusan tahun, kejadian seperti ini tetap sulit dipercaya.

Terlebih lagi...

Li Tianxuan bahkan tidak sadar ketika semua itu terjadi. Tubuhnya perlahan turun. Kedua kakinya menyentuh lantai.

Matanya terbuka. Li Tianxuan menarik napas dalam. Dia dapat merasakan kekuatan baru mengalir di seluruh tubuhnya. Namun pikirannya masih tertuju pada satu hal.

Dewa itu.

Dan kekuatan misterius yang melindungi jiwanya.

Li Tianxuan menatap kedua tangannya.

"Apa sebenarnya yang ada di dalam tubuhku?"

Tidak ada seorang pun yang mampu menjawab pertanyaan itu.

Qin Haoran dan Yuan Gu akhirnya keluar dari persembunyian mereka, lalu berjalan mendekat.

"Tianxuan."

Li Tianxuan menoleh.

"Apa yang sebenarnya terjadi?"

Li Tianxuan terdiam.

Dia tidak mungkin mengatakan bahwa dirinya baru saja berbicara dengan Dewa yang menghancurkan Kota Tai.

Terlebih lagi, dia sendiri belum memahami apa yang sebenarnya terjadi.

Karena itu, dia hanya menggeleng.

"Aku tidak tahu."

Qin Haoran mengerutkan kening.

Yuan Gu juga tidak berkata apa-apa.

Mereka berdua tahu bahwa Li Tianxuan sedang menyembunyikan sesuatu.

Namun tidak ada yang memaksanya untuk menjawab.

Beberapa saat kemudian, Li Tianxuan menatap keduanya.

"Ketua sekte, senior... Kapan reruntuhan kuno akan terbuka?

1
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
Kadai Kecil
apa-apaan ini thor 🤣/Facepalm/
Kadai Kecil
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!