Indonesia
NovelToon NovelToon
MY BROKEN WINGS

MY BROKEN WINGS

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:13.6k
Nilai: 5
Nama Author: my name si phoo

Ratri adalah potret perempuan sempurna: seorang istri yang berdedikasi sekaligus pilot sukses dengan jam terbang tinggi. Namun, dunianya runtuh dalam semalam ketika kejutan manis yang ia siapkan untuk suaminya, Indra, justru mengungkap pengkhianatan keji. Ratri memergoki Indra berselingkuh dengan sahabat karibnya sendiri, Imelda.
Rasa sakitnya kian menghujam ketika ia menyadari bahwa kedua anak mereka justru berpihak pada sang ayah. Diperlakukan layaknya mesin uang oleh keluarga parasit yang membodohinya, Ratri hanya bisa menangis dalam senyap di dalam lemari, sembari memahat sumpah untuk membalas setiap tetes air mata yang jatuh.
Setelah memutuskan pergi dengan hati yang hancur, Ratri jatuh pingsan di depan bandara karena guncangan hebat. Beruntung, seorang pria bernama Devandra datang menolongnya. Pertemuan tak terduga ini menjadi titik balik bagi Ratri untuk menyembuhkan luka, mengepakkan kembali sayapnya yang patah, dan memulai misi menuntut keadilan mutlak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon my name si phoo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

...Dengan tangan bergetar, Devandra segera menghubungi rumah sakit....

...Tak butuh waktu lama, suara sirine ambulans membahana di depan gedung penthouse....

...Tim medis bergegas naik membawa tandu, menstabilkan posisi Ratri dengan sangat hati-hati....

...Kemudian mereka membawanya masuk ke dalam ambulans yang melaju kencang membelah kemacetan jalanan menuju rumah sakit....

...Di dalam ambulans yang melaju cepat, Devandra terus menggenggam erat jemari dingin istrinya, tak henti-hentinya membisikkan doa dan kata-kata penguat dengan suara serak menahan tangis....

...Setibanya di Unit Gawat Darurat, tim dokter spesialis kandungan dan IGD langsung bertindak cepat mengambil alih penanganan....

...Alat pemantau detak jantung dan tekanan darah segera dipasang....

...Dokter senior keluar dari ruang tindakan dengan raut wajah sangat serius, menghampiri Devandra yang berdiri lemas di luar ruangan....

..."Pak Devandra, Ibu Ratri mengalami Preeklamsia berat," ujar dokter....

..."Tekanan darahnya melonjak sangat tinggi secara mendadak, dan hal itulah yang memicu kejang hebat tadi. Kondisi ini sangat berbahaya, baik bagi keselamatan Ibu maupun janin di dalam kandungannya."...

...Dada Devandra terasa dihantam beban berukuran raksasa....

...Wajahnya pucat pasi mendengar diagnosa tersebut....

..."Dokter, tolong selamatkan istri dan anak saya! Lakukan apa saja, saya mohon!"...

..."Kami sedang berupaya maksimal menurunkan tekanan darahnya dan mencegah kejang susulan," ucap dokter tersebut sambil menepuk bahu Devandra....

..."Sekarang, kami harus memantau ketat kondisi Ibu Ratri dalam beberapa jam ke depan. Mohon Bapak bersiap untuk kemungkinan tindakan medis darurat jika kondisinya tidak kunjung stabil."...

Devandra hanya bisa menganggukkan kepalanya dengan wajah pasrah.

...Terdengar jelas suara langkah kaki Rizal dan Sandra berlari terengah-engah menyusuri koridor rumah sakit....

...Wajah mereka berdua pucat pasi begitu mendapat kabar mendadak dari orang kepercayaan papa mereka....

...Melihat Devandra berdiri bersandar di dinding luar ruang tindakan dengan raut wajah hancur dan pakaian yang masih agak berantakan, tangis Sandra pecah....

..."Papa!" panggil Rizal penuh kecemasan, menghampiri papanya dengan langkah cepat....

..."Mama kenapa, Pa? Apa yang terjadi?"...

...Sandra menggenggam lengan Devandra erat-erat, matanya berkaca-kaca menatap sang papa menuntut jawaban....

..."Pa! Mama kenapa? Tadi katanya Mama sama Papa ke penthouse, kenapa sekarang bisa masuk rumah sakit?"...

...Devandra menatap kedua anaknya dengan mata yang merah meradang akibat menahan tangis dan rasa takut yang luar biasa....

..."Mama, mengalami preeklamsia berat, Nak," ujar Devandra dengan napas tersengal menahan sesak di dadanya....

..."Tekanan darah tinggi Mama naik mendadak, sampai Mama kejang di penthouse tadi."...

...Sandra menutup mulutnya dengan kedua tangan, tak sanggup menahan tangisnya yang pecah mendengarnya....

...Rizal seketika mematung, tubuhnya gemetar mendengar kondisi mamanya yang kritis....

..."Dokter sedang berjuang di dalam untuk menstabilkan kondisi Mama dan adik kalian," lanjut Devandra seraya menarik Rizal dan Sandra ke dalam pelukannya....

...Mereka saling menguatkan di tengah kepanikan yang menyelimuti mereka....

...Lampu merah di atas pintu ruang ICU menyala redup, memancarkan suasana mencekam yang menusuk hingga ke tulang....

...Suara ritmis dari alat pemantau detak jantung (ECG monitor) yang berbunyi teratur namun samar, menjadi satu-satunya pelipur kesunyian di koridor yang dingin itu....

...Ratri terbaring lemah di atas ranjang medis yang dikelilingi berbagai selang dan mesin penopang hidup....

...Garis-garis instrumen menunjukkan grafik yang belum sepenuhnya stabil....

...Preeklamsia berat yang memicu kejang hebat itu telah merenggut kesadarannya, membawa Ratri ke dalam koma yang dalam....

...Devandra terduduk di kursi besi luar ruangan, menyangga kepalanya dengan kedua tangan....

...Bajunya kusut, tatapannya kosong menatap lantai marmer yang mengilat....

...Di sisinya, Sandra terus mengusap air mata yang tak kunjung berhenti, sementara Rizal berjalan bolak-balik di koridor dengan raut wajah frustrasi dan cemas luar biasa....

..."Dokter bilang apa lagi, Pa?" suara Rizal memecah keheningan dengan nada gemetar....

..."Dokter sedang berusaha menstabilkan tekanan darah dan fungsi organ Mama, Zal." jawab Devandra dengan suara serak, hampir tak terdengar....

..."Mama mengalami koma karena tekanan yang terlalu tinggi saat kejang tadi."...

...Tiba-tiba, dari arah ujung koridor, mereka dikejutkan dengan sosok Gabriel yang berlari napasnya terengah-engah, wajahnya pucat pasi dipenuhi rasa panik dan bersalah yang mendalam. Itu Gabriel....

...Di belakangnya, Tasya menyusul dengan mata yang sudah sembab oleh air mata....

...Thomas yang mengabarkan situasi darurat ini berjalan di belakang mereka dengan wajah tegang....

..."Om Devandra! Kak Rizal!" panggil Gabriel seraya menghentikan langkahnya di depan mereka....

...Tubuhnya bergetar hebat saat melihat pintu ICU yang tertutup rapat....

...Rizal mendongak, matanya yang memerah menatap tajam ke arah Gabriel....

...Namun, melihat kepanikan dan ketulusan yang memancar dari wajah pemuda itu, amarah Rizal menguap berganti rasa duka yang mendalam....

..."Bagaimana keadaan Tante Ratri, Om?" tanya Gabriel dengan suara menahan tangis....

..."Tolong katakan.Tante baik-baik saja, kan?"...

...Devandra menggeleng pelan, tak sanggup bersuara....

..."Mama, koma, Gabriel," sahut Sandra dengan suara parau pelan....

...Mendengar kata 'koma', lutut Gabriel seketika lemas....

...Ia melangkah mendekati kaca transparan ruang ICU, menempelkan telapak tangannya di kaca dingin tersebut....

...Dari balik kaca, ia melihat wanita yang pernah mengasuhnya....

...Wanita yang baru saja memberi mereka kesempatan kedua untuk hidup layak, kini terbaring tak berdaya dengan tabung oksigen melekat di wajahnya....

..."Tante," bisik Gabriel, air matanya akhirnya menetes deras membasahi pipinya....

..."Jangan tinggalkan kami, Tante. Tolong bangun. Kami belum sempat membalas semua kebaikan Tante,"...

...Tasya yang berdiri di samping abangnya menggenggam lengan Gabriel erat-erat, ikut terisak meratapi kondisi ibu angkat mereka yang berada di ambang antara hidup dan mati....

...Ketegangan di depan ruang ICU semakin pekat, diselimuti doa dan kepasrahan seluruh keluarga yang berharap ada keajaiban untuk Ratri....

...Devandra menatap ke balik kaca ICU, memandang wajah istrinya yang pucat dan terlelap dalam koma....

...Seketika ingatan tentang senyum manja Ratri di taman dan permintaannya untuk ke penthouse berdua tadi siang kembali berputar di kepalanya....

..."Ternyata ini jawabannya, kenapa hari ini mama kamu manja sekali ke Papa," bisik Devandra parau....

...Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya menetes membasahi pipinya....

...Ia mengusap kasar wajahnya, menghapus jejak air mata itu dengan tangan yang bergetar....

..."Kenapa kamu tidak mengeluh kalau kamu sakit, Sayang? Kenapa cuma diam saja." gumam Devandra penuh penyesalan....

...Melihat kehancuran di wajah papanya, Sandra tidak sanggup menahannya lagi....

...Ia melangkah mendekat dan merengkuh tubuh Devandra erat-erat....

..."Pa, ini bukan salah Papa." ucap Sandra terisak pelan di pelukan Devandra....

..."Papa tidak boleh menyalahkan diri sendiri. Mama pasti kuat, Pa. Mama pasti bangun untuk kita."...

...Tak lama kemudian, Thomas kembali ke koridor ICU membawa beberapa cangkir hangat....

...Ia membagikan kopi panas untuk Devandra dan Rizal, serta teh manis hangat untuk yang lainnya....

..."Silakan diminum dulu, Pak, Mas, agar tubuh tetap hangat," ujar Thomas pelan penuh perhatian....

...Tasya mengambil cangkir teh hangat dari tangan Thomas, lalu menghampiri Sandra yang masih gemetar....

...Tasya merangkul bahu Sandra dan menuntunnya berjalan menuju kursi tunggu di koridor....

..."Sandra, duduk dulu ya. Diminum dulu tehnya supaya agak tenang," tutur Tasya halus, menyodorkan cangkir hangat itu....

...Sandra menatap Tasya yang matanya juga sembab. Ia menganggukkan kepalanya pelan....

..."Terima kasih ya, Sya."...

...Sandra menerima cangkir itu dan meminumnya perlahan, mencoba mencari sedikit ketenangan di tengah badai kecemasan yang melanda keluarga mereka....

1
Angraeny Angraeny
seratus apa sepuluh juta
Sayekti 0519
luarr biasa... mantap thooor
Sayekti 0519
Rizal daftar pilot kan keren
Sayekti 0519
mimpiii.....
Sayekti 0519
siksa aja dulu, udah benyok ks kepolisian
Sayekti 0519
mata d balas mata,jual anaknya k klup malam.biar rasa si anjing indra
Sayekti 0519
tolong tangkap si indra,siksa sampai ngaku patahkan tangan sama kakinya.bila perlu matanya jg
Sayekti 0519
rumah mobil dan yg lain d jual tinggal lah d luar negeri aja.biar amaan
sri hastuti
akhirnya happy end, makasih thor, bagus critanya 👍👍👍
my name is pho: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Muft Smoker
tasya Dan Gabriel udh bisa Mandiri ,,
keluarga baru ratri juga udh bahagia ,,
semoga si indra ma Imelda gx perlu deh kluar dr penjara ,, ganggu aj nnti dy bisa nya ,,
Muft Smoker
lihat tasya Gabriel ,,
org yg km sakiti ,,
msh peduli Dan cemas dg kondisi kalian ,,
Muft Smoker
lengkap sudaah kebahagiaan mereka ,,
alhamdullah tasya Dan Gabriel juga udh punya pekerjaan masing2 ,,
bahagia selalu kalian semua
Muft Smoker
waah devandra kecil udh debut kayakny
Muft Smoker
akhirny mereka sadar Dan mau berubah menjadi lebih baik lgii ,,
semoga jalan kalian di permudah ,,
krn semua org pernah berbuat salah ,,
hingga mereka berdua pun pantas mendapat kesempatan kedua buat berubah ,,
Muft Smoker
laaanjut kak ,,
Muft Smoker
yeeey akhirny ,,
semoga setelah ini cuma kebahagiaan yg mereka rasakan ,,
Muft Smoker
akhirny ratri Selamat ,,
udh deg2an ,,
Muft Smoker
aduuuuh kak ,, sypa lgii ini ,,
baru juga masalah satuu beres ,, dtg masalah lain ,,
semoga ratri cepat di temukan Selamat sampai lgi di Jakarta ,, ,,
sri hastuti
waduh thor ,baru bahagia sebentar ,blm menikmati ,sdh spt itu , 😡😡😡
Muft Smoker
kenyataan yg gx sesuai ekspetasii begitu menyakitkan bukan ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!