Indonesia
NovelToon NovelToon
Aversion To You

Aversion To You

Status: tamat
Genre:Angst / Dark Romance / Cintapertama / Tamat
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Pernikahan Aurora dengan Jonathan Carser—menjadi neraka saat ia menjadi korban pengkhianatan dan manipulasi.

Puncaknya, ia dipaksa menghadapi keraguan sang suami atas bayi laki-laki nya yang terlahir dengan paras begitu mirip dengan mantan kekasih masa lalunya, Braxley Valerio-Desmon.

Ketika kebenaran mulai terkuak dan Jonathan semakin brutal meluapkan amarahnya, Siapkah Aurora menghadapi kenyataan pahit, menerima kebenaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

035

Cahaya keemasan mentari senja menyusup samar melalui celah jendela kaca perpustakaan tua di lantai tiga Fakultas Hukum.

Di sudut ruangan yang sunyi dan beraroma kertas tua, udara terasa mengendap kaku. Keheningan yang semestinya menjadi tempat bernaung bagi pikiran yang lelah, mendadak berubah menjadi panggung dingin tempat dua takdir yang berseberangan saling berhadapan.

Lynzzie sedang merapikan jajaran buku hukum perdata di rak tinggi ketika derap langkah sepatu bertumit lancip terdengar membelah kesunyian. Suara ketukan itu teratur, tajam, dan sarat akan dominasi yang sengaja dipamerkan.

Lynzzie tidak perlu menoleh untuk mengetahui siapa sosok yang sedang melangkah mendekatinya. Aroma parfum mawar hitam yang pekat dan menusuk hidung sudah lebih dulu mengudara, menegaskan kehadiran Bianca.

Lynzzie menghentikan gerakannya. Ia membalikkan badan dengan tenang, membiarkan jemarinya tetap memegang pinggiran buku tebal di tangannya.

Di hadapannya, Bianca berdiri tegap. Busana desainer ternama yang membalut tubuhnya serta perhiasan berkilau di lehernya tampak begitu kontras dengan kesederhanaan gaun polos yang dikenakan Lynzzie.

Namun, di balik segala kemewahan itu, wajah Bianca tampak kaku—matanya memancarkan kedengkian yang tak lagi sanggup disembunyikan.

"Kau tampak sangat menikmati peranmu sebagai mahasiswi teliti yang polos, Lynzzie," desis Bianca, suaranya dipelankan namun sarat akan bisa yang mematikan.

Lynzzie menatap wanita di hadapannya tanpa kedipan. Tidak ada getar ketakutan di matanya, tidak ada pula kilat amarah. Ketenangan Lynzzie bagaikan telaga sunyi di tengah malam—sebuah ketenangan yang justru membuat racun di dalam dada Bianca makin membara.

"Perpustakaan ini tempat umum, Bianca. Jika kau ingin berdebat atau menumpahkan Pertanyaanmu tentang kejadian di parkiran tadi pagi, ini bukan tempat yang tepat," jawab Lynzzie, suaranya mengalir halus bagaikan gerimis subuh, lembut namun dingin.

Bianca melangkah satu tapak lebih dekat, mengikis jarak di antara mereka hingga aroma mawarnya makin menguasai udara. Ia menyunggingkan senyum sinis yang mengagungkan keangkuhannya.

"Kau pikir kau siapa?" bisik Bianca dengan nada merendahkan yang amat tajam. "Kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa, Lynzzie. Jangan pernah berpikir hanya karena kau menumpang di mobil mewahnya atau dipajang sebagai mentor adiknya, kau sudah memiliki arti di mata Draco."

Lynzzie tetap berdiri bergeming, membiarkan tiap kata bernada hinaan itu melintas di udaranya tanpa meretakkan topeng ketenangannya.

"Paling-paling... kau hanya tempat pelampiasan penatnya. Kau hanya pemuas nafsu sementara yang bisa dibuang kapan saja saat dia sudah bosan," lanjut Bianca, menatap Lynzzie dari ujung rambut hingga ujung kaki dengan pandangan jijik.

"Buka matamu lebar-lebar. Di masa depan, akulah wanita yang akan ia nikahi. Kami berasal dari kasta yang sama, setara dalam segala hal, dan keluarga kami memiliki kerja sama bisnis raksasa yang tidak akan pernah bisa ditandingi oleh mahasiswi beasiswa miskin sepertimu."

Kata-kata itu terlempar bagaikan pecahan kaca. Bianca mengira kalimat-kalimat terstrukturnya akan berhasil meremukkan martabat gadis miskin di hadapannya, membuatnya menangis tersedu-sedu atau melarikan diri dalam rasa hina.

Namun, sesuatu di dalam dada Lynzzie berdesir. Bayangan pergumulan mereka di kamar tamu mansion Desmon tadi malam, bisikan lembut Draco di bawah dinginnya subuh—Aku tidak pernah menganggapmu pelacur... Aku tahu aku yang pertama... Aku mencintaimu—serta sentuhan rahasia di bawah meja sarapan pagi tadi, mendadak membakar sisi lain dari keberaniannya.

Atmosfer di sudut perpustakaan itu berubah mendadak.

Ketenangan di wajah Lynzzie melunak menjadi sebuah senyuman tipis yang teramat elegan—sebuah senyuman samar yang justru memancarkan keunggulan mutlak atas wanita bergaun mahal di hadapannya. Lynzzie menyandarkan sedikit tubuhnya pada rak buku, menatap Bianca dengan pendar mata yang mendadak amat teduh namun menghujam.

"Lebih beruntung aku rupanya..." bisik Lynzzie lirih. Suaranya bergema halus di antara rak-rak buku yang membisu, penuh dengan penekanan melankolis yang menyayat.

Bianca mengerutkan dahi, tidak siap dengan arah tanggapan tersebut. "Apa katamu?"

Lynzzie memiringkan kepalanya sedikit, menatap bibir Bianca yang gemetar menahan amarah, lalu melanjutkan kalimatnya dengan ketenangan yang luar biasa mematikan:

"...itu artinya, kau belum pernah dibawa ke ranjangnya?"

DUARRRR!

Kalimat pendek yang keluar dari bibir halus Lynzzie bagaikan dentuman petir yang meretakkan seluruh topeng keangkuhan Bianca. Wajah wanita cantik beriasan tebal itu seketika memucat pias, matanya membelalak lebar dalam kejutan yang teramat sangat.

Sebelum Bianca sempat menyusun kata untuk membalas, Lynzzie menutup mulutnya sendiri dengan jemari lentiknya secara halus, menyunggingkan senyum mengejek yang sangat tipis dan tak terduga.

"Opps... mahasiswi beasiswa sepertiku dua detik lalu coba halusinasi" tambah Lynzzie pelan, bernada ironi yang begitu sempurna, seolah mengejek dirinya sendiri padahal sedang menghantam harga diri Bianca tepat di titik paling krusial.

"Kau... kau cewek tidak tahu diri!" desis Bianca dengan napas memburu, tangannya terangkat hendak melayang melukai wajah Lynzzie.

Namun, sebelum jemari Bianca berhasil menyentuh kulitnya, Lynzzie menangkap pergelangan tangan wanita itu dengan cengkeraman yang tenang namun sangat kokoh.

Pandangan mata Lynzzie berubah menjadi sangat dingin—memancarkan keberanian seorang wanita yang tahu betul bahwa ia memegang kendali penuh atas hati pria yang sedang diperebutkan.

"Simpan tenaga dan kemarahan mu untuk mempertahankan posisi 'kekasih'-mu itu, Bianca," bisik Lynzzie tepat di samping telinga Bianca, suaranya sehalus sutra namun tajam bagai sembilu. "Sebab jika Draco sudah benar-benar muak... jangankan posisi kekasih, menyebut namamu di meja makan keluarganya pun dia tidak akan sudi."

Lynzzie melepaskan cengkeraman tangannya secara perlahan, menyapukan pandangan terakhir yang penuh keprihatinan pada Bianca yang berdiri mematung dalam kekalahan yang memalukan.

Dengan langkah anggun dan tenang, Lynzzie memeluk bukunya dan berjalan pergi menyusuri lorong perpustakaan yang remang, meninggalkan Bianca yang berdiri sendirian di bawah bayang-bayang senja.

Langkah kaki Lynzzie yang menjauh perlahan menghilang di balik deretan rak buku tua, meninggalkan keheningan yang kini berubah menjadi neraka bagi Bianca.

Selama beberapa detik, Bianca berdiri mematung di tengah lorong remang perpustakaan. Wajahnya yang memucat kini terbakar oleh rona merah padam. Napasnya memburu kencang, membusungkan dadanya yang naik-turun tak beraturan.

Kalimat sederhana namun mematikan dari bibir Lynzzie—itu artinya kau belum pernah dibawa ke ranjangnya?—bergema tanpa henti di dalam kepalanya bagaikan sembilu yang menyayat selapis demi selapis harga dirinya.

Rasa hina yang teramat sangat, bayangan penolakan dingin Draco di dalam mobilnya, serta kenyataan bahwa wanita beasiswa miskin itu telah menyentuh area paling intim dari pria Desmon–Kekasihnya, meledakkan seluruh kewarasan yang tersisa dalam diri Bianca.

"AAARRGGHHH!"

Jeritan histeris yang tertahan meluncur dari tenggorokan Bianca. Tanpa peduli lagi di mana ia berada, tangan Bianca yang dihiasi cat kuku mahal melayang menyapu deretan buku-buku tebal di rak sebelah kirinya.

BRAAKK! DUK! DUK!

Puluhan buku hukum perdata bersampul keras berjatuhan dan berserakan dihantam ke lantai marmer secara kasar.

Air mata amarah yang panas akhirnya merembas keluar, merusak riasan matanya yang sempurna. Dengan napas tersengal dan dada yang bergemuruh hebat, Bianca mencengkeram kepalanya sendiri, meremas helai rambut pirangnya yang tertata rapi hingga berantakan.

"Brengsek! Cewek murahan sialan!" umpat Bianca dengan suara bergetar menahan tangis kebingungan dan kegilaan. "Kau cuma sampah! Kau cuma pelacur yang dia pakai di belakangku!"

Seorang petugas perpustakaan setengah baya yang mendengar kegaduhan itu bergegas berlari mengitari lorong. Matanya membelalak kaget mendapati deretan buku berserakan dan sosok mahasiswi kaya yang sedang mengamuk histeris.

"Permisi, Nona! Ini perpustakaan, Anda tidak boleh—"

"DIAM KAU!" bentak Bianca melengking, menunjuk wajah petugas itu dengan telunjuknya yang gemetar. Matanya yang sembap berkilat penuh ancaman. "Jangan berani-berani mengajariku! Kau tidak tahu siapa aku?!"

Petugas itu tertegun, terkejut oleh amarah gila yang memancar dari wajah Bianca yang kini kacau. Bianca menendang salah satu buku tebal di lantai hingga terdorong jauh, lalu menyambar tas mewahnya yang tergeletak di atas meja.

Dengan tumit sepatunya yang menghentak kasar membelah kesunyian lantai tiga, Bianca melangkah pergi dengan aura kegelapan yang pekat. Air matanya disapu kasar menggunakan punggung tangan, meninggalkan coretan hitam maskara di pipinya. Rasa cemburu yang membakar kini bertransformasi menjadi dendam yang teramat pekat.

Lynzzie... batin Bianca berjanji dengan gigitan kencang pada bibirnya hingga terasa asin darah. Kau pikir kau sudah menang? Kau pikir kau bisa merebut Draco dariku? Aku akan hancurkan hidupmu sampai kau berlutut memohon ampun padaku!

1
azzura faradiva
tak terasa udah tamat aja😔
nayla tsaqif
Emak sama anaknya sama2 gilaaa,,
Rosdianah 🌷: wkwkw🤭
total 1 replies
Astrid Kucrit
keren draco gentleman
nayla tsaqif
Bianca udah tau kah,, klo dia ternyata jg anak napi jonathan,, apa q bacanya ada yg kelewat yaaa,,?? 🤔🤔🤔🤔
Rosdianah 🌷: Belum kak 🤭
total 1 replies
Astrid Kucrit
wkwkek bucin 😂
Astrid Kucrit
🤣🤣
Astrid Kucrit
🤣🤣 mommy ki jan
Astrid Kucrit
bagus desmon 👏
Astrid Kucrit
makin seru
Astrid Kucrit
bagus draco, lindungi lynzzie
Astrid Kucrit
syukurlah lynzzie aman dan draco juga mencintainya. semoga keluarga desmon melindungi lynzzie
Astrid Kucrit
wah wah wah kejutan apa ini.ternyata lyn dan bianca saudara 1 ayah
Rosdianah 🌷: happy reading kak 🫶
total 1 replies
Astrid Kucrit
tapi brenda udah jujur ke lynzie gimana ayahnya
Mei TResna Rahmatika
fix sih ini Jonathan bapak nya lynzie
Rosdianah 🌷: hihi🤭
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
ibunya lynzie apakah Brenda thor? brarti bapaknya Jonathan kah🤭
Rosdianah 🌷: author lg mode silent 🤣
total 1 replies
azzura faradiva
Lynzze ini pasti anaknya Brenda dengan Jonathan carser
Astrid Kucrit
kamu cuma tameng bi...
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak 🫶
total 1 replies
Astrid Kucrit
semoga kalian berjodoh
Astrid Kucrit
menunggu saat bapaknya lyn bebas. hmmm.....bakal gimana
Astrid Kucrit
draco modus gak tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!