Indonesia
NovelToon NovelToon
Semuanya Palsu

Semuanya Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Sci-Fi / Misteri
Popularitas:146
Nilai: 5
Nama Author: likaa0_0

Rey adalah manusia yang diubah menjadi anomali-monster kanibal yang sengaja dijadikan tameng oleh para penjajah halus di Paradise. Menganggap nasibnya sebagai hukuman atas dosa masa lalu, ia menemukan sosok yang ia anggap sebagai ibu keduanya. Namun, kasih sayang Dwi ternyata hanyalah manipulasi. Perlahan, jati diri dan kewarasan Rey dihancurkan hingga melahirkan The Luna, seorang psikopat yang rela mempertaruhkan sisa kemanusiaannya demi melindungi Dwi dari hukuman mati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon likaa0_0, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 34 cyber polisi

keesokan paginya seorang pria cyber polisi yaitu Olivier berada di ruang laboratorium digital forensik. ia sedang mencocokkan data-data pelaku penyebaran dan pencurian dokumen milik Athena, melalui komputer yang di rancang menggunakan server khusus, berspesifik tinggi untuk membongkar data-data atau (Forensic Workstations).

Olivier terus menerus mencoba meretas dan menyedot data-data dari kedua pelaku penyebaran yang meretas papan bilboard digital raksasa, menggunakan metode Penyadapan dan Analisis Lalu Lintas Jaringan (Network Forensics).

tiba-tiba seorang pria kepala polisi masuk yaitu Wildan sambil membawa beberapa kertas yang menjadi catatan petunjuk.

"hei... selamat pagi olivier."

Olivier menoleh ke Wildan.

"pagi juga Wildan."

"bagaimana? apakah benar sekarang kedua pelaku itu dari anggota revor yang kebaradaan mereka tinggal di jalan mranti dan jalan forest? Karena kami sudah mengirim dua Intel di kedua tempat itu."

"tentu. IP Address dari Log Sistem Videotron, Saat peretasan terjadi, pelaku menggunakan aplikasi akses jarak jauh atau remote desktop, bernama destreamer untuk mengendalikan komputer videotron dari rumah yang berada di jalan forest, namun kini mereka berdua saat aku lacak kemarin. Mereka berpisah, biasa untuk mengelabuhi petugas."

"konyol sekali mereka."

"padahal dari ponsel dan laptop yang mereka bawa dan terpasang oleh VPN, pasti akan bisa kami bocorkan, karena dari salah satu pelaku ini melakukan hal yang cukup ceroboh. karena ia pernah melakukan login dan memasukkan nomor yang sama, hingga kami menemukan riwayat kedua akun pelaku, walaupun mereka berdua sudah mengeluarkan akun-akun mereka dari platform lain, tenang saja itu masih bisa terlacak."

"oh aku mengerti, Aku sudah tidak sabar untuk menginterview mereka."

Tiba-tiba saku celana Wildan bergetar, ternyata berasal ponselnya berdering seseorang sedang menelponnya.

Drrrpp....Drrrppp.....

Wildan segara mengambil ponselnya dari sakunya, lalu mengangkat telepon tersebut.

Seorang salah satu Intel sedang memberikan laporan, bahwa salah pelaku sudah tampak oleh Intel.

"lapor!"

"laporan di terima."

"Wildan. Kami melaporkan bahwa salah satu target itu baru saja melakukan transaksi jual beli di sebuah toko roti....."

Di tempat yang berbeda (tempat Intel)

Intel yang sedang menyamar menjadi tukang bubur ayam sedang memberitahu melalu telepon earphone, bahwa pelaku berada tidak jauh dari tempatnya, berada di jalan forest.

"target sepertinya ingin membeli roti adalah Rahul, dari indentitas yang di sampaikan oleh olivier itu semuanya benar."

"lokasi target ada dimana?"

"lokasi target berada di jalan forest bagian timur."

tiba-tiba Rahul keluar dari toko namun anehnya ia keluar dari toko seperti tidak membeli apa-apa, membuat Intel yang mengawasinya semakin bingung serta penasaran.

"gawat. Target baru saja keluar dari toko roti, tapi kok... Target tidak tampak membeli atau melakukan transaksi apapun di dalam toko"

Telepon tetap menyala

Intel itu tetap menyalakan teleponnya agar tetap terhubung dengan Wildan dan bergegas mengikuti targetnya yang pergi, sambil membawa pergi gerobaknya, sebelum ia pergi tiba-tiba ada salah satu orang yang ingin membeli bubur ayam.

"pak. aku mau beli seporsi bubur ay....."

Intel itu menghiraukan orang yang akan membeli dagangannya dan segera mengikuti targetnya secara diam-diam.

pembeli yang kebingungan entah apa merasa ada yang aneh dengan pedagang bubur ayam itu.

"hmmm... Sepertinya dia Intel." ujar seseorang yang ingin membeli bubur

Kembali ke tempat olivier dan Wildan.

segera Wildan menyuruh Olivier mencari jalan yang di katakan oleh Intel tadi ke peta GPS, lalu segera Wildan mengirimkan beberapa polisi untuk menangkap Rahul.

"olivier. Segera cari jalan forest bagian timur di peta GPS, aku akan memberitahu kepada lainnya untuk menuju kesana."

"baik ketua!"

Wildan segera berjalan pergi keluar dari ruang laboratorium digital forensik untuk memperintahkan para polisi lain untuk pergi kesana.

Kembali di tempat yang berbeda (tempat Intel).

Rahul yang terus-menerus berjalan tiba-tiba dirinya merasa ada yang aneh seperti ada yang mengikutinya dari belakang.

Rahul terus berjalan menghiraukannya, namun rasa seperti ada seseorang yang mengikutinya membuat Rahul semakin was-was, hingga ia menghentikan langkahnya dan memberanikan diri untuk menoleh ke belakang untuk mengecek siapa yang mengikutinya.

Namun anehnya Rahul saat menoleh kebelakang dirinya tidak menemukan siapapun yang mengikutinya, ini membuat rasa was-was Rahul semakin meningkat.

Rahul kembali menoleh.

Segera ia mempercepat langkah kakinya, saat gerombolan orang-orang yang mengantri banyak di depan kios makanan cepat saji segara Rahul langsung memanfaatkannya untuk bersatu dalam keruman orang-orang yang mengantri hingga menutupi jalan trotoar.

Rahul yang berada di dalam kerumunan orang-orang dirinya menabrak dan mengsela antrian orang-orang yang mengantri.

"hei..."

"apaansi!"

ujar orang-orang yang kesal karena dirinya di tabrak dan tersela antriannya karena Rahul.

setelah Rahul keluar dari gerombolan antrian orang-orang yang membeli makanan di kios segera dirinya masuk kedalam sebuah gang kecil untuk menyelamatkan dirinya dari orang yang mengikutinya diam-diam.

Namun tanpa di sadari gang kecil itu buntuh, tiba-tiba Rahul mendengar suara orang yang mengetuk-ngetuk mangkuk menggunakan sendok.

TING! TING!

Rahul seketika membeku.

Dirinya perlahan-lahan menoleh kebelakang sedikit demi sedikit, di belakang sudah terdapat Intel tadi dengan membawa gerobaknya dan memegang sebuah mangkuk dan sendok di keduanya tangan.

Intel itu tersu mengetuk-ngetuk mangkuk itu mengunakan sendok.

TING! TING! TING!

Rahul tidak bisa berbuat apa-apa kini dirinya benar terpojok, perlahan-lahan Intel itu berjalan mendekati rahul secara perlahan-lahan.

Langkah kaki Intel itu yang berjalan pelan membuatnya hanya bisa berpasrah, Intel itu menjatuhkan mengkuk dan sendoknya ke lantai beton begitu keras hingga memecahkan mangkuk itu.

PRIAKK!!!

segera Intel itu memasukkan tangannya kedalam saku celananya, tanpa di sadari Intel itu mengambil sebuah pistol, segera ia langsung menodongkan pistol itu ke arah tepat Rahul.

"angkat tanganmu sekarang, Rahul."

Rahul enggan mengangkat tangannya.

"tidak!"

"oh gitu... apakah kamu ingin memberikan kata-kata terakhirmu?"

Intel itu masih tetap menahan pelatuknya seakan ingin menembaki Rahul.

"untuk apa aku harus tunduk dan patuh kepada seseorang yang berani berkhianat dari belakang!"

DOR!!

Sebuah tembakan senapan langsung mengenai kepala bagian belakang intel.

BRUKK!!

Intel itu langsung terjatuh kedepan, ia menghantam permukaan lantai beton yang begitu keras hingga dan tewas seketika.

Sesuatu yang mengejutkan terjadi. Eva Baru saja menembaki Intel itu mengunakan senapan AK-47, dengan berpakaian serba hitam dan memakai masker hitam, tidak lupa dirinya sambil mengcangklong tas gitar sebagai wadah senapa Ak-47nya.

"siapa kamu?!"

Eva langsung menurunkan maskernya dan menunjukkan wajahnya ke Rahul.

"ini aku."

"Eva?"

Eva kembali menaikan maskernya.

Segera Eva menurunkan tas gitar yang ia cangklong, lalu ia membuka tas itu kemudian langsung meletakkan kembali senapan AK-47 nya kedalam tas gitar, dan langsung menutupnya kembali, Eva mengcangklong kembali tas gitarnya.

Segera Eva langsung memegang tangan Rahul dan menariknya pergi keluar dari gang untuk menyelamatkan diri mereka.

langkah lari mereka berdua semakin kencang, walaupun harus bertabrakan dengan beberapa random yang lewat di trotoar.

Hingga suara sirine polisi mulai terdengar semakin dekat.

NINU!!! NINU!!! NINU!!!

salah satu mobil polisi langsung menerobos berhenti di trotoar menghadang Eva dan Rahul akan kabur, segara Eva dan Rahul akan berbelok ke kanan, namun mobil polisi lainnya langsung menghadangnya.

seketika seluruh mobil polisi langsung menutup setiap sisi jalan untuk mereka kabur, kini sekarang Eva dan Rahul terkepung oleh para polisi.

1
Dian Dian
good job👍
likaa: makasih kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!