Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.
Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.
Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.
"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Titisan Abi Rafa
Seorang wanita paruh baya turun dari tangga setelah meletakkan kemeja milik putranya, Didalam salah satu kamar. Wanita paruh baya itu terlihat masih sangat cantik, Tubuhnya ramping, Kulitnya putih dan masih mengencang. Tak ada keriput sama sekali.
Bagi orang yang tidak tahu, Mungkin akan mengira kalau wanita yang biasa disapa Umma Zakia itu masih berusia dibawah tiga puluh tahun. Padahal sebenarnya sudah berkepala lima.
"Selamat pagi..." Sapa Umma Zakia dengan suaranya yang khas. Lemah lembut dan siapapun yang mendengarnya pasti terpesona dengan suara itu.
"Selamat pagi Umma..
"Selamat pagi sayang..."
Umma Zakia tersenyum, Ia ikut duduk disalah satu kursi yang berada diruang makan rumahnya. Wanita itu juga menyiapkan sarapan pagi untuk sang suami tercinta. Siapa lagi kalau Abi Rafa.
"Biasanya dulu yang duduk disemua kursi ini ada enam orang. Tapi sekarang hanya tinggal tiga orang.. " Ucap Gabriel, Pria itu adalah saudara kembar Ghazi. Atau lebih tepatnya ialah kakaknya. Keduanya lahir selisih sekitar lima menit saja.
Untuk tiga orang yang dimaksud Gabriel ialah. Fadli, Ghazi dan Amara. Fadli adalah anak angkat Abi Rafa dan Umma Zakia, Sementara Amara adalah putri bungsu pasangan suami istri itu.
(Untuk kisah Fadli, Amara dan Gabriel akan Othor bahas juga nanti😊)
Dulu setelah Fadli keluar dari rumah itu, Masih ada Amara dan suaminya. Dan sekarang Ghazi pun ikut angkat kaki. Bukan angkat kaki kemana, Tapi angkat kaki untuk menjaga sang pujaan hatinya.
Alhasil, Hanya tinggal tiga orang saja yang berada disana.
"Sebentar lagi juga adikmu pulang.. Dia hanya sedang bermain saja.." Kata Abi Rafa. Gabriel menatap sang Abi dengan sebelah sudut bibir yang terangkat.
"Hanya bermain tapi Abi mengizinkannya. Dia sedang mengejar wanita Abi.. Bukan mahram juga.." Gabriel seakan keberatan dengan keputusan Abinya. Bagaimana ia tidak keberatan, Ghazi pergi untuk menemui wanita yang bukan siapa-siapanya. Bukankah dalam agama dilarang kalau pria dan wanita yang bukan mahram itu berpacaran. Saling sentuhan saja tidak boleh, Ini malah jaga secara terang-terangan.
"Doakan saja yang baik-baik Gabriel.. Abi kamu pas dulu mau dapetin Umma juga gitu. Hanya bedanya, Abi kamu menjaga Umma lewat orang lain.. Kalau Ghazi lebih memilih jaga gadis pujaannya secara langsung.." Gabriel diam setelah Ummanya yang bicara. Bukankah seperti itu yang dilakukan oleh Abi Rafa dulu sebelum pria itu menikah dengan Umma Zakia?
Abi Rafa rela menjaga Umma Zakia dari kejauhan lewat asistennya. Masih beruntung saja Umma Zakia jatuh cintanya tetap ke Abi Rafa, Bukan pada Alden. Kalau cinta dengan Alden apa tidak patah hati itu Abi Rafa..
"Ya, Hanya dia yang mewarisi sifat Abi.. Benar-benar titisan." Ucap Gabriel membuat Abi Rafa hanya tersenyum bangga.
"Kalian anak-anak Abi.. Mustahil kalau tidak ada yang diturunkan termasuk mengejar wanita. Yang penting kita masih bisa menjaga batasan, Itu saja. .
...****************...
Apa yang dilakukan oleh Ghazi sekarang, Memang begitu mirip dengan apa yang dilakukan Abi Rafa dulu saat masih lajang. Padahal dulu Umma Zakia berbeda negara bahkan beda agama. Namun, Kalau Tuhan sudah mentakdirkan untuk bersatu apa mau dikata.
Jodoh tidak ada yang tahu bukan? Dan untuk putranya Ghazi, Abi Rafa hanya bisa berdoa, Agar putranya itu bisa bersatu dengan wanita pujaan hatinya yang sekarang mungkin sedang diperjuangkan.
Tidak mudah memang memperjuangkan seorang wanita. Apalagi wanita yang kita cintai. Terlebih wanita itu sudah punya pasangan, Seperti pacar atau tunangan. Itu sangat sulit untuk dijangkau. Seperti Abi Rafa dulu yang rela menolak semua wanita yang akan dijodohkan dengannya. Hanya demi seorang Zakia Angelina Axeline. Padahal pada waktu itu Umma Zakia berstatus istri orang. Akan tetapi Abi Rafa tetap mengusahakannya.
Tak hanya usaha diluar saja, Abi Rafa juga memintanya pada sang Maha Kuasa. Kalau dia memang ditakdirkan bersatu, Maka keduanya akan didekatkan. Tapi kalau tidak, Mungkin saja keduanya tidak akan bersatu dan Abi Rafa pasrah akan takdir jodohnya.
Usai sarapan pagi, Gabriel berlalu pergi. Kini hanya tinggal sepasang suami istri itu dirumah.
"Diminum dulu Bi, Teh nya.." Abi Rafa tersenyum. Hidup bersama dengan orang yang kita cintai itu, Sungguh nikmat yang Tuhan berikan tiada tara. Meski keduanya juga sempat di uji, Namun masih bisa diselesaikan dengan baik.
"Terima kasih sayang.. " Umma Zakia mendekat lalu duduk disebelah sang suami. Wajah pria itu masih begitu tampan meskipun usianya tak lagi muda. Ditambah cinta Abi Rafa yang begitu besar pada Umma Zakia.
Siapapun wanita pasti akan bahagia, Apabila hidup bersama dengan pria yang selalu menjadikan kita ratu dalam hidupnya.
"Abi tidak ke pesantren hari ini?
"Sebentar lagi sayang.. Masih mau berduaan sama kamu.." Umma Zakia terkekeh. Ada-ada saja, Apa pria ini kira mereka ini adalah sepasang pengantin baru.
"Abi.. Kita ini udah tua, Mungkin aja kita ini Sebentar lagi mau gendong cucu? Malu nanti sama cucunya kalau kakek sama neneknya mesra-mesraan mulu.." Abi Rafa genggam tangan itu lalu mengecupnya.
"Mumpung tidak ada anak-anak, Sayang.. Kalau ada mereka kita bisa terganggu..
"Tapi...
Ddrrttt... Ddrrttt....
Baru saja dibicarakan, Pengganggu itu sudah datang. Benda pipih milik Abi Rafa bergetar, Nama Ghazi terpampang dilayar ponselnya.
"Ya Allah... Baru saja dibicarakan..." Abi Rafa menggelengkan kepalanya. Dengan terpaksa ia mengangkat panggilan dari salah satu putranya yang kini sedang berjuang itu.
"Halo Assalamualaikum..
"Waalaikum salam Abi..
"Ada apa? Masih ingat Abi kamu?
"Hahaha.. Memangnya kapan Ghazi lupa sama Abi..
"Ohya? Tapi kemarin-kemarin kamu telfon Gabriel, Sementara sama Abi baru sekarang? Kamu memang nakal Ghazi...
Tak hanya sifat mengejar wanitanya saja yang menurun. Dari kegeniusannya serta kenakalannya pun Abi Rafa turunkan pada putranya yang satu ini.
Lihat saja Ghazi, Telinga nya di tindik. Pria yang berperan sebagai seorang bodyguard itu juga punya tato elang diperutnya sebelah kiri, Hampir dekat dengan tulang rusuk. Padahal Ghazi adalah salah satu cucu Kyai yang selalu orang anggap soleh dan alim sekali. Tapi pada kenyataannya? Sifat Abi Rafa saat masih muda diborong semunya oleh putranya yang satu itu.
"Ada apa kamu menghubungi Abi? Ada maunya kah?" Ghazi terkekeh diseberang sana. Abi Rafa tersenyum seraya melirik sang istri.
"Abi katakan? Bagaimana caranya wanita yang kita suka beralih suka ke kita.. Ya, Seperti Abi dulu ketika membuat Umma jatuh cinta..
"Serius kamu bertanya ini?" Emang ada-ada saja putranya ini. Bukan ilmu apa yang ditanyakan melainkan ilmu cinta.
"Iya, Hanya sekedar bertanya, Bagi resep lah..
"Dipelet...
"Ap...Apa? Gimana? Di pelet?
"Iya, Emangnya kalau tidak pakai jalur pelet, Wanita bisa luluh ke kita?.." Umma Zakia memukul lengan suaminya itu. Memang ayah dan anak tidak ada yang beres..
"Katakan padaku? Dukun pelet mana yang paling manjur?
"Gunung kawi.. Coba aja kamu datang kesana.." Jawaban Abi Rafa membuat Umma Zakia memutar bola matanya malas.
"Kalian itu emang sama-sama gak ada yang waras.. Mirip banget, Sepertinya Ghazi tidak perlu tes DNA.. " Kata Umma Zakia yang ikut gemash dengan suami dan putranya itu.
"Hahaha... Titisan Abi memang seperti ini Umma...
•
•
•
TBC