Yun Luofeng dikenal sebagai sampah Klan Yun—tak bisa berkultivasi, tergila-gila pada Putra Mahkota, bahkan menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.
Namun setelah sebuah percobaan bunuh diri, Yun Luofeng yang lama telah tiada.
Kini, di dalam tubuhnya hidup seorang genius medis dari dunia lain, membawa Kitab Dewa Medis dan rahasia yang mampu mengguncang Benua Longxiao.
Mereka bilang dia sampah? Dia akan menjadi kultivator yang membuat para genius menundukkan kepala.
Mereka menghina keluarganya? Dia akan membuat mereka membayar.
Dan Putra Mahkota yang membuangnya?
Maaf, bahkan untuk menjadi pelayannya pun belum tentu memenuhi syarat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwinanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19 — PASUKAN RAHASIA KLAN YUN
Kegembiraan Yun Luo belum sepenuhnya reda ketika Yun Luofeng kembali membuka pembicaraan.
“Kakek, masih ada satu hal yang harus kita lakukan.”
Yun Luo mengelus janggut putihnya. “Katakan.”
“Kakek sudah menyerahkan Token Komando dan seluruh kekuatan militer kepada Kaisar. Mulai sekarang, Klan Yun membutuhkan kekuatan yang benar-benar menjadi milik kita sendiri.”
Senyum Yun Luo perlahan menghilang.
“Feng’er, membentuk pasukan pribadi bukan perkara kecil. Kalau gerakan kita terlalu mencolok, Kaisar pasti curiga. Dengan keadaan Klan Yun sekarang, kita belum mampu berhadapan langsung dengan keluarga kekaisaran.”
“Aku sudah memikirkan itu.”
Senyum licik muncul di wajah Yun Luofeng.
“Bukankah sekarang seluruh Kota Kekaisaran menganggapku gadis pemboros dan manja? Aku bahkan menyuruh pengawal menghajar Mu Shen di jalan. Kalau begitu, sekalian saja kita manfaatkan reputasi itu.”
Yun Luo mengangkat alis.
“Kakek sebarkan kabar bahwa aku mengamuk karena pelayan di Kediaman Yun terlalu sedikit. Aku memaksa Kakek mencarikan seratus pengawal dan seratus pelayan.”
“Dua ratus orang?”
“Benar. Dan biarkan Kaisar membantu memilih mereka.”
Yun Luo hampir mengira dirinya salah dengar.
“Kau ingin keluarga kekaisaran memilih orang-orang yang nantinya akan kita latih menjadi kekuatan pribadi?”
“Kenapa tidak?”
“Karena mereka pasti sengaja memberikan orang-orang dengan bakat buruk!”
“Aku tidak membutuhkan genius.”
Nada Yun Luofeng sangat tenang.
“Asalkan tubuh mereka sehat dan berusia di bawah delapan belas tahun, itu sudah cukup.”
Dengan Kitab Dewa Medis, tanaman spiritual, dan pengetahuan yang dimilikinya, bakat buruk bukanlah masalah yang tidak bisa diselesaikan.
Yun Luo masih belum sepenuhnya tenang.
“Bagaimana kalau Kaisar menyisipkan mata-mata?”
Senyum Yun Luofeng semakin dalam.
“Kalau dia berani mengirim mata-mata, aku berani menerimanya.”
Kepercayaan diri dalam ucapannya membuat Yun Luo terdiam.
Untuk pertama kalinya, dia merasa cucu yang dibesarkannya selama bertahun-tahun telah berubah menjadi seseorang yang bahkan sulit dipahaminya.
“Baiklah. Aku akan pergi ke istana.”
“Tunggu.”
Yun Luofeng menahannya.
“Jangan lupa satu hal lagi. Minta Kaisar membayar gaji mereka.”
“Apa?”
“Bukankah seluruh kota sudah percaya kekayaan Klan Yun kuhabiskan untuk membeli tanaman obat? Kakek tinggal mengakui rumor itu.”
Wajah Yun Luo berkedut.
Barulah dia memahami seluruh rencana cucunya.
Bukan hanya ingin mendapatkan dua ratus orang dari keluarga kekaisaran.
Gadis ini bahkan ingin keluarga kekaisaran membiayai pasukan rahasia Klan Yun!
***
Tidak lama kemudian, Yun Luo memasuki ruang kerja kekaisaran.
Selain Gao Tu, Gao Ling ternyata berada di sana.
Begitu memasuki ruangan, Yun Luo segera mengubah penampilannya. Wajah yang sebelumnya berseri-seri berubah lesu, sementara bahunya sedikit membungkuk seperti orang tua yang sudah kehabisan tenaga menghadapi cucunya.
“Jenderal Yun, ada apa?” tanya Gao Tu.
Yun Luo langsung berlutut.
“Yang Mulia, cucu hamba menganggap jumlah pelayan di Kediaman Jenderal terlalu sedikit dan tidak sesuai dengan kedudukannya. Dia memaksa hamba merekrut seratus pengawal dan seratus pelayan.”
Gao Tu hampir tertawa.
Benar-benar cucu pembawa bencana!
“Jenderal telah berjasa besar bagi Longyuan. Permintaan kecil seperti ini tentu bisa dipenuhi. Putra Mahkota akan membantu memilih orang-orangnya.”
“Terima kasih, Yang Mulia.”
Yun Luo memasang ekspresi semakin menyedihkan.
“Namun… masih ada satu masalah.”
“Katakan.”
“Belakangan ini Feng’er tergila-gila pada pengobatan. Hampir seluruh kekayaan Kediaman Jenderal telah dihabiskannya untuk membeli tanaman obat. Hamba benar-benar tidak mampu membayar gaji dua ratus orang tersebut.”
Gao Tu tersenyum.
“Kalau begitu, istana yang akan membayar gaji mereka. Anggap saja sebagai penghargaan atas jasa Jenderal selama bertahun-tahun.”
“Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia!”
Yun Luo segera berpamitan.
Begitu membelakangi Gao Tu dan Gao Ling, wajah tuanya langsung dihiasi senyum lebar.
Kedua orang itu tidak pernah membayangkan bahwa mereka baru saja bersedia mencari sekaligus membiayai orang-orang yang kelak akan menjadi kekuatan Klan Yun.
***
Setelah Yun Luo pergi, Gao Ling mengernyit.
“Ayahanda, apakah mungkin dia sedang membangun pasukan pribadi?”
“Kalau benar begitu, dia tidak akan meminta kita memilih anggotanya.”
Gao Tu mencibir.
“Ini pasti ulah Yun Luofeng. Saat memilih nanti, berikan orang-orang dengan bakat kultivasi paling buruk.”
Gao Ling mengangguk.
“Sayang sekali Jenderal Yun memiliki cucu seperti itu. Kekayaan keluarganya sudah dihabiskan, sekarang masih dipaksa memenuhi keinginan tidak masuk akal. Cepat atau lambat dia akan mati karena marah.”
Gao Tu mendengus.
“Dulu aku masih mempertimbangkan Yun Luofeng menjadi selirmu. Sekarang tampaknya menjadi selir pun dia tidak pantas. Mu Wushuang jauh lebih baik. Berbakat, memahami tata krama, dan merupakan murid Jing Lin. Hanya perempuan seperti itu yang pantas mendampingimu.”
“Benar.”
Gao Ling tersenyum.
“Keberadaan Yun Luofeng memang hanya berguna untuk menunjukkan betapa luar biasanya Wushuang.”
Beberapa hari kemudian, dua ratus orang berhasil dikumpulkan.
Saat melihat bakat mereka, sudut bibir Yun Luo berkedut.
Gao Ling benar-benar menjalankan rencana ayahnya dengan sempurna.
Hampir semuanya memiliki bakat kultivasi buruk.
Namun Yun Luo tetap membawa mereka pulang.
Sekarang dia hanya bisa mempercayai Yun Luofeng.
***
Di pegunungan belakang, Yun Xiao berdiri di tengah hutan dengan pakaian hitamnya berkibar diterpa angin.
Lin Qiong berlutut di hadapannya.
“Bagaimana hasil penyelidikan?”
“Tuan, konflik Klan Mu dan Klan Yun jauh lebih dalam dari dugaan.”
Lin Qiong mulai melaporkan semuanya.
Mu Xingchou pernah membocorkan informasi militer yang menyebabkan orang tua Yun Luofeng tewas. Ketika Yun Qingya terluka parah, Jing Lin menghalangi bantuan tabib kekaisaran hingga semua orang mengira Yun Qingya akhirnya meninggal.
Tekanan di sekitar Yun Xiao semakin berat.
“Masih ada satu hal.”
Lin Qiong menelan ludah.
“Skandal yang menghancurkan reputasi Nona Yun juga berkaitan dengan Mu Wushuang. Dialah yang diam-diam menyampaikan gagasan untuk menjebak Nona Yun melalui orang lain. Putra Mahkota sendiri bahkan tidak mengetahui bahwa rencana awal berasal darinya.”
Tatapan Yun Xiao berubah sedingin es.
Lin Qiong kemudian melaporkan berbagai penghinaan Klan Mu terhadap Yun Luofeng selama bertahun-tahun.
“Tuan, apakah kami perlu membakar Kediaman Perdana Menteri? Sekalian saja keluarga kekaisaran kita bereskan.”
“Tidak.”
Yun Xiao akhirnya berbicara.
“Dia tidak suka orang lain mencampuri urusannya.”
Lin Qiong mengangguk memahami.
Balas dendam memang paling memuaskan jika dilakukan dengan tangan sendiri.
Namun ucapan Yun Xiao berikutnya membuat matanya langsung bersinar.
“Asalkan orang-orang Klan Mu tidak mati, terserah kalian.”
Lin Qiong menahan senyum.
“Bawahan mengerti.”
Tentu saja dia mengerti.
Tidak boleh membunuh bukan berarti tidak boleh membuat mereka berharap lebih baik mati.
Keesokan harinya, sebuah kabar kembali mengguncang Kota Kekaisaran.
Misteri hilangnya empat puluh lima juta tael dari perbendaharaan Klan Mu akhirnya menemukan “jawaban”.
Mu Shen dituduh mencuri uang keluarganya sendiri untuk membeli ginseng dari seorang pedagang keliling yang mengaku benda itu mampu memperpanjang umur.
Masalahnya, setelah diperiksa…
Ginseng seharga empat puluh lima juta tael itu hanyalah ginseng biasa.
Dalam semalam, Mu Shen menjadi bahan tertawaan seluruh Kota Kekaisaran.
Dan tak seorang pun mengetahui bahwa dari balik bayang-bayang, seseorang baru saja mulai menagih utang Klan Mu kepada Yun Luofeng.
......................
Bersambung...