Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Polos Tuan Garra

Istri Polos Tuan Garra

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat / Bad Boy
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

Tubuh Elisa bergetar hebat di ambang pintu kamar hotel. Di depannya, seorang pria berdiri tegap menatapnya dingin. Asing. Berbahaya dan malam ini, pria itulah yang memegang nyawa ibunya.

Satu malam. Jika Elisa berhasil memuaskan pria itu, ibunya tetap hidup. Jika ia gagal, selang dan alat-alat medis ibunya akan dicabut.

Elisa tidak punya pilihan. Gadis lugu yang bahkan belum pernah pacaran itu harus menukar kesuciannya demi napas ibunya.

"Mandilah. Aku benci menyentuh perempuan kotor!"

Suara itu dingin, menghina, menusuk sampai tulang.

Demi selamatkan ibunya, Elisa terpaksa melakukan ini, hanya satu malam. Tak disangka pria itu menagihnya seumur hidup. Karena pria itu tidak hanya menginginkan tubuhnya. Dia menginginkan seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Laki-laki Arogan

BAB 24 - ISTRI POLOS TUAN GARRA

Anggara paling tidak suka mendengarkan suara tangisan, apalagi tangis perempuan. Ia benci wanita lembek, menye-menye dan kekanak-kanakan. Hanya begitu saja menangis seperti itu, seperti habis ditinggal mati.

Tangisan Elisa dari tadi tidak berhenti. Sesenggukan, lirih, tapi menusuk telinga. Bagi Anggara, suara itu lebih berisik daripada rapat direksi yang ribut.

Tidak tahan melihat Elisa masih sesenggukan di pojok ranjang sambil memeluk lututnya sendiri, Anggara pun memutuskan untuk keluar dari kamar itu. Dibantingnya pintu agak keras.

BRAK!

Elisa kaget, tangisnya malah makin menjadi.

Di luar kamar, sambil jalan cepat dan gusar mondar-mandir di koridor, dia memencet nomor sekretarisnya.

"Alex!" panggilnya datar, tapi nada marahnya jelas terdengar.

Di seberang telepon, Alex masih di perusahaan. Ia masih di kantor. Tangannya memegang cangkir kopi yang sudah dingin, tangan satunya sibuk memeriksa berkas tumpukan yang ditinggalkan Anggara karena pria itu tadi pergi dengan terburu-buru pulang menemui Elisa.

"Ya, Pak." Alex menyalakan mode loud speaker, takut bosnya ini ngamuk-ngamuk tidak jelas.

Bukannya langsung bicara, Anggara malah diam sesaat, hanya terdengar nafasnya yang memburu. Membuat Alex mengerutkan keningnya.

"Hallo, Pak Garra? Pak Anggara?"

"Ya!"

"Ada apa, Pak? Ada yang bisa saya kerjakan? Apa ada file yang tertinggal?"

Anggara membuang napas kasar, terdengar berat dari telepon. Ia menatap pintu kamar Elisa yang tertutup rapat dari luar.

"Alex! Cari hadiah yang paling bagus! Untuk perempuan! Yang paling mahal!!"

Alex hampir menyemburkan kopinya. Bosnya yang terkenal anti romantis, sekarang minta dibelikan hadiah untuk perempuan?

"Untuk Nona Lisa, Pak?" tanya Alex hati-hati.

Terdengar suara Garra mendesis kesal. "Kau pikir untuk siapa lagi? Memangnya saya punya banyak perempuan sekarang?!" celetuk Anggara.

"Baik, Pak. Saya akan carikan. Langsung dikirim ke kediaman Pak Garra?"

"Ya! Cepat!"

"Maaf sebelumnya, untuk kapan atau tanggal berapa Pak Garra butuh hadiahnya? Biar saya bisa sesuaikan..."

"Alex!! Sejak kapan kau jadi lambat berpikir! Aku menyuruh hari ini, artinya kau cari hari ini!!!! Jangan banyak tanya!" omel Anggara.

Dia yang pusing karena membuat Elisa menangis, kini sibuk menumpahkan emosinya pada Alex, sang sekretaris yang tidak tahu apa-apa.

"Baik, Pak Garra. Maaf .... Saya akan carikan sekarang juga."

Tut!!

Telepon langsung diputus sepihak oleh Anggara. Setelah menelepon Alex, Anggara pergi ke ruang kerjanya yang ada di lantai satu. Di sana ia menyibukkan diri sambil menunggu hadiah dari Alex datang. Bukannya beli atau pilih sendiri dengan tulus, ia menyuruh Alex melakukannya. Karena dalam kamus hidup Anggara, semua masalah bisa selesai dengan uang.

Satu jam berlalu, Anggara memeriksa ponselnya setiap lima menit. Tidak fokus kerja. Akhirnya telepon masuk dari Alex.

"Pak Garra, saya sudah dalam perjalanan ke sana. Saya antar langsung. Saya pilihkan satu set perhiasan berlian, terbaru. Apa perlu sekalian saya tulis di kartu ucapan? Saya bisa tuliskan kata-kata yang..."

"Tidak perlu!" ketus Garra memotong.

"Baik, Pak."

Hanya setengah jam perjalanan, sebuah box beludru ukuran tanggung warna navy kini sudah di tangan Anggara. Box itu terlihat sangat mahal dan elegan. Ia juga langsung menyuruh Alex balik kantor dengan tatapan dingin. Habis manis sepah dibuang. Alex rupanya bukan cuma sekretaris, sekarang juga jadi kurir express dadakan.

Hadiah sudah ditentengnya, Anggara langsung naik ke kamar Elisa dengan langkah besar.

"Siapa perempuan yang tidak suka hadiah? Pasti semua wanita sama saja. Setelah ini, suasana hatinya pasti baik-baik saja. Dia hamil, tidak boleh stress kata dokter. Kalau tidak hamil, aku bahkan tidak akan melakukan hal bodoh ini!" gumamnya, mencoba menyakinkan dirinya sendiri.

Tok tok tok

"Elisa!"

Anggara membuka pintu, ia putar kenop pintu yang ternyata tidak dikunci tersebut. Dilihatnya sekeliling, kamar itu gelap, gorden tertutup. Elisa sudah berbaring sambil memeluk selimut tebal, membelakanginya. Bahunya masih naik turun pelan.

"Dia tidur?"

Anggara mendekat dengan langkah pelan, dilihatnya lebih jelas. Pipi Elisa terlihat ada bekas air mata yang sudah kering, menempel. Wajahnya sembab, hidungnya merah, bulu matanya basah. Bahkan dalam tidurnya pun ia terlihat sedih.

"Bisa-bisanya dia tertidur sambil menangis? Gadis ini ...."

Hati Anggara mencelos. Rasa bersalah yang jarang sekali ia rasakan, kini muncul begitu saja. Ia jongkok di samping ranjang, menatap wajah polos itu lama.

Dengan gerakan kaku, Anggara meletakkan kotak beludru ukuran tanggung itu di atas meja nakas, tepat di samping tempat tidur Elisa. Itu hadiah untuk Elisa, atau mungkin untuk menyogok Elisa agar berhenti menangis. Hadiah yang bahkan Anggara sendiri tidak tahu isinya seperti apa. Pria itu hanya tahu nominalnya, karena Alex langsung mengirimkan rincian pembayarannya via chat.

Satu set perhiasan, kalung, gelang dan anting berlian. Alex pikir semua wanita suka yang berkilau.

300 juta untuk membeli sebuah mood seorang gadis. Bagi Alex mungkin itu angka yang fantastis dan mahal, tapi bagi Anggara, itu tidak masalah. Tidak ada artinya. Nyatanya dia bahkan tidak mendebat harga yang diberikan Alex. Ia langsung transfer.

Sementara yang dibujuk, masih tertidur pulas. Capek nangis, akhirnya malah ketiduran karena kelelahan dan efek hormon kehamilannya.

Sebelum keluar, Anggara mengambil secarik kertas sticky notes di meja Elisa dan menulis sesuatu dengan tulisan tangan nya.

[Ini untukmu, jika tidak suka. Kau boleh membuangnya]

Daripada menuliskan kata maaf yang gengsinya setinggi langit tidak mengizinkan, Tuan Garra yang angkuh itu malah menulis pesan seperti itu. Singkat, dingin, tapi ada maksud.

Menjelang sore, Elisa terbangun. Ia merasa badannya sakit semuanya, kepalanya pusing karena banyak menangis. Tenggorokannya kering. Ia kemudian turun dari tempat tidur, mau ke kamar mandi, tapi matanya tak sengaja melihat benda asing di atas meja nakas dengan secarik kertas kecil menempel di atasnya.

Box beludru biru navy. Wangi.

Elisa mengambil kertas itu dan membacanya. Keningnya langsung mengerut.

"Jika tidak suka, boleh dibuang?"

Elisa sama sekali tidak menyentuh kotak itu. Bukannya penasaran pada isinya yang dikemas sangat elegan, mahal dan wangi baunya. Elisa sama sekali tidak tertarik. Baginya, luka di kakinya dan di hatinya tidak akan sembuh hanya dengan sebuah kotak.

Ia langsung ke kamar mandi, mencuci wajahnya. Menatap wajah sembabnya di cermin. "Kuat, Elisa. Kamu harus kuat demi anak kamu."

Saat malam, waktunya makan malam. Jam 7 malam.

Bibi mengetuk pintu kamar Elisa dengan pelan. Minta wanita muda itu untuk turun. Bibi sudah tahu kalau majikannya itu sedang bertengkar dengan Tuan.

"Non... Non Elisa, waktunya makan malam. Tuan sudah menunggu di bawah."

Klek

Elisa buka pintu, kebetulan dia juga lapar. Perutnya sudah keroncongan dari sore karena belum makan. Ia pun ikut turun bersama bibi dengan langkah gontai.

Saat tiba di meja makan panjang yang mewah itu, suasana langsung dingin. Atmosfernya terasa tidak nyaman. Lampu kristal di atas meja makan terasa menyilaukan.

Terutama bagi Elisa. Dia masih marah pada Anggara. Karena pria itu sudah mengambil kebebasannya dan mengurungnya seperti tahanan.

Anggara sudah duduk di ujung meja. Pria itu menatap Elisa dari atas ke bawah.

"Duduk," perintah Anggara.

Elisa duduk di kursi terjauh dari Anggara, di ujung seberang meja. Sengaja.

Anggara mendesis. "Aku bilang di sini," sambil menepuk kursi di sebelahnya.

Elisa menggeleng pelan. "Saya mau di sini."

"Bibi, pindahkan piringnya ke sini!" perintah Anggara pada Bibi.

Bibi dengan canggung memindahkan piring dan gelas Elisa ke sebelah Anggara. Elisa pun terpaksa pindah, dengan wajah tertekuk.

Makan malam itu hening. Hanya ada suara denting sendok dan garpu. Tidak ada yang bicara.

Sampai akhirnya Anggara membuka suara, tanpa menatap Elisa.

"Kau suka hadiahnya? Tidak perlu mengucap terima kasih," gumam Anggara sambil menyuapkan sesendok ke mulutnya sendiri.

1
Mita Paramita
kasian Elisa hidup nya tertekan gak bahagia padahal blom jadi istri tuan gara😭🫡🫡
ken darsihk
Benar benar arogan sungguh malang nasib nya Elisa 😠😠😠
ken darsihk
Eeetttt si Gara bikin ilfil
Bukan nya minta maaf ini koq malah semakin semena mena yak
Maya's ❤️
next kak sept ❤️
Kar Genjreng
perdamaian perdamaian 2X banyak yang suka damai perang Barra makin ramai,,,MBG. memang kelewatan ngomong nya nyeplos,,,nglarani ati gemes
tenin ki loe,,,,jangan di hina kan Loe tau lagi hamil muda hormon ambur adul jangan selalu nya menyamakan wanita di masa lalu nya yang lihat duit loe ijo mirip
kolor ijo,,, Anissa beda paham salah haduhhh mumet mumet,, bolak balik di kandani ga mudeng mudeng,,😇😇😇😇lope yuuuuuu sekebon bunga' buat,,, BESTie. Sept iki wis Oktober 🤣🤣
Sri Rahayu
kalian berdua nih berantem mlulu...yg satu egois yg satu keras kepala .... coba Elisa mikir cari cara gmn supaya si Gara2 melunak hatinya...lanjut Thorr😘😘😘
Bu Yudi Wahono
idih siapa juga yang buka hadiahmu tuan gara🤣
Sept September: selain sombong amat, dia juga kepedean 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
jgn mau tunduk sama si Gara2 hanya karena hadiah...ntar kamu di paksa2 lg ma dia Elisa....lanjut Thorr😘😘😘
Sept September: g ada makan siang gratis ya kak 🤭😄😄😄😄
total 1 replies
Kar Genjreng
masyaallah ga perlu bilang terimakasih,,,lah wong di buka juga ga lah,,ga nafsu jare rayuan ne ga mempan,,,di kira Elisa di samakan dengan Wanita nya terdahulu,,,ga muna ya El tetapi mending di culke bebas meh ketemu konco,,,mangan cilor,,bakso lah ini
di kurung emang manuk Podang aiiiss,,,MBG parah Mas Bro Gara ga ngenai odol usus bukan Pepsodent,,,Mas Bro pisan kolo bikin ketawa Elisa jangan cuma di takuti 😂 ya emang fasilitas dan segala di penuhi Mergo GEMBOL Anaknya saja ,,,
cuma coba yen ga Gung karuan,,,Elisa dah
gadis gini saja di suruh tanda tangan dan Kamu juga usul kalau yang tidak sesuai,,,loh ko enak sing karep sopo Yo ga Elisa,,, jangan mau ya siap perang tak ewangi wis GE endang,,,jaluk rujak jingur
apel malang sing lagi metik tapi kudu moro kapok koen Mas Bro Gara,,
Kar Genjreng: bene ramai enek manuk e
total 4 replies
Maya's ❤️
krawus boleh kak sept si garra yg suka nyari gara² ini 🙄😤
Sept September: Monggo dikrawus gawe parut 🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
ryuka
haduuhhhh anggaraaaa 🤭🤭🤭🤭🤭
Sri Rahayu
batal kabur donk Elisa, kasihan jg kl Susan Dimas dan Pengacara digigit doberman si Gara2... Tuan sama Guk2nya sama2 menyeramkan 😡😡😡...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
semoga Elisa berhasil kabur 😘😘😘
Kar Genjreng
Astaga 🤣 si Doberman mburu huk huk,,belum saatnya kabur Elisa tunggu pada lengah. kasih saja obat pencahar,,,biar pada kebirit birit berebut toilet,,, begitu lagi pada sibuk nah baru deh Kamu kabur,,,kemana kaburnya kira kira di lacak semua sama si Mas Bro Gara 🏃🏃makanya mau ngajak nikah kontrakan sarate Ra kiro kiro memberatkan Elisia yg
Kar Genjreng: 🤣🤣🤣🤣mentolo yo
total 2 replies
ken darsihk
Kapan yak hati si Anggara bisa melunakkk , setiap dia nongol koq aqoh ikutan spaneng yak
Bu Yudi Wahono
kak sept paling takut d8kejar anjing
Sept September: wkwkkwkwkwl🤣 aku dikejar soang kakkkkk🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Eka ELissa
aduh Elisa.....bhya...tau....mna kmu lgi hamil...🤦
Sept September: kahanan .... daripada digigit 🤣
total 1 replies
ken darsihk
Anjayyy ikut deg deg an eehhh bersambung 🤣🤣🤣
Sept September: hehehe 🤭🤣
total 1 replies
Kar Genjreng
anjay ngejar diriku ya Allah selamatkan nyawaku hanya punya satu nyawa jangan di happ bisa lunas deh ga jadi kabur 🏃🏃
dan punya anak sudah tipis harapan nya lontong sayur jangan di makan ontong
ehhh si Eneng meh kabur ta,,,mugo mugo di sirep wong penjaga hahah jadi bisa kabur deh Elisa,,,, mimpi bukan tu malah nyambung ya ketangkap duhh ngelu ko bisa ya ga jadi di serep yae orang orang itu
di bim salabim Abra kadabra jadi cacing semua dalam satu jam saja 🤣 pasti ketangkep nih sama KPK wahh gaswat Gatot tenan ki 🤔🤔 cari jalan tembus Mba Elisa biar biar ga ketangkap ayo brojol tu anak baru juga beberapa minggu melas men yo,,,Mas Bro Gara kejam tapi ganteng 😁😁
Sept September: anjayyyyyy seperti biasa, selalu komen terpanjang. besok tak daftarkan rekor muri ya kakkkk wkwkwkkwkwkwk🤣
total 1 replies
ken darsihk
Good girl gadis pintar jangan mau tanda tangan Elisa , semua point dalam pasal2 itu hanya menindas mu Elisa
Bukti kan kalau kamu bukan gadis matre , kamu masih mengutamakan hati nurani 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!