Indonesia
NovelToon NovelToon
SANG PENGUKIR JIWA

SANG PENGUKIR JIWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:616
Nilai: 5
Nama Author: Bajing33

Ji Ming, murid luar Sekte Puncak Elang Hitam yang dianggap sampah karena "Meridian Kosong" — kondisi langka yang membuatnya tak bisa merasakan qi seperti kultivator normal — ditugaskan menjaga Makam Terlarang di pinggiran sekte: tempat relik-relik Perang Boneka Jiwa, bencana ratusan tahun lalu yang nyaris menghancurkan seluruh dunia kultivasi, disegel selamanya.
Saat Hari Peringatan Perang Boneka, segel melemah. Ji Ming menemukan ruang tersembunyi berisi fragmen kesadaran terakhir seorang Grandmaster Pengukir Jiwa — bukan reinkarnasi, hanya sisa tekad yang nyaris punah, cukup untuk mewariskan Manual Sang Pengukir Pertama sebelum lenyap selamanya. Meridian Kosong yang selama ini dihina ternyata justru syarat paling langka untuk jalur ini: kekuatan dari jiwa, bukan qi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bajing33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Pandai Besi Bermata Jiwa

Ketegangan di bengkel kecil itu terasa begitu pekat hingga Ji Ming bisa mendengar detak jantungnya sendiri, sementara pandai besi tua itu berdiri kaku, matanya berpindah cepat dari satu wajah ke wajah lain, mencari tanda bahaya yang mungkin tersembunyi di balik kedatangan mendadak mereka.

"Kami tidak datang untuk menyakitimu," Su Mei berkata pelan, mengangkat kedua tangannya dalam gestur damai. "Kami juga membawa simbol yang sama, meski dengan cara yang berbeda." Ia membuka lengan jubahnya sedikit, menunjukkan gelang pusaka yang selama ini menjadi sumber kekuatan Boneka Akar Kembar miliknya—ukirannya, meski berbeda bentuk, jelas berasal dari tradisi seni yang sama.

Mata pandai besi tua itu melebar, dan perlahan, ketegangan di bahunya mulai mengendur, meski kewaspadaan belum sepenuhnya hilang.

"Sudah puluhan tahun tak ada yang mengenali simbol itu," katanya, suaranya kini bergetar antara syok dan sesuatu yang mendekati harapan yang telah lama ia kubur dalam-dalam. "Aku mulai berpikir aku benar-benar orang terakhir yang mengingatnya."

"Kau bukan yang terakhir," Ji Ming berkata, melangkah maju dengan Xiao Mu di pangkuannya. "Ada lebih banyak dari kami yang masih hidup daripada yang pernah kau bayangkan."

Pandai besi tua itu—yang akhirnya memperkenalkan diri sebagai Zhou Ping, meski mengaku itu bukan nama aslinya—duduk lemas di bangku kerjanya, wajahnya dipenuhi emosi yang telah lama tertahan.

"Aku dulu murid biasa," Zhou Ping mulai bercerita, suaranya perlahan menemukan kekuatannya kembali. "Bukan pengukir jiwa sepenuhnya, hanya seorang pengrajin pemula yang baru mulai belajar dasar-dasarnya saat pemusnahan terjadi. Aku terlalu muda, terlalu tidak penting untuk diburu serius, jadi aku berhasil menyelinap dan membangun kehidupan baru sebagai pandai besi biasa—teknik ukiran yang kupelajari tetap kugunakan, tapi hanya sebagai tanda tangan pribadi, tak pernah untuk menyalurkan kekuatan jiwa sungguhan lagi. Aku terlalu takut."

"Kau tidak perlu takut lagi," Su Mei berkata lembut, duduk di sampingnya. "Dewan Aliansi Sekte baru saja menyetujui investigasi ulang terhadap Perang Boneka Jiwa. Nama kita sedang dipulihkan, perlahan tapi pasti."

Zhou Ping menatap mereka satu per satu, matanya berkaca-kaca mendengar kabar yang telah lama ia harapkan namun tak pernah berani ia percayai akan benar-benar terjadi. "Setelah tiga puluh tahun bersembunyi sebagai pandai besi biasa... apakah benar-benar aman sekarang?"

"Belum sepenuhnya," Tetua Kang menjawab jujur—kehadiran mantan tetua itu dalam rombongan sendiri menjadi bukti hidup betapa rumit dan panjang jalan menuju pemulihan penuh. "Tapi jalan sudah dibuka. Dan setiap orang seperti kami yang berdiri bersama membuat jalan itu semakin kuat."

Malam itu, Zhou Ping mengundang seluruh rombongan untuk makan malam sederhana di ruang belakang bengkelnya, dan untuk pertama kalinya dalam tiga puluh tahun, ia berbicara terbuka tentang masa lalunya tanpa rasa takut—tentang gurunya yang tewas melindunginya, tentang tahun-tahun awal yang penuh ketakutan membangun identitas baru, dan tentang kerinduan yang selalu ia sembunyikan akan komunitas yang pernah ia miliki sebelum semuanya hancur.

"Aku punya seorang murid," Zhou Ping akhirnya menyebutkan, wajahnya berubah serius. "Seorang anak yatim yang kuambil lima tahun lalu, kuajari dasar-dasar pandai besi biasa. Tapi belakangan ini, aku mulai curiga ia mewarisi sesuatu yang lebih—caranya menyentuh logam, seolah ia bisa merasakan sesuatu yang tak seharusnya bisa dirasakan orang biasa."

Ji Ming merasakan getaran familiar di dadanya, ingatan akan dirinya sendiri sebelum semua ini dimulai. "Meridian Kosong?"

"Aku tidak yakin," Zhou Ping mengakui. "Aku tidak pernah berani memeriksa lebih jauh, takut membahayakan kami berdua kalau dugaanku benar." Ia menatap Ji Ming dengan harapan baru yang mulai tumbuh di matanya yang lelah. "Tapi mungkin, kalau kau bersedia, kau bisa membantuku memastikannya."

Ji Ming menatap Su Mei yang mengangguk memberi restu, lalu kembali ke Zhou Ping dengan senyum yang penuh keyakinan baru—perjalanan yang dimulai dari pencarian dirinya sendiri, kini perlahan berubah menjadi misi menemukan dan membimbing generasi berikutnya yang mungkin, seperti dirinya dulu, belum menyadari warisan langka yang mengalir dalam diri mereka.

"Tentu," ia menjawab. "Di mana muridmu sekarang?"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!