Namanya Cecilia.
seorang gadis muda cantik yang kehidupannya di suguhi oleh kerasnya hidup.
Ayahnya seorang pengangguran dan pemabuk berat setelah bisnisnya gagal lalu meninggalkan banyak hutang, sedangkan Ibunya hanya bekerja di salon sebagai tukang cuci handuk.
Cecilia sama seperti gadis lain di usianya yang masih membutuhkan cinta dari orang tua, ingin punya banyak teman, nongkrong di tempat-tempat hits.
namun.....
Itu semua hanya dalam lamunan Cecilia,karna dia harus menopang perekonomian keluarganya dengan bekerja.
Sampai suatu hari dia bertemu dengan seorang Presiden Direktur sebuah perusahaan besar yang akan menyelamatkan kehidupan Cecilia dan merubah takdirnya.
Yuk ikuti kisah Cecilia.
selamat membaca ❣️
Author sediakan gambar untuk membantu kalian menghayati ceritanya ❣️
jangan lupa dukung author dengan
like,rate,vote dan komentar nya ya
❣️❣️❣️❣️❣️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rherhe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
“Dok tolong aku kepalaku sakit sekali sekarang "
Kata Niko pada Dokter Lee yang adalah dokter pribadinya.
"Kau sakit kepala karena stress, semua hasil pemeriksaan normal, gak ada masalah sama sekali. Kalau ingin sakit kepalamu hilang hindari stress dan buat suasana hatimu menjadi nyaman"
Jawab Dokter Lee
"Tapi dok....Sepertinya ini bukan sakit kepala biasa, aku sampai enggan melakukan apapun saat ini"
"Hanya kau yang tau obatnya, karna obat pereda nyeri yang bagaimanapun tidak akan mengurangi rasa sakitnya, aku tidak akan meresepkan obat apapun, perbanyak istirahat saja dan tidur yang cukup"
Sambung Dokter Lee lagi.
"Hmmmm...Baiklah dok!! terimakasih"
"Kalau begitu saya permisi dulu"
"Oke dok terimakasih banyak"
Dokter Lee pun pergi. Niko merebahkan badannya di sofa yang ada diruangannya karena benar yang dikatakan oleh dokter dia memang kurang tidur dan kurang istrahat.
"Kenapa bro??"
Tanya Bram yang masuk keruangannya melihat Niko sudah terbaring lesu.
"Gakpapa, cuma sakit kepala mungkin efek minum kemarin"
"Ya lagian minum siang bolong, sampe mabuk pula"
"Hmmmm...ngapain datang kesini??bukannya hari ini kau turun ke lapangan ada temu client??“
" Iya sebentar lagi aku pergi, aku mau ambil berkas yang tertinggal di mejamu. Oh iya Bro...itu si Lili anak pak Tomi udah mulai kerja, aku sekilas liat dia tadi masuk kantin"
"Ohhh..yaudah biarin aja"
Sahut Niko cuek.
"Yaudah aku pergi dulu ya Bro!!"
Kata Bram lalu pergi meninggalkan ruangan Niko.
"Ahhhh.....tarik nafasss....buang!! fuhhhhhh....tarik nafas....buang....fuhhhhhh.....Aku harus menenangkan diriku, harus buang pikiran-pikiran kotor tentang Bram maupun Cecilia. Oke baiklah mari memejamkan mata...fuhhh..."
Niko berbicara pada dirinya sendiri.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
"Ce..kemana aja kmaren?? kok gak masuk kerja??"
Tanya Cika penasaran.
"Ayah dan Ibumu baik-baik aja kan??"
Sambung Angela khawatir.
"Orangtua aku baik-baik aja kok, cuma..."
"Cuma apa???"
Tanya Angela memotong perkataan Cecilia.
"Waktu hari minggu kemarin kami diusir dari rumah kontrakan sebelumnya, ibu aku gak tau soal ini, jadi kemarin aku sama temen aku Josua pergi cari rumah sewa baru, karena barang-barangku banyak, gak mungkin aku menyusahi Josua"
"Kok bisa di usir Ce??"
Tanya Cika.
"Ceritanya panjang Ka!! ga cukup waktu untuk kasih tau kalian tentang semua yang aku alami selama ini"
Kata Cecilia menundukkan kepalanya.
"Gini aja gimana kalau kita malam ini tidur di rumah baru Cecilia?? setuju gak??"
Kata Angela.
"Aku sih setuju, seperti perayaan masuk rumah baru, aku sama Angela akan bawa beberapa makanan dan minuman, gimana Ce??"
Kata Cika.
"Boleh juga, tapi sepulang kerja aku ada beberapa kerjaan lain yang sudah aku ceritakan sebelumnya pada kalian, setelahnya aku mau kerumah sakit dulu minta izin sama ibu aku tidur di rumah"
Jelas Cecilia.
"Gini aja, gimana kalau kita ketemu di rumah sakit aja sekalian kami mau jenguk Ayahmu!“
Kata Cika.
" Iya bener..bener..nanti kasih tau aja kalo udah sampe di rumah sakit, nanti aku sama Cika nyusul kesana, baru kita pergi bareng ke tempat kamu "
Jelas Angela lagi.
"Oke deh!!! yok kita kerja , tuh liat ada pelanggan, ini giliran aku"
Kata Cecilia berdiri dari duduknya menuju pintu depan.
Cecilia melakukan pekerjaannya seperti biasa dan dia sangat profesional, walaupun di hatinya masih ada rasa sedih yang membekas, dia bisa menutupinya dengan baik dan selalu tersenyum.
"Eh Pak Bram!!!“
Sapa Cecilia pada pelanggan pertamanya pagi itu.
" Tumben pagi-pagi udah datang??"
Tanya Cecilia lagi.
" Iya nih, aku mau cari dasi, soalnya hari ini mau ketemu client "
Jawab Bram.
"Oh...cari dasi..mari ikut saya Pak.."
"Kok bukan temen kamu Cika yg melayani pelanggan??"
"Iya..dia hari ini bertugas di kasir pak"
"Hmmm...Ce..sekalian mau minta tolong nih..hehe...bisa gak ya Ce aturkan gimana caranya biar aku bisa ajak Cika makan malam"
"Agak sulit sih Pak..soalnya Cika orang yang susah dibujuk apalagi kalo masalah cowok, dia punya penilaian dan kriteria sendiri"
"Kamu gak usah panggil Bapak, rasanya terlalu resmi, panggil Bram aja, lagipula mungkin usia kita tidak terlalu jauh, saya baru 30 tahun"
"Saya merasa sungkan pak, karena ini di tempat kerja, gak enak kalau di dengar sama rekan yang lain, masalah umur saya masih 25 tahun pak"
"Yaudah gakpapa deh kalo di tempat kerja, tapi kalau ketemu di luar panggil Bram aja atau panggil Kakak juga boleh, kan aku jauh lebih tua"
"Iya deh Kak...hahaha"
Cecilia tertawa.
"Panggil Oppa juga boleh..haha..kan aku tampan mirip oppa oppa Korea"
"Hahaha lucu..iya deh Oppa"
Cecilia merasa terhibur dengan candaan Bram. Mereka berbincang sambil memilih beberapa dasi yang akan di beli.
"Aku ambil ini aja deh dua ya"
Kata Bram menunjuk dua dasi yang dipegang Cecilia.
Setelah Bram selesai membayar pesanannya, Cecilia mengantar Bram sanpai ke parkiran.
"Ce..jangan lupa yaa..tolong atur aku sama Cika"
Kata Bram memohon.
"Oke deh Oppa Bram...hehehe..aku coba semampuku ya"
Kata Cecilia mengedipkan sebelah matanya.
"Oke"
Kata Bram juga mengedipkan sebelah matanya dan masuk ke dalam mobil.
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃
Tak terasa jam waktu untuk pulang sudah tiba, Cecilia bepisah dengan Cika dan Angela, Cecilia segera pergi untuk melanjutkan kerjaan lain di rumah Niko, sementara Cika dan Angela pergi berbelanja buah untuk oleh-oleh yang akan dibawa kerumah sakit dan membeli daging juga soju untuk dibawa ke rumah Cecilia nanti malam.
*Titt..tit...tinunit...
Cecilia memasukkan sandi pintu apartemen Niko.
Cecilia melihat sekitar begitu dia masuk, berantakan luar biasa, Tv masih menyala tapi tidak ada Niko dirumah, piring kotor berserak dan masih diatas meja makan. Cecilia memulai pekerjaannya dengan mencuci piring,menyapu,mengepel,lalu memasak. Cecilia mengirim pesan pada Niko sebelum dia memasak makan malam, karna takut Niko sudah makan diluar.
📨 Niko...makan di rumah gak?? aku udah di rumah, mau masak
Niko yang menerima pesan itu cuma memberi balasan "Hmmm" seakan dia sedang merajuk tapi kenyataannya dia bergegas balik kerumah untuk bisa bertemu Cecilia.
Cecilia bingung dengan jawaban Niko tetapi Cecilia tetap membuatkan makan malam. Tak berapa lama terdengar suara sandi pintu dimasukkan, Niko sudah sampai di rumah. Cecilia segera datang menghampiri Niko.
"Kemarin aku ada urusan jadi gak bisa datang, kamu makan dengan baik kan??"
Tanya Cecilia namun Niko tidak menjawab dan langsung masuk kekamar.
"Mungkin dia marah"
Batin Cecilia dan kembali memasak.
"Niko aku masakin makanan yang banyak nutrisinya nih, mungkin kamu lelah bekerja, biar besok bangunnya segar"
Niko tidak menjawab dan duduk di sofa depan Tv. Cecilia pun lalu menyusun semua masakannya diatas meja makan.
"Yaudah kalau gak mau ngomong, ini aku udah masakin, jangan gak dimakan ya!! mubazir.. Aku pulang dulu"
Kata Cecilia mengambil tasnya dan menuju pintu.
"Tau gak sih kalo orang lagi ngambek???"
Teriak Niko yang membuat langkah Cecilia terhenti sebelum sempat membuka pintu. Niko pun datang menghampiri Cecilia yang terlihat bingung,
"Trus kalo ngambek mau diapain??"
"Harusnya bujuk aku biar gak ngambek lagi"
"Emang salahku apa sama kamu??“
" Kamu gak nepatin janji, aku seharian nungguin kamu tau gak?!"
"Trus maunya gimana?? kan udah aku bilang aku ada urusan. Kamu kan bukan siapa-siapanya aku!! ngapain juga aku harus kasih info lengkap tentang kehidupan aku ke kamu, sodara bukan!! harusnya aku yang marah karna kamu bersikap berlebihan, bukan kamu yang malah marah ke aku!!"
Cecilia mengomel.
"Stopppp...udah..udah udah...ampun"
Kata Niko mencubit bibir Cecilia.
Mmmmmmmm...apaan sih"
Cecilia menggelengkan kepalanya.
"Iya... iyaaa maaf ya Ce maaf..jangan marah ya?? oke??"
Kata Niko memelas.
"Iya gak marah, yaudah aku mau kerumah sakit dulu, aku buru-buru nih!!"
"Oke Ce..Hati-hati ya"
Balas Niko dengan senyuman lebar yang menampakkan semua giginya..
"Hahaha...ada-ada aja"
Kata Cecilia keluar dan menutup pintu.
"Yey...sudah damai 😁 kepalaku mendadak gak sakit lagi"
Kata Niko menggoyang-goyangkan pinggulnya menuju meja makan dan makan dengan lahapnya.
salam kenal..
ceritanya sangat menarik..
lanjuttt....
alu seperti ikut merasakannya...😔😔😔