Indonesia
NovelToon NovelToon
Diamnya Seorang Menantu

Diamnya Seorang Menantu

Status: tamat
Genre:Angst / Romansa / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Tamat
Popularitas:174.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Tatha

Aku hanya akan bertahan sampai titik kesabaranku habis dan jika waktu itu sudah tiba maka jangan salahkan aku bila akhirnya memilih untuk menyerah. Aku tidak mau bertahan pada orang yang tidak bisa menghargai keberadaanku dan tidak peka pada perasaanku. Sudah cukup banyak yang aku korbankan untukmu dan jika kau hanya menganggap semua perjuanganku hanyalah hal sepele. Lantas, salahkah jika aku menyerah?

Menikah itu berjuang bersama. Bukan berjuang sendirian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Tatha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DSM-5

Tidak ada pelukan apalagi des*han bersama. Setelah aku meminta untuk dipulangkan ke rumah orang tuaku, Mas Ashraf tidak lagi berbicara apa pun. Lebih memilih untuk menarik selimut sampai menutup seluruh tubuh. 

Hah! 

Kudes*hkan napas ke udara secara kasar untuk sedikit mengurangi beban yang terasa menghimpit dada. Inilah yang kubenci dari Mas Ashraf. Di saat kami bermasalah, bukannya menyelesaikan justru tidur. Walaupun setelah terbangun semua akan baik-baik saja, tetapi tetap saja hal itu mengganjal di dalam dadaku. 

Semua seolah menumpuk menjadi satu dan aku hanya mampu diam tidak berdaya. 

***

"Ira, belilah gula, kopi, dan bumbu dapur lainnya. Semua sudah habis," perintah ibu mertuaku saat aku baru saja keluar kamar setelah Mas Ashraf berangkat kerja. Aku memang sengaja tidak menjawab, tetapi tetap akan aku belikan semua itu. "Kamu dengar tidak? Ibu itu tidak punya uang." 

"Dengar, Bu." 

Aku ngegrundel dalam hati. Ibu mertuaku bilang tidak punya uang? Padahal jelas-jelas Mas Ashraf memberikan beliau uang lebih banyak daripada aku. Lalu di ke manakan uang itu? 

Aku berjalan pergi ke warung sambil terus menggerutu. Sumpah, rasanya sangat sebal dan ingin sekali kurem*s wajah ibu mertuaku. Ini  benar-benar membuatku sangat tidak betah. 

Sesampainya di warung, aku membeli apa yang dipesan oleh ibuku. Tak lupa beli cemilan juga karena aku jarang makan dan lebih suka ngemil. 

"Semua totalnya lima puluh ribu, Mbak Ira." 

Kuserahkan selembar uang lima puluh ribuan. Lalu bergegas pergi dari warung itu. Namun, selama berjalan pulang beberapa kali kulihat plastik belanjaanku. Gula, kopi, bumbu dapur dan minyak. Jajanku saja cuma tujuh ribu, tapi sudah membuat aku merasa menyesal. 

Harusnya aku tidak jajan tadi. Batinku.

Ketika sudah sampai di rumah, ibu mertuaku langsung mengambil barang-barang yang kubeli tadi. Melihatnya satu persatu dan aku lupa tidak menyimpan jajanku. Wanita paruh baya itu hanya melihat beberapa snack harga lima ratus dan seribu tanpa berbicara apa pun. Aku pun merasa lega karenanya. 

Setelah menaruh belanjaan tadi di dapur, aku pun membawa snack-snack itu ke kamar. Kemudian, aku membantu ibu mertuaku memasak karena biasanya saat istirahat siang, Mas Ashraf akan pulang. 

Di saat sedang sibuk memasak, ada suara dari arah depan yang memanggil nama ibu mertuaku. Segera kucuci tangan lalu berjalan tergesa ke depan untuk membuka pintu. 

Ternyata Mpok Idah. 

Aku pun hanya bisa menggerutu dalam hati. Jika wanita ini berkunjung ke rumah, sudah pasti aku harus menyiapkan mental sekuat baja karena duo manusia julid sedang bersatu. 

"Di mana Ibu Sumarni?" tanyanya. Kulihat wanita itu menatap sinis ke arahku. Seperti tidak suka padahal yang kutahu selama ini kami tidak memiliki masalah apa pun.

Kupersilakan wanita itu agar masuk dan kupanggil ibu mertuaku. Dua wanita itu pun duduk di ruang tamu bersama. Sementara aku? 

Aku seperti biasa, menjadi seorang pembantu di rumah itu. Kubuatkan dua teh panas dan langsung kutaruh di depan wanita itu. 

"Cuma ada teh doang, Mpok. Lupa tidak beli jajan buat isi toples. Belinya jajan yang bisa dimakan sendiri," sindir ibu mertuaku. Aku melihatnya melirik padaku, tetapi langsung kutundukkan kepala. 

"Saya beli dulu, Bu." Aku pun bergegas pergi mengambil uang dan hendak kembali ke warung. Namun, saat sampai di ambang pintu, aku mematung sesaat ketika mendengar obrolan mereka berdua. 

"Iya, Mpok. Kemarin aku dapat uang dari Ashraf. Mau kubelikan cincin. Lumayan 'kan. Cukup kalau hanya satu gram." 

Aku mendengkus kasar lalu segera pergi dari sana. Tidak mau mendengar pembicaraan mereka lagi yang pasti akan selalu menyakiti hati. Selama berjalan, aku terus saja menggerutu.

Untuk belanja tadi, ibu bilang tidak punya uang, tetapi ia mau membeli perhiasan. Kalau memang semua kebutuhan aku yang beli, harusnya aku yang diberi lebih banyak uang bukan ibu. Padahal aku sendiri jika ingin membeli baju atau sandal saja, harus mikir berkali-kali. 

Astaga. Aku tidak boleh perhitungan. Batinku mengomel sendiri. 

1
Rita Juwita
luar biasa...
Violet
Tdk harus ratusan chapter, cukup baca karya ini sat set sat set merangkum smua drama kehidupan didunia nyata apa adanya. Cukup percaya saja jika kita berani utk move on pastinya akan ada kebahagiaan yg sbnarnya yaitu terbebas dr sgala toxic.
Terima kasih utk karyanya Kak 🙏🏻💐
Sehat2 slalu & semangat utk karya terbarunya 💪🏼🥰
Ran Aulia
Luar biasa
Yunerty Blessa
walaupun karya kak thor singkat tapi sungguh mantap sekali 👍👍..... teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
akhirnya tamat juga.. senang nya Ira hidup bahagia bersama Danu dan anaknya.. makasih kak thor 👍👍
Yunerty Blessa
syukur lah Ira sudah melahirkan baby..dah tiada gelaran mandul untuk nya..
Yunerty Blessa
Ira hamil tu.. sungguh topcer sekali Danu
Yunerty Blessa
siap pak Danu....moga dengan pernikahan ini Ira cepat hamil..
Yunerty Blessa
balasan buat kamu bu Sumarni dan Ashraf..
Yunerty Blessa
beruntung ada seseorang yang membantu Ira dan pasti nya Pak Danu
Yunerty Blessa
jangan mau Ira kalo Ashraf minta rujuk..
Yunerty Blessa
apakah anak Yuni bukan anak Ashraf..mana tau hamil dulu baru nikah dengan Ashraf..
Yunerty Blessa
biarkan saja Ira.. yang penting kau senang
Yunerty Blessa
jangan mau ditindas saja Ira..lawan mereka kembali..
Yunerty Blessa
yes akhirnya Ira terlepas juga dari 2 manusia durjana..... Ashraf pasti menyesal..
Yunerty Blessa
menyerah dan pergi saja Ira..apa lagi mertua setan mu setuju kalo Ashraf menikah dengan Yuni pelakor..
Yunerty Blessa
seperti nya mertua mu Ira menyokong kalo Ashraf dekat dengan Yuni..hati² bisa jadi Yuni pelakor
Yunerty Blessa
takutnya. Ashraf makin dekat dengan Yuni..
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Ira..tapi Ashraf saja yang mau.. tidak tau apa yang dialami oleh Ira
Yunerty Blessa
tinggalkan saja suami seperti itu Ira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!