Indonesia
NovelToon NovelToon
Tolong Kami

Tolong Kami

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Misteri / Horor / Supernatural
Popularitas:50.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dosy irwa

Sukma hilang hutan dan gunung yang terletak di Sumatra bagian selatan Lampung.
Gunung dan hutan yang meninggalkan seribu tanda tanya


Konon masih banyak warga dan masyarakat yang mengharapkan kepulangan sanak saudaranya, yang telah lama menghilang bertahun-tahun di dalam hutan tersebut.


Sukma hilang yang terkenal akan cerita mistisnya, seakan tidak hilang tergerus oleh perkembangan zaman.


Hingga sampai saat ini masih banyak warga dan masyarakat yang mempercayai mitos-mitos gunung dan hutan tersebut, bahwa siapapun yang hilang atau tersesat di dalamnya , tidak akan pernah bisa kembali untuk pulang .


Kisah ini menceritakan beberapa muda-mudi yang hilang di telan kegaiban hutan Sumatra tersebut .


Apakah mereka semua bisa keluar dari hutan yang mengerikan itu ???


Tetap ikuti ceritanya !!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dosy irwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 - Tahlil

Dodi, Boy dan Dewo lari secepat - cepatnya menghampiri suara teriakan dari Fira.

Sungai itu sedikit menurun, di sisi kiri terdapat jurang yang sedikit curam, dengan batu-batuan cadas di bawahnya yang siap meremukan tubuh siapa saja yang terjatuh ke dalamnya.

Dengan mengkhawatirkan akan keselamatan Fira, Dodi berlari begitu cepat, tanpa di sangka kaki Dodi tersangkut akar-akar pohon yang membuatnya tergelincir jatuh ke arah jurang.

Melihat kejadian itu Dewo dan Boy merasa begitu kaget, karna tepat di hadapan mata mereka, terlihat Dodi terperosok jatuh ke dalam jurang tersebut.

Secepat mungkin mereka menuju bibir jurang untuk segera memastikan apa yang terjadi pada temannya tersebut.

Mereka melongok ke arah bawah jurang, namun hanya terlihat gelap dan berbatuan cadas yang berada tepat di bawah jurang tersebut.

"Dodiiiiiii !!!!!! Dooddddd !!!!! " teriak mereka.

Sejadi jadinya mereka meneriaki nama Dodi. 

"Dod .... Juni udah ketemu tapi kenapa malah lo yang hilang sekarang" lirih suara Dewo sambil menutup wajahnya.

"Boy, Wo sebelah sini " terlihat Dodi bergelantungan sambil memegang erat-erat akar pohon yang berjuntai.

Dengan sigap Dewo dan Boy menarik tubuh Dodi ke atas bibir jurang .

 "Astaga hampir aja " ucap Dodi sambil menarik nafas yang sangat dalam.

"Oh ia Fira!!" Dodi bergegas berdiri dan berlari menuju ke arah suara Fira yang tadi berteriak.

Di ikuti Boy dan Dewo dari belakang,

Mereka menuju tempat di mana suara teriakan Fira berasal.

Sesampainya di sungai, terlihat Wawan seperti orang yang sedang ketakutan.

Asma dan Fira terduduk lemas tak jauh dari pinggir sungai, dekat dengan pohon bambu yang sangat begitu lebat.

" WAN !!! Ada apa " tanya Dodi dengan nada tinggi sambil mengguncang tubuh Wawan.

" i i iii itu " sambil menunjuk mengarahkan jarinya ke satu tempat.

Terlihat seperti ada sesuatu yang menyangkut di bebatuan, namun tidak terlihat begitu jelas, di karenakan suasana yang begitu gelap, di tambahi daun-daun pohon bambu yang menutup begitu lebat. 

Boy dan Dewo pun bergegas mendekati dan mencari tahu apa yang sebenarnya tersangkut di bebatuan itu.

Dengan menyalakan senter yang mereka bawa, terlihat ada jasad seseorang yang menyakut di antara batu dan selah-selah batang bambu yang sudah membusuk.

Dewo dan Boy memberanikan diri untuk memastikan jasad tersebut. Dan alangkah terkejutnya mereka berdua!!

Ternyata seonggok jasad tersebut tidak lain dan tidak bukan orang yang sangat mereka kenal.

Dengan badan gemetaran Boy berkata.

"Jadi tadi siapa yang di atas?? yang gua gantiin baju nya ?? " bergidik Boy perlahan naik ke atas bibir sungai.

Dodi pun segera ikut masuk ke dalam sungai, menyusul Dewo yang masih berusaha menarik jasad Juni untuk bisa keluar dari dalam sungai.

Daging di jasad Juni sudah mulai membusuk, bau anyir darah semerbak memenuhi hidung dan dinding-dinding tenggorokan, baunya begitu amis hingga ingin rasanya muntah. Karena begitu sangat bau nya jasad Juni yang sudah membusuk.

Dengan bersusah payah, akhirnya Dewo berhasil meraih tangan dari jasad Juni yang mulai terlihat membengkak, terlihat jelas belatung-belatung sudah menggerogoti sebagian tengkorak kepala temannya tersebut.

Dengan perlahan-lahan Dewo menarik jasad Juni dari tengah sungai.

Tanpa di harapkan daging yang melekat di tubuh Juni terlepas dari tulang - tulangnya,

jasad Juni seketika hancur bagaikan roti yang di rendam lama di dalam air.

tubuhnya tenggelam hanyut tak terselamatkan, hilang tergulung arus sungai yang begitu deras.

Dodi dan Dewo segera keluar dari dalam sungai, perlahan menaiki bibir sungai yang masih terdapat banyak bebatuan besar.

Lalu teman - teman lainnya mendekati,

Mereka bersimpuh saling merangkul satu sama lain, sambil menangis seolah masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

Dengan tegar Dodi berkata. 

"sudahi ya tangisnya, sebaiknya kita kirimkan doa supaya teman kita tenang di sana".

Setelah tangan di usapkan ke wajah, pertanda kami telah selesai mengirimkan doa untuk teman kami Juni.

"Yuk kita naik keatas, kita istrahat di tenda kita masing-masing" ucap Dewo.

Mereka pun segera berdiri serempak berjalan dengan sedikit lamban, Fira yang masih terlihat begitu sedih, berjalan dalam pelukan Asma yang terus memeluk tubuh Fira untuk membantunya berjalan.

Tak jauh kurang lebih 20 meter dari tenda yang kami dirikan, terdengar sayup-sayup seruan Tahlil.

 La ilaha illalah , La ilaha illalah , La ilaha illalah , La ilaha illalah , La ilaha illalah , La ilaha illalah , La ilaha illalah , La ilaha illalah ..

Dodi dan teman-teman pun segera menunduk, menyelinap bersembunyi di semak-semak, memperhatikan lewat selah-selah dedaunan.

Terlihat warga desa yang berbaris berbondong-bondong, dengan membawa obor sebagai sumber pencahayaan.

Tak luput dari pengelihatan Dodi dan kawan-kawan, mereka membawa keranda mayat dengan selimut hijaunya yang bertuliskan kaligrafi aksara Arab.

Seolah ada seseorang yang akan di kuburkan malam itu juga.

... ""Wajah mereka berperawakan seperti orang terdahulu, sebagian ada yang memakai udeng dan peci hitam yang sedikit luntur ( udeng ikat kepala khas Jawa ) warna kulit coklat tua , memakai baju tak berkancing hingga dada dan perut mereka terlihat terbuka dan tidak juga memakai alas kaki ""...

Warga itu seketika berhenti tepat di tenda tempat peristirahatan kami, seolah ada sesuatu yang sedang mereka tunggu.

Terasa bulu kuduk di seluruh tubuh bergidik merinding, sungguh aura ketakutan yang luar biasa menggelayuti tubuh Dodi dan teman-teman.

Terlihat Juni keluar perlahan dari dalam tenda, sambil menari-nari kecil memainkan lentik jemarinya, seperti penari ronggeng yang sedang asik dengan tariannya. Juni terus menari dan menghampiri warga yang masih terus mengumandangkan Tahlil.

Keranda mayat itu seketika di turunkan tepat di hadapan Juni.

Seruan Tahlil terus di serukan ""( La ilaha illalah , La ilaha illalah , La ilaha illalah , La ilaha illalah ) "" Juni pun terus menari-nari kegirangan sambil mengelilingi keranda mayat tersebut.

Terlihat Fira ingin menjerit karna rasa kengerian yang begitu hebat , dengan cepat Dodi langsung memeluk dan menenangkan Fira agar tidak berteriak.

Boy pun ikut gelisah, terlihat dari gerak geriknya yang segera ingin melangkahkan kaki menyelamatkan Juni ( Boy masih tidak percaya akan kejadian yang telah menimpa mereka )

Dengan sigap Dewo menarik kerah baju Boy.

 

Dengan suara berbisik ..

"Lo mau ngapain Boy ?" Tanya Dewo memegang erat kerah baju Boy. 

"Gua mau nolongin Juni , Wo!! " jawab Boy dengan nada suara gemetar.

"Gila lo ya , lo gk liat siapa tadi yang di sungai " jawab Dewo lagi sambil tetap memegangi kerah baju Boy.

Saat perdebatan antara Boy dan Dewo berlangsung .

Juni menoleh ke arah tempat kami bersembunyi.

Sambil mengerak - gerakan tangannya, seolah meminta kami mendekati dirinya.

Dengan senyumannya Juni tak henti menggerakan tangannya, seolah memanggil kami untuk segera bergabung bersamanya.

Seketika kami semua terbius diam tanpa kata, seperti tercekik oleh ketakutan, kaki gemetar hebat tak bisa di kendalikan.

Seksama kami terus perhatikan dengan rasa takut yang begitu akut.

Wajahnya sangat pucat dan senyumnya begitu aneh, Juni seketika menunjuk ke arah tempat kami berada, seolah memberitahukan keberadaan kami pada warga-warga yang sedang berkumpul dengan keranda mayatnya .

 

Seperti satu komando.

Semua mata itu terlihat bersinar di dalam kegelapan, senada melotot tajam ke arah kami .

1
雅那
akhir nya yang di tunggu-tunggu. sehat-sehat author.
Isnaaja
gak bisa di klik kak,,
Dosy irwa: nama Chanel nya Dosy Irwa
😍😍
total 1 replies
Agustina Suryani
di tungguin lama malah tamat🙄
Agustina Suryani: baiklaaah
total 2 replies
Tety Novianty
sayang ya, udah bagus ngga lanjut
Putrii Marfuah
turut berduka kak, semoga keluarga diberi kesabaran dan kekuatan
Dosy irwa: terima kasih ka ❤️
total 1 replies
Al Vi a
semoga segera d temukan KK-nya..
Al Vi a: innalilahi wainnailaihi Raji'un.. semoga di tempatkan d tempat terindah di sisi Allah SWT. Aamiinn.. 🙏🙏
total 2 replies
Al Vi a
lanjuuttt Thor.. ngebuutt dong biar CPT selesai biar jelas ini ujungnya kemana..
shanti rahayu
tetap semangat ya thor. ikut berbela sungkawa ats meninggalnya kk nya thor. tetap menunggu kok
Dosy irwa: terima kasih ka atas support nya ❤️
total 1 replies
mott_
Pantas sekian lama menunggu gk ada ternyata..


Turut berduka kak, semoga almarhum diterima disisi yg Maha kuasa, kakak & keluarga senantiasa diberikan keluasan hati serta kesabaran menerima takdir


Semangat kak ✊ lekas kembali melanjutkan cerita aku menunggu 😊
mott_: Sama" kak, semangat ✊
total 2 replies
Herni Wati
ttp ditunggu up nya🙏🙏🙏
Herni Wati
turut berduka thor,,,
semangat ya
Dosy irwa: terima kasih suport nya ❤️❤️
total 1 replies
💎hart👑
turut berdukacita ya Thor... tetap semangat and stay strong
Dosy irwa: siap, terima kasih bnyk support nya ya ❤️
total 1 replies
Isnaaja
turut berbela sungkawa...
tetap semangat ya kak💪💪
Dosy irwa: siap, truma kasih bnyk support nya ya ❤️
total 1 replies
Elisnawati Madua
turut berdukacita ya Thor
Dosy irwa: ia makasih ya ka 😊
total 1 replies
Lina Sandi
semangat thor...turut berbela sungkawa..
Dosy irwa: ia ka makasih ya ka ❤️
total 1 replies
Andriani
turut berdukacita ya thooor....
Dosy irwa: ia ka makasih ya ka ❤️
total 1 replies
Andriani
semangat terus ya thooor....
Andriani
jangan mati lah Fira dan asma.... tetap bersatu . harus bisa kembali lagi ke alam nyata.
Andriani
aihh ....
🐝Honey~money🤑
semangattt kak☺️☺️🤗🤗🤗
Dosy irwa: ia ka makasih ya ka ❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!