Intan dan Reyhan merupakan sahabat baik. Setelah bertahun-tahun bersama tanpa mereka sadari benih-benih cinta hadir di hati mereka masing-masing. Namun kehadiran pihak ketiga sebagai teman kecil Intan yang bernama Bara membuat Reyhan menjauh dari Intan. Akan kah Intan mendapatkan cinta sejati bersama teman masa kecilnya itu? yang di anggap nya sebagai pangeran dalam hidupnya atau malah kehilangan sahabatnya Reyhan. Temukan jawabannya di cerita selengkapnya di 👉 "Cinta Sahabatku" Selamat membaca semoga suka... 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6. Gara-gara kue
Gara-gara kue Reyhan yang ku makan tadi pagi seharian penuh hingga sampai si rumah Reyhan tidak mau bicara dengan ku. Aku sudah minta maaf padanya tapi masih saja ia cuek bebek pada ku membuat ku jadi dongkol.
Saat itu aku menemui Reyhan di teras rumah nya yang sedang duduk-duduk. Dia sama sekali tidak menegurku walau aku duduk di samping nya tidak di hiraukan nya. Aku menepuk bahunya dan mencolek pundak nya masih saja ia tidak ngerespon ku.
Aku pun memanas dan mulai buka suara.
"Rey, kalau cuma gara-gara kue kamu ngajakin aku ribut mending kita gak usah temenan aja sekalian," ancam ku.
Reyhan tersentak dan kaget.
"Kok ngancam sih Tan," ucap Reyhan tampak menelan ludah nya.
"Yah abis nya kamu begitu sih!" Aku berlalu di hadapan Reyhan yang masih memperhatikan ku.
Reyhan memanggil ku tapi aku tidak menghiraukan nya.
"Tan, tunggu! kok pergi sih? aku gak bermaksud ngajakin kamu ribut Intan," lirih nya.
Aku tersenyum sendiri melihat Reyhan sedang mengejar ku. Sebenarnya aku tidak marah padanya cuma aku ingin akting aja soalnya cara ini biasanya ampuh buat menaklukan hati nya, ketika aku marah Reyhan pasti membujuk ku dan memohon-mohon agar aku tidak ngambek.
Keesokan hari nya...
Aku melangkahkan kaki ku dengan ringan nya berjalan menyusuri koridor sekolah. Saat itu masih tampak sepi karena aku pergi nya kepagian. Dari belakang seseorang menepuk pundak ku.
Aku pun menoleh ternyata orang itu adalah Reyhan.
Aku kembali melanjutkan jalan ku dan menganggap nya tidak ada.
Reyhan berusaha berjalan cepat mengikut ku.
"Hey... tunggu. Intan tungguin dong...!" ucap Reyhan.
Aku merasa terganggu dengan kehadiran Reyhan.
Aku berhenti dan menatap Reyhan.
"Ada apa lagi sih Rey?" ucap ku merasa risih.
"Kamu masih ngambek soal kemarin?" tanya Reyhan.
"Ngak kok, aku buru-buru," cetusku.
"Buru-buru mau kemana coba? ini kan masih awal."
Aku tetap melangkah kan kaki ku tidak mau mendengar ucapan Reyhan.
"Kita ke kantin yok...!" ajak nya.
Aku masih diam, Reyhan menarik tangan ku dan mengandeng tangan ku segera mengajak ku kantin.
"Hari ini kamu boleh pesan apa aja, aku yang bayar!" ucap Reyhan merayu ku.
Aku pura-pura tidak mendengar ucapan nya. Aku jalan saja ternyata benar. Setelah sampai di kantin Reyhan memesan makanan dan minuman yang banyak semua nya untuk ku.
Wah ini tidak boleh di anggurin, ucap ku membatin.
Melihat semua nya sudah siap sedia dihadapan ku aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu aku pun mencoba makanan satu persatu.
Reyhan menatap ku "Apa kamu mau nambah lagi?" tawar nya.
Ya tentu saja, aku mau pesan satu makanan lagi yaitu kue kemarin yang ku makan dengan lahap itu hingga membuat pertengkaran aku dan Reyhan.
"Aku minta kue kemarin." ucap ku.
Secepatnya Reyhan memesan kue tersebut dan menyodorkan nya padaku. Aku pun merasa puas dan sudah kenyang.
Aku memandangi wajah Reyhan sepertinya ia kebingungan.
"Lho kamu kenapa Rey?" tanya ku.
"Gak ada apa-apa," jawab nya cengengesan.
"Reyhan...!" hardikku.
"Hem iya... Tan, maaf yah aku harus balik ke kelas dulu," ujar nya bergegas pergi.
"Lho makanan nya gimana?" teriakku.
"Di makan aja, ntar bilang Buk kantin aku yang bayar," seru Rayhan dari kejauhan.
Yah sudah aku pun membiarkan Reyhan pergi melanjutkan makan ku sampai kenyang.
Tidak lama kemudian, bel tanda masuk berbunyi aku akan beranjak dari kantin. Aku melihat di sekeliling tidak ada tanda-tanda kehadiran Reyhan.
"Uh, Reyhan kemana sih. Ini bagaimana?" aku pun panik.
Aku mencoba menemui ibu kantin dan mengatakan kalau yang bayar semua nya Reyhan. Ibu kantin tidak percaya dia marah-marah padaku tidak mengijinkan ku pergi. Aku pun memberikan HP ku sebagai jaminan nya. Baru lah Bu kantin mengijinkan ku masuk kelas.
Aku pun berlalu dengan kesal ku. "Astaga Reyhan ada-ada saja, kok pake ngilang segala. Awas saja kamu bakal aku kasi pelajaran!" cetus ku memanas. Gara-gara makan HP aku jadi jaminan karna belum di bayar. Aku pun pergi ke kelas ku dengan hati yang dongkol.
Ternyata Reyhan lupa membawa dompet nya. Ia pulang ke rumah lagi untuk mengambil nya. untung saja dia pergi naik motor tidak lama kemudian Setelah setengah beberapa menit ia pun sampai ke sekolah. Ia berlari ngos-ngosan. Pergi ke arah kantin. Ia melihat di sekeliling kantin sudah sepi karena anak-anak sudah mulai masuk ke kelas masing-masing.
Reyhan bertanya pada Buk Kantin dan Bu Kantin bilang kalau Intan memberikan HP nya sebagai jaminan karna makanan nya belum di bayar. Reyhan pun memberikan Bu kantin sejumlah uang untuk membayar makanan tadi. Bu Kantin juga mengembalikan HP Intan pada Reyhan.