Indonesia
NovelToon NovelToon
Dendam Kematian

Dendam Kematian

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Romansa Fantasi
Popularitas:64.7k
Nilai: 5
Nama Author: Setyarini

Dendam setelah dijebak dan dibunuh sebagai persembahan oleh Penyihir beraliran sesat, membuat Klarisa kembali hidup di dalam tubuh anak semata wayang Panglima Perang bernama Karina. Di kehidupan keduanya ini, Klarisa bertekad untuk membalaskan dendamnya. Tapi, berbagai macam rahasia dari pemilik asli tubuhnya saat ini justru membuatnya kewalahan.

“Apa malam panas yang kita habiskan bersama kurang memuaskan untukmu?” - Frey Kivandra.

“Omong kosong apa lagi ini?!” - Klarisa.

Akankah Klarisa bisa membalaskan dendamnya dengan mulus, tanpa tergoda dengan pesona mematikan Frey yang selalu mengejar cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Setyarini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Baik atau Buruk

Dua orang pengawal mantan Tunangan Karina itu pun langsung panik saat melihat Tuannya dihabisi oleh Putra Mahkota hanya dengan sekali tebasan saja dan sebelum mereka melarikan diri, dengan cepat bawahan Putra Mahkota memanah kepala mereka berdua “Trak!!!” tanpa meleset sedikit pun.

“Kerja bagus,” ucap Frey atau Putra Mahkota dengan wajah seriusnya dan tanpa berlama-lama lagi ia segera melangkahkan kakinya untuk membuka pintu gubuk.

Sambil memanggil nama wanita pujaannya “Karina!” Frey pun membuka pintu gubuk dihadapannya. Tapi, tepat pada saat ia membuka pintu gubuk, saat itu juga ada seorang pria berlari dan menubruk dirinya dalam keadaan yang sudah sekarat “Uhuk!” karena kehilangan banyak darah.

Frey yang terkejut itu pun langsung menebas punggung pria yang berhasil berlari melewati dirinya dan dengan perasaan khawatirnya, ia segera melangkah masuk ke dalam gubuk untuk mencari keberadaan Karina.

Dan lagi-lagi Frey dibuat terkejut dengan apa yang saat ini ia lihat, karena wanita anggun yang selama ini ia puja dengan sangat lihai dan berani dapat membunuh pria dengan tangannya sendiri. Selain itu, bukan hanya satu pria “Saat ini ada empat pria yang berhasil Karina habisi dan satu orang kabur dalam kondisi sekarat. Bagaimana bisa?” pikir Frey.

“Apa yang terjadi?” tanya Frey saat melihat Karina atau Klarisa sedang berusaha mengatur nafasnya di tengah ruangan sambil menggenggam pecahan gelas kaca, yang berlumuran darah.

Klarisa yang mendengar suara pria di belakangnya itu pun dengan reflek menolehkan kepalanya dan membalik tubuhnya. Detik itu juga Klarisa merasa sangat terkejut saat melihat sosok Putra Mahkota dan dengan cepat, Klarisa segera melempar pecahan gelas kaca yang sebelumnya ia gunakan sebagai senjata ke sembarang arah.

“Karina,” panggil Frey lagi dengan ekspresi tidak percayanya, yang seketika itu juga membuat Klarisa berkata “Biar saya jelaskan, Ukh!” Tapi, tiba-tiba kepala Klarisa terasa sangat sakit dan pandangannya menjadi kabur, yang saat itu juga membuat tubuhnya kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan.

“Karina!!” panik Frey yang dengan cepat berusaha menggapai Klarisa.

***

Sekitar satu jam kemudian, Frey beserta bawahannya segera mengantar Klarisa ke Kastil milik keluarga Kendrick dan masih dengan perasaan bingungnya, Frey atau Putra Mahkota berdiam diri di tengah koridor Kastil sambil berpikir “Apa selama ini… secara diam-siam Tuan Emillio melatih Putri semata wayangnya ilmu bela diri?” dengan

ekspresi seriusnya.

Hingga beberapa detik kemudian, ada seorang pria berjalan mendekati Frey dan pria itu adalah Emillio atau Ayahnya Karina. Belum sempat bicara, dengan reflek Frey pun berkata kepada Emillio “Tidak perlu berterima kasih padaku,” sambil memasang senyuman lebarnya.

Dan dengan wajah seriusnya Emillio menghela nafasnya, setelah itu berkata “Saya hanya khawatir kepada anda yang sudah membunuh anak seorang pengusaha di tengah hutan,” yang seketika itu juga membuat Frey yang tidak kenal takut langsung tertawa pelan.

“Tidak perlu khawatir. Lagipula, kalau pun bukan aku yang membunuhnya… pasti anda sendiri lah yang akan menghabisinya! Jadi, tidak ada bedanya, kan?” balas Frey dengan nada bicaranya yang terdengar sangat santai dan berhasil membuat Emillio kehabisan kata-katanya.

“Selain itu, aku harap Putri anda baik-baik saja,” sambung Frey yang seketika itu juga membuat Emillio mengerutkan dahinya dan mulai menatap Frey dengan tatapan curiganya “Hm? Ada apa dengan tatapan anda?” tanya Frey yang terkejut dengan reaksi Emillio atau Ayahnya Karina.

Dengan penuh wibawa dan karisma, Emillio sang Panglima Perang Legendaris itu pun melangkahkan kakinya untuk mendekati Frey sang Putra Mahkota, setelah itu berkata “Memangnya Putra Mahkota punya hubungan apa dengan Putri saya? Sampai-sampai anda terlihat sangat khawatir seperti ini,” dengan tatapan tajam dan nada bicaranya yang penuh dengan penekanan disetiap katanya.

Frey yang merasa sedikit terintimidasi itu pun dengan reflek melangkah mundur dan berkata “Apa salahnya dengan khawatir?” dengan perasaan gugupnya dihadapan Emillio.

“Saya harap tidak ada hubungan apapun di antara anda dan Putri saya!” sambung Emillio sambil berusaha mengalihkan pandangannya dari wajah Frey dan mengendalikan emosinya.

Sedangkan Frey yang mendengar perkataan Ayah dari wanita yang ia sukai, detik itu juga langsung tersentak “Ya?!” dan sebelum ia melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Emillio kembali berkata “Lebih baik anda tidak datang ke sini lagi, karena saya tidak ingin sampai mendengar rumor yang tidak-tidak!” dengan wajah seriusnya.

“Apa maksud anda?” tanya Frey dengan perasaan yang sangat kebingungan.

“Memangnya anda belum tahu kalau Yang Mulia Ratu sudah menentukan wanita yang akan menjadi pasangan anda?” ucap Emillio dengan reflek, yang seketika itu juga membuat Frey mengerutkan dahinya dan menyipitkan matanya “Pasangan?” gumam Frey.

“Itu artinya anda akan segera menikah, Yang Mulia Putra Mahkota.” Sambung Emillio dengan nada bicaranya yang memelan kepada Frey, yang sepertinya baru mengetahui rencana sang Ratu mengenai pernikahannya.

Ekspresi Frey yang awalnya terlihat bingung, hanya dalam hitungan detik saja menjadi ekspresi marah yang sangat mengerikan di mata Emillio bagaikan hewan buas yang sudah siap berperang dan tanpa bicara satu kata pun, Frey langsung melangkahkan kakinya untuk melewati Emillio dan pergi dari Kastil keluarga Kendrick bersama semua bawahannya.

Sedangkan Emillio yang merasakan aura mematikan dari Frey sang Putra Mahkota, detik itu juga langsung menghela nafas panjangnya secara kasar sambil berpikir “Sebenarnya apa yang sedang Ratu rencanakan kepada Putra Mahkota?” dengan perasaan tidak nyamannya.

Dan di tengah-tengah kekalutannya, tiba-tiba Emillio mendengar suara pelayan pribadi Putrinya yaitu Kimi yang mengatakan kalau Karina atau Klarisa sudah sadarkan diri, yang seketika itu juga membuat Emillio bergegas untuk berlari menuju kamar Putrinya.

***

Di sisi lain, Klarisa yang kembali terbangun di dalam tubuh Karina, detik itu juga menatap tangannya yang sedikit terluka karena pecahan gelas kaca yang ia genggam dan tiba-tiba ia teringat dengan wajah hingga tatapan Putra Mahkota kepada dirinya.

“Pria itu pasti melihatku saat membunuh para penculik! Hah, memusingkan sekali!” pikir Klarisa dengan perasaan tidak tenangnya.

Dan beberapa detik kemudian, tiba-tiba pintu kamar Klarisa terbuka dan Klarisa pun melihat Emillio atau Ayahnya Karina berlari masuk untuk menemuinya “Bagaimana kondisimu?” tanya Emillio dengan wajah paniknya “Aku baik-baik saja, Ayah.” Jawab Klarisa dengan senyuman tipisnya.

“Senangnya punya Ayah yang sesayang ini kepada Putrinya,” batin Klarisa saat melihat tingkah dan ekspresi Emillio yang saat ini memandang lekat wajah Putrinya “Tapi, bagaimana kalau Tuan Emillio sampai tahu… jika di dalam tubuh Putrinya ada jiwa orang lain?” batin Klarisa lagi dengan perasaan sedihnya.

Tapi, perasaan sedih Klarisa langsung hilang dalam hitungan detik, saat tiba-tiba Emillio mengajukan pertanyaan “Kamu tidak punya hubungan apapun dengan Putra Mahkota, kan?!” yang seketika itu juga membuat Klarisa tersentak dan membelalakkan matanya “Ya?! Tentu saja… tidak ada!” jawab Klarisa sambil mengibaskan kedua tangannya dengan cepat.

“Ya… walaupun Karina yang asli pernah tidur dengannya! Tunggu! Jangan bilang… Tuan Emillio sudah tahu kalau pria yang tidur dengan Putrinya adalah Putra Mahkota?!” batin Klarisa dengan perasaan takutnya.

Dan beberapa detik kemudian, setelah Emillio atau Ayah Karina mendengar jawaban dari mulut Putrinya, ia pun langsung menghela nafas leganya, setelah itu kembali berkata “Syukurlah kalau begitu, karena Putra Mahkota akan segera menikah dengan wanita pilihan Ratu!” dengan nada bicaranya yang sangat serius.

“Ya? Pria itu akan menikah?!” kaget Klarisa dengan kedua bola matanya yang kembali membelalak ke arah Ayahnya Karina, seakan tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.

1
Aiko Clearesta
up nya mna thor
Haha^^
Selalu seru buat ditunggu tiap babnya~ Semangat Thorr
Hikma Altair
seru ...lanjut thor
Eka Priyanti
up
Eka Priyanti
seru Thor makasih upnya
Mbu'y Fahmi
lanjut thor
Ddyani
Bikin ketagihan + penasaran gimana caranya Klarisa balas dendam ke Ibu tirinya 🤔
Ayo update yg banyak kak! 😁
pinkgirl
Parah banget si Klarisa wkwk 🤣🤭
pinkgirl
Cintanya Frey ke Klarisa ugal-ugalan bangett Thor~ Jadi gemesss 😍
Jojo Kuy
wkwk jadi kerjar-kejaran kan tuh~
Haha^^
lanjut thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!