Indonesia
NovelToon NovelToon
Benih Jenius Sang Miliarder

Benih Jenius Sang Miliarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Lari Saat Hamil / One Night Stand / Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:118.6k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Lima tahun lalu, Clara Jasmine melarikan diri dari sebuah malam penuh gairah di daratan Swiss, meninggalkan secarik pesan usang dan membawa pergi rahasia besar yang mengubah hidupnya selamanya.
​Kini, Clara kembali ke Jakarta sebagai single mother yang berjuang membesarkan anak kembarnya, Ken dan Key. Namun, si kembar bukanlah balita biasa. Di balik wajah polos mereka, Ken dan Key adalah peretas cilik jenius dengan sepasang mata abu-abu yang sangat tajam.
​Takdir seolah mempermainkan Clara ketika ia tak sengaja bekerja di Van Der Berg Group.

Alexio Van Der Berg, sang CEO dingin dan tak tersentuh penguasa perusahaan tersebut.
​Melihat sepasang mata abu-abu yang menatapnya dengan berani, dunia Alexio berhenti berputar. Pria yang selama lima tahun nyaris gila mencari pemilik surat di dompetnya itu akhirnya menemukan buruannya.

​"Lima tahun kau berlari membawa darah dagingku, Clara. Mulai hari ini, kau dan anak-anak tidak akan bisa pergi ke mana-mana lagi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 12

Aroma antiseptik yang khas menyeruak di dalam ruang perawatan VVIP rumah sakit paling bergengsi di Jakarta. Keheningan di ruangan berlantai marmer itu hanya dipecahkan oleh bunyi teratur dari monitor pendeteksi detak jantung.

Di atas ranjang pasien, seorang pria tua yang biasanya memancarkan aura tak tertembus kini terbaring lemah dengan selang infus terpasang di tangannya. Beliau adalah Alexander Van Der Berg, pendiri Van Der Berg Group sekaligus kakek dari Alexio. Beberapa hari lalu, serangan jantung mendadak nyaris merenggut nyawa sang legenda bisnis tersebut.

Di sisi ranjang, berdiri seorang wanita paruh baya berpenampilan anggun bersama suaminya Andries Van Der Berg, putra kandung Alexander sekaligus ayah dari Alexio. Keduanya menatap sang patriark dengan raut wajah sarat kekhawatiran.

Dengan suara yang sedikit serak namun masih menyiratkan ketegasan mutlak, Alexander menoleh ke arah putranya.

"Panggil Alexio..." bisik Alexander, menatap Andries lurus-lurus. "Serangan jantung kemarin membuatku sadar, garis umur tidak ada yang tahu. Sebelum waktuku benar-benar habis, aku hanya ingin melihat cucu tunggalku itu menikah. Aku harus memastikan ada pewaris sah yang akan melanjutkan garis keturunan Van Der Berg..."

Andries dan istrinya, Olivia saling bertukar pandang dengan tatapan berat. Andries menghela napas panjang, lalu melangkah mendekat dan menggenggam pelan jemari ayahnya.

"Sabar, Dad. Fokuslah pada pemulihan," sahut Andries lembut. "Bukan kami tidak mendesaknya, tapi Daddy tahu sendiri bagaimana keras kepalanya Alexio. Hatinya seperti balok es."

Sudah tak terhitung berapa banyak wanita cantik dari keluarga terpandang yang mereka jodohkan dengan Alexio. Namun, putra tunggal mereka itu selalu menolak mentah-mentah tanpa kompromi. Jujur saja, di dalam lubuk hati Andries dan Olivia mereka pun sangat mendambakan tangis tawa seorang cucu untuk meramaikan istana keluarga Van Der Berg yang terasa terlalu sepi.

"Di mana anak keras kepala itu sekarang, Andries? Aku ingin bicara langsung padanya," tegas Alexander lagi, menolak menerima alasan.

Andries menepuk pelan tangan ayahnya. "Sabar dulu, Dad. Perusahaan induk kita di Jakarta baru saja dihantam serangan siber masif. Alexio sedang turun tangan langsung di ruang kontrol utama. Setelah krisisnya tertangani, aku jamin dia akan langsung datang ke sini."

*****

*****

Sementara itu, di lantai teratas gedung pencakar langit Van Der Berg Group, atmosfer di dalam ruang VVIP megah sang CEO terasa sangat bertolak belakang dengan ketegangan di rumah sakit maupun di ruang IT tadi.

Keluarga kecil yang terpisah oleh benang takdir selama lima tahun itu kini berada di dalam satu ruangan yang sama.

Di atas karpet bulu impor yang sangat empuk, Ken dan Key duduk bersila dengan mata berbinar-binar. Di hadapan mereka, berbagai mainan robotik edisi terbatas yang baru saja diborong secara kilat oleh Reno berserakan, lengkap dengan suplai gelato premium kesukaan si kembar.

"Wah, Kak Ken! Lihat! Struktur mekanik robot ini sangat mengagumkan. Dia punya sensor inframerah di matanya!" seru Key riang seraya menyuapkan es krim stroberi ke mulut kecilnya.

"Susunan kodenya sangat rapi. Algoritma pergerakannya memakai motor servo ganda. Mainan ini memiliki nilai edukasi yang lumayan," sahut Ken mengamati robot itu dengan cermat, lalu mendorong kacamata baca kecilnya yang melorot.

Di sudut lain ruangan, kontras dengan kepolosan si kembar, Clara duduk kaku di atas sofa kulit hitam Italia. Jemarinya saling bertaut begitu erat di atas pangkuan hingga buku-buku jarinya memutih pasi. Jantungnya berdetak brutal. Pikirannya masih kacau balau merangkum rentetan plot twist fantastis sejak ia melangkah masuk ke gedung ini pagi tadi.

Suara ketukan pantofel mahal terdengar mendekat. Alexio melangkah anggun bak predator yang sedang mengitari mangsanya, lalu mendudukkan tubuh tegapnya tepat di samping Clara.

Jarak yang sengaja dibuat sangat rapat itu memancarkan aura dominan, membuat napas Clara tertahan seketika. Aroma citrus dan woody maskulin menguar, membungkus indra penciuman Clara.

Tanpa memutuskan kontak mata dari sisi wajah Clara, Alexio merogoh saku dalam jasnya. Ia mengeluarkan sebuah dompet kulit hitam buatan tangan. Dari dalam sana, jemari panjangnya yang kokoh menjepit secarik kertas kusam yang terlipat rapi, selembar kertas yang pernah ditinggalkan Clara di atas nakas kamar 408 Hotel Royal Bellevue, lima tahun silam.

Plak!

Alexio meletakkan kertas itu di atas meja kaca tepat di hadapan Clara. Suara pria itu terdengar berat, dalam, dan dipenuhi intensitas emosi yang telah ia kubur bertahun-tahun.

"Apa kau masih mau mencari alasan?" tegur Alexio dengan tatapan menembus langsung ke dalam pertahanan Clara.

"Ini bukti nyata kalau kita pernah membagi napas di malam yang sama lima tahun lalu. Apa kau mau menyangkal tulisan tanganmu sendiri?"

Clara menelan ludah. Dengan tangan sedikit gemetar, ia perlahan meraih kertas lusuh tersebut. Begitu lipatannya terbuka, napasnya seketika tercekat.

Itu memang benar-benar tulisan tangannya. Pesan yang ia tulis terburu-buru pagi itu, meminta pria asing tersebut untuk melupakan segalanya dan membiarkan mereka berjalan di arah yang berbeda.

Darah Clara berdesir hebat. Ia mendongak, menabrak langsung manik mata abu-abu Alexio yang memancarkan kilat kekuasaan mutlak sekaligus kerinduan yang membara.

Pria berkuasa ini... CEO Van Der Berg Group ini... miliarder yang ditakuti banyak orang ini... benar-benar pria dari malam kelam itu. Ayah biologis dari anak-anaknya.

Namun, hal yang membuat dada Clara bergemuruh paling hebat hingga nyaris meledak adalah fakta yang kini terpampang di depan matanya: Alexio melipat dan menyimpan secarik kertas lusuh ini di dalam dompet mahalnya, membawanya ke mana pun ia pergi selama lima tahun penuh!

"Kamu..." suara Clara bergetar halus, pertahanannya runtuh sepenuhnya.

"Kamu menyimpan kertas ini... selama lima tahun?"

"Bukan hanya menyimpan secarik kertas ini, Clara," bisik Alexio.

Ia mencondongkan tubuh besarnya ke depan, mengurung Clara dengan tatapannya yang tertuju lurus pada bibir dan mata cokelat jernih wanita itu.

"Aku memburu pemilik tulisan ini di setiap sudut kota, di setiap helaan napasku selama lima tahun terakhir. Dan setelah aku menemukamu... apa kau masih berpikir bisa berjalan keluar dari pintuku begitu saja?"

Bersambung ...

1
Munas Tuti
keren...Reno dpt hadiah gak kaleng2 uuuyy
riniandara: olang kaya mah bebes kak /Chuckle//Grin//Grin/
total 1 replies
Munas Tuti
keren...Reno dpt hadiah gak kaleng2 uuuyy
Bunda
suka ceritanya🤩🤩🤩
riniandara: Terima kasih kak, kasih ulasan bintang juga ya kak kalau kakak suka/Applaud//Heart/
total 2 replies
Bu Kus
keren keren bener dah sih calon kakak kembara
Bu Kus
ada ada saja rintangannya tetap semangat Clara pasti ada jalan
Bu Kus
seruu banget bikin tegang aja apa lg si kembar sungguh memukau
beybi T.Halim
ken dan key anak 4 tahun sejenius apapun balita tetap balita masa gadak wkt tidur dan mengantuk???yang bener dong.??🙈
Masayu Yanti: mantap..semangat ken & key..hancur kan musuh 2 itu
total 1 replies
Munas Tuti
masih adaa ajhaa musuh yg penasaran ? huuuh
Dewi Yani
sangat menginspirasi tentang keuletan dan kekuatan dari sebuah keluarga yang saling mendukung 👍👍♥️♥️♥️♥️
Sweet Girl
Masak iyaaa si penguasa bawah tanah kalah sama anak ingusan....
sampai 5 tahun Ndak ketemu.
Sun Rise
ayooooooo ken tumbangkan musuh yg akan merenggut kebahagiaan keluarga kalian💪💪💪💪💪😍
Khosimahter Maimunah
aku sampai nangis nih
neny
wooww,,keren banget sih kalian,, smg tdk terkalahkan,,
Munas Tuti
hayooo sapa lg yg mau maju nyoba kekuatan klg Van Der Berg 💪💪
riniandara: /CoolGuy//Grin//Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
wa'alaikumsalamm mbak Rini, lanjuuut mbak ...aku suka ceritanya, anaks jenius yg kerenn 👍👍
Sweet Girl
Kamu harus punya keberanian keluar dr rumah Smith.
Sweet Girl
Khan Jasnya udah dipakai sama Clara, Tor...
Del Vina
mereka islam ya thor
riniandara: iya kak
total 1 replies
Bunda
nyimak 🙏
Sri Mulyani Yani
lanjut thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!