Indonesia
NovelToon NovelToon
GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

GADIS SANG PENYELAMAT ( APOCALYPSE )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Zombie
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda Fii

Seorang gadis cantik yang bernama Ruby Sterling sedang duduk termenung di atas sebuah jembatan.

Dia sangat putus asa, kemana lagi dirinya harus mencari biaya pengobatan untuk Neneknya yang sedang berjuang menahan rasa sakit.

Ruby hanya tinggal dengan Neneknya, dia tidak punya keluarga atau kerabat. Di mana lagi dia harus meminta bantuan?

Dia bekerja sebagai Karyawan di sebuah Supermarket dengan gaji yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari.

Ruby sangat bersedih, saat dia ingin menyerah, seseorang datang menghampirinya dan memberinya sebuah buku Novel.

"Ketulusan! Kerja sama! Menolong! Adalah kunci untuk kembali!"

Ruby menatapnya dengan bingung, orang itu pergi begitu saja setelah mangatakan kalimat yang tidak dia mengerti.

Orang itu berbalik dan kembali berkata "Jika kamu berhasil, maka semuanya akan baik-baik saja!"

Ruby hanya diam mematung, Siapa dia? Apa maksud dari perkataannya? Apa yang akan baik-baik saja? Apa yang harus dia lakukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda Fii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6. Lockdown

Ruby sudah berada di rumahnya, dia sedang merenungkan dengan apa yang dikatakan Sasa yang tidak sengaja mendengar sesuatu.

Ternyata Orang-orang kalangan atas sudah lebih dulu mengetahui adanya sebuah virus yang menular. Tapi mereka hanya bisa tutup mulut, karena tidak ada perintah dari atasan.

Ruby sangat menyayangkan hal itu, jika para kalangan atas sudah tau adanya sebuah Virus, mereka seharusnya kompak untuk mendesak, agar berita tersebut segera di publish.

Bukankah orang-orang akan melakukan antisipasi lebih awal jika pemberitahuannya sudah ke luar? Tapi mungkin pemerintah, tidak ingin terjadi kepanikan, sehingga berita tersebut belum dipublish juga.

"Entah apa yang dilakukan pemerintah. Mereka tidak mungkin bisa menyembunyikan hal ini dalam waktu lama. Sudah banyak orang yang mengalami gejala!"

Ruby juga sudah memperingati ketiga sahabatnya untuk berjaga-jaga. Dan tidak lupa meminta keluarga mereka untuk melakukan penimbunan secara diam-diam.

"Sudahlaah.. Semuanya sudah diatur, aku juga datang di sini untuk menjalakan misi!" gumam Ruby sambil beranjak untuk pergi latihan beladiri.

Dia harus memperkuat fisiknya, karena barang yang ada di dalam ruangannya tidak bisa dikeluarkan jika dia tidak berada di tanah perkebunan.

Namun, dia bisa memasukkan sesuatu ke dalam ruang tersebut meski jauh dari perkebunan.

***

Keesokan harinya, Ruby pergi ke beberapa apotik dan membeli banyak macam obat. Termasuk obat penurun panas dan anti radang.

Dia tidak tahu, kapan apotek di ruangnya bisa terbuka. Jadi dia harus tetap menimbun obat-obatan termasuk persiapan lahiran Kakak iparnya.

"Kayaknya Kak Maura, benar-benar hamil anak kembar.!" gumam Ruby dengan yakin. "Apa dia mampu lahiran normal?" Dia tidak yakin, dan sekarang Maura sangat takut jika melahirkan di Rumah Sakit.

Ruby sudah membaca kembali novelnya untuk mengenali nama-nama pemeran. Pemeran utama wanita bernama Arabella, dia seorang gadis cantik yang lumayan terkenal di media sosial.

Sedangkan pemeran utama pria bernama Rangga, dia selalu berada disamping Arabella sebagai kekasih yang setia, dia makin bucin setelah mengatahui kekuatannya.

"Bella. Apa sekarang kau sudah terlahir kembali? Kamu pasti juga sedang sibuk menimbun perbekalan dan membuat sebuah markas kan?"

"Kau harus membunuh Beberapa Zombie untuk mendapatkan poin dari sistem. Lalu poin itu bisa kau tukarkan dengan perbekalan!"

"Dengan banyaknya stok perbekalan, banyak penyintas tergiur untuk bergabung ke markasmu. Tapi jika orang-orang itu sudah tidak berguna, kamu malah menularkan virus zombie pada mereka lalu membunuhnya untuk mendapatkan poin dengan mudah.!"

"Haahhh.. Kamu juga tidak ada pilihan, karena mendapatkan misi. Tapi kamu salah, karena menularkan virus secara sengaja!"

Ruby mengulang kembali bagian alur yang sangat melekat dipikirannya. Dan karena dirinya juga mendapatkan misi, maka dia harus bersiap untuk konflik dengan pemeran utama.

Setelah sarapan Ruby keluar rumah menuju bengkel. Dia sudah membeli mobil Van dan offroad, dan saat ini sedang dalam modifikasi.

"Hai nona akhirnya kamu datang juga!" sapa seorang montir dengan semangat.

"Emm.. Bagaimana, apa mobilnya sudah selesai?" tanya Ruby.

"Sudah. Aku sampai iri lihatnya, kamu mau pake liburankan?" tanyanya yang terdengar sangat akrab.

"Heheh ternyata ketahuan yaa.!" Ruby juga membalasnya dengan tak kalah ramah. "Kami sekeluarga mau pergi traveling ke berbagai tempat. Jadi mobilnya harus siap untuk menerjang badai!"

"Wahahah benar sekali, mobil harus canggih jika mau pergi traveling!" katanya sambil tertawa.

Ruby hanya bisa membual, karena kedua mobil itu akan dia gunakan menerjang dunia saat runtuh.

Ruby mengangguk puas melihat mobilnya sangat sesuai dengan apa yang dia inginkan. Setelah membayarnya, dia segera berpamitan dan tidak lupa mengucapkan terima kasih.

Mobil itu akan diantar langsung ke rumahnya oleh orang bengkel. Dia sendiri menuju Mall untuk menikmati semua kemewahan, sebelum semuanya benar-benar berakhir.

"Mall nya sepi sekali!" Gumam Ruby melihat parkiran yang hanya ada beberapa mobil saja.

Saat melewati pintu masuk ternyata harus melakukan pemeriksaan. Petugas mengecek suhu tubuh dan memintanya untuk tidak melepas masker.

"Heiii.. Aku ini cuman flu biasa, kenapa kau melarangku masuk?" tanya Seorang gadis dengan nada tinggi. Dia sangat emosi, karena hanya dirinya yang tidak lolos pemeriksaan.

"Nona. Kami hanya bekerja dan menjalankan tugas.!" balas Petugas itu dengan santai. "Ini adalah aturan baru untuk semua pelanggan yang ingin masuk. Jika suhu di atas normal, tidak diperbolehkan untuk masuk!" jelasnya.

"Aku tidak mau tau, aku tetap ingin masuk!" ucap gadis itu dengan ngotot.

Teman-temannya yang lain langsung menariknya ke luar. Sudah banyak orang berkumpul untuk menonton mereka, dan itu sangat memalukan, sehingga mereka tidak jadi masuk.

Ruby langsung tahu, jika adanya Virus sudah mulai menyebar ke kalangan bawah. Buktinya, makin banyak orang menggunakan penutup hidung saat keluar rumah.

Ruby menuju pusat perbelanjaan yang lumayan ramai, dan benar saja, orang-orang itu belanja dengan gila-gilaan.

Mereka tentu membeli yang paling utama, makanan dan air minum. Tidak waktu lama, semua rak-rak hampir kosong.

"Mba ada apa? Kenapa mereka membeli secara berebutan?" tanya Ruby pada seorang pegawai wanita.

Pegawai tersebut menatap Ruby dengan serius, "Kamu belilah perbekalan untuk ditimbun. Di luar sana ada virus menular, dan sebentar lagi semua kota akan lockdown!"

Ruby pura-pura terkejut dan mengucapkan terima kasih. Dia segera pergi keluar, karena tidak adalagi makanan yang bisa dibeli di dalam pusat perbelanjaan tersebut.

...----------------...

Tanggal 3 Maret 3033

Ruby terbangun mendengar ponselnya berdering, saat melihat nama Ibunya dia langsung terperanjat, kenapa Ibu menelpon pagi sekali?

📞

Ruby : "Halo Buu. Ada apa?"

Ibu : "Halo Nak. Maaf mengganggu tidurmu. Tapi ini sangat genting, Maura tiba-tiba kontraksi dan sudah pembukaan dua.!"

Ruby langsung berlari ke kamar mandi untuk mecuci muka dan menggosok gigi. Dia begitu khawatir, karena HPL Maura sekitar dua Minggu lagi, tanggal 13.

Tapi itu bukan masalah besar, karena tanggal HPL itu hanya perkiraan dari hitungan hari setelah tidak datang bulan.

Ruby : "Jadi apa yang harus aku lakukan Buu?"

Ibu : "Nak. Kamu pergi ke rumah Dokter Mira. Ibu sudah menelponnya dan dia sedang bersiap, tapi dia tidak tahu jalan ke perkebunan.!"

Ruby : "Oh baik Bu. Aku ke rumah Dokter Mira sekarang juga!"

Ibu : "Ya Nak. kamu berhati-hatilah, tidak perlu terlalu buru-buru! Kak Maura juga masih pembukaan 2.!"

Setelah penggilan berakhir, Ruby memasukkan semua barang-barang yang ada di rumahnya, termasuk kedua mobil yang sudah dimodifikasi.

Ruby menggunakan mobil lain menuju rumah Dokter Mira, dia mengendara sambil sarapan roti dan susu.

"Jalannya sudah sepi, kayaknya adanya virus menular sudah menyebar dari mulut ke mulut.!" ucap Ruby sambil memperhatikan jalan yang tampak sangat sunyi.

"Kenapa aku belum melihat pemberitahuan untuk segera melakukan lockdown? Apa pemerintah menunggu banyak korban dulu?"

Setelah tiba di rumah Dokter Mira, Mereka segera berangkat. Dokter Mira pergi bersama dengan asistennya, dia adalah seorang Dokter bedah yang dibayar untuk membantu persalinan Maura, takutnya maura tidak bisa lahiran normal.

Ruby kembali ke perkebunan, dan perjalanan mereka lumayan tidak lancar, karena setiap jalan yang mereka lewati terjadi beberapa kecelakaan.

Ruby menatap ke belakang lewat kaca spion mobilnya. Entah Kenapa dia merasakan firasat buruk.

"Apa sudah waktunya?"

.

.

.

.

.

1
Dandelion
ohhh Tuhan...di gantung lagi sama ka othor nya...
Dandelion
next ka
Dandelion
berasa kurang banyak bacanya...😁
next ka...
Dandelion
seru2 semoga orang2 yg di tolong oleh tim ruby di bawa keperkebunan milik ruby...
next ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
lanjut kq
Dandelion
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
lanjut ka
Dandelion
next ka
Dandelion
hmmmm...nggak berasa bacanya...berasa kurang trs 😁
next ka
Dandelion
double up dong ka...
Dandelion
makin seru dan menegangkan ceritanya
next ka
Dandelion
lanjut ka...
Dandelion
next ka
Dandelion
seru...seru...seru...
next ka
Dandelion
bener2 menegangkan ceritanya 😁
next ka..
Dandelion
knp novel ka othor yg ini bikin menegangkan...serasa ikut terbawa suasana mengerikan 😁
lebih seram dr cerita horror...next ka...
Fii: makasih kk🙏 jangan lupa ajak teman2nya mampir kk 😊
total 1 replies
Dandelion
ceritanya bikin dag dig dug ...serasa ikut jd spt ruby..😁
next ka
Dandelion
wahhh jd ikut deg2an 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!