Indonesia
NovelToon NovelToon
Dewa Kuno Terakhir

Dewa Kuno Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: elz.

Zaman baru di mulai setelah perang langit besar berakhir. Memusnahkan dua ras terkuat di tiga dunia , darah para dewa dan iblis mengotori dunia manusia. Di tengah tengah badai petir merah dan hujan darah , suara Isak tangis anak kecil pecah di antara puing puing patung dewa yang kepalanya telah patah. Ia bernama Shen Yan , membawa kekuatan kuno mata dewa yang berbahaya. Desas desus mengatakan "Jika mata dewa terbangun sepenuhnya maka dunia akan di lahirkan kembali atau membawa dunia dalam kehancuran".

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elz., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11 : Kembalinya Penebas Langit Api Hitam

Bab 11 : Kembalinya Penebas Langit Api Hitam

________

Liu Feng keluar dari dalam Pagoda Emas 9 Harta dengan sebilah tombak panjang yang mengeluarkan aliran petir halus di permukaanya. Itu adalah harta kelas bumi yang cukup bagus , ia sangat puas dengan hasilnya. Ia lalu berjalan menuju ke arah kedua Tetua yang telah menunggunya.

"Dimana Shen Yan? Apa kau tak bersamanya?" ucap Tetua Ming Yue.

"Aku tidak tahu , guru! Aku pikir ia sudah keluar." jawab Liu Feng merasa bingung.

Tetua Jin lalu menenangkan Ming Yue yang terlihat khawatir di depannya , ia menjelaskan bahwa ia masih merasakan nafas Shen Yan di dalam Pagoda Emas 9 Harta.

"Dia masih di dalam , aku bisa merasakannya! Tapi aku tak tahu pasti dimana posisinya saat ini!" ujar Tetua Jin.

Sementara itu Shen Yan yang masih bersama Zhu Bao ternyata ada di lantai 9 pagoda emas. Menurut catatan selama ribuan tahun , belum pernah ada seorangpun yang mampu masuk ke lantai 9.

"Ini milikmu!"

Zhu Bao melemparkan sebuah pedang panjang dengan api hitam yang berkobar di permukaan tajamnya.

"Tian Zhan!" ucap Shen Yan.

Pusaka itu bergetar , nampak api hitam yang semula kecil berkobar dengan masif. Tian Zhan adalah nama pusaka milik Shen Yan pada masanya. Hei Yan Tian Zhan yang berarti Penebas Langit Api Hitam.

Detik pertama ia memegang gagangnya menjadi awal kekuatan mata dewanya bangkit untuk yang kedua kalinya. Kekuatan dewa kuno langsung merembes ke lautan kesadarannya , membuat kultivasinya melonjak ke Pembangunan Fondasi lapisan puncak ke 9. Berbagai teknik mulai muncul di benaknya , teknik bawaan pedang Tian Zhan.

"Akhirnya! Aku bisa membawamu kembali , Tian Zhan!" ucap Shen Yan.

Zhu Bao juga memberikan sebuah cincin emas miliknya kepada Shen Yan. Cincin yang selama ini telah menemani kehidupannya hingga kematiannya.

"Kau bawalah ini , Shen Yan! Aku mempercayakan Dunia Dewa kepadamu!" ucap Zhu Bao.

Shen Yan memeriksa cincin emas tersebut , ia sangat terkejut karena semua isi di dalamnya adalah harta langit 3 dunia. Koleksi berharga milik Zhu Bao selama hidupnya.

"Apa kau yakin menyerahkan ini untuk ku? Ini adalah jerih payah mu selama ribuan tahun!" ujar Shen Yan.

"Itu sudah tidak berguna untukku , lebih baik kau yang menggunakannya! Itu akan lebih berguna untukmu!" jawab Zhu Bao.

Shen Yan semakin bersemangat , ia tahu peningkatan kekuatannya akan semakin lancar dengan semua sumber daya yang ada di dalam Cincin Emas itu. Ia lalu teringat bahwa ada dua Tetua yang menunggunya.

"Aku harus menyembunyikan ini semua dari mereka!" gumam Shen Yan.

Ia lalu memerintahkan Tian Zhan untuk tidak mengeluarkan aura aslinya karena bisa membuat orang lain merasa iri. Pusaka yang sudah memiliki kesadaran sendiri itu bergerak mengangguk seperti mengiyakan ucapan Shen Yan.

"Suatu saat kita akan bertemu lagi , Zhu Bao! Kau bertahan lah disini! Jika aku sudah cukup kuat , aku akan membangkitkan mu kembali suatu saat! Dan kita akan pulang ke rumah kita!" ucap Shen Yan berjanji kepada Zhu Bao.

Setelah pertemuan singkat itu , Shen Yan menyembunyikan kultivasinya dan menguncinya di tahap Pembangunan Fondasi lapisan pertama. Ia tak ingin menimbulkan banyak pertanyaan jika ada orang yang tahu bahwa ia telah menerobos kembali. Shen Yan lalu tiba di lantai pertama Pagoda Emas dengan cepat. Itu karena ia tak menapaki tangga satu persatu , Zhu Bao yang mengirimnya pergi.

"Dia di lantai 1!" ucap Tetua Jin.

Ming Yue yang mendengarnya merasa tenang. Dan setelah beberapa saat , pintu Pagoda Emas itu terbuka. Sosok laki laki muncul dari dalam , itu adalah Shen Yan yang saat ini membawa sebuah pedang panjang di tangannya.

"Bagaimana? kau sebenarnya ada di lantai berapa?" tanya Ming Yue penasaran.

Shen Yan lalu menjelaskan bahwa ia tak tahu dimana ia berada saat itu. Yang ia tahu , ia sedang mengambil pedang di tangannya ini. Ia lalu menunjukan sebuah pedang usang yang menarik perhatian Tetua Jin.

"Tidak ada aura , fluktuasi dan tekanan. Sebenarnya ini pedang usang biasa!" batin Tetua Jin.

Karena telah mendapatkan pusaka nya masing masing , mereka pun akhirnya kembali ke Puncak Meditasi setelah mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Tetua Jin Wanshang.

________

Pukul 1 siang , Puncak Meditasi.

Siang itu , Cheng Yuan sedang berlatih tanding dengan murid lainnya di arena latihan. Ia merupakan murid berbakat yang di miliki oleh Puncak Meditasi selama ini.

"Guru pulang!" salah satu murid berteriak.

Cheng Yuan yang sedang sparing dengan temannya pun menghentikan latihannya. Ia berjalan cepat ke arah gerbang menunggu gurunya. Tak berselang lama sebuah benda terbang berbentuk daun lebar datang dari kejauhan.

"Guru , kau telah pulang! Bagaimana hasilnya?" tanya Cheng Yuan.

"Mereka berdua berhasil membawa senjata pusakanya masing masing!" jawab Ming Yue pelan.

Mata Cheng Yuan pun menyapu ke arah kedua adik juniornya , sebuah tombak dan pedang panjang mulai menarik perhatiannya.

"Wah kalian sangat hebat! Apa ini? Tombak petir? Dan kau , pedang apa ini Shen Yan?" ucap Cheng Yuan.

Ia tadinya cukup memuji dengan hasil kedua juniornya , namun saat matanya menyapu pedang usang Shen Yan ia langsung penasaran.

"Adik Yan , kenapa kau mengambil benda ini? Sepertinya itu tidak tajam?" ucap Cheng Yuan.

"Aku sengaja mengambilnya karena tidak ada yang bisa aku ambil selain ini!" jawab Shen Yan.

Ming Yue yang menyaksikan itu hanya tersenyum pelan , ia adalah satu satunya orang yang tak meremehkan pedang usang di tangan Shen Yan. Bahkan ia cukup senang karena semua muridnya kini telah memiliki senjata pusakanya masing masing.

"Kakak Cheng , maukah kau menemani ku berlatih?" ucap Liu Feng.

"Dengan senang hati , adik Liu!" tegas Cheng Yuan.

Ia langsung melesat menyerang Liu Feng yang sudah berada di tengah arena latihan. Menghunus pedang di pinggangnya dan benturan pertama cukup keras. Tombak petir Liu Feng bergetar , sedetik kemudian Liu Feng terbang mundur dan langsung mengeluarkan jurus barunya.

"Tombak Petir - Hukuman Langit!" teriak Liu Feng.

Cheng Yuan menyadari kekuatan tombak petir itu , ia dengan cepat memasang kuda kuda lalu menggambar sebuah mantra di udara dengan pedang putihnya.

"Teknik Awan Musim Semi!"

Untaian bunga bunga musim semi saling terjalin , membentuk sungai pedang yang bersemi. Itu menahan laju tombak petir Liu Feng dengan lembut. Detik berikutnya , Cheng Yuan mengayunkan pedang putihnya yang menyebabkan tombak petir Liu Feng terpental mundur.

"Kau memang selalu yang terhebat , kak Cheng!" ucap Liu Feng.

Mereka berdua akhirnya saling bergandengan tangan keluar dari arena pelatihan dengan wajah tersenyum. Ming Yue yang menyaksikan itu cukup puas dengan kemajuan Liu Feng.

"Adik Yan , apa kau juga mau mencobanya?" tanya Cheng Yuan.

Ming Yue melirik sekilas ke arah Shen Yan , ia menunggu jawaban Shen Yan karena penasaran dengan kemampuan murid barunya itu.

"Tidak , aku tidak mampu melawan mu bahkan satu putaran , kak Cheng!" jawab Shen Yan.

Ming Yue tersenyum kecil dan lalu melangkah pergi.

________

1
Chen Xin
jangan sampai berhenti,lanjut trus ya thor🔥
elz.: siap kak , terimakasih
total 2 replies
Arinto Ario Triharyanto
bagus Thor 😎
elz.: terima kasih kak
total 1 replies
elz.
Semoga kalian suka 😊
Chen Xin
Pendukung setia 🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!