Indonesia
NovelToon NovelToon
Rama Dan Kemungkinan Kecil

Rama Dan Kemungkinan Kecil

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:346
Nilai: 5
Nama Author: Kanji Wara

Pada suatu malam minggu yang gerimis, hubungan asmara antara Rama dan Ratna resmi berakhir di sebuah kedai kopi yang sunyi. Ratna mengambil keputusan untuk menyudahi hubungan mereka karena menyadari adanya standar hidup dan perbedaan kelas sosial yang tidak mampu dipenuhi oleh Rama. Meski hancur, Rama menerima keputusan tersebut dengan ketegaran yang dipaksakan. Perpisahan itu menjadi semakin kontras dan menyakitkan ketika Ratna dijemput oleh sebuah sedan Eropa putih mewah yang merepresentasikan dunia barunya yang penuh kenyamanan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

seandainya... itu tak pernah ada

Pertanyaan itu jua muncul buat rama. Kalimat tentang dilema menyelamatkan ibu atau istri yang tertimpa masalah kembali diucapkan oleh wanita berkuasa tersebut dengan intonasi yang sama. Namun, alih-alih langsung memeras otak untuk mencari jawaban heroik seperti kandidat lainnya, rama balik tanya dengan nada bicara yang sangat rileks.

"apakah saya boleh menjawab dengan jawaban saya sendiri...?"

Mendengar hal itu, nyonya sanjaya sedikit agak bingung. Belum pernah ada satu pun kandidat dari ratusan orang sejak pagi tadi yang berani merespons pertanyaannya dengan sebuah pertanyaan balik. Namun dia tersenyum, tertarik dengan kelancangan yang tidak biasa dari pemuda di hadapannya ini. Ia memberikan anggukan kecil sebagai izin.

Rama menjawab tanpa ragu, "saya lebih memilih untuk santai menikmati kopi dan rokok."

Jawaban itu tentu saja membuat nyonya besar terkejut... Kedua alisnya terangkat, matanya membelalak menatap Rama seolah-olah pria di hadapannya ini baru saja melakukan kegilaan terbesar. Apakah otak anak ini sudah bergeser karena tes lapangan atau apa...? Bagaimana mungkin di sebuah seleksi akhir klan konglomerat Antasena, seorang calon menantu justru memberikan jawaban seolah sedang bersantai di warung kopi?

Nyonya Besar menarik napas dalam-dalam, mencoba menguasai kembali keterkejutannya. "no 9 silahkan lanjutkan jawaban anda," kata nyonya besar, menuntut penjelasan logis di balik kegilaan tersebut.

Rama pun tersenyum. Sebuah senyuman getir yang mirip dengan senyumannya di kedai kopi malam minggu kemarin, saat ia dilepaskan oleh Ratna.

"yah saya anak yatim piatu, istri juga g punya," tutur Rama, suaranya terdengar sangat flat namun sarat akan realita hidupnya yang pahit. "jadi lebih baik saya menyelamatkan diri. daripada terjebak masa lalu atau hal yg akan datang yg belum tentu pasti," jawab rama.

Kalimat itu meluncur begitu jujur. Baginya, skenario ibu dan istri adalah sebuah kemewahan imajinasi yang tidak ia miliki. Menjawab demi menyenangkan hati penguji hanya akan menjadi sebuah kemunafikan.

Putri yg duduk dipojok pun tersentak mendengar kalimat yg diutarakan oleh no 9. Mata dingin sang putri yang sejak pagi tidak pernah menunjukkan emosi apa pun, kini melebar, menatap lekat-lekat ke arah Rama. Kalimat "daripada terjebak masa lalu" seolah menghantam sesuatu di dalam dadanya. Apalagi nonya antasena yg jelas didepan nya, wanita paruh baya itu terpaku, merasakan bobot kedewasaan dan rasa sakit yang mendalam dari jawaban pragmatis pemuda kos-kosan ini.

Lalu nonya pun berkata, mencoba menguji kembali fondasi logika pemuda di hadapannya, "mengapa kamu bisa berfikir begitu? karna pertanyaan tadi adalah seandainya."

No 9 tersenyum tipis, menatap lurus ke dalam manik mata sang penguasa klan. "maaf nyonya, kata seandainya itu tak pernah ada dalam hidup."

Bagi Rama yang terbiasa dihantam realita brutal, hidup sebatang kara, bertaruh nasib di atas motor matic tua, hingga ditinggal demi sedan Eropa, hidup adalah tentang apa yang ada di depan mata sekarang, bukan tentang pengandaian yang semu.

Nyonya antasena langsung tersenyum mendengar jawaban itu. Kali ini sebuah senyuman yang penuh dengan rasa kagum yang tulus. Jawaban Rama bukan sekadar keluar dari otot, melainkan cerminan dari otak yang telah ditempa oleh asam garam kehidupan yang nyata.

Dia pun melanjutkan dan memberi pilihan terakhir. Nyonya Antasena mengeluarkan selembar cek yang sama dari dalam laci, menggesernya ke tengah meja. Pilihan mutlak antara cek dan pulang, atau lanjut bersaing ke tahap akhir.

Rama berfikir sejenak, matanya menatap angka satu miliar di atas kertas tersebut. Otaknya yang dingin mulai melakukan kalkulasi cepat di tengah situasi krisis ini. Sudah sejauh ini, rugi klo mundur. Dan dia juga tau bahwa hasil persentasi sudah naik jadi 50% karena hanya tersisa dirinya dan kandidat nomor tujuh.

Dan dia juga lihat, hadiah yg gugur saat ini adalah 1m. Artinya, Keluarga Antasena tidak main-main dengan kompensasi mereka. Toh tinggal pengumuman medis yang tersisa sebagai penentu. Klo nanti gugur juga pada saat itu, dengan kemurahan hati klan sekaya ini, bisa saja lebih 1m yg dia dapat sebagai hadiah hiburan karena telah menghibur sang nyonya dengan jawaban terbaik. Secara logika bisnis, melanjutkan adalah pilihan dengan keuntungan tertinggi.

Akhirnya rama dengan mantap menjawab sambil menatap Nyonya Antasena tanpa kedipan.

"saya lanjut saja nyonya.."

1
sakura
.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!