Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Calon Ipar

Dinikahi Calon Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Ini bukan tentang pengkhianatan atau perselingkuhan.

Ditinggal kabur calon suami sehari sebelum pernikahan demi wanita lain adalah hal memalukan bagi Kanaya. Namun, terjebak dalam pernikahan darurat dengan Yudha, calon adik iparnya yang 7 tahun lebih muda dari usianya, jauh di luar bayangannya.

Tanpa cinta, tanpa persiapan, dia harus memulai hidup seatap dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi adiknya.

Inilah kisah dua jiwa yang dipaksa bersatu demi sebuah nama baik. Apa yang terjadi dengan kisah mereka setelah menikah? Akankah rumah tangga mereka bisa bertahan? Apakah rasa cinta akhirnya tumbuh di antara mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ditunggu Launching Debay-nya

Prosesi sungkeman dimulai setelah ikatan secara hukum dan agama resmi terjalin begitu kalimat ijab kabul selesai diucapkan. Kanaya dan Yudha kini sah menjadi suami istri, terlepas apa yang akan rencanakan mereka berdua selanjutnya.

Sayangnya, suasana yang harusnya penuh haru justru terasa dingin. Hanya isak tangis Anita yang terdengar. Bukan tangis bahagia karena melepas putrinya mengarungi biduk rumah tangga. Namun, tangis pilu karena nasib Kanaya yang tak beruntung menikah dengan pengantin pengganti.

Begitu seluruh rangkaian prosesi akad nikah usai, giliran para tamu undangan memberikan selamat sembari menikmati hidangan katering yang telah tersaji.

"Ya ...."

Hesti dan Nunik langsung memeluk Kanaya bersamaan. Sejak menginjakkan kaki di rumah Danur, baru saat ini mereka bisa berinteraksi dengan Kanaya. Sejak pagi, Kanaya terus disibukkan rentetan prosesi akad nikah juga berbincang dengan kerabat keluarganya, membuat kedua sahabat Kanaya itu enggan mengganggunya.

"Aku sampai bingung, mau memberikan ucapan apa, ya? Selamat atau duka cita?" bisik Nunik hati-hati agar tidak terdengar yang lain.

Tanggapan Kanaya justru di luar dugaan, Kanaya justru terkekeh mendengar ucapan Nunik.

"Kamu pikir Yaya sudah meninggal?" Hesti menyentil dahi Nunik, karena bicara terlalu jujur.

"Maksudku, aku tuh ikut sedih, Hes," ralat Nunik membela diri.

"Tinggal bilang aja, yang sabar ya, Ya. Semoga aja Yudha benar-benar jatuh cinta sama kamu, jadi nggak perlu ada perceraian," bisik Hesti, memastikan kalimatnya hanya berputar di antara mereka bertiga. "Lagipula, suami penggantimu itu nggak kalah ganteng dari kakaknya, lho, Ya." Mata Hesti melirik ke arah Yudha yang sedang mengobrol dengan orang tuanya.

Kanaya mengikuti arah pandang Hesti. Desahan nafasnya terdengar berat, lalu berujar sambil mengedikkan bahunya, "Kalau itu aku nggak berani jamin, deh."

Bu Yaya!"

Pekikan riuh beberapa remaja tiba-tiba memotong obrolan mereka. Remaja itu adalah murid-murid Kanaya yang sengaja datang untuk ikut merayakan pernikahan wali kelas mereka.

"Kalian?" Kanaya terkesiap, tidak menyangka mereka berniat datang pagi-pagi begini.

Hesti dan Nunik seketika menyingkir, memberi ruang pada mereka untuk memberikan selamat, karena Kanaya adalah wali kelas dari remaja belia yang masih duduk di bangku SMP itu.

"Bu Yaya, selamat ya, Bu!"

"Happy wedding, Ibu!"

"Samawa, ya, Bu cantik!"

"Ditunggu debay-nya ya, Bu!"

Murid-murid perempuan itu langsung menyerbu, memeluk Kanaya erat-erat secara bergantian. Di belakang mereka, murid laki-laki sabar mengantre giliran dengan senyum canggung, menyadari tak mungkin memberi pelukan seperti teman perempuan mereka.

"Makasih, ya. Kalian udah pada datang kemari. Ayo, pada makan dulu!" Kanaya mengajak anak-anak murid-nya untuk menyantap hidangan di meja prasmanan.

"Bu, mana suami Bu Yaya? Aku pengen liat." Zahra, salah satu murid mengedar pandangan mencari keberadaan mempelai pria.

"Iiih, ngapain liat-liat? Modus itu, Bu!" sindir Monik, murid yang lain.

"Mau liat sama mau kasih ucapan selamat, masa dibilang modus?" Zahra memutar bola matanya. "Aneh kamu!" ketusnya.

"Sudah, jangan ribut!" Kanaya segera melerai perdebatan mereka. Tangannya lalu melambai pada Yudha yang secara kebetulan sedang menoleh ke arahnya. Kehebohan sejak kemunculan murid-murid Kanaya memang menyita perhatian Yudha.

Yudha berjalan mendekat dan melebarkan senyum hangat, menyapa murid-murid Kanaya.

"Ini murid-murid kamu?" Yudha tak menyebut Kanaya dengan embel-embel kata Mbak di depan nama Kanaya. Akan membuat orang heran jika ia menggunakan kata itu.

"Iya." Kanaya tersipu, tak mengira Yudha menyebut kata kamu untuknya.

"Pak, happy wedding, ya!" Zahra lebih dulu memberi ucapan selamat sambil berjabatan tangan dengan Yudha dan mencium punggung tangan Yudha, seperti yang ia lakukan pada Kanaya.

"Nggak peluk Pak Yogi, Ra?" celetuk Rasha, salah satu murid laki-laki meledek Zahra.

"Jangan ih, bukan muhrim! Pak Yogi 'kan punya Bu Yaya!" sahut Zahra menyeringai.

Mata Kanaya dan Yudha saling bertemu pandang. Namun, tak lama Kanaya memalingkan wajahnya. Hampir semua undangan termasuk anak-anak murid Kanaya menganggap pria yang saat ini memakai beskap berwarna senada dengan kebaya yang digunakan Kanaya adalah Yogi.

"Semoga Samawa, Pak."

"Titip Ibu Yaya, ya, Pak!"

Kini murid-murid lain memberikan ucapan selamat pada Yudha.

"Makasih, ya. Kalian udah datang kemari." Yudha menjawab dengan ramah.

"Ditunggu launcing debay-nya, ya, Pak Yogi. Jangan lama-lama ..." canda Zahra dengan tersipu malu.

Kanaya dan Yudha sama-sama salah tingkah, ketika Zahra terang-terangan berharap Kanaya dan pasangannya segera diberi keturunan.

"Ummm, kalian makan dulu, yuk!" Kanaya menarik tangan Zahra dan Monik, mengajak murid-muridnya menjauh dari Yudha agar tak terus membahas soal baby.

Yudha menatap kepergian Kanaya. Merasakan kehangatan yang terjalin antara guru dan siswa-siswi itu, membuat ia tanpa sadar menarik sudut bibirnya ke atas.

"Padahal Mas Yogi cocok sama Mbak Kanaya. Kelihatan kalem dan sabar." Yudha diam-diam mengangumi Kanaya. "Bego banget sih, kamu, Mas. Malah kabur ke tempat mantan!" Lalu ia mengutuk sang kakak yang mengabaikan wanita seperti Kanaya.

***

Selepas adzan Dzuhur berkumandang, Kanaya berpamitan ke kamar. Rasa kantuk yang sejak tadi ia tahan kembali menyerbunya. Apalagi perutnya baru saja diisi oleh lezatnya makanan katering langganan, kantuk pun semakin menggelayuti kelopak matanya.

Kanaya masuk ke kamarnya. Pakaian dan hiasan di kepala sudah ditanggalkan sejak dua jam lalu. Dia hanya memakai dress panjang warna yang serupa seperti kebaya yang ia pakai tadi.

Bersamanya, salah seorang anak buah Tante Widi ikut masuk kamar untuk membantunya menghapus riasan tebal di wajah. Setelah semuanya beres, Kanaya melaksanakan sholat Dzuhur terlebih dahulu sebelum beranjak ke tempat tidur untuk beristirahat seperti saran Tante Widi. Walau pernikahan dengan Yudha tak diharapkannya, dia tak bisa menunjukkan kesedihan di hadapan para tamu undangan yang akan hadir malam nanti.

Kanaya membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang bertabur kelopak mawar. Rasa kantuknya lebih kuat, hingga membuatnya tak sempat termenung memikirkan nasibnya, menikah dengan pengantin pengganti. Tak lebih dari lima menit, Kanaya pun akhirnya terlelap.

Sementara di luar, Yudha masih berbincang dengan keluarganya. Dia merasa canggung karena keluarga Kanaya terlihat acuh tak acuh kepadanya. Namun, ia memahami, kekecewaan keluarga Kanaya pada Yogi membuat mereka bersikap dingin kepadanya.

Yudha bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang ini? Biasanya mempelai pria akan beristirahat dengan mempelai wanita di kamar. Namun, dia hanyalah pengantin pengganti, tak ingin lancang masuk ke kamar Kanaya tanpa izin dari wanita yang sudah sah secara hukum dan agama sebagai istrinya itu.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

Kasih dukungan like n komen untuk karya ini supaya author semangat meneruskan bab novel Gilang & Bella. Makasih

1
Ernalita Sitompul
senangnya jadi Kanaya
sryharty
co cwiit kalian ini
Naya Yuda bener2 terbaik
Rika Fitriana
ajak kanaya main k'rmh mmh yudha biar wulan tambah iri melihat perhatian yudha k'kanaya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Oalah Wulan, Wulan... semoga kelak aku ngga punya menantu kayak Wulan 🥺🥺
Juwitae
Wulan nih penyakit hati di piara.. bahagia selalu Naya dan Yudha
sunaryati jarum
Up rutin lagi, Thoor
sunaryati jarum
Wulan perasaan irimu terhadap perhatian mertuamu kepada Kanaya itu berlebihan.Kamu tidak bekerja kamu bisa memberi perhatian pada dirimu sendiri.Kamu itu di tempat mertua segala kebutuhan rumah tangga tercukupi kamu dan suami hanya mengeluarkan untuk kebutuhan pribadi.Sedsngksn Yudha dan Naya sejak awal perkawinan menanggung semua kebutuhan rumah tangga sendiri, masalah Mbak Atin dipindah karena Naya belum mampu mengerjakan pekerjaan rumah tangga,saat ini bau mengalami morning sicknes.Wulan itu sok- Sokan mengancam pulang ke Bali, memanggil orang tuamu mampu mencukur kebutuhan harian seperti mertuamu.Sudah hidup enak masih kurang.Yogi sekarang terbuka ya sifat asli istrimu
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
disana Wulan selalu diliputi rasa resah gelisah merasa kurang di perhatikan,merasa diabaikan padahal hatinya sendiri yang gak menerima keadaan.sedang Kanaya begitu menikmati masa2 kehamilannya,suami yang perhatian dan pengertian.
Yogi kurang perhatian sama Wulan,sibuk kerja sampai lupa kalau istrinya juga butuh dukungan.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
baru ketahuan kan sisi lain Wulan yang suka iri.
Septi
tahan dulu Yud... sabar🤭
Septi
akhirnya. selamat
ρυтяσ kang'typo✨
Atin g sabar buat cerita masalah tentang Wulan, sampe keceplosan pas di ajak ngobrol sama Kanaya🤭🤭🤭
ρυтяσ kang'typo✨
Wulan lagi hamil tapi pikiran'y selalu negatif, awas loh nanti bahaya g buat kesehatan mu 😌😌
nuraeinieni
jgn di bikin jahat dong thor peran wulannya,,,kasian,di bikin sabar biar wulan nyaman tinggal di rumah mertua.
sunaryati jarum
Dobel up Thoor
sunaryati jarum
Wulan kamu harus tahu diri dan bersabar,juga hilangkan sikapmu yang sombong dan sok berkuasa mentang- mentang menantu dari majikan para ART.Ingat yang membayar gaji ART mertuamu buka Yogi atau kamu.Seharusnya kamu malu Yudha yang muda mandiri kamu masih menumpang,tapi tidak masalah,toh mertuamu juga suka,tapi kehamilan kamu jangan kau jadikan alat untuk mendapatkan kasih sayang seperti yang diterima Kanaya.Asal sifat iri, sombong,sok berkuasa kau hilangkan mertua dan ART respect sama kamu.Ingat kau hamil pikiran ,hati,dan perilaku harus bersih nanti berdampak pada fisik dan aura bayimu.Jika hatimu bersih bayimu juga ceria dan bersinar.Namun jika hatimu penuh dengan iri ,dengki dan sombong, jangan harap bayimu beraura bersinar.Efek jadi menantu kaya jangan untuk sombong,tiru perlakuan ibu mertuamu saat minta ART mengerjakan sesuatu.Tuh Atin di rumah Naya sangat karena terbebas dari sifat arogan dan sombongmu
Ernalita Sitompul
wulan,kamu harus extra sabar,semua itu terjadi bukan niat mertuamu membedakan kalian tp semata mata krn proses awal yang jauh dari biasanya saat pernikahan diantara kalian,mertuamu lebih cemas pd rumahtangga Yudha krn insiden dr Yogi..yakinlah jika wulan tenang dan sabar,perlahan ibu mertuamu akan menyesali tindakannya..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ fjR𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ
lama2 Wulan stres karena terlalu mengharap perhatian lebih.kasihan bayinya kalau ibunya banyak memendam pikiran karena ingin perhatian lebih.nanti jadi iri dengki.jalani sajalah hidupmu,buat dirimu sendiri bahagia tanpa iri melihat orang lain.
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘNurrul P.❀∂я𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋
Akhirnya sifat asli Wulan lama-lama jadi ketahuan deh 😁
sunaryati jarum: Benar
total 1 replies
Selin Tari
di tahan dulu y papa Yudha 🤭🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!